Buka menu utama

Wikipedia β

Siti Hardijanti Rukmana

Siti Hardijanti Rukmana, atau sering dikenal juga dengan nama Mbak Tutut (lahir 23 Januari 1949; umur 68 tahun) adalah putri pertama Presiden kedua Republik Indonesia (RI), Soeharto. Tutut Soeharto menjadi Pelaksana Tugas Ibu Negara Republik Indonesia setelah istri Presiden Soeharto, Siti Hartinah meninggal dunia pada 28 April 1996. Tutut juga pernah menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII

Siti Hardijanti Rukmana
Berkas:Siti Hardianti Rukmana.jpg
Menteri Sosial Indonesia ke-23
Masa jabatan
14 Maret 1998 – 21 Mei 1998
Presiden Soeharto
Didahului oleh Endang Kusuma Inten Soeweno
Digantikan oleh Justika Baharsjah
Informasi pribadi
Lahir 23 Januari 1949 (umur 68)
 Indonesia
Partai politik Golkar
Suami/istri Indra Rukmana
Anak Dandy Nugroho Hendro Maryanto
Danty Indriastuti Purnamasari
Danny Bimo Hendro Utomo
Orangtua Soeharto dan Siti Hartinah
Agama Islam

Daftar isi

KeluargaSunting

Ia menikah dengan Indra Rukmana dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu Dandy Nugroho Hendro Maryanto (Dandy), Danty Indriastuti Purnamasari (Danty), Danny Bimo Hendro Utomo (Danny), dan Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana (Sekar).

KarierSunting

Pada era 80-an, ia pernah mempelopori terbentuknya Kirab Remaja yang bertujuan untuk memupuk rasa cinta tanah air di kalangan remaja dan memperkenalkan suatu organisasi berbasis agama seperti Rohani Islam atau ROHIS sebagai wadah organisasi yang mencetak generasi yang beriman pada tahun 80-an. Selain itu, Mbak Tutut juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Pembangunan VII yang merupakan kabinet pemerintahan Soeharto yang terakhir. Ia juga menjadi calon presiden dan juru kampanye Partai Karya Peduli Bangsa yang turut serta dalam Pemilu 2004. Partai ini didukung oleh mantan pejabat-pejabat Orde Baru yang dikenal sangat dekat dengan Soeharto, seperti Jenderal (Purn.) R. Hartono.

Di samping sebagai politisi, Mbak Tutut juga dikenal sebagai pengusaha dan menjadi ketua maupun pelindung berbagai organisasi.

KasusSunting

Pada tahun 2010, Tutut menggugat atas kepemilikan saham MNCTV seiring dengan pengalihan stasiun televisi TPI ke MNCTV. Tutut menggugat PT Berkah Karya Bersama (BKB) dan PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), dua anak usaha Media Nusantara Citra senilai Rp 3,4 triliun. MNC dituding telah mengambil alih kepemilikan saham Mbak Tutut di PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia yang dimiliki secara sepihak.[1] Namun 23 Agustus 2010 Mbak Tutut kalah di pengadilan atas TUN dicabut.[2]

Tanggal 20 Oktober 2010 Mbak Tutut kembali mengancam pidana kelompok MNC atas perubahan nama MNCTV.[3]. Alhasil pada 14 April 2011 Mbak Tutut memenangkan gugatan di PN Jakarta Pusat terhadap kelompok MNC atas perubahan nama MNCTV menjadi TPI.[4]

ReferensiSunting