Buka menu utama

Kabupaten Jeneponto

kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia

Kabupaten Jeneponto (Makassar: ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨍᨙᨊᨙᨄᨚᨈᨚ) adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten Jeneponto adalah Bontosunggu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 749,79 km2 dan berpenduduk sebanyak 330.735 jiwa.

Kabupaten Jeneponto
Indonesia location map.svg
Peta lokasi Kabupaten Jeneponto di Sulawesi Selatan
Koordinat: 5.23'12"-5.42'1,2 LS dan 119.29'12"-119.56'44,9" BT
Provinsi Sulawesi Selatan
Dasar hukum -
Tanggal peresmian 1 Mei 1867
Ibu kota Bontosunggu
Pemerintahan
-Bupati Drs. H. Iksan Iskandar, M.Si
-Wakil Bupati H. Mulyadi Mustamu, SH
APBD
-APBD Rp.416.191.875.469 (2007)
-DAU Rp. 494.087.427.000.-(2013)[1]
Luas 749,79 km2
Populasi
-Total 342.700 jiwa
-Kepadatan 457 jiwa/km2
Demografi
-Kode area telepon 0419
Pembagian administratif
-Kecamatan 11
Simbol khas daerah
Situs web http://www.jenepontokab.go.id/
Ladang garam di Jeneponto

Daftar isi

SejarahSunting

Pertama November 1863 , adalah tahun berpisahnya antara Bangkala dan Binamu dengan Laikang. Ini membuktikan jiwa patriotisme Turatea melakukan perlawanan yang sangat gigih terhadap pemerintah Kolonial Belanda. Tanggal 29 Mei 1929 adalah pengangkatan Raja Binamu . Tahun itu mulai diangkat “Todo ” sebagai lembaga adat yang refresentatif mewakili masyarakat. Tanggal 1 Mei 1959, adalah berdasarkan Undang -undang No . 29 Tahun 1959 menetapkan terbentuknya Daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan, dan terpisahnya Takalar dari Jeneponto. Sulawesi Selatan, dan terpisahnya Takalar dari Jeneponto.

Kedua Tanggal 1 Mei 1863, adalah bulan dimana Jeneponto menjalani masa-masa yang sangat penting yaitu dilantiknya Karaeng Binamu , yang diangkat secara demokratis oleh “Toddo Appaka ” sebagai lembaga representatif masyarakat Turatea. Mundurnya Karaeng Binamu dari tahta sebagi wujud perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda

Lahirnya Undang Undang No. 29 Tahun 1959 Diangkatnya kembali raja Binamu setelah berhasil melawan penjajah Belanda. Kemudian tahun 1863, adalah tahun yang bersejarah yaitu lahirnya Afdeling Negeri- negeri Turatea setelah diturunkan oleh pemerintah Belanda dan keluarnya Laikang sebagai konfederasi Binamu. Tanggal 20 Mei 1946, adalah simbol patriotisme Raja Binamu (Mattewakkang Dg Raja) yang meletakkan jabatan sebagai raja yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah Belanda . Dengan Demikian penetapan Hari Jadi Jeneponto yang disepakati oleh pakar pemerhati sejarah, peneliti, sesepuh dan tokoh masyarakat Jeneponto, dari seminar Hari jadi Jeneponto yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 21 Agustus 2002 di Gedung Sipitangarri , dianggap sangat tepat, dan merupakan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.[butuh rujukan]

GeografiSunting

Secara geografis, Kabupaten Jeneponto terletak di 5°23'- 5°42' Lintang Selatan dan 119°29' - 119°56' Bujur Timur. Kabupaten ini berjarak sekitar 91 Km dari Makassar. Luas wilayahnya 749,79 km2 dengan kecamatan Bangkala Barat sebagai kecamatan paling luas yaitu 152,96 km2 atau setara 20,4 persen luas wilayah Kabupaten Jeneponto. Sedangkan kecamatan terkecil adalah Arungkeke yakni seluas 29,91 km2.

TopografiSunting

Kondisi topografi Kabupaten Jeneponto pada bagian utara terdiri dari dataran tinggi dengan ketinggian 500 sampai dengan 1400 meter diatas permukaan air laut (mdpl) yang merupakan lereng pegunungan Gunung Baturape - Gunung Lompobattang. Sedangkan bagian tengah berada di ketinggian 100 sampai dengan 500 mdpl dan pada bagian selatan merupakan pesisir serta dataran rendah dengan ketinggian antara 0 sampai dengan 100 mdpl. Karena perbatasan dengan Laut Flores maka Kabupaten Jeneponto memiliki pelabuhan cukup besar yang terletak di desa Bungeng.

Batas wilayahSunting

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar
Selatan Laut Flores
Barat Kabupaten Takalar
Timur Kabupaten Bantaeng

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Bupati Ket.
1
Abd. Jalil Sikki
1960
1966
1
Drs.
M. Daud Nompo
(Pelaksana tugas)
1967
1967
2
Morra Kareeng Bilu
1967
1972
2
A. M. Amin Situru
(Pelaksana tugas)
1973
1974
3
M. Ishak Iskandar
1974
1980
3
4
Drs.
Palangkey Dg Lagu
1980
1985
4
5
Drs.
Sehuddin
1985
1990
5
6
Drs. H.
M. Ilyas Mattewakkang
1990
1993
6
7
H.
Sirajuddin. S
1993
1998
7
8
Dr. Ir. H.
Baharuddin Baso Tika
MS
1998
2003
8
9
Drs. H.
Radjamilo
MP
2003
2008
9
2008
2013
10
Burhanuddin Baso Tika
10
  Drs. H.
Ikhsan Iskandar
M.Si
30 Desember 2013
30 Desember 2018
11
H.
Mulyadi Mustamu
S.H
[2]
31 Desember 2018
31 Desember 2023
12
H.
Paris Yasir
S.E
[3]

Dewan PerwakilanSunting

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jeneponto

KecamatanSunting

Kabupaten Jeneponto teridir dari 11 kecamatan, yaitu:

EkonomiSunting

PasarSunting

  • Pasar Gantinga
  • Pasar Baru Karisa
  • Pasar Boyong
  • Pasar Allu
  • Pasar Tarowang
  • Pasar Togo-togo

PariwisataSunting

MediaSunting

TelevisiSunting

RadioSunting

Stasiun radio di Kabupaten Jeneponto antara lain:

  • Radio Swara Buana Turatea FM 96.2
  • Radio Paburitta FM 93.3 (tidak mengudara)
  • Radio JBS 91.8 Fm (Jangan Berhenti Sipakainga)

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Wahyudi, Imam (3 Desember 2011). Wahyudi, Imam, ed. "Sudarmin Rahman Ketua Golkar Turatea". TribunNews. Diakses tanggal 19 Januari 2018. 
  3. ^ "Penetapan Hasil Pilkada 2018: Jeneponto Sulawesi Selatan". KPU: Portal Publikasi Pemilihan Kepala Daerah 2018. Komisi Pemilihan Umum Indonesia. 26 Juli 2018. Diakses tanggal 28 Agustus 2018. 

Pranala luarSunting