Buka menu utama

MNCTV

stasiun televisi di Indonesia

MNCTV (sebelumnya bernama TPI) adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional di Indonesia. Namanya yang sekarang dipergunakan sejak 20 Oktober 2010.

MNCTV
PT Media Nusantara Citra Televisi[1]
MNCTV logo 2015.svg
Logo MNCTV sejak 20 Mei 2015
Diluncurkan23 Januari 1991 (sebagai TPI)
20 Oktober 2010 (sebagai MNCTV)
PemilikSiti Hardijanti Rukmana (1991-1998)
Cipta Lamtoro Gung Persada (1990-2003)
Media Nusantara Citra (2003-sekarang)
SloganSebagai TPI
Cermin Dinamika Budaya Bangsa (1991-1994)
Turut Memacu Kreatifitas Bangsa (1991-1994)
Televisi Keluarga Anda (1994-1998)
Makin Asyik Aja (1997-2007)
Makin Indonesia Makin Asyik (2006-2007)
Makin Indonesia Makin Asyik Aja (2007-2010)
Sebagai MNCTV
Selalu Di Hati (2010-sekarang)
Ekspresi Cinta (2011, versi 20 tahun MNCTV)
Persembahan Cinta (2013 dan 2014, versi 22 dan 23 tahun MNCTV)
Kilau Raya (2015, 2016, 2017 dan 2018, versi 24, 25, 26 dan 27 tahun MNCTV)
Kantor pusatMNC Studios, Jl. Raya Perjuangan No. 1, Kebon Jeruk, Jakarta, Indonesia
Nama sebelumnyaTPI (tahun 1991-2010, dengan nama perusahaan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia)
Saluran seindukTVRI (1991-1998)
RCTI (2003-sekarang)
GTV (2005-sekarang)
iNews (2008-sekarang)
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Ambon48 UHF
Amuntai22 UHF
Balikpapan58 UHF
Banda Aceh34 UHF
Bandar Lampung24 UHF
Bandung62 UHF
Banjarmasin36 UHF
Batam41 UHF
Bengkulu40 UHF
Cirebon44 UHF
Denpasar33 UHF
Garut28 UHF
Gorontalo62 UHF
Jakarta37 UHF
Jayapura55 UHF
Jember-- UHF
Kediri59 UHF
Kendari38 UHF
Kuala Tungkal42 UHF
Madiun38 UHF
Satelit
MNC Vision82
TransVision817
K-Vision???
Palapa DMPEG-2
Freq : 4186 MHz
Polaritas :
Kabel
First Media38
MNC Play82
big tv9
Televisi Internet
RCTI+Saluran 2
UseetvMNCTV

MNCTV merupakan stasiun televisi swasta ketiga di Indonesia setelah RCTI dan SCTV. MNCTV didirikan oleh Mbak Tutut dan dulu sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Cipta Lamtoro Gung Persada.

MNCTV pernah menayangkan acara olahraga seperti F1, WWE SmackDown!, Serie A, Eredivisie, Piala AFF dan UEFA Euro 2008 (bersama RCTI dan GTV). Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, MNCTV tidak menyiarkan acara olahraga. Namun, pada tahun 2010 hingga 2013, MNCTV kembali menyiarkan acara olahraga dengan menyiarkan Liga Utama Inggris bersama GTV, dan kembali lagi menyiarkan liga tersebut untuk musim 2016–2017 bersama RCTI hingga 3 tahun ke depan. Pada tahun 2011, MNCTV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia bersama RCTI dan GTV dan SEA Games 2011.

Pada tahun 2014, MNCTV juga menyiarkan Liga Super Indonesia bersama RCTI dan GTV.

Sejak musim 2016. MNCTV menyiarkan Liga Futsal Profesional Indonesia bersama iNews.

Sejarah

Awal didirikan

 
Logo pra-siaran TPI (Januari 1991)
 
Logo pertama TPI (23 Januari 1991-akhir tahun 1997), juga digunakan sebagai logo on-air sejak tahun 1995 hingga 1997, namun sejak tahun 1997 hingga tahun 2002 hanya dipakai sebagai logo perusahaan
 
Logo on-air TPI (1991-1995)[2]

TPI memperoleh izin siaran pada tanggal 1 Agustus 1990. Pada tanggal 1 Januari 1991, TPI memulai siaran percobaan selama 2 jam dari jam 08.00-10.00 WIB. TPI diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1991 di Studio 12 TVRI Senayan, Jakarta Pusat. Pada awal pendiriannya tahun 1991 TPI hanya ingin menyiarkan siaran edukatif saja. Saat itu TPI hanya mengudara 4 jam. Salah satunya dengan bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyiarkan materi pelajaran pendidikan menengah. Sejak itu TPI mengudara 4 jam, lalu sejak 1 Juni 1991 menjadi 6,5 jam. Lalu menjelang akhir 1991 sudah 8 jam.

TPI setelah pertengahan 1990-an

 
TPI memakai nama "Televisi Keluarga Indonesia" diperkenalkan sejak 23 Januari 1997, namun baru dipergunakan sejak akhir tahun 1997 hingga 23 Januari 2002, logo ini mirip dengan CBN Family Channel.

Pada tahap awal pendiriannya, TPI berbagi saluran dengan televisi milik pemerintah, TVRI. Perlahan-lahan mereka mengurangi misi edukatif, dengan juga menyiarkan acara lain, termasuk kuis dan sinetron sebagai selingan.

Seiring dengan kerugian yang terjadi pada Juli 1997, TPI berpisah saluran dengan TVRI pada tanggal 25 Agustus 1997. Program edukasi pun tergusur, dan TPI fokus di program acara musik dangdut dan keluarga, seolah acara lain yang disebut 'makin Indonesia' dalam motto barunya seakan tenggelam oleh hingar bingar acara dangdut di TPI. Bahkan TPI sebagai kependekan dari Televisi Pendidikan Indonesia sudah tidak berlaku lagi.

 
Logo ketiga TPI (23 Januari 2002-23 Januari 2006)

Dalam situs web resmi TPI, disebutkan TPI adalah Televisi Paling Indonesia, sesuai dengan misi barunya, yakni menyiarkan acara-acara khas Indonesia seperti tayangan sinetron lokal dan musik dangdut. TPI pernah mendapat penghargaan karena telah bertahun-tahun menayangkan acara kuis dangdut pertama di Indonesia yaitu Kuis Dangdut yang dibawakan oleh Jaja Mihardja dan Dorce Gamalama. Pada Festival Sinetron Indonesia 1997, serial "Mat Angin" (Deddy Mizwar) yang ditayangkan TPI menyabet 11 penghargaan, ditambah dengan 5 penghargaan lagi tahun berikutnya dari serial yang sama. Tak lupa juga acara terfavorit di Indonesia yaitu Santapan Nusantara yang dibawakan oleh Enita Sriyana, sang pakar kuliner.

Program Kontes Dangdut Indonesia yang merupakan versi dangdut dari kontes American Idol dan Indonesian Idol merupakan salah satu program unggulan TPI pada saat itu.

 
Logo terakhir TPI (23 Januari 2006-20 Oktober 2010)

Sejak Oktober 2003, 75% saham TPI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki RCTI dan GTV.

Sejak 2003, TPI akhirnya mengudara selama 24 jam nonstop.

Pada bulan September 2006, TPI mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Surabaya.

Peluncuran ulang dan pergantian nama

 
Logo pertama MNCTV (20 Oktober 2010-19 Mei 2015)

Sejak 20 Oktober 2010, TPI resmi berganti nama menjadi MNCTV. Perubahan ini terjadi dikarenakan TPI tidak sesuai dengan konteks tertulis pada televisi tersebut yaitu menjadi salah satu televisi yang berbau pendidikan di Indonesia, dan oleh karena itu nama TPI berubah menjadi MNCTV untuk mengubah citra TPI di mata masyarakat.[3][4]

Penyiar

Program

Hadir di K-Vision

Mulai 1 Mei 2019 MNCTV, RCTI, GTV, dan iNews kini bisa di saksikan lewat TV berbayar K-Vision.[5]

Penghentian siaran gratis

Mulai 17 Juli 2019 RCTI, MNCTV, dan GTV menghentikan siaran gratis untuk pengguna televisi satelit. Siaran RCTI, MNCTV, dan GTV melalui parabola hanya dapat ditonton melalui layanan televisi berlangganan.[6]

Mengenai tayangan azan magrib

Sejak 2013, tayangan azan magrib di MNCTV hanya dapat disaksikan melalui antena UHF di beberapa kota menurut waktu sholat di wilayah setempat/daerah stasiun relai yang bersangkutan (khususnya di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang) seperti halnya yang terjadi di RCTI dan GTV. Tayangan azan magrib di MNCTV juga dapat disaksikan melalui televisi berlangganan MNC Vision, K-Vision dan MNC Play, serta melalui live streaming di situs Okezone.com.

Di Bali, MNCTV tidak menyiarkan azan magrib sama sekali, tetapi MNCTV menyiarkan tayangan Puja Tri Sandya bersama RCTI dan GTV.

Direksi

Daftar direktur utama

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Siti Hardijanti Rukmana 1991 1998
2 Tito Sulistio 1998 2001
3 Dandy Nugroho Rukmana 2001 2004
4 Hidajat Tjandradjaja 2004 2005
5 Sang Nyoman Suwisma 2005 sekarang

Direksi saat ini

Struktur dewan direksi MNCTV saat ini adalah sebagai berikut:

No. Nama Jabatan
1 Sang Nyoman Suwisma Direktur Utama
2 Noersing Direktur Pelaksana
3 Faisal Dharma Setiawan Direktur Keuangan, Teknologi, dan Legal
4 Endah Hari Utari Direktur Program dan Akuisisi
5 Jasmine Savitri Pratiwi Direktur Penjualan dan Pemasaran

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

commons:MNCTV