Kota Pekalongan

kota di provinsi Jawa Tengah, Indonesia
(Dialihkan dari Pekalongan)

Pekalongan (bahasa Jawa: ꦏꦸꦛ​ꦦꦼꦏꦭꦺꦴꦔꦤ꧀, translit. Kutha Pekalongan) adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat.

Kota Pekalongan
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Tengah
Dari atas, kiri ke kanan: Pemandangan Kota Pekalongan beserta Masjid Agung dan Alun-Alun, Museum Batik, Tugu Batik, Monumen Juang 45, Tugu Perbatasan Kota Pekalongan-Kabupaten Batang
Dari atas, kiri ke kanan: Pemandangan Kota Pekalongan beserta Masjid Agung dan Alun-Alun, Museum Batik, Tugu Batik, Monumen Juang 45, Tugu Perbatasan Kota Pekalongan-Kabupaten Batang
Lambang resmi Kota Pekalongan
Lambang
Julukan: 
Kota Batik
Motto: 
Bersih, Aman, Tertib, Indah, Komunikatif
Locator kota pekalongan.gif
Kota Pekalongan is located in Jawa
Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
Kota Pekalongan is located in Indonesia
Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
Koordinat: 6°53′18″S 109°40′31″E / 6.8883°S 109.6753°E / -6.8883; 109.6753
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Tanggal peresmian1 April 1906
Dasar hukumUndang-Undang Nomor 13 tahun 1950
Pemerintahan
 • WalikotaH.M Saelany Mahfudz SE.
Luas
 • Total45,25 km2 (17,47 sq mi)
Populasi
 (2020[1])
 • Total224.063 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam (94.13%)
Kristen Protestan (2.85%)
Katolik (2.25%)
Budha (0.67%)
Hindu (0.07%)
Aliran Kepercayaan (0.02%)
Konghucu (0.01%)[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0285
Kode Kemendagri33.75 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan4
Jumlah kelurahan27
DAURp581.330.216.000,00 (2020)
Flora resmiBambu wulung
Fauna resmiPerenjak jawa
Situs webwww.pekalongankota.go.id
Lambang Kota Pekalongan pada zaman Hindia Belanda yang diadopsi tahun 1931.
Rumah orang Belanda di Pekalongan (tahun 1923).
Rumah orang Arab di Pekalongan (tahun 1923).

Kota ini terletak di Jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 km sebelah timur Jakarta. Pekalongan dikenal dengan julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif.

SejarahSunting

Nama Pekalongan sampai saat ini belum jelas asal-usulnya, belum ada prasasti atau dokumen lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan, yang ada hanya berupa cerita rakyat atau legenda. Dokumen tertua yang menyebut nama Pekalongan adalah Keputusan Pemerintah Hindia Belanda (Gouvernements Besluit) Nomor 40 tahun 1931. Nama Pekalongan diambil dari kata 'Halong' (dapat banyak) dan di bawah simbol kota tertulis 'Pek-Along-An'.

Hal ini diikuti dengan keputusan DPRD Kota Besar Pekalongan tanggal 29 Januari 1957 dan tambahan Lembaran Daerah Swatantra Tingkat I Jawa Tengah tanggal 15 Desember 1958, serta persetujuan Pepekupeda Teritorium 4 dengan SK Nomor KTPS-PPD/00351/II/1958 yang menyatakan bahwa nama Pekalongan berasal dari kata 'A-Pek-Halong-An' yang berarti pengangsalan (pendapatan).[butuh rujukan]

Pada pertengahan abad ke-19 di kalangan kaum liberal Belanda muncul pemikiran etis, yang selanjutnya dikenal sebagai politik etis, yang menyerukan Program Desentralisasi Kekuasaan Administratif yang memberikan hak otonomi kepada setiap Karesidenan dan Kota Besar serta pembentukan dewan-dewan daerah di wilayah administratif tersebut.

Pemikiran kaum liberal ini ditanggapi oleh Pemerintah Kerajaan Belanda dengan dikeluarkannya Staatbland Nomor 329 Tahun 1903 yang menjadi dasar hukum pemberian hak otonomi kepada setiap residensi dan untuk Kota Pekalongan. Hak otonomi ini diatur dalam Staatblaad Nomor 124 tahun 1906 tanggal 1 April 1906 tentang Decentralisatie Afzondering van Gelmiddelen voor de Hoofplaatss Pekalongan uit de Algemenee Geldmiddelen de dier Plaatse yang berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Pada tanggal 8 Maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menandatangani penyerahan kekuasaan kepada tentara Jepang. Jepang menghapus keberadaan dewan-dewan daerah, sedangkan Kabupaten dan Kotamadya diteruskan dan hanya menjalankan pemerintahan dekonsentrasi.

Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus oleh dwitunggal Soekarno-Hatta di Jakarta, ditindaklanjuti rakyat Pekalongan dengan mengangkat senjata untuk merebut markas tentara Jepang pada tanggal 3 Oktober 1945. Perjuangan ini berhasil, sehingga pada tanggal 7 Oktober 1945 Pekalongan bebas dari tentara Jepang.

Secara yuridis formal, Kota Pekalongan dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950 tentang Pembentukan Daerah Kota Besar dalam lingkungan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah, maka Pekalongan berubah sebutannya menjadi Kotamadya Dati II Pekalongan.

Terbitnya PP Nomor 21 Tahun 1988 tanggal 5 Desember 1988 dan ditindaklanjuti dengan Inmendagri Nomor 3 Tahun 1989 mengubah batas wilayah Kotamadya Dati II Pekalongan sehingga luas wilayahnya berubah dari 1.755 Ha menjadi 4.465,24 Ha dan terdiri dari 4 Kecamatan, 22 desa dan 24 kelurahan.

Sejalan dengan era reformasi yang menuntut adanya reformasi disegala bidang, diterbitkan PP Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 32 Tahun 2004 yang mengubah sebutan Kotamadya Dati II Pekalongan menjadi Kota Pekalongan.

GeografisSunting

Kota Pekalongan membentang antara 6º50’42” - 6º55’44” LS dan ‎‎109º37’55” - 109º42’19” BT. Berdasarkan koordinat fiktifnya, Kota Pekalongan ‎membentang antara 510,00 - 518,00 km membujur dan 517,75 - 526,75 km ‎melintang, dimana semuanya merupakan daerah datar, tidak ada daerah dengan kemiringan yang curam, terdiri dari tanah kering 67,48% Ha dan tanah sawah 32,53%.

Berdasarkan jenis tanahnya, di Kota Pekalongan memiliki jenis tanah yang berwarna agak kelabu dengan jenis aluvial kelabu kekuningan dan aluvial yohidromorf. Jarak terjauh dari Utara ke Selatan mencapai ± 9 km, sedangkan dari ‎Barat ke Timur mencapai ± 7 km.‎

Batas wilayahSunting

Batas wilayah administrasi Kota Pekalongan ‎yaitu:

Utara Laut Jawa
Timur Kabupaten Batang
Selatan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang
Barat Kabupaten Pekalongan

Kota Pekalongan merupakan daerah beriklim tropis dengan rata-rata curah hujan berkisar antara 40 mm - 300 mm per bulan, dengan jumlah hari hujan 120 hari. Keadaan suhu rata-rata di Kota Pekalongan dari tahun ke tahun tidak banyak berubah, berkisar antara 17 - 35°C.

Iklim dan cuacaSunting

Data iklim Pekalongan
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata harian °C (°F) 26.0
(78.8)
26.5
(79.7)
26.9
(80.4)
27.4
(81.3)
27.5
(81.5)
27.0
(80.6)
26.4
(79.5)
26.7
(80.1)
27.3
(81.1)
27.6
(81.7)
27.4
(81.3)
26.8
(80.2)
27.0
(80.6)
Presipitasi mm (inci) 632.5
(24.902)
415.4
(16.354)
327.0
(12.874)
195.1
(7.681)
152.6
(6.008)
87.7
(3.453)
82.1
(3.232)
74.2
(2.921)
81.4
(3.205)
143.6
(5.654)
186.3
(7.335)
319.5
(12.579)
2.697,4
(106,197)
Rata-rata hari hujan atau bersalju 18.4 16.6 16.5 13.8 10.6 8.5 4.7 4.5 5.2 8.8 14.8 17.6 140.0
Sumber: [3]

PemerintahanSunting

Secara administrasi pemerintahan Kota Pekalongan dipimpin oleh seorang Walikota dan Wakil Walikota yang membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat.

Kecamatan dibagi lagi menjadi beberapa kelurahan yang dikepalai oleh seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota. Sejak 2005, Walikota Pekalongan dan wakilnya dipilih langsung oleh warga kota dalam pilkada, setelah sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD.

Daftar WalikotaSunting

Walikota Pekalongan
ꦮꦭꦶꦏꦸꦛ​ꦥꦼꦏꦭꦺꦴꦔꦤ꧀
Walikutha Pekalongan
 
Logo Kota Pekalongan
Petahana
H. M. Saelany Machfudz, S.E.

sejak 19 November 2017
KediamanRumah Dinas Wali Kota Pekalongan
Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Pekalongan
Masa jabatan5 tahun
Dibentuk1929 (sebagai Pekalongan Burgemeester)
Pejabat pertamaHJ. Kuneman (Burgemeester)
Situs webpekalongankota.go.id

Berikut adalah Daftar Walikota Pekalongan, Jawa Tengah dari masa ke masa:

  Burgemeester Pekalongan
No Wali Kota Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Wali Kota
1
PKW. Lakeman
1929
1929
1
2
FAJ. Middelkoop
1929
1932
2
3
J. Leewis
1932
1935
3
4
AE. Catalani
1935
1937
4
5
HJ. Kuneman
1937
1939
5
6
WJ. van Haeften
1939
1941
6
7
Mr. HC. Hartevelt
1941
1 Januari 1942
7
8
Mr. Johan de Widt
1 Januari 1942
8 Maret 1942
8
No Wali Kota Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Wali Kota
  プカロンガン市長  
9
Kawabata
13 Maret 1942
24 Agustus 1945
9
R. Soempeno Danoewilogo
  Wali Kota Pekalongan  
No Wali Kota Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Wali Kota
10
R. Soempeno Danoewilogo
5 September 1945
5 Maret 1954
10
11
Agoes Miftah Danoekoesoemo
1 Juni 1954
1 November 1956
11
12
M. Soehartono Slamet
Poespopranoto
1 November 1956
19 November 1957
12
13
R. Iskandar Said 13 Januari 1958 17 Januari 1959
13
14
R.M Bambang Sardjono
Noersetyo
14 April 1959
November 1959
14
15
R. Mochamad Tedjo
5 April 1960
30 Mei 1967
15
16
R. Teguh Soenarjo
30 Mei 1967
11 Oktober 1972
16
17
R. Soepomo
11 Oktober 1972
7 November 1979
17
18
Djoko Prawoto
7 November 1979
7 November 1984
18
7 November 1984
7 November 1989
19
19
Mochamad Chaeron
7 November 1989
7 November 1994
20
20
Samsudiat
27 Oktober 1994
30 Desember 1999
21
30 Desember 1999
2004
22
Hamzah Shodiq
21
Muhammad Basyir
Ahmad Syawie
5 Juli 2005
5 Juli 2010
23
Abu Almafachir
5 Juli 2010
9 Agustus 2015
24
Achmad Alf
Arslan Djunaid
22
Achmad Alf Arslan
Djunaid
17 Februari 2016
7 September 2017
25
Saelany Machfudz
23
Saelany Machfudz
7 September 2017
19 November 2017
19 November 2017
Petahana
Achmad Afzan Arslan Djunaid

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Pekalongan dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
  Partai Golkar 8 9   9
  Partai Kebangkitan Bangsa 3   3 7
  PDI-Perjuangan 4   4 5
  Partai Persatuan Pembangunan 4   4   4
  Partai Amanat Nasional 5 3   3
  Partai Keadilan Sejahtera 2 3   3
  Partai Gerindra (baru) 1 3 2
  Partai NasDem (baru) 0 1
  Partai Hati Nurani Rakyat (baru) 0   0 1
  Partai Demokrat 2 1 0
  Partai Kebangkitan Nasional Ulama 1
Jumlah Anggota 30   30 35
Jumlah Partai 9 8 9

KecamatanSunting

Kota Pekalongan memiliki 4 kecamatan dan 27 kelurahan pasca-penggabungan (berdasarkan Perda Kota Pekalongan No.8 Tahun 2013).[4] Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 305.052 jiwa dan luas wilayah 45,25 km² dengan kepadatan 6.741 jiwa/km².[5][6]

Daftar kecamatan dengan masing-masing kelurahan di Kota Pekalongan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
33.75.01 Pekalongan Barat 7
33.75.04 Pekalongan Selatan 6
33.75.02 Pekalongan Timur 7
33.75.03 Pekalongan Utara 7
TOTAL 27

DemografiSunting

AgamaSunting

Sejak dulu, Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat religiusitas yang cukup tinggi, indikatornya adalah dengan banyaknya jumlah pondok pesantren yang ada yakni 44 buah dengan jumlah santri mencapai 4.706 orang. Keberagaman pemeluk agama tidak lagi menimbulkan permasalahan yang berarti menunjukkan kondusifnya kehidupan antar umat beragama Kota Pekalongan.

Agama Islam merupakan agama mayoritas penduduk Kota Pekalongan, sedangkan agama lain yang dianut sebagian warga Kota Pekalongan adalah Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Untuk memenuhi kebutuhan peribadatan, di Kota Pekalongan terdapat berbagai jenis tempat ibadah berupa Masjid 106 unit, Musholla 613 unit, 13 buah Gereja Kristen, 2 Gereja Katolik, 1 Pura dan 5 Wihara yang tersebar diseluruh kecamatan Kota Pekalongan.

EtnisSunting

Kota Pekalongan secara etnik didominasi oleh Suku Jawa yang bertutur dengan Bahasa Jawa dialek Banyumasan. Sejarah Pekalongan sebagai kota pelabuhan dan perdagangan membuatnya memiliki sejumlah komunitas pendatang yang menonjol, seperti etnis Cina dan Arab, selain tentu saja suku-suku Nusantara lain seperti suku Melayu dan Banjar.

EkonomiSunting

Karena letaknya sangat strategis yaitu di antara Jakarta dan Surabaya, perekonomian Kota Pekalongan cukup maju diantara kota-kota lain di Jawa Tengah yaitu dalam bidang industri, perikanan dan properti. Dalam bidang perikanan, Kota Pekalongan memiliki sebuah pelabuhan perikanan terbesar di Pulau Jawa.

Pelabuhan ini sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut oleh para nelayan dari berbagai daerah. Selain itu di Kota Pekalongan banyak terdapat perusahaan pengolahan hasil laut, seperti ikan asin, terasi, sarden, dan kerupuk ikan, baik perusahaan berskala besar maupun industri rumah tangga.

Pusat perbelanjaanSunting

Kota Pekalongan memiliki beberapa pusat perbelanjaan dari mall, pasar grosir hingga pasar tradisional.

MallSunting

 
Plaza Pekalongan

PasarSunting

 
Pasar Podosugih
  • Pasar Grosir Batik Setono
  • Pasar Induk Banjarsari (Berhenti Operasi Sementara karena Kebakaran)
  • Pasar Induk Grogolan
  • Pasar Induk Banyu Urip
  • Pasar Pagi Keraton
  • Pasar Podosugih
  • Pasar Anyar
  • Pasar Kraton
  • Pasar Poncol
  • Pasar Klego
  • Pasar Induk Kuripan

IndustriSunting

  • Galangan kapal kayu
  • Galangan kapal fiberglass
  • Galangan kapal baja (PT Barokah Marine)
  • Pabrik es balok
  • Industri Ikan Asin
  • Industri Pemindangan ikan
  • Pabrik Pengalengan Ikan Maya
  • Industri Kecil Pembuatan Terasi
  • Pabrik Pembuatan Fillet Ikan
  • Industri Kerajinan Batik
  • Industri Pembuatan Mebel Rotan dan Bambu
  • Industri Kecil Makanan Ringan
  • Pabrik Rokok Sigaret Kretek
  • Pabrik Teh

HiburanSunting

  • Cinema XXI Pekalongan Square dan Transmart Pekalongan
  • Karaoke Happy Puppy Plaza Pekalongan
  • Sahid International Convention Center
  • Crown Dupan Club

PariwisataSunting

 
Museum Batik Pekalongan

Kota Pekalongan dikenal akan batiknya yang telah mendunia, banyak wisatawan yang datang atau sekedar singgah di Kota Pekalongan. Tempat wisata di Kota Pekalongan tidak hanya wisata batik saja, tetapi terdapat juga wisata keagamaan, sejarah dan alam.

Tempat wisataSunting

  • Museum Batik Indonesia
  • Kampoeng Batik Kauman
  • Kampung Wisata Batik Pesindon
  • Kampung Wisata ATBM Medono
  • Kampung Wisata Canting Landungsari
  • Pantai Pasir Kencana
  • Pantai Slamaran Indah
  • Seaworld Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP)
  • Wisata Hutan Bakau (Mangrove Park)
  • Water Park Dupan
  • Kawasan Kota Tua Jetayu
  • Ziarah Makam Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Atas
  • Taman Kota Kawasan Mataram
  • Monumen 03-10-1945
  • Wahana Wisata Keluarga Meduri Asri

Acara dan perayaanSunting

 
Logo Branding Kota Pekalongan

Pada setiap tahun pada tanggal tertentu, Pemerintah atau warga Kota Pekalongan mengadakan berbagai acara yang menarik wisatawan, acara-acara tersebut diantaranya:

  • Pekan Batik Nusantara (PBN) dan Pekan Batik Internasional (PBI)

Pekan Batik Nusantara diadakan 1 tahun sekali pada bulan Oktober sedangkan Pekan Batik Internasional berlangsung setiap 3 tahun sekali pada bulan yang sama. Kegiatan yang diselenggarakan dalam acara ini adalah gala diner, fashion show, gelar budaya, seminar, karnaval kreasi busana batik, pameran produk batik dalm dan luar negeri, great sale dan wisata kuliner.

  • Perayaan HUT Kota Pekalongan

Diadakan 1 tahun sekali yaitu setiap tanggal 1 April, dalam acara ini dilakukan kirab dan gelar kesenian dan budaya khas Kota Pekalongan, karnaval serta berbagai event lomba. Tetapi pada tahun 2015, perayaan ini dilaksanakan dalam acara Pekan Kreatif Nusantara (PKN) yang konsep nya tidak jauh berbeda dengan Pekan Batik.

  • Hari Teknologi Nasional

Diselenggarakan 1 tahun sekali pada bulan September, agenda dalam acara ini adalah pameran inovasi daerah yang diikuti berbagai daerah di Indonesia serta lomba inovasi.

  • Nyadran

Tradisi Nelayan Pekalongan yang diadakan 1 tahun sekali dengan menggelar acara "ngelarung" sesaji ditengah laut yang diperebutkan oleh kalangan masyarakat nelayan.

  • Pek Tjun

Dilakukan 1 tahun sekali, kegiatan Pek Tjun menampilkan kebudayaan Tionghoa dengan puncak acara di Pantai Pasir Kencana dengan atraksi barongsai yang dilarung di laut serta lomba mendirikan telur ditengah terik matahari.

  • Cap Gomeh

Diselenggarakan 1 tahun sekali oleh umat Konghucu yang dipusatkan di Klenteng Pho An Thian, dengan kegiatan karnaval mengarak "para dewa" keliling kota yang diiringi kesenian Tionghoa.

  • Krapyakan atau Syawalan

Diselenggarakan 1 tahun sekali, sepekan usai Hari Raya Idul Fitri, acara ini berlokasi di Jalan Jlamprang, Krapyak dengan pemotongan lopis raksasa seberat 1 ton lebih dengan tinggi sekitar 2 meter.[7]

  • Festival Pintoe Dalam

Digelar 1 tahun sekali selama 2 hari di sepanjang Jalan Blimbing, Pekalongan Timur, menyajikan kesenian dan makanan khas etnis Tionghoa.

  • Khoul

Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati wafatnya Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas, diselenggarakan 1 tahun sekali menjelang bulan puasa Ramadhan. Acara ini berlangsung di wilayah Makam Sapuro yang dihadiri masyarakat dari berbagai daerah di Nusantara dan Mancanegara.

KulinerSunting

Kota Pekalongan memiliki kuliner khas, diantaranya:

  • Tauto, merupakan salah satu makanan khas Kota Pekalongan, makanan ini merupakan sebagaimana makanan soto namun menggunakan daging kerbau dengan bumbu khas yaitu tauco.
  • Kopi tahlil, sebuah minuman kopi yang diracik dengan menggunakan bahan rempah-rempah seperti jahe, kapulaga, pandan.
  • Gule kambing kacang hijau, makanan ini dipengaruhi budaya khas Timur Tengah, gule kambing ini disajikan dengan dicampur bersama kacang hijau.
  • Nasi kebuli, merupakan nasi yang dimasak menggunakan rempah-rempah yang disajikan dengan potongan daging kambing yang dilengkapi acar nanas.
  • Garang asem, makanan yang berkuah bening dari daging sapi dengan racikan tomat dan cabai rawit gelondongan yang disajikan dalam kondisi panas. Biasa disajikan bersama megono.
  • Megono, makanan yang terbuat dari nangka muda yang dirajang, diramu dengan bumbu dan dimasak dengan cara dikukus.
  • Nasi uwet, makanan ini hampir mirip gulai kambing namun dengan kuah yang lebih encer karena tidak menggunakan santan.

Di Kota Pekalongan juga terdapat restoran atau kafe baik berjaringan nasional maupun lokal, diantaranya:

KesenianSunting

PendidikanSunting

Kota Pekalongan memiliki sekitar 2.687 sekolah, 451.609 siswa dan 22.137 guru

Perguruan TinggiSunting

  • Universitas Pekalongan
  • Universitas Terbuka Pekalongan
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Pekalongan (STIE Muhammadiyah Pekalongan)
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Pratama (STMIK Widya Pratama)
  • Institut Agama Islam Negeri Pekalongan (IAIN Pekalongan)
  • Akademi Keperawatan Negeri (AKPER Negeri)
  • Akademi Kebidanan Harapan Ibu (AKBID Harapan Ibu)
  • Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan

KesehatanSunting

 
RSUD Bendan Milik Pemerintah Kota Pekalongan

Rumah sakitSunting

  • RSUD Bendan
  • RSUD Kraton
  • RS Islam Siti Khodijah
  • RS Bhakti Waluyo
  • RS Umum Budi Rahayu
  • RS Karomah Holistic
  • RS H. Ahmad Djunaid
  • RS Bedah Aro
  • RSIA Anugerah
  • RSIA Mitra Bunda

PuskesmasSunting

  • Puskesmas Bendan
  • Puskesmas Tirto
  • Puskesmas Kramatsari
  • Puskesmas Kusuma Bangsa
  • Puskesmas Krapyak Kidul
  • Puskesmas Dukuh
  • Puskesmas Klego
  • Puskesmas Tondano
  • Puskesmas Noyontaan
  • Puskesmas Sokorejo
  • Puskesmas Jenggot
  • Puskesmas Pekalongan Selatan
  • Puskesmas Buaran Pekalongan Selatan
  • Puskesmas Kergon
  • Puskesmas Salammanis
  • Puskesmas Medono
  • Puskesmas Degayu
  • Puskesmas Setono

TransportasiSunting

 
Stasiun Pekalongan

Kota Pekalongan mudah dijangkau karena merupakan kota perlintasan pada jalur Jakarta-Surabaya. Di Pekalongan terdapat beberapa fasilitas transportasi:

  • Stasiun Pekalongan, semua kereta api penumpang berhenti di stasiun ini
  • Terminal Bus Pekalongan
  • Terminal Ponolawen
  • Terminal Sayun
  • Terminal Banjarsari
  • Terminal Slamaran
  • Terminal Grogolan

OlahragaSunting

Di Kota Pekalongan terdapat fasilitas olahraga pada berbagai cabang olahraga, diantaranya:

  • Stadion Hoegeng
  • Stadion Bumirejo
  • Stadion Kuripan Lor
  • Kolam Renang Tirta Sari
  • Gedung GOR Jetayu
  • Gedung GOR Peritis Kemerdekaan
  • Gedung GOR Medono
  • Lapangan Tenis Prabajaya
  • Lapangan Tenis PDAM
  • Sungai Cemoro Sewu
  • Lapangan Abdi Jaya Pringrejo
  • Lapangan Golf Setono

Tokoh ternamaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Kota Pekalongan Dalam Angka 2017" (BPS Kota Pekalongan), diakses 13 Juni 2018
  2. ^ "Kota Pekalongan Dalam Angka 2017"
  3. ^ "Pekalongan, Indonesia Travel Weather Averages". Weatherbase. Diakses tanggal 7 Februari 2016. 
  4. ^ "Biro Hukum". www.jdih.setjen.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-12. 
  5. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  7. ^ Lopis Raksasa, Ikon Budaya Pekalongan, diakses dari situs berita Suara Merdeka

Pranala luarSunting