Suku Makassar

suku bangsa di Indonesia

Suku Makassar (bahasa Makassar : ᨈᨘ ᨆᨀᨔᨑ (Tu Mangkasara’) adalah etnis yang mendiami pesisir selatan pulau Sulawesi, meliputi wilayah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Suku Makassar juga mendiami sebagian wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dan sebagian besar wilayah Kabupaten Bulukumba. Suku Makassar adalah salah satu suku terbesar di Sulawesi.

Suku Makassar
Tu Mangkasara’
ᨈᨘ ᨆᨀᨔᨑ
COLLECTIE TROPENMUSEUM Djongos Makassar Zuid-Celebes 1913 TMnr 10013740.jpg
Seorang pria Makassar, 1913
       Sulawesi Selatan3.793.704
Bahasa
Bahasa asli
Makassar,
Sebagai bahasa kedua
Melayu Makassar, Indonesia
Agama
Mayoritas
Allah-green.svg Islam
Etnis terkait
Bugis, Mandar, dan Toraja

Sumber-sumber Portugis pada permulaan abad ke-16 telah mencatat nama Makassar ”Macaçar”. Pada tahun 1511 Daeng Matanre Karaeng Tumapakrisik Kallongna, Raja Gowa ke-9 mendirikan kota Makassar atau lebih dikenal dengan nama Benteng Somba Opu. Dan pada Abad itu pula, Makassar sebagai ibu kota sudah dikenal oleh bangsa asing. Bahkan dalam syair ke-14 Nagarakertagama karangan Prapanca (1365) nama Makassar "Pulau-pulau Makassar" atau Pulau Sulawesi telah tercantum.

EtimologiSunting

Dari segi etimologi, Makassar berasal dari kata Mangkasara' ᨆᨀᨔᨑ yang terdiri dari morfem prefiks adjektif mang- dan morfem kata kasara' ᨀᨔᨑ (tampak, timbul, wujud, nyata, jelas) yang secara keseluruhan mengandung arti memiliki sifat besar (mulia) dan berterus terang (Jujur). Sementara dari segi terminologi, kata ‘Mangkasarak’ terdapat pada nama suku bangsa, nama kerajaan, nama selat, dan nama kota.[butuh rujukan]

SejarahSunting

Etnis Makassar ini adalah etnis yang berjiwa penakluk dan pemberani namun demokratis dalam memerintah, gemar berperang dan jaya di laut. Tak heran dimulai pada tahun 1512 hingga 1699 dengan simbol Kerajaan Gowa, mereka berhasil membentuk satu wilayah kerajaan yang luas dengan kekuatan armada laut yang besar berhasil membentuk suatu Imperium bernafaskan Islam, mulai dari Sulawesi, kalimantan bagian Timur, NTT, NTB, Maluku, Brunei, Filipina bagian selatan hingga Australia bagian utara.[butuh rujukan]Mereka menjalin Traktat dengan Bali, kerjasama dengan Malaka dan Banten dan seluruh kerajaan lainnya dalam lingkup Nusantara maupun Internasional (khususnya Portugis). Kerajaan ini juga menghadapi perang yang dahsyat dengan Belanda hingga kejatuhannya akibat adu domba Belanda terhadap kerajaan taklukannya.[butuh rujukan]

Suku bangsa Makassar meninggalkan jejak nama Kampung dibeberpa negara seperti Macassan Beach atau Pantai Makassar di Australia bagian Utara sebelum abad ke-17 oleh pelaut Teripang. Dinegara Timor Leste pada tahun 1641 oleh Sultan Mudaffar Raja Tallo dengan nama Pante Macassar.[butuh rujukan]

Dinegeri Jiran Malaysia dengan nama Kampung Mengkasar (Makassar), pada tahun 1722 oleh Karaeng Aji. Mengkasar adalah penyebutan orang Melayu untuk nama Makassar. Kampung ini kelak melahirkan generasi Karaeng Aji yang bernama Tun Abdul Razak dan Najib Razak sebagai Perdana Menteri Malaysia.[butuh rujukan]

Di Negeri Pagoda Thailand pada tahun 1686 oleh Daeng Mangalle dengan nama Makkasan di jantung ibukota Bangkok. Di ujung selatan benua Afrika sebuah kota kecil bernama Macassar Cape Twon , di Afrika Selatan oleh Syehk Yusuf al Makassari Tuanta Salamaka, Kampung Makassar ini berdiri sejak tahun 1694.[butuh rujukan]

Perbedaan Makassar dengan BugisSunting

Banyak yang mengira bahwa Makassar adalah identik dan serumpun dengan suku Bugis karena marak dan populernya akan istilah "Bugis Makassar". Hingga pada akhirnya kejatuhan kerajaan Gowa Tallo [Makassar] pada VOC Belanda yang dibantu oleh para loyalitas lokalnya. Segala potensi Makassar dimatikan, mengingat suku ini terkenal sangat keras menentang Belanda. Di mana pun mereka bertemu Belanda, pasti diperanginya.[butuh rujukan]

Beberapa tokoh sentral Gowa yang menolak menyerah seperti Karaeng Galesong, Karaeng Bontomarannu, Karaeng Karunrung, Sultan Harun al Rasyid Raja Tallo dan Daeng Mangalle hijrah ke Tanah Jawa. Dibawa komando Karaeng Galesong bersama armada lautnya yang perkasa, memerangi setiap kapal Belanda yang mereka temui. Oleh karena itu, Belanda yang saat itu di bawah pimpinan Spellman menjulukinya dengan "Si-Bajak-Laut"[butuh rujukan]

Segi linguistikSunting

Dari segi linguistik, bahasa Makassar dan bahasa Bugis berbeda, walau kedua bahasa ini termasuk dalam Rumpun bahasa Sulawesi Selatan[1] dalam cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia. Dalam kelompok ini, bahasa Makassar[2] masuk dalam sub-kelompok yang sama dengan bahasa Bentong, Konjo dan Selayar, sedangkan bahasa Bugis[3] masuk dalam sub-kelompok yang sama dengan bahasa Campalagian dan dua bahasa yang ditutur di pulau Kalimantan yaitu bahasa Embaloh dan bahasa Taman. Perbedaan antara bahasa Bugis dan Makassar ini adalah salah satu ciri yang membedakan kedua suku tersebut.[butuh rujukan]

ReferensiSunting

  1. ^ "Austronesian, Malayo-Polynesian, South Sulawesi" dalam www.ethnologue.com
  2. ^ (Inggris) Suku Makassar di Ethnologue
  3. ^ (Inggris) Suku Makassar di Ethnologue

Lihat pulaSunting