Kota Kediri

kota di Jawa Timur, Indonesia
(Dialihkan dari Kediri)

Kediri (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦏꦝꦶꦫꦶ Pegon/Jawi: كاڎيري, translit. Kadhiri) adalah sebuah kota yang berada di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 130 km sebelah Barat Daya Kota Surabaya dan merupakan kota terbesar ketiga di provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kota Malang menurut jumlah penduduk. Kota Kediri merupakan kota tertua yang ada di Jawa Timur. Kota Kediri memiliki luas wilayah 63,40 km² dan seluruh wilayahnya merupakan enklave dari Kabupaten Kediri. Kota Kediri terbelah oleh Sungai Brantas yang membujur dari Selatan ke Utara sepanjang 7 kilometer. Penduduk kota ini berjumlah 287.962 jiwa, berdasarkan data Badan Pusat Statistik untuk Kota Kediri tahun 2022.[1][5]

Kota Kediri
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Jawaꦏꦝꦶꦫꦶ
 • Pegonكاڎيري
Dari atas ke bawah, kiri ke kanan: Stasiun Kediri, Kantor Gudang Garam, Masjid Agung Kota Kediri, Klenteng Tjoe Hwie Kiong, dan Alun-Alun Kota Kediri
Lambang resmi Kota Kediri
Julukan: 
Kota Terkaya Di Indonesia
Motto: 
Djojo ing bojo
(Jawa) Mengalahkan marabahaya
Peta
Kota Kediri di Indonesia
Kota Kediri
Kota Kediri
Peta
Koordinat: 7°48′59.8″S 112°0′42.9″E / 7.816611°S 112.011917°E / -7.816611; 112.011917
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Tanggal berdiri27 Juli 879
Dasar hukumUU No. 12/1950
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 3
  • Kelurahan: 46
Pemerintahan
 • Wali KotaAbdullah Abu Bakar, S.E.
 • Wakil Wali Kota-
 • Sekretaris DaerahBagus Alit
 • Ketua DPRDAgus Sunoto Imam
Luas
 • Total67,20 km2 (25,95 sq mi)
Peringkat69
Populasi
 • Total287.962
 • Peringkat39
 • Kepadatan4.611/km2 (11,940/sq mi)
 • Peringkat kepadatan31
Demografi
 • AgamaIslam 91,59%
Kristen 7,93%
- Protestan 5,71%
- Katolik 2,22%
Buddha 0,40%
Hindu 0,07%
Konghucu 0,01%[2]
 • BahasaBahasa Indonesia (resmi), Jawa Mataraman
 • IPMKenaikan 78,60 (2021)
Tinggi[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon+62 354
Pelat kendaraanAG xxxx A**/B*/C*
Kode Kemendagri35.71 Edit the value on Wikidata
DAURp 646.643.608.000,- (2020)[4]
Flora resmiAnggur kuning
Fauna resmiBurung Emprit
Situs webwww.kedirikota.go.id

Kediri dikenal merupakan pusat perdagangan utama untuk gula dan industri rokok terbesar di Indonesia.[6] Di kota ini juga, pabrik rokok kretek Gudang Garam berdiri dan berkembang. Pada tahun 2010, Kediri dinobatkan sebagai peringkat pertama Indonesia yaitu Most Recommended City for Investment[7] berdasarkan survei oleh SWA yang dibantu oleh Business Digest, unit bisnis riset grup SWA.

SejarahSunting

Artefak arkeologi yang ditemukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa daerah sekitar Kediri menjadi lokasi Kerajaan Kadiri, sebuah kerajaan Hindu-Buddha pada abad ke-11.[8]

Menurut Serat Calon Arang, awal mula wilayah Kediri sebagai permukiman perkotaan dimulai ketika raja Airlangga memindahkan pusat pemerintahan kerajaannya dari istana Kahuripan ke Dahanapura. ("Kota Api") selanjutnya lebih dikenal sebagai Daha. yang berlokasi di wilayah Kediri. Sepeninggal Airlangga wilayah Panjalu dibagi menjadi dua yaitu Kediri di barat dan Jenggala di timur. Daha menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Kadiri dan Kahuripan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Janggala. Panjalu oleh penulis-penulis periode belakangan juga disebut sebagai Kerajaan Kadiri/Kediri, dengan wilayah kira-kira Kabupaten Kediri sampai Kabupaten Madiun sekarang.

Semenjak pengaruh wilayah Tumapel atau (Singhasari) menguat, ibukota Dahanapura diserang dan kota ini menjadi kedudukan raja vazal, yang terus berlanjut hingga Majapahit hingga Demak dan Mataram Islam.

 
Pasukan VOC menyerbu Kediri–ketika itu dijadikan ibukota oleh Trunajaya–pada tahun 1678 dalam Perang Trunajaya.

Kediri jatuh ke tangan VOC sebagai konsekuensi Geger Pecinan. Jawa Timur pada saat itu dikuasai Cakraningrat IV, adipati Madura yang memihak VOC dan menginginkan bebasnya Madura dari Kasunanan Kartasura. Karena Cakraningrat IV keinginannya ditolak oleh VOC, ia memberontak. Pemberontakannya ini dikalahkan VOC, dibantu Pakubuwana II, sunan Kartasura. Sebagai pembayaran, Kediri menjadi bagian yang dikuasai VOC. Kekuasaan Belanda atas Kediri terus berlangsung sampai Perang Kemerdekaan Indonesia.

Perkembangan Kota Kediri menjadi swapraja dimulai ketika diresmikannya Karesidenan Kediri atau Gemeente Kediri pada tanggal 1 April 1906 berdasarkan Staasblad (Lembaran Negara) no. 148 tertanggal 1 Maret 1906.[9] Gemeente ini menjadi tempat kedudukan Residen Kediri dengan sifat pemerintahan otonom terbatas dan mempunyai Gemeente Raad ("Dewan Kota"/DPRD) sebanyak 13 orang, yang terdiri dari delapan orang golongan Eropa dan yang disamakan (Europeanen), empat orang Pribumi (Inlanders) dan satu orang Bangsa Timur Asing. Sebagai tambahan, berdasarkan Staasblad No. 173 tertanggal 13 Maret 1906 ditetapkan anggaran keuangan sebesar f. 15.240 dalam satu tahun. Baru sejak tanggal 1 November 1928 berdasarkan Stbl No. 498 tanggal 1 Januari 1928, Kota Kediri menjadi "Zelfstanding Gemeenteschap" ("kota swapraja" dengan menjadi otonomi penuh).

Kediri pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 menjadi salah satu titik rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman. Kediri juga mencatat sejarah yang kelam juga ketika era Pemberontakan G30S PKI karena banyak penduduk Kediri yang ikut menjadi korbannya.

GeografiSunting

Luas wilayah Kota Kediri adalah 63,40 km² atau (6.340 ha) dan merupakan kota sedang di Provinsi Jawa Timur. Terletak di daerah yang dilalui Sungai Brantas dan di antara sebuah lembah di kaki gunung berapi, Gunung Wilis dengan tinggi 2552 meter. Kota ini berjarak ±130 km dari Surabaya, ibu kota provinsi Jawa Timur terletak antara 07°45'-07°55'LS dan 111°05'-112°3' BT.[10] Dari aspek topografi, Kota Kediri terletak pada ketinggian rata-rata 67 meter di atas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%.

Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh Sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kecamatan Mojoroto yang mana di bagian barat sungai masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m) yang keduanya termasuk gugusan Pegunungan Wilis .

Batas WilayahSunting

Seluruh wilayah kota Kediri berbatasan dengan Kabupaten Kediri, dengan batas wilayah sebagai berikut:[1]

IklimSunting

Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, wilayah Kota Kediri beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau di kota ini berlangsung sejak awal bulan Mei hingga awal bulan November dengan bulan terkering adalah Agustus. Sementara itu, musim hujan di wilayah Kediri berlangsung pada pertengahan November hingga akhir April dengan bulan terbasah adalah Januari dengan curah hujan bulanan lebih dari 325 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Kota Kediri berkisar antara 1.500–2.00 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar pada 80–130 hari hujan per tahun. Suhu udara di kota ini bervariasi antara 19°-32 °C dengan tingkat kelembapan relatif berkisar antara 67%–84%.

Data iklim Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.5
(85.1)
29.6
(85.3)
29.9
(85.8)
30.5
(86.9)
30.7
(87.3)
30.8
(87.4)
30.7
(87.3)
31.4
(88.5)
32.2
(90)
32.3
(90.1)
31.4
(88.5)
30.2
(86.4)
30.77
(87.38)
Rata-rata harian °C (°F) 25.5
(77.9)
25.6
(78.1)
25.7
(78.3)
26
(79)
25.9
(78.6)
25.5
(77.9)
25
(77)
25.4
(77.7)
26.2
(79.2)
26.6
(79.9)
26.4
(79.5)
25.8
(78.4)
25.8
(78.46)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.5
(70.7)
21.6
(70.9)
21.6
(70.9)
21.6
(70.9)
21.1
(70)
20.2
(68.4)
19.4
(66.9)
19.5
(67.1)
20.2
(68.4)
21
(70)
21.4
(70.5)
21.5
(70.7)
20.88
(69.62)
Presipitasi mm (inci) 328.3
(12.925)
322.5
(12.697)
321
(12.64)
198.7
(7.823)
127.6
(5.024)
38.4
(1.512)
27.2
(1.071)
16.9
(0.665)
28.8
(1.134)
74.1
(2.917)
137.1
(5.398)
262.3
(10.327)
1.882,9
(74,133)
Rata-rata hari hujan 17.8 17.4 15.8 10.6 7.3 5.9 2.5 1.6 2 3.4 6.7 14.5 105.5
% kelembapan 83.2 84.1 83.6 79.8 79.2 75.8 72.2 69.8 67.6 68.7 73.4 79.2 76.38
Kemungkinan sinar matahari (persen) 55.6 54.8 59.9 71.5 74.9 78.7 86.1 86.4 83.3 79.2 69.3 59.3 71.58
Sumber #1: Climate-Data.org [11]
Sumber #2: Weatherbase [12]

PemerintahanSunting

Daftar Wail KotaSunting

Berikut ini adalah Daftar Wali Kota Kediri dari masa ke masa.

No. Wali Kota Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Wali Kota Ket.
1   Mr.
L.K. Wennekendonk
1929 1936 1  
2 J.G. Ruesink 1936 1940 2  
3 M. Scheltema 1940 1941 3  
4 Dr.
J.R. Lette
1941 1942 4  
5 R. Soeprapto 1945 1950 5
6 R. Dwidjo Soemarto 1950 1960 6  
7
7 R. Soedjono 1960 1966 8  
8 Hartojo 1966 1968 9
9 Anwar Zainudin 1968 1973 10  
10 Drs.
Soedarmanto
1973 1978 11
11 Drs.
Setijono
1978 1989 11
12
12 Drs.
Wijoto
1989 1999 13
14
13   Drs. H.
Achmad Maschut
1999 2009 15  
16
14   Dr.
Samsul Ashar
Sp.PD
2 April 2009 2 April 2014 17 Abdullah Abu Bakar [13]
15   Abdullah Abu Bakar
S.E
2 April 2014 Petahana 18 Lilik Muhibbah (2014–20) [14][15]


Secara administrasi pemerintahan Kota Kediri dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota yang dipilih langsung oleh rakyat Kediri dalam pemilihan wali kota Kediri setiap lima tahun sekali. Wali kota Kediri membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi kelurahan-kelurahan yang dikepalai oleh seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota. Pemilihan wali kota dan wakil wali kota secara langsung pertama di kota Kediri pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008, setelah sebelumnya wali kota dan wakilnya dipilih oleh anggota DPRD kota. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri saat ini adalah Abdullah Abu Bakar dan Alm.Lilik Muhibbah yang berasal dari Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia.

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Kediri dalam dua periode terakhir.[16][17]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 4   3
  Gerindra 3   4
  PDI-P 4   5
  Golkar 3   2
  NasDem 1   3
  PKS 3   2
  PPP 2   1
  PAN 6   5
  Hanura 2   2
  Demokrat 2   3
Jumlah Anggota 30   30
Jumlah Partai 10   10

KecamatanSunting

Kotamadya Kediri terdiri dari 3 kecamatan dan 46 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 287.528 jiwa dengan luas wilayah 63,40 km² dan sebaran penduduk 4.535 jiwa/km².[18][19]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kotamadya Kediri, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
35.71.02 Kota 17
35.71.01 Mojoroto 14
35.71.03 Pesantren 15
TOTAL 46


DemografiSunting

Suku bangsaSunting

Menurut catatan Badan Pusat Statistik Kota Kediri tahun 2022, jumlah penduduk Kota Kediri pada tahun 2021 sebanyak 287.962 jiwa.[1] Kepadatan penduduk Kota Kediri adalah sebesar 4.611 jiwa/km². Menjadi situs sebuah ibukota kuno bagi kerajaan Jawa, kota ini merupakan salah satu pusat kebudayaan utama bagi suku Jawa dan di kota ini juga berisi beberapa reruntuhan kuno dan candi era Kerajaan Kediri dan Kerajaan Majapahit. Mayoritas penduduk Kota Kediri adalah suku Jawa, dan beberapa suku lain dari berbagai daerah di Indonesia seperti Tionghoa, Batak, Minahasa, Ambon, Madura, Sunda, Arab, dan berbagai perantau di luar suku Jawa lainnya yang tinggal dan menetap di kota ini.

AgamaSunting

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, penduduk Kota Kediri mayoritas beragama Islam yakni sebanyak 91,59%. Kemudian diikuti dengan agama Kristen sebanyak 7,93% (Protestan 5,71%, dan Katolik 2,22%), sebagian lagi menganut agama Buddha sebanyak 0,40%, Hindu sebanyak 0,07% dan Konghucu sebanyak 0,01%.[2] Banyaknya tempat ibadah di Kota kediri, terdiri dari 259 masjid, 76 gereja Protestan, 3 gereja Katolik, 3 vihara dan 1 pura.[1] Bangunan Gereja GPIB Kediri merupakan peninggalan masa kolonial Belanda dan Klenteng Tjio Hwie Kiong, sudah berusia ratusan tahun. Toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kediri terjalin dengan baik.

BahasaSunting

Bahasa Indonesia menjadi bahasa formal di masyarakat Kota Kediri, sedangkan Bahasa Jawa Mataraman menjadi yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan keluarga, tetangga, teman, atau orang-orang sesama penutur bahasa Jawa lainnya. Berbeda dengan bahasa Jawa Dialek Surabaya dan Dialek Malang yang memiliki dialek dan gaya bahasa Jawa yang blak-blakan dan egaliter, bahasa Jawa mayoritas masyarakat Kediri dan wilayah Mataraman Jawa Timur lainnya cenderung halus dari segi pemakaian kata dan penuturan.

EkonomiSunting

 
Dealer Chevrolet dan Pontiac di Kediri pada tahun 1929

Kota ini berkembang seiring meningkatnya kualitas dalam berbagai aspek, yaitu pendidikan, pariwisata, perdagangan, birokrasi pemerintah, hingga olahraga. Pusat perbelanjaan dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern sudah beroperasi di kota ini.

Industri rokok Gudang Garam yang berada di kota ini, menjadi penopang mayoritas perekonomian warga Kediri, yang sekaligus merupakan perusahaan rokok terbesar di Indonesia.[20] . Gudang Garam menyumbangkan pajak dan cukai yang relatif besar kepada pemerintah kota maupun kabupaten karena letak nya berada tepat di perbatasan antara Kota Kediri dengan Kabupaten Kediri.

Di bidang pariwisata, kota ini mempunyai beragam tempat wisata, seperti Gunung Klotok, Sumber Air Jiput, Sumber Air Banteng, Kolam Renang Pagora, Water Park Tirtayasa, Dermaga Jayabaya, Gua Selomangleng, Kediri Eco Park, Taman Sekartaji, Taman Brantas, Taman Hutan Joyoboyo, Taman Kresek dan Taman Ngronggo. Di area sepanjang Jalan Dhoho menjadi pusat pertokoan terpadat di Kediri. Beberapa sudut kota juga terdapat minimarket, cafe, resort, hiburan malam dan banyak tempat lain yang menjadi penopang ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kota Kediri menerima penghargaan sebagai kota yang paling kondusif untuk berinvestasi dari sebuah ajang yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kualitas otonomi.[21] Kediri menjadi rujukan para investor yang ingin menanamkan modalnya di kota ini. Beberapa perguruan tinggi swasta, pondok pesantren, dan lain sebagainya juga memberi dampak ke sektor perekonomian kota ini. Pondok pesantren besar yang ada di Kota Kediri di antaranya adalah Pondok Pesantren Lirboyo dan Pondok Pesantren Wali Barokah.

Pusat PerbelanjaanSunting

Pusat perbelanjaan, Mall dan Pasar di area Kota Kediri yang menunjang perputaran ekonomi Kediri diantaranya Doho Plaza, Kediri Town Square,[22] Kediri Mall,[23] Ramayana,[24] dan lainnya.

PendidikanSunting

Di bidang pendidikan, kota ini memiliki puluhan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Negeri dan Swasta, ada tiga sekolah yang kemudian masuk kedalam segitiga emas pendidikan Kota Kediri (sekolah bergengsi) yaitu SMA Negeri 2 Kediri, SMA Negeri 1 Kediri dan SMA Negeri 7 Kediri. Kemudian diikuti oleh Sekolah Menengah Kejuruan seperti SMK Negeri 1 Kediri, SMK Negeri 2 Kediri, SMK Negeri 3 Kediri. Sekolah Menengah Atas lainnya seperti SMA Negeri 3 Kediri, SMA Negeri 8 Kediri, SMA Negeri 6 Kediri. Dan Sekolah Menengah Atas swasta seperti SMA Katolik Santo Augustinus Kediri, SMA Kristen Petra Kediri. Juga berdiri beberapa Perguruan Tinggi lokal, Madrasah, hingga Pondok Pesantren. Beberapa Pondok Pesantren yang ada di Kota Kediri yakni Pondok Pesantren Lirboyo,[25], Pondok Pesantren Salafiy Terpadu Ar-Risalah Lirboyo, Pondok Pesantren Wali Barokah[26] (LDII), Pondok Pesantren Darul Ma'rifat Gontor 3, dan lainnya.

Dalam tahap wacana, akan dibangun Universitas Brawijaya Kampus IV di lahan seluas 23 ha di Mrican, Kota Kediri.[27] Beberapa peerguruan tinggi atau sederajat yang ada di Kota Kediri yakni Universitas Brawijaya Kampus III,[28] Universitas Wahidiyah,[29] Poltekkes Kemenkes Malang (Prodi Kebidanan), Politeknik Negeri Kediri,[30] Institut Agama Islam Negeri Kediri (sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri)[31] (STAIN) menjadi IAIN Kediri),[32] Universitas Nusantara PGRI,[33] (UNP) Kediri, Universitas Kahuripan Kediri,[34] Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Mitra Husada Kediri (STRADA), Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri (IIK Bhakta), dan lainnya.

KesehatanSunting

Berikut ini adalah daftar rumah sakit di Kota Kediri, Jawa Timur yang sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:[35]

Kode Nama Rumah Sakit Jenis Tipe Alamat
1. 3571016 RSUD Gambiran RSUD B Jalan Kapten Tendean №16, Pakunden, Kec. Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur 64133
2. 3571042 RS Baptis Kediri RS B Jalan Brigjend Pol. IBH. Pranoto №1, Bangsal, Kec. Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur 64131
3. 3571031 RS Bhayangkara Kediri RS B Jalan Kombes Pol. Duryat №17, Dandangan, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64122
4. 3571053 RS Daha Husada RS C Jalan Veteran №48, Mojoroto, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64112
5. 3571146 RS Lirboyo RS D Jalan Dr. Saharjo №6, Lirboyo, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, 64117
6. 3571147 RS Ratih RS D Jalan Penanggungan №32, Bandar Lor, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64114
7. 3571145 RSIA Citra Keluarga RSIA C Jalan Urip Sumoharjo №189, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64129
8. 3571148 RSIA Melinda Kediri RSIA C Jalan Balowerti II №59, Balowerti, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64129
9. 3571122 RSIA Muhammadiyah Kediri RSIA C Jalan Gatot Subroto №84, Mrican, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64112
10. 3571111 RSIA Nirmala Kediri RSIA C Jalan Jaksa Agung Suprapto №5, Mojoroto, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64112
11. RS Kilisuci RS C Jalan KH Wachid Hasyim №64, Bandar Lor, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64114

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f "Kota Kediri Dalam Angka 2022" (pdf). BPS. 25 Februari 2022. hlm. 10, 50, 170-171. Diakses tanggal 25 Maret 2022. 
  2. ^ a b "Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut di Kota Kediri 2017". www.kedirikota.bps.go.id. Diakses tanggal 28 Juli 2020. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 25 Maret 2022. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  5. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 25 Maret 2022. 
  6. ^ Kediri, Encyclopædia Britannica
  7. ^ "Sewa Laptop Kota Kediri". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-07-18. Diakses tanggal 2012-08-26. 
  8. ^ Kediri archeological discovery offers clues on ancient kingdom Diarsipkan 2007-03-28 di Wayback Machine., The Jakarta Post, 24 March 2007.
  9. ^ Sejarah Kota Kediri dari laman www.eastjava.com
  10. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur, 2009
  11. ^ "Kediri, Jawa Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 19 Oktober 2020. 
  12. ^ "Kediri, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 19 Oktober 2020. 
  13. ^ http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/16473
  14. ^ https://www.kedirikota.go.id/p/berita/1015190/pelantikan-walikota-kota-kediri-tahun-2014-2019
  15. ^ https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4529255/wali-kota-kediri-dan-madiun-resmi-dilantik-di-grahadi
  16. ^ Wajah Baru Bakal Warnai Anggota DPRD Kota Kediri
  17. ^ KPU Kota Kediri Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi dan Caleg Terpilih
  18. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  19. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  20. ^ "Tentang Kami". https://www.gudanggaramtbk.com. Diakses tanggal 2022-05-26.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  21. ^ "Selayang Pandang". https://www.kedirikota.go.id. Diakses tanggal 2022-05-26.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  22. ^ "Kediri Town Square". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-07. Diakses tanggal 2014-01-12. 
  23. ^ Kediri Mall
  24. ^ "Ramayana Dept.Store Dan Robinson Supermarket Hadir Di Kota Kediri". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-01-11. Diakses tanggal 2012-08-26. 
  25. ^ Pondok Pesantren Lirboyo
  26. ^ Pondok Pesantren Wali Barokah
  27. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-03-03. Diakses tanggal 2021-05-10. 
  28. ^ "Universitas Brawijaya cabang Kediri". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-02-16. Diakses tanggal 2014-01-12. 
  29. ^ "Universitas Wahidiyah" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-14. 
  30. ^ Politeknik Negeri Kediri Diarsipkan 2019-08-12 di Wayback Machine./
  31. ^ "Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal 2021-05-10. 
  32. ^ IAIN Kediri/ sejak tahun 2018, diakses 13 Maret 2019
  33. ^ "Universitas Nusantara PGRI". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-25. Diakses tanggal 2021-05-10. 
  34. ^ "Universitas Kahuripan Kediri". Universitas Kahuripan Kediri. 
  35. ^ "Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia". bppsdmk.kemkes.go.id. Diakses tanggal 2021-06-20. 

Pranala luarSunting

OlahragaSunting

Klub sepak bola Persik Kediri adalah tim sepak bola yang berasal dari kota Kediri yang didirikan pada pada 19 Mei 1950 oleh Bupati Kediri saat itu, R. Muhammad Machin.[1] Persik saat ini tengah bersaing di Liga 1. yang merupakan kasta tertinggi sepakbola di liga Indonesia. Sejak liga Indonesia dimulai di tahun 1994 Persik tercatat telah berhasil dua kali memenangkan piala Liga Indonesia masing-masing edisi IX & XII 2003 dan 2006. Tim memiliki julukan Macan Putih serta semboyan kebanggaan tim yaitu Djajati, atau Panjalu Jayati yang berarti Kadiri Menang. sementara untuk kandang Persik bermarkas di Stadion Brawijaya kota Kediri yang menjadi tempat bertanding dan menjamu setiap lawan-lawannya.

MediaSunting

TelevisiSunting

Di Kediri, terdapat stasiun televisi lokal dan nasional yang tersedia di kota ini adalah :

Televisi terestrialSunting

AnalogSunting

Stasiun analog (PAL) beroperasi hingga tahun 2022.[2]

Kanal (UHF) Frekuensi (MHz) Nama Nama Perusahaan Jaringan Pemilik
22 479.25 Trans TV Kediri PT Trans TV Cirebon Kediri Trans TV Trans Media
27 519.25 NET. Kediri PT Televisi Anak Kediri NET. Net Visi Media
31 551.25 JTV Kediri PT Jaya Kediri Televisi JPM Jawa Pos Group
45 663.25 Kompas TV Kediri PT Balakosa Media Digital Kompas TV KG Media
51 711.25 Indosiar Kediri PT Indosiar Surabaya Televisi Indosiar Surya Citra Media
52 719.25 tvOne Kediri PT Lativi Media Karya Garut dan Kediri tvOne Visi Media Asia
53 727.25 SCTV Kediri PT Elang Citra Perkasa SCTV Surya Citra Media
55 743.25 antv Kediri PT Cakrawala Andalas Televisi Surabaya dan Samarinda antv Visi Media Asia
56 751.25 Trans7 Kediri PT Trans7 Cirebon Kediri Trans7 Trans Media
57 759.25 RCTI Network Jawa Timur PT RCTI Tiga RCTI MNC Media
59 775.25 MNCTV Jawa Timur PT TPI Tiga MNCTV
62 799.25 iNews Kediri PT Televisi Elang Medika Internasional iNews
Digital (DVB-T2)Sunting

Meliputi Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Tulungagung.

Kanal (UHF) Frekuensi (MHz) Multipleksing Nama Nama Perusahaan Jaringan Pemilik
39 618 TVRI Besuki TVRI Nasional LPP TVRI Stasiun Jawa Timur - LPP Televisi Republik Indonesia
TVRI Jawa Timur TVRI
TVRI World
TVRI Sport
47[a] 682 MetroTV Kediri MetroTV Jawa Timur PT Media Televisi Lestari Lima MetroTV Media Group
Magna Channel Magna Channel
BN Channel BN Channel
BBS TV Kediri PT Bama Media Wilis BBS TV BBS Group
JTV Kediri PT Jaya Kediri Televisi JPM Jawa Pos Group
Madu TV PT Ma'dinul Ulum Media Televisi Ummat Independen Pondok Pesantren Ma'dinul Ulum Tulungagung
DhohoTV PT Dhoho Media Televisi
Kilisuci TV PT Kediri Global Mediatama TempoTV
Astro Blitar TV PT Astro Blitar Televisi Independen
48[b] 690 Trans TV Kediri Trans TV Kediri PT Trans TV Cirebon Kediri Trans TV Trans Media
Trans7 Kediri PT Trans7 Cirebon Kediri Trans 7
CNN Indonesia CNN Indonesia
CNBC Indonesia CNBC Indonesia

Catatan:

  1. ^ Kanal tetap 36 UHF
  2. ^ Kanal tetap 45 UHF

RadioSunting

Kota Kediri juga memiliki beberapa stasiun radio yang tersebar di kota ini diantaranya:

Sinyal Frekuensi Nama Pemilik
FM 88.3 Radio Berlian
88.8 Radio R22A
89.2 Radio Canda LPPL Radio Canda Bhirawa
89.6 Radio Quantum
90.0 Radio Retro
90.4 Radio Joyoboyo PT. Radio Jayabaya Fatikha Hanimukti
92.3 Radio Mahameru PT. Radio Suara Mahameru
93.5 Radio Sabdotomo Kediri PT. Radio Suara Kediri Sabdotomo
94.4 Barometer FM Radio Pemerintah Kota Kediri
94.7 Dahlia FM
95.1 Panjalu FM PT. Radio Panjalu Raya
95.5 Radio Kharisma PT. Radio Kharisma Swara Mulya
96.2 TAS FM PT. Radio Taurus Adhiswara
97.9 Pamenang FM
99.0 RWS FM PT. Radio Siaran Wijang Songko
100.2 RRI Kediri LPP RRI
100.9 Bonansa FM PT. Radio Bonansa Mediaswara
101.4 Airlangga FM PT. Radio Citra Airlangga
105.2 Destia FM
105.7 Radio Andika PT. Radio Swara Andika Jaya
106.4 Radio Dafa
107.3 Risalah FM
107.7 Brass Radio

Kuliner KhasSunting

Kota Kediri mendapat julukan Kota Tahu sebagai ciri khas oleh-oleh kuliner paling terkenal berupa Tahu Kuning yang biasa diburu oleh wisatawan saat berkunjung atau melewati Kota Kediri.[3] Juga ada Nasi Pecel Tumpang sebagai makanan khas daerah ini.[4]

FotoSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting