iNews

Jaringan televisi berita di Indonesia

iNews (kependekan dari Indonesia News, sebelumnya bernama SUN TV dan Sindo TV) adalah sebuah jaringan televisi swasta di Indonesia. Dimiliki oleh konglomerasi PT Media Nusantara Citra Tbk, program-programnya berfokus pada konten berita dan olahraga dalam waktu siar selama 24 jam sehari.

iNews
Nama sebelumnyaPT Sun Televisi Network:
SUN TV (2008-2011)
Sindo TV (2011-2015)
iNews TV (2015-2017)
JenisJaringan televisi
SloganInspiring & Informative
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia
PendiriMedia Nusantara Citra
Tanggal siaran perdana5 Maret 2008 (sebagai SUN TV)
Tanggal peluncuran6 April 2015 (sebagai iNews)
Kantor pusatiNews Center Lt. 7, Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 28, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia
Wilayah siaranNasional
PemilikPT MNC Televisi Network (Media Nusantara Citra)
Induk perusahaanGlobal Mediacom
Kelompok usahaMNC Corporation
Anggota jaringanlihat #Jaringan siaran
Tokoh kunciRafael Utomo (plt. Direktur Utama)
Hary Tanoesoedibjo (Komisaris Utama)
Format gambar1080i HDTV 16:9
(diturunkan menjadi 576i 16:9 untuk umpan SDTV)
Satelit
KabelFirst Media: 65
IPTV
Televisi internet
Situs webtv.inews.id
iNews[1]
PT Visi Citra Mitra Mulia
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Indonesia
SaluranDigital: 28 UHF
Virtual: 31
SloganInspiring & Informative
Pemrograman
AfiliasiiNews (stasiun induk)
Kepemilikan
PemilikMedia Nusantara Citra
  • RCTI (2014-sekarang)
  • MNCTV (2014-sekarang)
  • GTV (2014-sekarang)
Riwayat
Didirikan7 Juli 2007[2]
Siaran perdana
15 Juni 2013 (sebagai TV-M)
Bekas tanda panggil
Televisi Metropolis[3]
TV-M/Televisi Mitra (2013-2014)[4]
Sindo TV Jakarta (2014-2015)
iNews TV Jakarta (2015-2017)
iNews Jakarta (2017-2019)[5]
Bekas nomor kanal
30 UHF (analog)
44 UHF (digital)
indonesia News
Informasi teknis
Otoritas perizinan
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
ERP120 kW (analog)[6]
Koordinat transmiter-6.193323,106.7660485
Pranala
Situs webtv.inews.id

Sejarah

SUN TV

iNews awalnya bersiaran dengan nama SUN TV, yang didirikan pada Juni 2007. Siaran awalnya dimulai pada 2 Februari 2008[7] dan kemudian diluncurkan pada 5 Maret 2008,[8] dengan saat itu hanya dapat disaksikan melalui televisi berlangganan Indovision, OkeVision, dan Top TV (sekarang semuanya dikenal sebagai MNC Vision). Nama SUN TV diartikan sebagai TV Matahari, yang merupakan harapan agar acaranya bisa memberikan semangat bagi pemirsa.[9] Dalam perkembangannya, SUN TV merencanakan untuk bersiaran secara terestrial (khususnya di Jabodetabek) pada bulan Juni 2008, namun tidak dapat terealisasi akibat belum mendapat izin pemerintah. Meskipun demikian, SUN TV kemudian tetap berusaha memperluas siarannya dengan mengakuisisi sejumlah televisi lokal lain di berbagai daerah (contohnya Deli TV di Medan yang mengalami kesulitan keuangan, dan PRO TV di Semarang)[10][11] dengan presentase 50-99%[12] atau menjalin kerjasama, sehingga pada akhir 2008, SUN TV sudah bisa bersiaran di 16 kota secara berjaringan. Pada akhirnya, di tanggal 17 November 2009, SUN TV baru bisa mengudara di Jabodetabek dengan menggandeng sebuah stasiun televisi lokal yang berbasis di Tangerang bernama TV3.[7]

Pada jaringannya tersebut (termasuk TV3), mayoritas jam siarnya merelai siaran SUN TV (yang menayangkan programnya untuk pemirsa di Indovision, OkeVision, dan Top TV), sedangkan sisanya menyiarkan program-program lokal (yang disesuaikan dengan selera kota siar namun tetap berstandar nasional) maupun infomersial di sela-sela waktu kosong. Dengan visi menjadi one-stop television,[7] acara SUN TV berbasis hiburan, ditambah dengan sejumlah program informasi dan pendidikan.[13] Namun, pada tahun 2011, TV3 melepaskan diri dari SUN TV dan kemudian diambilalih kepemilikannya oleh CTV Banten, sehingga SUN TV sempat tidak bisa dinikmati di Jabodetabek secara terestrial selama beberapa tahun. Walaupun demikian, SUN TV tetap bertahan sebagai suatu jaringan televisi lokal pertama yang mengudara selama 24 jam tanpa henti di daerah-daerah lainnya.

Sindo TV

Pada tanggal 26 September 2011, SUN TV berubah nama menjadi Sindo TV yang merupakan bagian dari sinergi Sindo Media bersama Sindo Radio dan Sindonews.com. Diharapkan, dengan perubahan ini, Sindo Media bisa menjadi sayap MNC Group di bidang media berbasis berita.[14][15] Melanjutkan apa yang dirintis oleh SUN TV, Sindo TV awalnya merupakan televisi berjaringan yang menyiarkan programnya dengan sejumlah stasiun televisi lokal di berbagai daerah, seperti PRO TV (Semarang), Urban TV (Batam), L-TV (Bandar Lampung), Minang TV (Padang), dan lainnya. Siaran di berbagai televisi lokal sendiri (18 jam perhari) dibagi antara program lokal dan program Sindo TV.[16] Bisa dikatakan, Sindo TV merupakan pionir dari penerapan sistem berjaringan di Indonesia.[17] Program-program Sindo TV cenderung mengutamakan informasi/berita, ditambah dengan hiburan seperti serial animasi anak dan berbagai program yang pernah disiarkan di RCTI, MNCTV dan Global TV.[18][19] Dalam perkembangannya, Sindo TV kemudian menunjukkan niatnya untuk menjadi jaringan televisi nasional, yang tandanya dapat dilihat dengan mulai berubahnya logo-logo anggota jaringannya menjadi mirip induknya (didominasi warna biru dan merah).

Di tahun 2013-2014, identitas Sindo TV semakin diperkuat dengan pengubahan beberapa nama jaringannya menjadi Sindo TV + nama daerah, atau mendirikan televisi lokal baru di beberapa daerah lain dengan penamaan serupa.[20] Diperkirakan, pada tahun 2014, Sindo TV memiliki 44 anggota jaringan yang tersebar di berbagai daerah.[17] Pada periode itu juga, di tanggal 6 Oktober 2014,[21] Sindo TV berhasil bersiaran kembali di Jabodetabek, dengan mengambilalih sebuah stasiun televisi lokal di Tangerang bernama TV-M (kemudian berganti nama menjadi Sindo TV Jakarta pada 1 Desember 2014) yang beroperasi menggunakan kanal 30 UHF sejak Juni 2013. Sebelum menjadi bagian Sindo TV, TV-M awalnya merupakan stasiun televisi yang menyiarkan program berbasis UMKM dan pernah merelai beberapa stasiun televisi lain.[22][23][24] Sebenarnya, Sindo TV di Jakarta juga sempat merencanakan akan bersiaran secara digital di bawah PT Jakarta Televisi Digital, namun rencana ini tidak pernah terwujud (siaran digitalnya baru muncul pada 2020, saat bernama iNews).[25] Di Jakarta juga, Sindo TV sempat berencana mendirikan jaringannya (untuk bersiaran analog) bernama Batavia TV (di bawah PT Semesta Televisi Jakarta, anak usahanya)[26][27] walaupun juga tidak sukses.

Pada akhirnya, di tanggal 23 September 2014, Menteri Komunikasi dan Informatika RI secara resmi memberikan izin televisi berjaringan bagi Sindo TV, dan pada tanggal 15 Desember 2014, Sindo TV resmi diluncurkan sebagai televisi nasional dalam acara Soft Launching Luar Biasa!. Melanjutkan apa yang selama ini sudah dilakukan, Sindo TV sendiri ditargetkan bersiaran dengan 70% program informasi dan 30% program olahraga.[28] Direktur Utama Sindo TV saat itu, Priscilla Diana Airin mengklaim bahwa Sindo TV dalam beberapa waktu kedepan akan menjadi televisi berita yang besar dan menyaingi para pemain lama, ditambah mampu membawa semangat baru dalam pertelevisian nasional.[17][29]

iNews TV/iNews

Penegasan sebagai televisi berjaringan nasional tersebut ternyata berumur pendek. Hanya beberapa bulan setelah peristiwa tersebut, pada acara "iNewsmaker Awards" (ajang penghargaan untuk tokoh-tokoh nasional newsmaker) yang dilaksanakan pada tanggal 6 April 2015, Sindo TV secara resmi mengubah namanya menjadi iNews TV (Indonesia News TV).[30][31] Menurut Hary Tanoesoedibjo, iNews TV diharapkan bisa menjadi pusat informasi dan inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia selama 24 jam, dengan citra yang berbeda karena juga berusaha menunjukkan aspek kelokalan dan kreativitas. Programnya melanjutkan apa yang dirintis oleh Sindo TV, yaitu berita dan olahraga dengan persentase yang lebih ditingkatkan.[32][33] Ditargetkan, dengan perubahan tersebut, iNews TV bisa berkontribusi bagi pendapatan MNC Group sebesar Rp 300 miliar.[34] Perubahan nama tersebut diiringi juga dengan pergantian hampir seluruh nama televisi lokal yang berada di bawah jaringan televisi ini, menjadi iNews TV + nama daerah (contohnya MHTV Surabaya menjadi iNews TV Surabaya), menandakan bahwa iNews TV kini menjadi jaringan televisi nasional yang diperkirakan mencakup 90% wilayah Indonesia.[35]

Pada tanggal 31 Oktober 2017, kata "TV" pada logo iNews dihilangkan bertepatan dengan acara Metamorfosa iNews, yang juga diikuti dengan pemberian penghargaan "iNews Indonesia Awards".[36] Dalam acara tersebut, iNews berubah menjadi nama bagi divisi pemberitaan milik MNC Group, dan pada saat bersamaan, acara-acara berita yang tayang di seluruh jaringan televisi free-to-air milik grup ini diubah menjadi nama program berita + iNews (seperti Seputar Indonesia RCTI menjadi Seputar iNews maupun Lintas MNCTV yang ditambahkan kata iNews menjadi Lintas iNews).[37] Selain itu, di saat yang sama, juga diluncurkan portal berita iNews.id. Hary Tanoe sendiri mengklaim bahwa dengan perubahan tersebut, berarti iNews sudah tayang di 4 televisi nasional dan pangsa pasarnya menjadi 30%.[38] Sesungguhnya, kurang jelas apa yang dimaksud dengan "tayang di 4 televisi nasional" tersebut, karena berbeda misalnya dengan CNN Indonesia dan Redaksi Trans7, terkesan MNC hanya "menempelkan nama" pada program-program berita di 3 jaringan televisi lainnya dan tidak menyiarkan acara-acara berita tersebut secara bersamaan. Kelihatannya, perubahan nama ini hanya meneruskan apa yang sudah dirintis sejak era SUN TV yang sudah menjadi pusat pengumpulan berita dari televisi-televisi MNC Group[39] dan Sindo TV yang dinyatakan sebagai penyuplai berita bagi televisi lainnya.[32] Demi memperkuat hal tersebut, disebutkan bahwa pihak MNC telah mempersiapkan fasilitas penyiaran di gedung iNews Center yang dilengkapi teknologi canggih,[35] dan melengkapinya dengan pusat pemberitaan terbesar di Indonesia.[32]

Identitas

Logo SUN TV (5 Maret 2008-25 September 2011)
Logo Sindo TV (26 September 2011-6 April 2015)
Logo iNews TV (6 April 2015-31 Oktober 2017)

iNews awalnya menggunakan logo SUN TV yang terdiri dari simbol lingkaran warna jingga dan kuning di sebelah kiri (menyimbolkan matahari) dan tulisan SUN warna jingga dan kata TV warna abu-abu (digayakan sebagai SUNTV), dari 5 Maret 2008 hingga 26 September 2011.

Pada tanggal 26 September 2011, SUN TV berganti nama menjadi Sindo TV. Logo Sindo TV terdiri dari kata SIND warna biru serta lingkaran warna biru dan garis warna merah dengan simbol kepala burung rajawali warna putih dan kata TV warna merah (digayakan sebagai SINDOTV). Baik nama "Sindo TV" dan logo rajawali Sindo TV diambil dari Seputar Indonesia, acara berita di RCTI. Digunakan dari 26 September 2011 hingga 6 April 2015, logo ini memiliki makna khusus pada masing-masing komponennya.

  • Bentuk bola dunia yang besar dan detail, melambangkan dunia informasi yang dinamis.
  • Warna biru tua pada logo memberi kesan kematangan berpikir dengan penuh keyakinan dalam mengarungi kehidupan dewasa ini.
  • Burung rajawali yang menyatu dengan bola dunia serta dikelilingi garis merah, menggambarkan cakupan serta jangkauan informasi di seluruh dunia yang selalu siap melaporkan segala kejadian dan peristiwa dunia dengan semangat informasi yang nomor satu. Rajawali dipilih sebagai ikon karena dikenal sebagai burung yang sangat kuat, memiliki pandangan yang tajam, tidak mudah menyerah dan memiliki daya terbang semakin tinggi jika menghadapi badai besar.[40]

Sindo TV kemudian berganti nama lagi menjadi iNews TV pada 6 April 2015. Logo iNews TV terdiri dari huruf i kecil warna merah, kata News warna hitam serta kata TV warna putih di lingkaran warna merah (digayakan sebagai iNews (TV)) menggunakan jenis font Futura. Logo yang digunakan dari 6 April 2015 hingga 31 Oktober 2017 ini, bermakna:

  • "i" berarti Indonesia, yang merupakan makna tayangan yang disajikan oleh iNews TV mengutamakan konten lokal dan daerah yang berada di Indonesia, dan pertanda iNews TV sebagai jaringan televisi yang bersiaran dan berasal dari Indonesia.
  • "News" berarti berita, sebagai pertanda acara tersebut menjadi konten utama iNews TV, terutama konten-konten lokal daerah. iNews TV akan menonjolkan berbagai program-program pemberitaan yang cepat, akurat, informatif, mendidik, serta menginspirasi.
  • Warna-warna pada logo:
    • Merah, bermakna ketegasan. Sebagai televisi berita, iNews TV harus mempunyai ketegasan dan keberanian.
    • Hitam, lambang landasan teknologi dan kecanggihan atau update atas sesuatu yang baru.
    • Putih, sebagai harapan dengan statusnya sebagai televisi berita iNews TV tidak memihak, tidak berada dan memperjuangkan kepentingan siapapun dan golongan manapun.
  • Slogan Inspiring & Informative berarti iNews TV menjadi televisi yang memberikan konten bersifat inspiratif dan informatif. Inspiring artinya menyajikan berita dan program yang menggabungkan berbagai konten lokal serta konten nasional, namun dikemas dengan sentuhan-sentuhan kreatif yang sangat menarik bagi audiens di Indonesia. Sedangkan Informative merupakan tanda iNews TV sebagai stasiun televisi yang menonjolkan program informasi dan berita, sehingga diharapkan menjadi referensi utama bagi audiens yang memerlukan informasi dan berita.[41]

Awalnya, dari tanggal 6 April 2015 hingga 30 November 2016, iNews TV menempatkan logo layarnya di pojok kanan atas, meneruskan Sindo TV dan SUN TV sebelumnya. Penempatan logo tersebut diubah di tanggal 1 Desember 2016, menjadi di pojok kiri atas, menyesuaikan dengan logo RCTI, MNCTV dan Global TV. Beberapa saat setelah itu (kecuali untuk siaran lokal), nama-nama daerah yang berada di bawah logo iNews TV dihilangkan. Penempatan logo tersebut tetap bertahan hingga kini.

Pada tanggal 31 Oktober 2017, iNews TV mengubah gaya huruf pada logonya, dengan kini menggunakan font Roboto serta kata TV dihilangkan, menjadi iNews saja. Selain versi merah hitam yang merupakan logo resmi, juga digunakan versi merah putih seperti untuk on air (sejak 2019) di layar kaca dan beberapa promosi.

Slogan

Sebagai SUN TV

  • Because Every City is Different (2008-2011)[42]
  • TV Kebanggaan Milik Anda (2010-2011)

Sebagai Sindo TV

  • Referensi Indonesia (2011-2014)
  • Luar Biasa! (2014-2015)

Sebagai iNews

  • Inspiring & Informative (2015-sekarang)

Jaringan siaran

Berikut ini adalah stasiun afiliasi dan pemancar iNews (sejak berlakunya UU Penyiaran, stasiun TV harus membangun stasiun TV afiliasi di daerah-daerah/bersiaran secara berjaringan dengan stasiun lokal). Data dikutip dari data Izin Penyelenggaraan Penyiaran Kominfo[43] dan data dari laporan keuangan MNC Media.[44]

Nama Perusahaan Nama Stasiun Daerah Frekuensi Analog (PAL) Frekuensi Digital (DVB-T2)[45] Nama Multipleksing Digital (DVB-T2)[46]
PT Visi Citra Mitra Mulia iNews DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi off air (30 UHF)[47] 28 UHF RCTI Jakarta
PT Indonesia Musik Televisi iNews Bandung Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur off air (22 UHF) 41 UHF RCTI Bandung
Sumedang 40 UHF RCTI Sumedang
PT Global Telekomunikasi Terpadu iNews Semarang Semarang, Kendal, Ungaran, Demak, Jepara, Kudus off air (45 UHF) 45 UHF GTV Semarang
Solo
Pati, Rembang 26 UHF GTV Pati
Blora, Cepu 26 UHF GTV Blora
Purworejo 23 UHF GTV Purworejo
iNews Tegal Tegal 42 UHF GTV Tegal
PT Mataram Gapura Televisi iNews Magelang Magelang, Salatiga, Temanggung dan sebagian Yogyakarta 54 UHF
Yogyakarta, Wonosari, Solo, Sleman, Wates 41 UHF GTV Yogyakarta
iNews Pekanbaru Pekanbaru 57 UHF 45 UHF tvOne Pekanbaru
PT Semesta Aceh Televisi iNews Aceh[48] Banda Aceh 40 UHF 44 UHF RCTI Banda Aceh
Sabang 50 UHF 45 UHF RCTI Sabang
Lhokseumawe 30 UHF 44 UHF RCTI Lhokseumawe
PT Semesta Sumatera Televisi iNews Tenggarong Tenggarong, Samarinda 35 UHF 27 UHF GTV Samarinda
Balikpapan 32 UHF GTV Balikpapan
iNews Jambi Jambi 56 UHF 32 UHF Trans TV Jambi
PT Atiga Televisi Cianjur iNews Sukabumi Sukabumi 28 UHF 41 UHF RCTI Sukabumi
PT Urban Televisi iNews Batam Batam, Tanjung Balai Karimun off air (61 UHF) 44 UHF RCTI Batam
iNews Purwokerto Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Cilacap 29 UHF 42 UHF GTV Banyumas
PT Semesta Kalimantan Televisi iNews Palangkaraya Palangkaraya 55 UHF 42 UHF Trans TV Palangkaraya
PT Semesta Mutiara Televisi iNews Masohi Masohi off air (52 UHF)[49] 29 UHF TVRI Masohi
iNews Merauke Merauke 22 UHF 28 UHF TVRI Merauke
PT Matahari Yogya Televisi iNews Ambon Ambon off air (58 UHF)[49] 39 UHF RCTI Ambon
PT Semesta Esa Televisi iNews Mataram Mataram 36 UHF 35 UHF MetroTV Mataram / MetroTV Pujut
PT Semesta Nusa Televisi iNews Manokwari Manokwari 24 UHF 34 UHF SCTV Manokwari
iNews Kupang Kupang 56 UHF 35 UHF RCTI Kupang
PT Semesta Sulawesi Televisi iNews Kendari Kendari 44 UHF 36 UHF SCTV Kendari
iNews Gorontalo Gorontalo 56 UHF 37 UHF RCTI Gorontalo
PT Semesta Bumi Televisi iNews Tanah Datar Batusangkar, Tanah Datar 25 UHF 40 UHF antv Tanah Datar
PT Semesta Indah Televisi iNews Pematangsiantar Pematangsiantar 60 UHF 38 UHF Trans7 Pematangsiantar
iNews Ternate Ternate 24 UHF 40 UHF Trans TV Ternate
PT Semesta Alam Televisi iNews Bengkulu Bengkulu 53 UHF 40 UHF RCTI Bengkulu
iNews Pangkalpinang Sungai Liat, Pangkal Pinang 47 UHF 36 UHF RCTI Pangkalpinang
PT Lampung Mega Televisi iNews Lampung Kota Agung, Bandar Lampung, Kota Metro 50 UHF 36 UHF antv Bandar Lampung
PT Manado Semesta Televisi iNews Manado Manado 26 UHF 35 UHF Trans TV Manado
PT Bali Music Channel iNews Bali Kota Denpasar, Singaraja 53 UHF 42 UHF antv Bukit Bakung, Wanagiri, Ularan, Gilimanuk, Kintamani dan Lempuyang
PT Sun Televisi Banjarmasin iNews Banjarmasin Pelaihari, Banjarmasin 50 UHF 47 UHF GTV Banjarmasin
iNews Jayapura Jayapura 51 UHF 37 UHF RCTI Jayapura
PT Sun Televisi Makassar iNews Makassar Takalar, Makassar, Maros, Sungguminasa dan Pangkajene 51 UHF 40 UHF RCTI Makassar
PT Semesta Pesona Televisi iNews Tarakan Tarakan, Tanjung Selor 47 UHF 44 UHF GTV Tanjung Selor
iNews Mamuju Mamuju 34 UHF 37 UHF RCTI Mamuju
PT Deli Media Televisi iNews Medan Medan 45 UHF 42 UHF RCTI Medan
PT Minang Media Televisi Sumbar iNews Padang Padang, Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang 31 UHF 40 UHF antv Padang, Bukittinggi dan Solok
PT Televisi Pandji Gemilang Persada iNews Palembang Palembang 44 UHF 25 UHF Indosiar Palembang / Indosiar Lempuing
PT Dian Vision Televisi Indramayu iNews Majalengka Majalengka 60 UHF
Cirebon, Indramayu 44 UHF RCTI Cirebon
Garut 37 UHF RCTI Garut
PT Kapuas Citra Televisi iNews Pontianak Pontianak 45 UHF 41 UHF Trans TV Pontianak
PT Televisi Elang Medika Internasional iNews Surabaya Surabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan 62 UHF 41 UHF GTV Surabaya
Pamekasan, Sumenep 45 UHF GTV Pamekasan
Jember 47 UHF GTV Jember
Situbondo 41 UHF GTV Situbondo
Banyuwangi 40 UHF GTV Banyuwangi
Kediri 62 UHF
Tuban, Bojonegoro 33 UHF GTV Tuban
Madiun, Trenggalek 62 UHF 40 UHF GTV Madiun / GTV Trenggalek
Pacitan 30 UHF GTV Pacitan
Malang 43 UHF GTV Malang
PT Lingkaran Generasi Muda Creative iNews Lubuk Linggau Lubuk Linggau 53 UHF 27 UHF TVRI Lubuk Linggau
PT Nabire Televisi iNews Nabire Nabire 22 UHF 28 UHF TVRI Nabire
PT Pass Televisi iNews Payakumbuh Payakumbuh 36 UHF 32 UHF TVRI Taeh Bukit
PT Cenderawasih Televisi iNews Biak Biak 26 UHF 29 UHF TVRI Biak
PT Bayu Palu Prima Televisi iNews Palu Palu 45 UHF 44 UHF RCTI Palu
Kotabaru 45 UHF GTV Kotabaru

Program acara

Sejak masih bernama Sindo TV, acara jaringan televisi ini lebih banyak berupa acara-acara berita ditambah program-progam lainnya berbasis informasi. Program berita utama iNews sendiri dinamakan sama dengan nama penyiarnya, yang disiarkan selama 4 kali sehari (pagi, siang, sore dan malam). Selain program berita, juga ada program gelar wicara/dialog seperti Hotman Paris Show dan Ngobrol Bareng Gus Miftah, maupun yang terdahulu seperti Logika Ahmad Dhani. Acara gelar wicara yang ditayangkan di iNews cenderung lebih bersifat santai dan dibandingkan dengan televisi berita lain (seperti Kompas TV dengan Rosi), iNews tidak memiliki acara gelar wicara yang bisa dikatakan "serius", bisa menjadi ciri khasnya atau bertahan lama, meskipun dahulu pernah mencobanya seperti dalam Polemik on TV.[50] Perbedaan lain iNews dengan televisi berita lain adalah memiliki program infotainment dalam jumlah yang lebih banyak, contohnya Intens Reborn dan iSeleb. Selain dari program tersebut, acara lain yang ditayangkan di jaringan televisi ini ada juga yang sudah ditayangkan di televisi MNC Group, contohnya Sergap dan Di Luar Nalar yang merupakan acara RCTI.

Olahraga

Dalam olahraga, iNews sesungguhnya sudah pernah menayangkan berbagai acara tersebut. Walaupun demikian, meskipun pernah menyatakan akan menyiarkan acara olahraga dalam presentase yang cukup besar, sejauh ini tampak MNC Group tidak memfokuskan penayangan acara olahraga mereka di iNews. Contohnya ketika MNC mendapatkan hak siar Euro 2020, iNews hanya menyiarkan siaran ulangnya;[51] atau ketika mendapat hak siar Piala AFF 2016, iNews harus membagi penayangannya dengan RCTI.[52] Jika menyiarkan olahraga secara independen, justru iNews tampak condong menayangkan olahraga yang kurang bisa menarik penonton, contohnya Liga Belanda[53] atau biliar.[54]

Pada tahun 2018, iNews secara resmi mendapatkan hak siar liga sepakbola Belanda Eredivisie selama tiga musim, yaitu 2018-19 sampai musim 2020-21 juga dengan kerjasama Fox Sports. Dikarenakan adanya perubahan (Mola TV selaku lisensi berbayar secara eksklusif memenangkan hak siar Eredivisie lewat platform streaming, OTT), Maka dengan demikian iNews dan Fox Sports tidak lagi menyiarkan Eredivisie untuk musim 2020-21. yang artinya iNews hanya menyiarkan pertandingan Eredivisie hanya dua musim saja.

Pada tahun 2021. iNews juga ikut bersama-sama menyiarkan kompetisi pertandingan Serie A (tayang selama bulan puasa) dan FA Cup (mulai babak perempat final musim 2020-21 dan babak keempat musim 2021-22) bersama RCTI dan RCTI+ (sejak tahun 2019) mulai musim 2020-21 hingga musim 2021-22 bersama lisensi dari beIN Sports.

Pada akhir tahun 2021. iNews resmi mendapatkan hak siar turnamen bulutangkis BWF untuk Kejuaraan Dunia BWF, Thomas dan Uber Cup, Piala Sudirman, Tur Dunia BWF dan PBSI selama 3 tahun yakni 2022-2025 bersama MNCTV berkat kerjasama dengan pemilik lisensi dari SPOTV.

Penyiar

Direksi

Daftar direktur utama

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Arief Suditomo 2008 2010
2 Syafril Nasution 2010 2013
3 Priscilla Diana Airin 2013 2016
4 Rizal Yusacc 2016 2017
5 David Fernando Audy 2017 2021
6 Rafael Utomo (Plt.) 2021 sekarang

Direksi saat ini

Nama[55] Jabatan
Hary Tanoesoedibjo Executive Chairman MNC Group
Said Aqil Siradj Komisaris Utama[56]
Joni Supriyanto Wakil Komisaris Utama[57]
Prabu Revolusi Direktur Pemberitaan dan Pemimpin Redaksi
Rafael Utomo Direktur Keuangan
Esmal Diansyah Direktur Penjualan dan Pemasaran
M. Choiril Alam Direktur Program dan Produksi Non-Berita
Yadi Hendriana Direktur Televisi Jaringan
Gina Mayangsari VP Produksi Non-Berita

Lihat pula

Referensi

  1. ^ iNews / 30 UHF
  2. ^ TNKB Law Firm..
  3. ^ TV Metropolis (PT. Visi Citra Mitra Mulia) atau TV M adalah TV Lokal dengan jangkauan Tangerang dan Jakarta
  4. ^ A. DATA MANAJEMEN A..1 Data Rencana Kepegawaian
  5. ^ iNews Jakarta / 30 UHF
  6. ^ Menara Pemancar RCTI+MNCTV+Global TV+iNews TV (Jakarta)
  7. ^ a b c BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Plaza Kebon Sirih Podium 2, Jalan Kebon Sirih Kav Jakarta Pusat
  8. ^ "Profil Kami". iNews TV. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-16. Diakses tanggal 1 Oktober 2016. 
  9. ^ Trailer Pertama SUNTV Network- Sebelum Berubah Menjadi SINDO TV dan iNews TV
  10. ^ Deli TV Terancam Tutup
  11. ^ BERBURU TV LOKAL
  12. ^ Implementasi Regulasi Kepemilikan dan Isi Siaran Sistem Stasiun Jaringan SUN TV Network
  13. ^ BAB 2
  14. ^ Sindo Media Diluncurkan, MNC Group Makin Komplit
  15. ^ Luncurkan Sindo Media, MNC Group perkuat segmen pemberitaan
  16. ^ Laporan Praktek Kerja Lapangan di Divisi Produksi PT. Sun Televisi Network (SINDO TV)
  17. ^ a b c "SindoTV, Televisi Nasional Berjaringan Terbesar". Sindonews.com. Sindonews.com. 16 Desember 2014. Diakses tanggal 1 Oktober 2016. 
  18. ^ Selamat atas Perubahan Namanya, Rajawali Televisi
  19. ^ #StoryofIndonesianTelevision : Persaingan Ketat dalam Pertelevisian
  20. ^ SindoTV Bakal Mengudara di Aceh
  21. ^ Baru di OKTOBER ! Tunggu program menarik dr SINDOTV...
  22. ^ Your Update — 201306
  23. ^ "Profil Sindo TV Jakarta". 
  24. ^ KINERJA KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2013
  25. ^ Calon pengisi MUX TV Digital Terestrial di wilayah Jabodetabek yaitu:
  26. ^ Laporan Keuangan Q3 MNC 2021
  27. ^ Data Rekomendasi Perusahaan Televisi Siaran Tahun 2010-2014
  28. ^ Anugrah, Meutia Febrina (13 Januari 2015). "HT: Sindo TV Telah Bertransformasi Menjadi Saluran Nasional". Okezone.com. Okezone.com. Diakses tanggal 1 Oktober 2016. 
  29. ^ MNC Media, “Smallest and Most Imaginated Media Group”
  30. ^ "iNews TV Resmi Berkibar Gantikan Sindo TV". Sindonews.com. Sindonews.com. 7 April 2015. Diakses tanggal 1 Oktober 2016. 
  31. ^ "Launching iNewsTV". iNews TV. 6 April 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-04. Diakses tanggal 1 Oktober 2016. 
  32. ^ a b c MNC Luncurkan INews TV
  33. ^ Perubahan Nama SindoTV Menjadi iNewsTV, Tidak Bermanfaat?
  34. ^ I-News bisa sumbang Rp 300 miliar ke MNCN
  35. ^ a b Hary Tanoe: iNews Menayangkan Berita Nasional dan Daerah dengan Lingkup Jangkauan 90% Secara Nasional
  36. ^ Metamorfosa iNews Indonesian Awards 2017
  37. ^ Metamorfosa iNews dan Soal Integrasi
  38. ^ Metamorfosa iNews, Tayang di 4 TV Nasional Menjadi TV Berita Terbesar di Indonesia
  39. ^ SINDO TV
  40. ^ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
  41. ^ BAB IV
  42. ^ Din Prihatin Tewasnya Kontributor SUN TV
  43. ^ DAFTAR IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI YANG SUDAH DITERBITKAN OLEH MENTERI KOMINFO SAMPAI DENGAN NOVEMBER 2017
  44. ^ Laporan Keuangan Q2 MNC 2020
  45. ^ Peta ISR TV Digital - SDPPI Maps
  46. ^ "Dashboard TV Digital". Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Diakses tanggal 23 Januari 2022. 
  47. ^ Durrohman, Ibad (4 November 2022). Azka, Rinaldi Mohammad, ed. "Tidak Terima Siaran Analog RCTI Dkk Diminta Padam, Hary Tanoe ke Meja Hijau". Bisnis.com. Diakses tanggal 4 November 2022. Dengan mengingat adanya permintaan... untuk dilakukan Analog Switch Off... maka kami akan melaksanakan permintaan tersebut pada hari ini, Kamis, 3 November 2022 jam 24.00 WIB. 
  48. ^ INEWS TV ACEH
  49. ^ a b KPID Maluku merekomendasikan cabut izin tiga lembaga penyiaran swasta
  50. ^ Saksikan Polemik on TV di iNews Malam Ini: Politik Gebuk Ala Jokowi
  51. ^ Memasuki Perempat Final UEFA Euro 2020, Audience Share iNews Terus Meroket
  52. ^ Jadwal Siaran Langsung Piala AFF 2016 di RCTI dan iNews TV
  53. ^ iNews Siarkan Langsung Liga Belanda 2018/2019
  54. ^ Gelar Turnamen Hot Nine di iNews TV, Ketum POBSI Hary Tanoesoedibjo Angkat Biliar Jadi Industri
  55. ^ Boards
  56. ^ Angkat Said Aqil Siroj Jadi Komut Anak Usaha MNC, Ini Harapan Hary Tanoesoedibjo
  57. ^ Jadi Wakomut iNewsTV dan MPI, Letjen (Purn) Joni Supriyanto Hadirkan Warna Berbeda

Pranala luar