Buka menu utama

Kabupaten Gresik

kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia
(Dialihkan dari Gresik)

Kabupaten Gresik adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Gresik. Kabupaten Gresik memiliki luas 1.191,25 km². Wilayah Kabupaten Gresik juga mencakup Pulau Bawean, yang berada 150 km lepas pantai Laut Jawa. Kabupaten Gresik berbatasan dengan Kota Surabaya dan Selat Madura di sebelah timur, Kabupaten Lamongan di sebelah barat, Laut Jawa di sebelah utara, serta Kota Sidoarjo dan Mojokerto di sebelah selatan. Gresik dikenal sebagai kota tempat berdirinya pabrik semen pertama dan perusahaan semen terbesar di Indonesia, yaitu Semen Gresik. Bersama dengan Sidoarjo, Gresik merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusila.

Kabupaten Gresik
كَبُڤَتَينْ p
ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦓꦽꦱꦶꦏ꧀
Lambang Kabupaten Gresik.png
Lambang Kabupaten Gresik
كَبُڤَتَينْ p
ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦓꦽꦱꦶꦏ꧀


Moto: Satya Bina Kertaraharja (Teguh Membangun Kesejahteraan)


Pantai Noko, Pulau Bawean
Pantai Noko, Pulau Bawean
Locator kabupaten gresik.png
Peta lokasi Kabupaten Gresik
كَبُڤَتَينْ p
ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦓꦽꦱꦶꦏ꧀ di Jawa Timur
Koordinat: 112° - 113° BT dan 07° - 08° LS
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum -
Tanggal peresmian -
Ibu kota Gresik
Pemerintahan
-Walikota Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si.
-Wakil Walikota Drs. H. Moh. Qosim, M.Si.
-Sekretaris Daerah sekretaris daerah
APBD
-DAU Rp804.903.511.000.-(2013)[1]
Luas 1191.25 km2
Populasi
-Total 1.310.439 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 1100,05
Demografi
-Suku bangsa Jawa, Madura, Bawean, dll
-Agama Islam 98.18%
Kristen Protestan 1.19%
Katolik 0.32%
Hindu 0.15%
Buddha 0.06%
Lainnya 0.10%[2]
-Bahasa Jawa, Madura, Bawean, Indonesia
-Kode area telepon 031
Pembagian administratif
-Kecamatan 18
-Kelurahan 26
-Desa 330
Simbol khas daerah
-Fauna resmi Rusa Bawean
Situs web www.gresikkab.go.id

Daftar isi

EtimologiSunting

Thomas Stamford Raffles dalam bukunya, The History of Java mengungkapkan bahwa nama Gresik berasal dari kata giri gisik, yang berarti "gunung di tepi pantai", merujuk pada topografi kota yang berada di pinggir pantai.

GeografiSunting

Lokasi Kabupaten Gresik terletak di sebelah barat laut Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Pusat pemerintahan Kabupaten Gresik yaitu Kecamatan Gresik berada 20 km sebelah utara Kota Surabaya. Kabupaten Gresik terbagi dalam 18 kecamatan dan terdiri dari 330 desa dan 26 kelurahan. Secara geografis, wilayah Kabupaten Gresik terletak antara 112° sampai 113° Bujur Timur dan 7° sampai 8° Lintang Selatan dan merupakan dataran rendah dengan ketinggian 2 sampai 12 meter di atas permukaan air laut, kecuali Kecamatan Panceng yang mempunyai ketinggian 25 meter di atas permukaan laut. Sebagian wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai, yaitu memanjang mulai dari Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah dan Panceng serta Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang lokasinya berada di Pulau Bawean. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gresik sebagian besar merupakan tanah kapur yang relatif tandus.

SejarahSunting

 
Prasasti di Kabupaten Gresik

Menurut catatan dari Tiongkok, Kabupaten Gresik didirikan pada abad ke-14 oleh seorang Tionghoa[3]

Sejak abad ke-11, Gresik menjadi pusat perdagangan dan kota bandar yang dikunjungi oleh banyak bangsa seperti, Cina, Arab, Champa, dan Gujarat. Kabupaten Gresik juga sebagai pintu masuk Islam pertama di Jawa, yang antara lain ditandai dengan adanya makam-makam Islam kuno dari Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Fatimah binti Maimun[4]. Gresik sudah menjadi salah satu pelabuhan utama dan kota dagang yang cukup penting sejak abad ke-14, serta menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari Maluku menuju Sumatera dan daratan Asia (termasuk India dan Persia). Hal ini berlanjut hingga era VOC.

Tahun 1411 penguasa Gresik, seorang kelahiran Guangzhou, mengirim utusan ke kaisar Tiongkok. Pada abad ke-15, Kabupaten Gresik menjadi pelabuhan dagang internasional yang besar. Dalam Suma Oriental-nya, Tomé Pires menyebutnya sebagai "permata pulau Jawa di antara pelabuhan dagang".

Pada era VOC, Afdeeling Gresik terdiri dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sedayu. Kabupaten Gresik sendiri berada pada jalur utama jalan pos Daendels. Perkembangan Surabaya yang cukup pesat memaksa dihapuskannya Kabupaten Gresik dan bergabung dengan Kabupaten Surabaya pada tahun 1934.

Pada awal Kemerdekaan Indonesia, Kabupaten Gresik hanyalah sebuah kawedanan di bawah Kabupaten Surabaya. Didirikannya Pabrik Semen Gresik pada tahun 1953 merupakan titik awal industrialisasi di Gresik. Pada tahun 1974, status Kabupaten Surabaya dihapus dan sebagai penggantinya adalah Kabupaten Gresik, dengan bupati pertama H. Soeflan. Kawasan permukiman pun semakin melebar, dan bahkan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kawasan Bunder.

Menurut literatur sejarah yang diterbitkan dari situs resmi pemerintah kota gresik (http://gresikkab.go.id/profil/sejarah), bahwa Kabupaten Gresik sudah dikenal sejak abad ke-11 ketika tumbuh menjadi pusat perdagangan tidak saja antar pulau, tetapi sudah meluas keberbagai negara. Sebagai kota Bandar, gresik banyak dikunjungi pedagang Cina, Arab, Gujarat, Kalkuta, Siam, Bengali, Campa dan lain-lain. Kabupaten Gresik mulai tampil menonjol dalam peraturan sejarah sejak berkembangnya agama islam di tanah jawa. Pembawa dan penyebar agama islam tersebut tidak lain adalah Syech Maulana Malik Ibrahim yang bersama-sama Fatimah Binti Maimun masuk ke Kabupaten Gresik pada awal abad ke-11.

Sejak lahir dan berkembangnya kota Gresik selain berawal dari masuknya agama islam yang kemudian menyebar ke seluruh pulau jawa, tidak terlepas dari nama Nyai Ageng Pinatih, dari janda kaya raya yang juga seorang syahbandar, inilah nantinya akan kita temukan nama seseorang yang kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya kota gresik. Dia adalah seorang bayi asal Blambangan (Kanbupaten Banyuwangi) yang dibuang ke laut oleh orang tuanya, dan ditemukan oleh para pelaut, anak buah Nyai Ageng Pinatih yang kemudian diberi nama Jaka Samudra. Setelah perjaka bergelar raden paku yang kemudian menjadi penguasa pemerintah yang berpusat di Giri Kedaton, dari tempat inilah dia kemudian dikenal dengan panggilan Sunan Giri.

Jikalau Syeh Maulana Malik Ibrahim pada zamannya dianggap sebagai para penguasa, tiang para raja dan menteri, maka sunan giri disamping kedudukannya sebagai seorang sunan atau wali (Penyebar Agama Islam) juga dianggap sebagai Sultan / Prabu (Penguasa Pemerintahan). Sunan Giri dikenal menjadi salah satu tokoh wali songo, juga dikenal dengan nama prabu Satmoto atau Sultan Ainul Yaqin.Tahun di mana dia dinobatkan sebagai pengusaha pemerintahan (1487 M) akhirnya dijadikan sebagai hari lahirnya kota Gresik. Dia memerintah kota gresik selama 30 tahun dan dilanjutkan oleh keturunanya sampai kurang lebih 200 tahun

Menjabat sebagai walikota yang pertama adalah Kyai Ngabehi Tumenggung Poesponegoro pada tahun 1617 saka, yang jasadnya dimakamkan di komplek makam Poesponegoro di jalan pahlawan gresik, satu komplek dengan makam Syech Maulana Malik Ibrahim.

Kabupaten Gresik terkenal sebagai kota wali, hal ini ditandai dengan penggalian sejarah yang berkenaan dengan peranan dan keberadaan para wali yang makamnya berada di Kabupaten Gresik yaitu, Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Di samping itu, Kabupaten Gresik juga bisa disebut dengan Kota Santri, karena keberadaan pondok-pondok pesantren dan sekolah yang bernuansa Islami, yaitu Madrasah Ibtida’iyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) hingga Perguruan Tinggi yang cukup banyak di kota ini. Hasil Kerajinan yang bernuansa Islam juga dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Gresik, misalnya kopyah, sarung, mukenah, sorban dan lain-lain.

Semula kota ini bernama Kabupaten Surabaya (masuk wilayah administrasi Surabaya). Memasuki dilaksanakannya PP Nomor 38 Tahun 1974. Seluruh kegiatan pemerintahan mulai berangsur-angsur dipindahkan ke kota gresik dan namanya kemudian berganti dengan Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik dengan pusat kegiatan di Kabupaten Gresik.

Kabupaten Gresik yang merupakan subwilayah pengembangan bagian (SWPB) tidak terlepas dari kegiatan subwilayah pengembangan Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Termasuk salah satu bagian dari 9 subwilayah pengembangan jawa timur yang kegiatannya diarahkan pada sektor pertanian, industri, perdagangan, maritim, pendidikan, dan industri wisata.

Dengan ditetapkannya Gresik sebagai bagian salah satu wilayah pengembangan Gerbang-kertosusila dan juga sabagai wilayah industri, maka kota gresik menjadi lebih terkenal dan termashur, tidak saja di persada nusantara tetapi juga ke seluruh dunia yang ditandai dengan munculnya industri multi modern yang patut dibanggakan bangsa Indonesia.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Daftar Bupati Gresik

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Kabupaten Gresik hasil Pemilu 2014 tersusun dari 8 partai politik, dengan perincian sebagai berikut:

Partai Kursi
  Partai Golkar 11
  PKB 8
  PPP 7
  Partai Gerindra 6
  PDI-P 6
  Partai Demokrat 6
  PAN 5
  Partai NasDem 1
Total 50

KecamatanSunting

Saat ini terdapat 18 kecamatan di Kabupaten Gresik.

  1. Balongpanggang
  2. Benjeng
  3. Bungah
  4. Cerme
  5. Driyorejo
  6. Duduk Sampeyan
  7. Dukun
  8. Gresik
  9. Kebomas
  10. Kedamean
  11. Manyar
  12. Menganti
  13. Panceng
  14. Sidayu
  15. Ujung Pangkah
  16. Wringinanom
  • Di Pulau Bawean
  1. Sangkapura
  2. Tambak

Lambang DaerahSunting

Berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten Gresik No. 3 tahun 1975:

  • Lambang Daerah merupakan cermin yang memberikan suatu gambaran tentang keadaan daerah.
  • Segilima, melambangkan Pancasila yang mendasari sosio cultural, historis, dan aktivitas ekonomi.
  • Warna kuning, melambangkan keluhuran budi dan kebijaksanaan, sedangkan warna tepi hitam melambangkan sikap tetap teguh dan abadi.
  • Kubah masjid, melambangkan agama yang dianut mayoritas, yakni Islam.
  • Rantai yang tiada ujung pangkal melambangkan persatuan dan kesatuan.
  • Segitiga sama kaki sebagai puncak kubah masjid, melambangkan bahwa tidak ada kekuasaan yang tertinggi selain Tuhan Yang Maha Kuasa.
  • Gapura berwarna abu-abu muda, melambangkan suatu pintu gerbang pertama masuk dalam suatu daerah sebagaimana penghubung antara keadaan di luar dan dalam daerah.
  • Tujuh belas lapisan batu. Melambangkan tanggal 17 yang merupakan pencetus revolusi Indonesia dalam membebaskan diri dari belenggu penjajah.
  • Ombak laut yang berjumlah delapan, melambangkan bahwa pada bulan Agustus merupakan awal tercetusnya revolusi Indonesia.
  • Mata rantai 45 (empat puluh lima) melambangkan bahwa pada tahun 1945 merupakan tonggak sejarah dan tahun peralihan dari zaman penjajahan menuju zaman kemerdekaan Indonesia yang jaya kekal abadi.
  • Cerobong asap, melambangkan bahwa Kabupaten Gresik adalah daerah pengembangan industri yang letaknya amat strategis bila ditinjau dari persilangan komunikasi baik darat, laut maupun udara.
  • Perahu Layar, garam, ikan laut dan tanah melambangkan bahwa mata pencaharian rakyat Kabupaten Gresik adalah nelayan dan petani.

DemografiSunting

Berdasarkan data Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, dan Sosial Kabupaten Gresik jumlah penduduk Kabupaten Gresik pada akhir tahun 2012 sebesar 1.307.995 jiwa yang terdiri dari 658.786 laki-laki dan 649.209 perempuan, Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 2011 sebesar 1.270.351 jiwa, maka terjadi kenaikan jumlah penduduk sebesar 37.644 jiwa atau 2,9%. Dengan luas wilayah Kabupaten Gresik sebesar 1.191,25/km² maka tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Gresik adalah 1.098 jiwa/km².

EkonomiSunting

Kabupaten Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Beberapa industri di Kabupaten Gresik antara lain Semen Gresik, Petrokimia Gresik, Nippon Paint, BHS-Tex, Industri perkayuan/ Plywood dan Maspion. Kabupaten Gresik juga merupakan penghasil perikanan yang cukup signifikan, baik perikanan laut, tambak, maupun perikanan darat. Kabupaten Gresik juga terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap berkapasitas 2.200 MW. Antara Gresik dan Surabaya dihubungkan oleh sebuah Jalan Tol Surabaya-Manyar, yang terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Gempol. Selain itu perekonomian masyarakat Kabupaten Gresik banyak ditopang dari sektor wiraswasta. Salah satunya yaitu Industri Songkok, Pengrajin Tas, Pengrajin Perhiasan Emas & Perak, Industri Garment (konveksi). Di utara kota Gresik juga tepatnya di kota Sedayu merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di Indonesia.

Kondisi perekonomian Kabupaten Gresik pada tahun 2012 dilihat dari Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan sebesar Rp19.409.867.960.000,- sedangkan Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Atas Harga Berlaku sebesar Rp50.976.371.490 ribu rupiah.

Adapun Struktur Ekonomi Kabupaten Gresik tahun 2012 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atas Harga Konstan tahun 2000 didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 49,52%, Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 22,82%, dan Sektor Pertanian sebesar 7,83%. Demikian pula berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atas Harga Berlaku juga didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 49,31%, Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 24,44%, dan Sektor Pertanian sebesar 8,61%. Dengan demikian gambaran ekonomi Kabupaten Gresik adalah Daerah Industri dan Perdagangan dengan didukung Pertanian yang mantap.

Tahun 2012 ditargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1.556.273.473.722,33 dan terealisasi sebesar Rp1.650.603.336.995,55 atau 106,06 %. Pencapaian pendapatan daerah tersebut telah melebihi proyeksi pendapatan daerah dalam RPJMD 2011-2015 pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp1.331.991.080.000,- bahkan telah melampaui proyeksi pendapatan daerah dalam RPJMD 2011-2015 pada tahun 2014 yaitu sebesar Rp1.574.186.023.000,-

Fauna Identitas (maskot)Sunting

Fauna Identitas Kabupaten Gresik adalah Rusa Bawean yaitu Rusa yang berasal dari Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Rusa Bawean selain menjadi fauna identitas/ maskot Kabupaten Gresik, tetapi juga hewan kebanggaan warga Gresik.

PenghargaanSunting

Rekor MuriSunting

Pemberian Imunisasi untuk 703 bayi usia di bawah 1 tahun sekaligus berhasil di catat di buku Museum Rekor Indonesia (MURI). Penciptaan Rekor baru MURI ini berhasil diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan PT Petrokimia Gresik dalam rangka HUT PT Petrokimia Gresik ke 39 & HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66 tahun 2011, di GOR Tridarma Gresik, Sabtu (16/7). Atas prestasi tersebut, Perwakilan MURI Dessy Dwi Anestia memberikan piagam Rekor MURI kepada Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto, serta Direktur SDM, PT Petrokimia Gresik.

Adipura BangunprajaSunting

Adipura Bangunpraja merupakan lambang spremasi kebersihan kota, Dalam rangkaian Kirab Piala Adipura ke-8 untuk Kabupaten Gresik, Rabu (6/6/2012), petugas kebersihan (pasukan kuning) bernama Suwandi, warga Sumber, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, dan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik Mochammad Safii, warga Bungah, mendapatkan doorprize umroh. Walikota Gresik, Sambari Halim Radianto, menuturkan, bagi yang beruntung mendapatkan umroh diharapkan bisa menunaikannya. Hadiah itu belum sebanding dengan perannya menjaga kebersihan kota. Adipura diraih juga berkat peran serta seluruh komponen masyarakat.

AdiwiyataSunting

Adiwiyata adalah penghargaan lingkungan hidup yang diberikan pada sekolah-sekolah yang melaksanakan program pelestarian lingkungan. Program pelestarian yang dimaksud mencakup kegiatan penghijauan, daur ulang sampah, bahkan hingga memasukkan materi lingkungan pada muatan lokal yang diajarkan pada murid-murid di sekolahnya. tahun 2012 lima sekolah di Kabupaten Gresik juga mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata dan satu sekolah ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri.

InternasionalSunting

Di dunia Internasional pun, Kabupaten Gresik telah menerima beberapa penghargaan antara lain yaitu Asean Development Citra Award dari Lembaga resmi internasional, Penghargaan Majelis Ilmu Kepada Walikota Gresik dari Kerajaan Brunai Darussalam 2008 dan Penghargaan bidang pendidikan kepada SMK Negeri Cerme yang berupa ANNEX 1 dari Vapro OVP B.V Den Haag Netherlands.

Kuliner KhasSunting

MakananSunting

Makanan khas Kabupaten Gresik adalah:

  • Nasi krawu
  • Pudak
  • Sego rumo
  • Otak-otak bandeng
  • Bandeng sapit
  • Bonggolan
  • Jubung
  • Ayas
  • Ubus
  • Martabak Usus
  • Arang-arang Kambang
  • Bali Welot (Bali Belut)
  • Kotokan Bandeng
  • Ndog Bader
  • Gajih pinggir
  • Bontosan Giri yang hanya ada di daerah sekitar makam Sunan Giri.
  • Sego menir
  • Lontong manggul
  • Sego karak
  • Kella Celok

MinumanSunting

Minuman khas Kabupaten Gresik adalah:

  • Es Siwalan
  • Legen panceng
  • Temu lawak
  • Wedang pokak

PariwisataSunting

Objek wisataSunting

  • Pulau Bawean, merupakan tujuan wisata bahari, yang terdapat suaka alam dan suaka margasatwa. Di antara tujuan wisata bawean adalah: Noko Gili, Pantai Bayangkara, Pantai Tanjunggaang, Pulau China, Pantai Selayar, Danau Kastoba, dll.
  • Pantai Delegan, Pantai ini terletak di desa Delegan Kecamatan Panceng dari Gresik kota berjarak sekitar 40 km, setelah dari Sidayu dan melewati hutan jati Panceng ada papan penunjuk arah menunjukkan wisata Pantai Dalegan, dari jalan arteri masuk ke utara sekitar 1 km sudah sampai di lokasi. Pantai Delegan sangat cocok untuk wisata pantai, lomba perahu atau memancing. Pantai berpasir putih ini setiap bulan Agustus diadakan atraksi wisata berupa perlombaan yang terkait dengan wisata bahari.Pantai Delegan dibuka untuk umum sejak tahun 2003.
  • Muara Bengawan Solo, Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa, Muara Bengawan Solo merupakan kawasan yang tidak kalah menariknya untuk dikunjungi. Untuk mencapai kelokasi tersebut dari kota gresik melewati jalur pantura, setelah jembatan sungai bengawan solo sembayat tepatnya di pertigaan Bungah belok kiri mengikuti petunjuk ke Dukun, sekitar satu kiloan di sisi kanan jalan ada gang masuk ke area pertambangan bukit kapur dan proyek pembangunan perumahan Pondok Bungah Indah. Setelah masuk gang lurus sampai pertigaan kemudian kearah kiri sampai terlihat Bukit Jamur ini.
  • Banyu Biru Lowayu Dukun Gresik, Banyu Biru Lowayu terletak di kecamatan dukun desa lowayu. Danau ini cukup menarik banyak minat para pengunjung, meski jauh dari pengunungan tetapi kandungan belerang dibanyu biru cukup lumayan, kondisi airnya yang hangat ketika pagi dipercaya masyarakat sekitar untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Proses Erupsi pada batu batu sisa galian menyebabkan adanya perubahan yang mirip dengan jamur, karena pada bagian bawah lebih rapuh dibandingkan posisi sebelah atas
  • Dynasty Water World, merupakan tempat wisata terbaru di Kabupaten Gresik yang terletak di Jalan Rantau No. 27-29, Gresik Kota Baru, Kabupaten Gresik yang menyediakan berbagai kolam renang lengkap dengan wahana airnya yang fantastik. Dynasty Water World ini dihubungkan Jalan Tol Surabaya - Manyar dan merupakan kolam renang terbesar di Kabupaten Gresik, Dynasty Water World diresmikan oleh Walikota Gresik Sambari Halim Radianto pada tanggal 22 Maret 2016 yang bertepatan dengan Hari Air Sedunia, dengan harga tiket yaitu Selasa–Jumat Rp50.000,00 dan Sabtu–Minggu Rp75.000,00 dan pada hari Senin tutup.

Beberapa Wahana Dynasty Water World yang bisa dinikmati antara lain:

  • Raft Slide
  • Supajet
  • Lazy River
  • Kiddy Pool
  • Futsal Air
  • Semi Olympic Poll
  • Racing Slide
  • Flush Bowl
  • Pulau Noko Bawean

Wisata ZiarahSunting

Wisata TradisiSunting

Selain itu ada tradisi yang telah cukup lama hingga sekarang masih terus berlangsung yakni tradisi rebo wekasan, Haul Bungah, Nyadran di desa Abar-abir, malem selawe, dan pasar bandeng.[5]

Kabupaten Gresik memiliki banyak peninggalan sejarah yang berpotensi sebagai pusaka (heritage), komunitas Mataseger telah mempelopori kegiatan pelestarian pusaka ini dengan ikut membidani lahirnya Perda Cagar Budaya Nomor 27/2011, tinggal peran serta Pemerintah dan masyarakat untuk ikut memelihara dan memanfaatkan potensi ini.

  • Gresik Kota Lama (ratusan bangunan kuno yang menyebar di kota lama)
  • Benteng Lodewijk Mengare
  • Situs Gosari
  • Situs Kanjeng Sepuh Sedayu
  • Dan lain-lain

Wisata Seni BudayaSunting

  • Tari Pencak Macan Gresik, yang tersebar di seluruh pesisir Kabupaten Gresik
  • Tari Bantengan, Yang tersebar di Balongpanggang, Benjeng dan Wringinanom
  • Tari Zavin Mandilingan dari pulau Bawean, yang juga dilestarikan juga putera Bawean di pulau Jawa. Selalu menjadi tamu Kehormatan untuk menyajikan tarian zavin Mandiling di berbagai acara besar.
  • Tari Kencrengan, Merupakan tarian yang menceritakan pergerakan saat sholat yang diringi musik rebana dan pujian islami. Tari Kencrengan pernah menjadi tamu kehormatan berskala nasional pada penutupan Festival Reyog Nasional di Ponorogo tahun 2011.
  • Reog Ponorogo, Di lestarikan oleh Pt Pupuk Indonesia Petro Kimia (Barong Samudro) dan PT Semen Gresik Indonesia (Pudak Arum) yang pernah menjadi Juara nasional FRN. Reog di Gresik juga dilestarikan oleh Sman 1 Manyar, SMAN 1 Kebomas, SMP 3 Gresik, Sdn Pongangan Manyar, Desa Sidomoro, dan Pura hindu Penataran Luhur Kamulan Menganti. Reog Selalu mengiringi pengarakan piala adipura Gresik, gulat Okol Menganti dan bersih desa setempat di Gresik.
  • Wayang Kulit, Di Lestarikan oleh pt Semen Gresik dan pt Petro kima Gresik yang setiap tahunnya selalu menampilkan semalam suntuk pertunjukan wayang. di Kabupaten Gresik terdapat puluhan kelompok wayang kulit yang tersebar tiap kecamatan di Kabupaten Gresik.
  • Orkes Melayu Dangdut, dengan ratusan group di antaranya yang terkenal adalah Rockdut Sera dari Balongpanggang.

Perayaan (Acara)Sunting

Acara yang diadakan setiap tahun di Kabupaten Gresik, yaitu:

OlahragaSunting

Di daerah Kabupaten Gresik juga ada tim Sepak bola yang bernama:

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b "Kabupaten Gresik Dalam Angka 2017" BPS Kabupaten Gresik, diakses 07 Juli 2018"
  3. ^ M. C. Ricklefs, A History of Modern Indonesia since c. 1200, Palgrave MacMillan, New York, 2008 (terbitan ke-4), ISBN 978-0-230-54686-8, p. 41
  4. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur, 2009
  5. ^ Kabupaten Gresik: Sebuah Perspektif Sejarah dan Hari Jadi. Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Gresik. 1991.

Pranala luarSunting