Buka menu utama

Piala Sudirman adalah kejuaraan bulu tangkis internasional untuk nomor beregu campuran, mempertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Kejuaraan ini digelar setiap dua tahun sekali. Nama Sudirman diambil dari nama tokoh perbulu tangkisan Indonesia, almarhum Dick Sudirman, salah satu pendiri PBSI dan dikenal juga sebagai bapak bulu tangkis Indonesia.[1] Piala Sudirman tidak memperebutkan hadiah uang. Para pemain bertanding hanya untuk membela nama negara dan memperoleh poin peringkat BWF.

Piala Sudirman
Musim atau kompetisi terkini:
Piala Sudirman 2019
Didirikan1989
Juara terkini Korea Selatan (Gelar ke-4)
Juara terbanyak Tiongkok (10 gelar)
Situs web resmiPiala Sudirman

SejarahSunting

Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh Indonesia pada tahun 1986. Sepanjang sejarahnya, hanya tujuh negara yang telah berhasil mencapai babak semifinal di seluruh kejuaraan: Indonesia, Korea Selatan, Inggris, Malaysia, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Denmark.

Piala Sudirman yang pertama digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta pada 24-29 Mei 1989. Pada kejuaraan tersebut, Indonesia berhasil tampil sebagai juara dengan mengalahkan Korea Selatan dengan nilai 3-2. Itulah satu-satunya gelar Piala Sudirman yang pernah diraih Indonesia.

Sejak tahun 1991, Piala Sudirman secara bergantian direbut Korea Selatan dan Republik Rakyat Tiongkok. Korea Selatan menjadi juara pada tahun 1991, 1993, 2003 dan 2017 sedangkan Republik Rakyat Tiongkok juara pada 1995, 1997, 1999, 2001, 2005, 2007, 2009, 2011 2013 dan 2015.

PialaSunting

Piala Sudirman yang mempunyai tinggi 80 cm dirancang oleh Rusnadi dari Fakultas Seni Rupa ITB dan terdiri dari lima bagian. Tutup piala berbentuk Candi Borobudur yang merupakan salah satu monumen bersejarah yang terletak di Indonesia. Badan piala berbentuk kok (bola bulu tangkis) yang berlapiskan emas 22 karat dengan berat 600 gram.

Pegangan piala berbentuk benang sari. Bagian keempat berbentuk daun sirih yang merupakan ornamen ucapan selamat datang. Bagian kelima berupa alas berbentuk segi delapan yang melambangkan arah mata angin yang terbuat dari kayu jati. Piala ini dikerjakan PT. Masterix Bandung dengan harga USD 15 ribu (sekitar Rp. 27 juta) di kala itu.

HasilSunting

Statistik tim nasionalSunting

Tim Juara Tempat kedua
  Tiongkok 10 (1995, 1997, 1999, 2001, 2005, 2007, 2009, 2011, 2013, 2015) 2 (2003, 2017)
  Korea Selatan 4 (1991, 1993, 2003, 2017) 4 (1989, 1997, 2009, 2013)
  Indonesia 1 (1989) 6 (1991, 1993, 1995, 2001, 2005, 2007)
  Denmark 2 (1999, 2011)
  Jepang 1 (2015)

ReferensiSunting

  1. ^ BWF Sudirman Cup Championships. Diakses pada 23 Juni 2015.

Pranala luar dan sumberSunting