Bantimurung, Maros

kecamatan di Kabupaten Maros

Koordinat: 4°58′23″S 119°36′18″E / 4.9731213°S 119.6049729°E / -4.9731213; 119.6049729

Bantimurung (Ejaan Van Ophuijsen:Bantimoeroeng; Lontara Indonesia, Bugis & Makassar: ᨅᨈᨗᨆᨘᨑᨘ , transliterasi: Bantimurung ) adalah nama sebuah kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kecamatan ini berada di Pakalu dengan jarak 7 km dari Kota Turikale yang merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Maros. Wilayah ini terkenal akan keindahan alamnya yang membuatnya menjadi salah satu tujuan wisata yang populer. Objek wisata yang ada di kecamatan ini antara lain Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Taman Purbakala dan Prasejarah Leang-Leang, Puncak Baro-Baro, Wisata Wae Merrungnge Tompobalang, Wisata Bulusipong, dan lain-lain.

Bantimurung
Gambar Belanda tahun 1735 yang memperlihatkan pegunungan Bantimurung
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenMaros
Pemerintahan
 • CamatAsrul Rifai Rahman (Februari 2019-sekarang)
Kode pos
90561
Kode Kemendagri73.09.03 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan6 desa
2 kelurahan

SejarahSunting

Status KecamatanSunting

Dahulu Kecamatan Bantimurung adalah wilayah yang sangat luas dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Camba dan Kecamatan Maros Baru. Wilayah Kabupaten Maros dalam sejarahnya telah mengalami pemekaran wilayah, termasuk didalamnya wilayah Bantimurung. Pada tanggal 4 Juli 1959, secara administratif Kabupaten Maros resmi dibentuk sebagai Daerah Swantantra tingkat II, ibu kota berkedudukan di Kota Maros, dan kuota jumlah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah 15 orang anggota melalui dasar hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1959 Bab I Pasal 1, 2 & 3. Kabupaten Maros pada saat itu membawahi beberapa distrik adat gemeenschap yaitu: Distrik Simbang, Distrik Bontoa, Distrik Tanralili, Distrik Raya (Lau), Distrik Turikale, Distrik Marusu, Distrik-distrik dari federasi Gallarang Appaka, dan Distrik-distrik dari federasi Lebbotengae.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan, maka struktur pemerintahan yang ada kemudian mengalami perubahan. Distrik adat gemeenschap yang sebelumnya diformulasikan ke dalam bentuk distrik harus pula menyesuaikan sejak tanggal 19 Desember 1961 Kabupaten Maros tidak lagi terdiri dari distrik tetapi terbagi ke dalam 4 (empat) Kecamatan. Pada tanggal 1 Juni 1963, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 mulai diberlakukan. Distrik/Daerah Adat/Kerajaan Lokal kemudian menghilang dari permukaan sejarah dengan dibentuknya kecamatan-kecamatan. 4 (empat) kecamatan yang terbentuk pada waktu itu sebagai berikut:

  1. Distrik Turikale, Marusu', Lau', dan Bontoa dilebur menjadi Kecamatan Maros Baru.
  2. Distrik Simbang dan beberapa wilayah dari distrik tetangganya dilebur menjadi Kecamatan Bantimurung.
  3. Distrik-distrik dari federasi “Lebbo' Tengngae” dilebur menjadi Kecamatan Camba.
  4. Distrik Tanralili dan beberapa wilayah dari federasi Gallarang Appaka dilebur menjadi Kecamatan Mandai.

Tahun 1963Sunting

Berikut adalah 14 kelurahan/desa di Kecamatan Bantimurung sejak 1 Juni 1963 sampai 17 September 1998:

  1. Desa Alatengae
  2. Desa Baruga
  3. Desa Bonto Tallasa
  4. Desa Jenetaesa
  5. Desa Mangeloreng
  6. Desa Mattoangin
  7. Desa Minasa Baji
  8. Desa Samangki
  9. Desa Sambueja
  10. Desa Simbang
  11. Desa Tanete
  12. Desa Tukamasea
  13. Kelurahan Kalabbirang
  14. Kelurahan Leang-Leang

Tahun 1998Sunting

Pada hari kamis tanggal 22 Agustus 1996, DPD II KNPI Kabupaten Maros mengadakan "Seminar Pemekaran dan Perubahan Nama Kecamatan" dengan berlandaskan latar belakang kesejarahan sekaligus sebagai pemantapan "Jati Diri Maros" melalui kilas balik sejarah. Upaya DPD II KNPI Maros pada waktu itu mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari para budayawan dan pemerhati sejarah. Nama yang sarat dengan muatan historis memang punya arti tersendiri, terutama bagi orang-orang yang menghormati jati dirinya.

Bertolak dari hasil seminar tersebut, maka Bupati KDH Tingkat II Maros, Nasrun Amrullah (cucu dari H. Andi Page Manyanderi Petta Ranreng, Petta Imam Turikale III), lewat Surat Bupati KDH Tingkat II Maros, No.146.1/276/Pem. Tgl. 19 September 1996, meminta Persetujuan DPRD Tingkat II Maros untuk Pembentukan/Pemekaran Kecamatan. DPRD Tingkat II Maros kemudian membentuk panitia khusus yang kemudian membahas dan menetapkan pembentukan/pemekaran kecamatan yang telah ada serta diberi nama sesuai dengan nama distrik yang pernah ada.

Pada 30 Desember 2000 secara resmi wilayah Kecamatan Bantimurung mengalami pemekaran wilayah dengan dibentuknya Kecamatan Simbang. Kecamatan Simbang mengambil 6 (enam) desa di wilayah Kecamatan Bantimurung, yaitu Desa Bonto Tallasa, Desa Jenetaesa, Desa Samangki, Desa Sambueja, Desa Simbang, dan Desa Tanete dengan pusat pemerintahan berada di Desa Jenetesa. Dasar hukum pemekaran wilayah Kecamatan Bantimurung ini didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Maros No. 30 Tahun 2000 dengan rincian Bab II Pasal 4 Ayat 1, 2, dan 3 dan Bab III Pasal 7 Ayat 3.

Berikut adalah 8 kelurahan/desa di Kecamatan Bantimurung sejak 17 September 1998 sampai sekarang:

  1. Desa Alatengae
  2. Desa Baruga
  3. Desa Mangeloreng
  4. Desa Mattoangin
  5. Desa Minasa Baji
  6. Desa Tukamasea
  7. Kelurahan Kalabbirang
  8. Kelurahan Leang-Leang

EtimologiSunting

Bantimurung konon berasal dari Bahasa Bugis dari kata benti, artinya "tetesan (air)" dan merrung, artinya "bunyi gemuruh". Jadi Bantimurung berarti air yang bergemuruh. Tidak ditemukan data dan fakta sejarah tentang asal mula dan siapa yang memberi nama Bantimurung. Namun pada beberapa Catatan Sejarah akhir Abad ke-17 dan Abad ke-18 dapat kita temukan catatan sejarah mengenai Bantimurung. Dalam catatan harian Raja Bone XVI, Sultan Idris Adzimuddin (1696 - 1714) tertulis dalam bahasa bugis : (1.) Hari Kamis,30 Juli 1699, Kulao ri Maruq, artinya Saya (Raja Bone) berkunjung ke Maros. (2.) Hari Sabtu, 15 Agustus 1699, Kilao cemmE ri Bantimurung, artinya Kami (Raja Bone bersama Raja Pattiro) pergi mandi di Bantimurung. Kemudian Raja Bone XXII, Sultan Abdul Razak Jalaluddin (1749 - 1775) dalam catatan harian beliau juga menuliskan tentang Bantimurung : (1.) 20 Oktober 1756, Saya ke Bantimurung bersama To MarajaE (Gubernur VOC) melihat bendungan. (2.)12 November 1756, Saya ke Solojirang ketemu BukoroE. Air sudah sampai di Marampesu. Catatan sejarah lainnya tentang Bantimurung adalah Catatan Gubernur VOC di Makassar, Joan Gideon Loten (1744-1750) : Pada Agustus 1745 melancong ke Maros bersama keluarganya. Mereka menunggang kuda ke hutan dan melihat air terjun Bantimurung. Pada Agustus dan September 1750, Dia mengunjungi air terjun Bantimurung untuk terakhir kalinya. Selama perjalanan, Dia ditemani Jean Michel Aubert (1717-1762) sang juru gambar dan surveyor VOC. Kemudian ditemukan lagi catatan tentang tata kelola Bantimurung (Taufiq Ismail dan Kama Jaya Shagir ) : Bantimurung ditetapkan menjadi monumen alam pada tahun 1919 Lembaran Negara Hindia Belanda Nomor 90, tertanggal 21 Februari 1919 adalah titah resminya. Menunjuk air terjun Bantimurung sebagai monumen alam “ Natuurmonument Bantimoeroeng Waterval seluas 10 hektar.

GeografiSunting

Batas WilayahSunting

Kecamatan Bantimurung memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:[1]

Utara Kecamatan Bontoa dan Kecamatan Balocci di (Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan)
Timur Kecamatan Cenrana
Selatan Kecamatan Simbang
Barat Kecamatan Bontoa, Kecamatan Lau, dan Kecamatan Turikale

DemografiSunting

EtnisSunting

Penduduk kecamatan Bantimurung mayoritas adalah suku Makassar dan suku Bugis.

Jumlah PendudukSunting

Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah Rumah Tangga Total Penduduk (jiwa) Pertumbuhan Penduduk (jiwa) Kepadatan Penduduk (jiwa/km2) Keterangan
1990 - - - 23.668 - - BPS Kabupaten Maros
2000 - - - 26.515 - - BPS Kabupaten Maros
2002 - - - - - - -
2003 - - - - - - -
2004 - - - - - - -
2005 - - - - - - -
2006 - - - - - - -
2007 - - - - - - -
2008 - - - - - - -
2009 14.045 14.638 - 28.683 - - KSK Bantimurung
2010 13.400 14.678 6.479 28.078 - - KSK Bantimurung
- - - 27.817 - - BPS Kabupaten Maros
2011 13.449 14.732 6.479 28.181 - - KSK Bantimurung
2012 13.506 14.772 6.607 28.278 - - KSK Bantimurung
2013 13.659 14.991 6.726 28.650 - - KSK Bantimurung
2014 14.100 15.188 6.816 29.288 - - KSK Bantimurung
2015 14.263 15.285 6.880 29.548 - - Data Proyeksi Penduduk BPS RI
2016 14.424 15.437 6.953 29.861 - - Data Proyeksi Penduduk BPS RI
2017 14.573 15.463 6.953 30.036 - - Data Proyeksi Penduduk BPS RI
2018 14.720 15.548 7.094 30.268 - - Data Proyeksi Penduduk BPS RI
2019 - - - - - - -
2020 - - - - - - -

PemerintahanSunting

Pembagian AdministrasiSunting

Kecamatan Bantimurung memiliki 8 (delapan) wilayah pembagian administrasi dengan rincian 2 (dua) berstatus kelurahan dan 6 (enam) berstatus desa sebagai berikut:

No. Desa/Kelurahan Luas (km²)
1 Desa Alatengae 45,47
2 Desa Baruga 52,51
3 Desa Mangeloreng 8,72
4 Desa Mattoangin 20,14
5 Desa Minasa Baji 5,23
6 Desa Tukamasea 23,68
7 Kelurahan Kalabbirang 7,25
8 Kelurahan Leang-Leang 10,70
Jumlah 173,70


Kecamatan Bantimurung memiliki 37 (tiga puluh tujuh) wilayah di bawah kelurahan/desa dengan rincian 4 (empat) berstatus lingkungan dan 33 (tiga puluh tiga) berstatus dusun sebagai berikut:

  1. Dusun Bontobua
  2. Dusun Bontoleko
  3. Dusun Bulusipong
  4. Dusun Gollae
  5. Dusun Manjalling
  6. Dusun Pakalli
  7. Dusun Tanatakko
  8. Dusun Tanetea
  9. Dusun Balang
  10. Dusun Batunapara
  11. Dusun Cambajawa
  12. Dusun Kassi
  13. Dusun Samariga
  14. Dusun Bonto Padalle
  15. Dusun Kaluku
  16. Dusun Lopi-Lopi
  17. Dusun Mangai
  18. Dusun Bonti-Bonti
  19. Dusun Katubung
  20. Dusun Malewang
  21. Dusun Moncongbori
  22. Dusun Parangki
  23. Dusun Allu
  24. Dusun Bontosunggu
  25. Dusun Mannuruki
  26. Dusun Pattene
  27. Dusun Sege-Segeri
  28. Dusun Tammate
  29. Dusun Amessangeng
  30. Dusun Bontokappong
  31. Dusun Bungaeja
  32. Dusun Manarang
  33. Dusun Pajjaiyang
  34. Lingkungan Pakalu
  35. Lingkungan Tompobalang
  36. Lingkungan Leang-Leang
  37. Lingkungan Panaikang

Daftar camatSunting

Kecamatan Bantimurung merupakan salah satu dari empat kecamatan tertua di Kabupaten Maros yang mulai dibentuk sejak 1 Juni 1963 sebagai hasil dari pemberlakuan secara resmi UURI No. 29 Tahun 1959. Sebelum disebut dengan istilah camat pada periode 2000-an hingga saat ini, Pemerintah Kecamatan Bantimurung disebut dengan nomenklatur kepala wilayah. Berikut ini adalah daftar Kepala Wilayah/Camat Bantimurung dari masa ke masa:

No. Foto Nama Awal Menjabat Akhir Menjabat Keterangan Referensi
1 H. Andi Sirajuddin Daeng Maggading (Karaeng Simbang XII) 1 Juni 1963 Kepala Wilayah Pertama
H. Andi Kamaruddin Syahban Daeng Mambani (Karaeng Turikale) 1 Juni 1963 Wakil Kepala Wilayah Pertama
2 Muhammad Thahier Alie, B.A. 1989 1993 Kepala Wilayah
3 13 Maret 2009 Camat
4 13 Maret 2009 Camat
5 13 Maret 2009 Camat
6 13 Maret 2009 Camat
7   H. Agustam, S.I.P., M.Si. 13 Maret 2009 3 Oktober 2011 Camat [2]
8 Drs. Andi Faisal Asiz 3 Oktober 2011 24 Januari 2014 Camat
9 Muhammad Rusdi, S.Sos. 24 Januari 2014 3 Januari 2017 Camat [3]
10   Bakri B, S.I.P., M.M. 3 Januari 2017 31 Januari 2019 Camat [4]
11   Asrul Rifai Rachman, S.STP 31 Januari 2019 7 Januari 2020 Camat [5]
12 Syahrul 7 Januari 2020 sedang menjabat Camat [6]


FasilitasSunting

  • Kantor Polsek Bantimurung
  • Kantor Desa Baruga
  • Kantor Desa Tukamasea
  • Kantor Desa Alatengae
  • Kantor Desa Mangeloreng
  • Kantor Desa Mattoangin
  • Kantor Desa Minasa Baji
  • Kantor Kelurahan Leang-Leang
  • Kantor Kelurahan Kalabbirang
  • Kantor Camat Bantimurung

AgamaSunting

MasjidSunting

  • Masjid Nurul Muttaqin
  • Masjid Nurul Tarbiyah
  • Masjid Miftahushalihin
  • Masjid Nurul Mustaqin
  • Masjid Nurul Yaqin
  • Masjid Nurul Jama'ah
  • Masjid Babul Barakah
  • Masjid Babul Hasanah
  • Masjid Babul Huda
  • Masjid Babus Salam
  • Masjid Babul Mu'minin
  • Masjid Babur Rahman
  • Masjid Babul Yaqin
  • Masjid Nurul Hidayah
  • Masjid Al-Musafir
  • Masjid Nurul Jannah
  • Masjid Nurul Karim
  • Masjid Nurul Taqwa
  • Masjid Nurul Iman
  • Masjid Ihkwanul Ummah
  • Masjid Riadatul Jannah
  • Masjid Muftiha Fadillah
  • Masjid Nurul Huda
  • Masjid Nurul Iman
  • Masjid Jabal Nur
  • Masjid Nurus Salam
  • Masjid Jabal Uhud
  • Masjid Babul Falah
  • Masjid 'Al Manar
  • Masjid Miftahul Muttaqin
  • Masjid Miftahus Sa'adah
  • Masjid Miftahurrahman
  • Masjid Nurul Maarifah
  • Masjid Miftahul Khaerat
  • Masjid Babut Taubah
  • Masjid Babul Jannah
  • Masjid Babul Khaerat
  • Masjid Babul Shahadah
  • Masjid Babul Falaq
  • Masjid Babul Qarim
  • Masjid Babul Qausar
  • Masjid Nurul Jamaah
  • Masjid Al-Amin
  • Masjid Al-Arsyid
  • Masjid H. Mahmud
  • Masjid An-Nur
  • Masjid Shirathal Mustaqim
  • Masjid Babul Jannah
  • Masjid Miftahul Salam
  • Masjid Miftahul Mu'minin
  • Masjid Miftahul Jamaah
  • Masjid Nurul Tarbiyah
  • Masjid Al-Taqwah Kasim DM
  • Masjid Nurul Jamaah
  • Masjid Nurul Rahman
  • Masjid Nurul Hidayah
  • Masjid Nurul Amin
  • Masjid Nurul Hidayah
  • Masjid Al-Munawara
  • Masjid Nurul Firdaus
  • Masjid Nurul Jannah
  • Masjid Attaarbiyayatusi Syabab
  • Masjid Habibullah
  • Masjid Nurul Mumtaha
  • Masjid Nurul Mukminin
No. ID Nama Masjid Tahun Berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Alamat Jenis Status Tanah Jumlah Pengurus Jumlah Imam Jumlah Khatib

PendidikanSunting

Lembaga pendidikan formal di kecamatan Bantimurung adalah sebagai berikut:

SD SederajatSunting

  • MI Swasta Hidayatul Ihsan
  • MI Swasta Darul Ulum Amessangeng
  • MI Swasta Firdaus Tompobalang
  • SD Negeri 105 Inpres Alatengae
  • SD Negeri 120 Inpres Parengki
  • SD Negeri 121 Inpres Kalabbirang
  • SD Negeri 128 Inpres Minasa Baji
  • SD N egeri13 Manarang
  • SD Negeri 174 Inpres Bungaeja
  • SD Negeri 243 Baruga
  • SD Negeri I Pakalu I
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 106 Inpres Manarang
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 11 Leang-Leang
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 116 Allu
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 12 Pakalli I
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 139 Inpres Lambatorang
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 15 Jawi-Jawi
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 173 Inpres Mangngai
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 188 Inpres Bontokappong
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 189 Inpres Cambajawa
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 191 Inpres Batunapara
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 207 Inpres Pajjaiyang
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 225 Inpres Panaikang
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 226 Inpres Lopi-Lopi
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 231 Inpres Tana Tekko
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 72 Pakalu II
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 74 Bonti-Bonti
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 75 Malewang
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 87 Kassi
  • UPTD Satuan Pendidikan SD Negeri 91 Amessangeng

SMP SederajatSunting

  • SMP Swasta As-Sakinah Bantimurung
  • MTs Swasta MDIA Samariga
  • MTs Swasta Darul Ulum Amessangeng
  • MTs Swasta Firdaus Tompobalang
  • MTs Swasta Hidayatul Ihsan
  • SMP Swasta Firdaus Tompobalang
  • SMP Swasta PGRI 4 Maros
  • SMP Negeri 10 Bantimurung
  • SMP Negeri 39 Satap Leang-Leang
  • UPTD Satuan Pendidikan SMP Negeri 22 Bantimurung
  • UPTD Satuan Pendidikan SMP Negeri 4 Bantimurung

SMA SederajatSunting

  • MA Swasta Darul Ulum Amessangeng
  • MA Swasta Firdaus Tompobalang
  • MA Swasta Nur Aliya Parengki Bantimurung
  • SMA Negeri 4 Bantimurung Maros (RSKM/SSN/Adiwiyata)
  • SMA Swasta PGRI 4 Bantimurung Maros
  • SMK Swasta Darul Ulum
  • SMK Swasta Widya Karya Bantimurung

Sarana KeamananSunting

  • Polsek Bantimurung

KesehatanSunting

FasilitasSunting

EkonomiSunting

Pusat perbelanjaanSunting

  • Pasar Rakyat Pakalu

PerusahaanSunting

  • UD Musdalifah (peternakan/jual sapi)

TambangSunting

  • Tambang Batu Kapur (Karst)
  • Tambang Marmer

JalanSunting

Nama jalan yang ada di kecamatan Bantimurung

A

  • Amessangeng Baru

P

  • Poros Bantimurung
  • Poros Leang-Leang
  • Poros Maros-Bantimurung
  • Poros PT. Semen Bosowa
  • Poros Soddang

T

  • Tani

Tempat menarikSunting

  • Taman Prasejarah dan Purbakala Leang-Leang
  • Puncak Gunung Baro-Baro
  • Wisata Wae Merrungnge Tompobalang
  • Gua Salukang Kallang
  • Leang Burung

Perkumpulan/OrganisasiSunting

  • Persatuan Sepakbola Kecamatan Bantimurung Persekab (klub sepak bola)

Galeri fotoSunting

InformasiSunting

  • E-mail: kec_bantimurung@maroskab.go.id
  • Kode Wilayah: 73.09.03

Bencana DaerahSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Kabupaten Maros dalam Angka 2018". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2018. Diakses tanggal 13-09-2019. 
  2. ^ "Profil H. Agustam, S.I.P., M.Si." simpeg.maroskab.go.id. 2019. Diakses tanggal 28 Maret 2021. 
  3. ^ "Profil Muhammad Rusdi, S.Sos". simpeg.maroskab.go.id. 2014. Diakses tanggal 8 Maret 2021. 
  4. ^ "Profil Bakri B, S.I.P., M.M." simpeg.maroskab.go.id. 2021. Diakses tanggal 10 Maret 2021. 
  5. ^ "Profil Asrul Rifai Rachman, S.STP". simpeg.maroskab.go.id. 2019. Diakses tanggal 14 Maret 2021. 
  6. ^ Pemkab Maros (7 Januari 2020). "Dalam Sehari, 2 Kegiatan Pelantikan Lingkup Pemkab Maros". maroskab.go.id. Diakses tanggal 30 Maret 2021. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting