Buka menu utama

Liga Utama Inggris

Liga teratas sepak bola Inggris
(Dialihkan dari Premier League)

Liga Utama Inggris (juga disebut sebagai Liga Premier Inggris, bahasa Inggris: English Premier League, EPL di luar Inggris) adalah liga tertinggi dalam sistem liga sepak bola di Inggris. Kompetisi ini diikuti oleh 20 klub, dan menerapkan sistem promosi dan degradasi dengan English Football League (EFL).

Liga Utama Inggris
Premier League Logo.svg
Negara Inggris
KonfederasiUni Sepak Bola Eropa (UEFA)
Dibentuk20 Februari 1992; 27 tahun lalu (1992-02-20)
Jumlah tim20
Tingkat pada piramida1
Degradasi keKejuaraan EFL
Piala domestik
Piala ligaPiala EFL
Piala internasional
Juara bertahanManchester City (gelar ke-4)
(2018–2019)
Klub tersuksesManchester United
(13 gelar)
Pemain penampilan terbanyakGareth Barry (653)
Pencetak gol terbanyakAlan Shearer (260)
Stasiun televisi
penyiar
Situs webwww.premierleague.com
Liga Utama Inggris 2019–2020

Premier League adalah sebuah perusahaan yang di dalamnnya klub peserta liga bertindak sebagai pemegang saham. Musim kompetisi dimainkan dari bulan Agustus hingga Mei, di mana setiap tim bermain 38 pertandingan, dengan 19 pertandingan kandang dan 19 pertandingan tandang.[1] Mayoritas pertandingan dimainkan petang hari pada Sabtu dan Minggu.

Kompetisi ini didirikan dengan nama FA Premier League (Liga Utama [Inggris] FA) pada 20 Februari 1992 setelah beberapa klub peserta Divisi Pertama Liga Inggris memutuskan untuk memisahkan diri dari liga tersebut yang telah didirikan pada tahun 1888, dan mengambil keuntungan dari kesepakatan hak siar televisi yang dinilai menguntungkan.[2] Kesepakatan tersebut bernilai 1 miliar poundsterling per musim 2013–2014, di mana Sky dan BT Group menjadi pemegang hak domestik untuk menyiarkan masing-masing 116 dan 38 pertandingan.[3] 22 klub bermain pada musim pertama liga.[4] Liga ini menghasilkan 2,2 miliar poundsterling per tahunnya sebagai hasil dari hak siar domestik dan internasional.[5] Klub secara proporsional menerima pendapatan pembayaran terpusat sebesar 2,4 miliar poundsterling pada musim 2016–2017, dengan tambahan 343 juta poundsterling dalam rangka solidaritas kepada klub EFL.[6]

Liga ini menjadi liga olahraga dengan penonton terbanyak di dunia, dengan disiarkan di 212 wilayah ke 643 juta pemirsa di rumah[7] dan memiliki jumlah penonton potensial sebanyak 4,7 miliar.[8][9] Pada musim 2014–2015, jumlah rata-rata penonton liga mencapai 36.000 per pertandingan,[10] kedua tertinggi dari antaraliga sepak bola profesional lainnya, setelah Bundesliga di Jerman dengan catatan 43.500 penonton per pertandingan.[11] Rata-rata stadion diisi oleh penonton dengan jumlah yang hampir mencapai kapasitasnya.[12]

Liga Utama Inggris meraih peringkat kedua dalam Koefisien UEFA berdasarkan penampilan tim dalam kompetisi Eropa lima tahun terakhir, per tahun 2018.[13] 49 tim telah bermain sepanjang penyelenggaraan, di mana 47 klub berbasis di Inggris dan 2 klub berasal dari Wales, menjadikan liga ini menjadi kompetisi lintas batas negara. Enam tim telah meraih gelar juara, yakni: Manchester United (13), Chelsea (5), Manchester City (4), Arsenal (3), Blackburn Rovers (1), dan Leicester City (1). Rekor poin tertinggi dalam satu musim diraih oleh Manchester City dengan raihan 100 poin pada musim 2017–2018.

SejarahSunting

Latar belakangSunting

Meskipun beberapa klub mampu meraih kesuksesan besar di kancah Eropa pada 1970-an dan awal 1980-an, namun akhir 1980-an menandai titik rendah dalam dunia sepak bola Inggris. Stadion yang hancur, fasilitas bagi pendukung yang buruk, maraknya hooliganisme, dan larangan tampil bagi klub Inggris pada kompetisi Eropa selama lima tahun setelah Tragedi Heysel pada tahun 1985.[14] Divisi Pertama, liga sepak bola tingkat tertinggi sepak bola Inggris yang didirikan sejak 1888, tertinggal di belakang liga lainnya, seperti Serie A di Italia ataupun La Liga Spanyol, baik dalam jumlah pendapatan maupun kehadiran, serta berpindahnya pemain unggulan Inggris ke luar negeri.[15]

Pada tahun 1990-an tren tersebut mulai berubah, di mana pada Piala Dunia FIFA 1990, tim nasional Inggris mencapai babak semifinal dan UEFA mencabut larangan lima tahun terhadap klub-klub Inggris untuk bermain di kompetisi Eropa pada tahun 1990, sehingga Manchester United berhasil mengangkat Piala Winners UEFA pada tahun 1991. Laporan Taylor mengenai standar keselamatan stadion diterbitkan pada Januari 1991, yang mana laporan itu mengusulkan peningkatan kualitas stadion dengan membuat seluruh stadion memiliki tempat duduk, sehingga akan diperlukan biaya yang cukup tinggi. Hal ini terkait dengan Tragedi Hillsborough yang terjadi pada 15 April 1989.[16]

Pada tahun 1980-an, klub-klub besar Inggris telah mulai bertransformasi menjadi usaha bisnis dengan menerapkan prinsip-prinsip komersial pada administrasi klub untuk memaksimalkan pendapatan. Martin Edwards dari Manchester United, Irving Scholar dari Tottenham Hotspur, dan David Dein dari Arsenal menjadi beberapa pemimpin dalam transformasi ini.[17] Hal ini menyebabkan klub papan atas berusaha untuk meningkatkan kekuatan mereka, sehingga klub yang bermain pada Divisi Satu mengancam akan melepaskan diri dari Football League untuk meningkatkan kekuatan suara dan mengatur keuangan secara lebih menguntungkan dengan cara mengambil 50% bagian dari semua pendapatan televisi dan sponsor pada tahun 1986.[17] Mereka meminta agar perusahaan televisi membayar lebih untuk liputan pertandingan mereka,[18] dan pendapatan dari televisi menjadi semakin penting di mana The Football League menerima 6,3 juta poundsterling untuk perjanjian selama dua tahun pada tahun 1986, tetapi dalam kesepakatan bersama ITV pada tahun 1988, harganya naik tajam menjadi 44 juta poundsterling untuk durasi empat tahun, di mana klub papan atas mengambil 75% pendapatan.[19][20] Dalam negosiasi tersebut, masing-masing klub Divisi Pertama menerima sekitar 25 ribu poundsterling per tahun dari hak siar televisi sebelum tahun 1986 dan meningkat sekitar dua kali lipat berdasarkan negosiasi pada tahun 1986, dan melonjak menjadi 600 ribu poundsterling pada tahun 1988.[21] Negosiasi pada tahun 1988 dibayangi dengan ancaman sepuluh tim yang hendak membentuk "liga super", tetapi kemudian terbujuk sehingga tetap bermain di Football League, namun demikian mereka mengambil bagian terbesar dari kesepakatan tersebut.[19][22][23] Pada saat fasilitas stadion telah diperbaiki dan kehadiran penonton serta pendapatan meningkat, klub kembali mempertimbangkan untuk meninggalkan Football League agar dapat memanfaatkan masuknya uang ke dalam dunia olahraga.[23]

PembentukanSunting

Pada tahun 1990, direktur pelaksana London Weekend Television (LWT), Greg Dyke, bertemu dengan perwakilan dari lima klub sepak bola besar di Inggris (Manchester United, Liverpool, Tottenham, Everton, dan Arsenal) saat makan malam.[24] Pertemuan itu guna membuka jalan bagi mereka keluar dari The Football League.[25] Dyke percaya bahwa akan lebih menguntungkan bagi LWT jika hanya klub-klub besar yang ditayangkan di televisi nasional dan ia ingin memastikan apakah klub-klub itu akan tertarik pada bagian yang lebih besar dari pendapatan hak siar televisi.[26] Kelima klub setuju dengan saran itu dan memutuskan untuk meneruskannya, meskpun liga tersebut tidak akan memiliki kredibilitas tanpa dukungan dari The Football Association, sehinngga David Dein dari Arsenal mengadakan pembicaraan untuk melihat apakah FA dapat menerima ide tersebut. FA tidak memiliki hubungan yang sangat baik dengan Football League saat itu, dan menganggapnya sebagai cara untuk melemahkan posisi Football League.[27]

Pada penutupan musim 1991, sebuah proposal diajukan, dengan tujuan untuk membentuk suatu liga baru yang akan memberikan lebih banyak uang ke dalam keseluruhan permainan. Kesepakatan para pendiri (The Founder Members Agreement) ditandatangani pada 17 Juli 1991 oleh klub papan atas yang menandai pendirian dasar untuk persiapan Liga Utama FA (FA Premier League).[28] Divisi tingkat atas yang baru dibentuk ini, memiliki independensi dalam hal komersil yang terlepas dari The Football Association dan Football League, sehingga liga ini dapat menegosiasikan sendiri kesepakatan hak siar dan sponsor. Argumen yang diberikan saat itu ialah pendapatan tambahan yang memungkinkan klub Inggris untuk bersaing dengan klub lain di Eropa.[15] Meskipun Dyke memainkan peran penting dalam pembentukan liga ini, Dyke dan ITV kalah dalam pencalonan hak siar setelah BSkyB memenangkan pencalonan dengan tawaran 304 juta poundsterling selama lima tahun, bersama dengan BBC yang berhak menyiarkan rangkuman cuplikan pada Match of the Day.[24][26]

Pada tahun 1992, klub-klub Divisi Pertama mengundurkan diri secara massal dari Football League, dan pada 27 Mei 1992, Liga Utama FA (FA Premier League) didirikan sebagai perseroan terbatas yang bekerja di luar markas The FA di Lancaster Gate.[15] Hal ini menandai perpisahan Football League yang telah berjalan selama 104 tahun dengan empat divisi, sementara Liga Utama hanya memiliki satu divisi dan Football League kemudian berjalan dengan tiga divisi. Tidak terdapat perubahan dalam format kompetisi, dengan jumlah tim yang sama yang bermain pada tingkat tertinggi, dan sistem promosi dan degradasi antara Liga Utama dan Divisi Pertama yang baru tetap berjalan sama seperti antara Divisi Pertama dan Kedua yang lama, di mana tiga tim terdegradasi dan tiga tim dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi.[23]

Musim pertama liga adalah edisi 1992–1993 yang diikuti oleh 22 klub. Gol pertama dicetak oleh Brian Deane dari Sheffield United saat menaklukan Manchester United dengan skor 2–1.[29] Adapun 22 anggota pertama Liga Utama, yakni: Arsenal, Aston Villa, Blackburn Rovers, Chelsea, Coventry City, Crystal Palace, Everton, Ipswich Town, Leeds United, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Middlesbrough, Norwich City, Nottingham Forest, Oldham Athletic, Queens Park Rangers, Sheffield United, Sheffield Wednesday, Southampton, Tottenham Hotspur, dan Wimbledon.[30] Luton Town, Notts County, dan West Ham United merupakan tiga tim yang terdegradasi dari Divisi Pertama yang lama dan tidak ikut serta pada edisi pertama ini.[31]

Dominansi "Empat Besar"Sunting

Hasil tim "empat besar" selama tahun 2000-an
Musim ARS CHE LIV MUN
2000–01 2 6 3 1
2001–02 1 6 2 3
2002–03 2 4 5 1
2003–04 1 2 4 3
2004–05 2 1 5 3
2005–06 4 1 3 2
2006–07 4 2 3 1
2007–08 3 2 4 1
2008–09 4 3 2 1
2009–10 3 1 7 2
Empat besar 10 8 7 10
dari 10
     Juara liga
     Babak grup Liga Champions
     Babak kualifikasi ketiga / play-off Liga Champions
     Babak kualifikasi pertama Liga Champions
     Piala UEFA / Liga Eropa

Salah satu fitur penting dari Liga Utama pada pertengahan 2000-an adalah dominasi apa yang disebut klub "Empat Besar": Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Manchester United.[32][33] Selama dekade ini, mereka mendominasi empat tempat teratas, yang datang dengan kualifikasi Liga Champions UEFA, mengambil semua empat tempat teratas dalam 5 dari 6 musim dari 2003–2004 sampai 2008–2009, sementara setiap musim selama tahun 2000-an menyaksikan "Big Four" selalu lolos ke kompetisi Eropa. Setelah musim 2003–2004, Arsenal memperoleh julukan "The Invincible" karena mereka menjadi klub pertama yang menyelesaikan kampanye Liga Utama tanpa kekalahan satu pertandingan pun, satu-satunya waktu yang pernah terjadi di Liga Utama.[34][35]

Selama tahun 2000-an, hanya empat sisi diluar "Empat Besar" yang berhasil lolos ke Liga Champions: Leeds United (1999–2000), Newcastle United (2001–2002 dan 2002–2003), Everton (2004–2005) dan Tottenham Hotspur (2009–2010) – masing-masing menempati tempat terakhir Liga Champions, dengan pengecualian Newcastle pada musim 2002–03, yang finis ketiga.

Pada bulan Mei 2008 Kevin Keegan menyatakan bahwa dominasi "Empat Besar" mengancam divisi tersebut, "Liga ini dalam bahaya menjadi salah satu liga paling membosankan tetapi hebat di dunia."[36] Ketua eksekutif Liga Utama Richard Scudamore mengatakan dalam pembelaan: "Ada banyak pergolakan yang terjadi di Liga Utama tergantung pada apakah Anda berada di atas, di tengah atau di bawah yang membuatnya menarik."[37]

Antara 2005 dan 2012, ada perwakilan Liga Utama di tujuh dari delapan final Liga Champions, dengan hanya klub "Empat Besar" yang mencapai tahap itu. Liverpool (2005), Manchester United (2008) dan Chelsea (2012) memenangkan kompetisi selama periode ini, dengan Arsenal (2006), Liverpool (2007), Chelsea (2008) dan Manchester United (2009 dan 2011) semuanya kalah di final Liga Champions.[38] Leeds United adalah satu-satunya tim non-"Empat Besar" yang mencapai semi final Liga Champions, pada musim 2000–2001.

Selain itu, antara musim 1999–2000 dan 2009–2010, empat tim Liga Utama mencapai Piala UEFA atau final Liga Eropa, dengan hanya Liverpool yang berhasil memenangkan kompetisi pada tahun 2001. Arsenal (2000), Middlesbrough (2006) dan Fulham (2010) semua kalah final.[39]

Meskipun dominasi grup berkurang ke tingkat setelah periode ini dengan munculnya Manchester City dan Tottenham, dalam hal semua poin Liga Utama menang mereka tetap jelas dengan selisih. Pada akhir musim 2018–19, musim ke-27 Liga Utama – Liverpool, di tempat keempat dalam tabel poin sepanjang masa, lebih dari 250 poin didepan tim berikutnya, Tottenham Hotspur. Mereka juga satu-satunya tim yang mempertahankan rata-rata kemenangan lebih dari 50% sepanjang masa Liga Utama mereka.[40]

Munculnya "Enam Besar"Sunting

Tahun-tahun setelah 2009 menandai perubahan dalam struktur "Empat Besar" dengan Tottenham Hotspur dan Manchester City keduanya masuk ke empat tempat teratas secara teratur, mengubah "Empat Besar" menjadi "Enam Besar".[41] Pada musim 2009–2010, Tottenham berada diurutan keempat dan menjadi tim pertama yang menembus empat besar sejak Everton lima tahun sebelumnya.[42] Namun, kritik terhadap kesenjangan antara kelompok elit "klub super" dan mayoritas Liga Utama terus berlanjut, karena meningkatnya kemampuan mereka untuk membelanjakan lebih banyak daripada klub Liga Utama lainnya.[43] Manchester City memenangkan gelar di musim 2011–2012, menjadi klub pertama di luar "Empat Besar" yang menang sejak Blackburn Rovers pada musim 1994–1995. Musim itu juga melihat dua dari "Empat Besar" (Chelsea dan Liverpool) finis diluar empat tempat teratas untuk pertama kalinya sejak musim itu.[41]

Hasil tim 'Enam Besar' selama tahun 2010-an
Musim ARS CHE LIV MCI MUN TOT
2010–11 4 2 6 3 1 5
2011–12 3 6 8 1 2 4
2012–13 4 3 7 2 1 5
2013–14 4 3 2 1 7 6
2014–15 3 1 6 2 4 5
2015–16 2 10 8 4 5 3
2016–17 5 1 4 3 6 2
2017–18 6 5 4 1 2 3
2018–19 5 3 2 1 6 4
Empat besar 6 6 4 9 5 5
Enam besar 9 8 6 9 8 9
dari 9
     Juara liga
     Babak grup Liga Champions
     Babak play-off Liga Champions
     Liga Eropa

Dengan hanya empat tempat kualifikasi Liga Champions UEFA yang tersedia di liga, sekarang ada kompetisi yang lebih besar untuk kualifikasi, meskipun dari enam klub yang sempit. Jika tim memiliki poin dan selisih gol yang sama, play-off untuk tempat Liga Champions UEFA akan dimainkan di tempat netral. Dalam lima musim berikutnya setelah kampanye 2011–2012, Manchester United dan Liverpool sama-sama menempatkan diri mereka di luar empat besar tiga kali sementara Chelsea berada di posisi 10 pada musim 2015–2016. Arsenal finis di urutan ke-5 pada 2016–2017, mengakhiri rekor mereka dengan 20 kali jadi empat besar berturut-turut.[44]

Pada musim 2015–2016, empat besar ditembus oleh tim non-Enam Besar untuk pertama kalinya sejak Everton pada tahun 2005. Leicester City adalah pemenang kejutan liga, sebagai hasilnya lolos ke Liga Champions.[45]

Di luar lapangan, "Enam Besar" memiliki kekuatan dan pengaruh finansial yang signifikan, dengan klub-klub ini berargumen bahwa mereka harus mendapatkan bagian yang lebih besar dari pendapatan karena perawakan yang lebih besar dari klub mereka secara global dan sepak bola menarik yang ingin mereka mainkan.[46] Keberatan berpendapat bahwa struktur pendapatan egaliter di Liga Utama membantu mempertahankan liga kompetitif yang sangat penting untuk keberhasilannya di masa depan.[47]

Laporan Deloitte Football Money League 2016–2017 menunjukkan perbedaan keuangan antara "Enam Besar" dan anggota divisi lainnya. Semua tim "Enam Besar" memiliki pendapatan lebih dari €350 juta, dengan Manchester United memiliki pendapatan terbesar di liga di €676,3 juta. Leicester City adalah klub terdekat dengan "Enam Besar" dalam hal pendapatan, mencatat angka €271,1 juta untuk musim itu – dibantu oleh partisipasi di Liga Champions. Generator pendapatan ke delapan terbesar West Ham, yang tidak bermain di kompetisi Eropa, memiliki pendapatan €213,3 juta, hampir setengah dari klub dengan pendapatan terbesar kelima, Liverpool (€424,2 juta).[48] Sebagian besar dari pendapatan klub pada saat itu berasal dari kesepakatan siaran televisi, dengan klub terbesar masing-masing mengambil dari sekitar £150 juta hingga hampir £200 juta di musim 2016–2017 dari kesepakatan tersebut.[49] Dalam laporan Deloitte tahun 2019, semua "Enam Besar" berada di sepuluh besar klub terkaya di dunia.[50]

PerkembanganSunting

Jumlah klub dikurangi menjadi 20, turun dari 22, pada 1995 ketika empat tim diturunkan dari liga dan hanya dua tim yang dipromosikan.[51][52] Liga divisi teratas hanya berisi 22 tim pada awal musim 1991–1992 yang merupakan tahun sebelum pembentukan Liga Utama.[52]

Pada 8 Juni 2006, FIFA meminta agar semua jumlah peserta liga utama Eropa, termasuk Serie A Italia dan La Liga Spanyol, dikurangi menjadi 18 tim pada awal musim 2007–2008. Liga Utama merespon dengan mengumumkan niat mereka untuk menolak pengurangan tersebut.[53] Pada akhirnya, musim 2007–2008 dimulai lagi dengan 20 tim.[54]

Liga mengubah namanya dari Liga Utama Inggris FA menjadi Liga Utama Inggris pada 2007.[55]

Struktur perusahaanSunting

The Football Association Premier League Ltd (FAPL)[56][57][58] dijalankan sebagai perusahaan dan dimiliki oleh 20 klub anggota. Setiap klub adalah pemegang saham, di mana masing-masing tim memiliki satu suara untuk masalah seperti perubahan peraturan dan kontrak. Klub memilih ketua, kepala eksekutif, dan dewan direksi untuk mengawasi operasi harian liga.[59] The Football Association tidak terlibat langsung dalam operasi sehari-hari kompetisi, tetapi memiliki hak veto sebagai pemegang saham khusus pada saat pemilihan ketua dan kepala eksekutif dan ketika aturan baru diadopsi oleh liga.[60]

Ketua saat ini adalah Sir Dave Richards, yang diangkat pada April 1999, dan kepala eksekutifnya adalah Richard Scudamore yang diangkat pada November 1999.[61] Mantan ketua dan kepala eksekutif, masing-masing John Quinton dan Peter Leaver, dipaksa untuk mengundurkan diri pada Maret 1999 setelah memberikan kontrak konsultasi kepada mantan eksekutif Sky Sam Chisholm dan David Chance.[62] Rick Parry merupakan kepala eksekutif pertama liga.[63] Pada 13 November 2018, Susanna Dinnage diumumkan sebagai penerus Scudamore yang menjabat mulai awal 2019.[64]

Liga Utama Inggris mengirimkan perwakilan ke Asosiasi Klub Eropa UEFA, jumlah klub dan klub yang dipilih sendiri merujuk kepada koefisien UEFA. Untuk musim 2012–2013, Liga Utama Inggris memiliki 10 perwakilan dalam asosiasi tersebut, yaitu: Arsenal, Aston Villa, Chelsea, Everton, Fulham, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Newcastle United dan Tottenham Hotspur.[65] Asosiasi Klub Eropa bertanggung jawab untuk memilih tiga anggota ke Komite Kompetisi Klub UEFA, yang terlibat dalam pelaksanaan kompetisi UEFA seperti Liga Champions dan Liga Eropa.[66]

Format kompetisiSunting

KompetisiSunting

Sebanyak 20 klub berkompetisi di Liga Utama Inggris. Setiap musim kompetisi, setiap klub melawan klub lain masing-masing sebanyak dua kali. Sekali di stadion mereka (home) dan sekali lagi di tempat lawannya (away). Sebanyak 38 pertandingan untuk setiap klub menjadikan total 380 pertandingan di Liga Utama Inggris. Setiap akhir musim, tiga klub pada urutan terbawah terdegradasi dan empat klub teratas masuk kompetisi Liga Champions UEFA. 3 klub teratas masuk secara otomatis, sedangkan urutan ke-4 masuk melalui babak play-off. Klub pada urutan ke-5 liga akan masuk kompetisi untuk memperebutkan Liga Eropa UEFA. Klub pada urutan ke-6 dan 7 bisa juga masuk kompetisi Liga Eropa UEFA tergantung pada situasi dua kompetisi domestik lainnya. Sedang klub urutan 18-20 akan terdegradasi ke Divisi Championship dan akan digantikan oleh klub peringkat 1-2 dari Divisi Championship yang otomatis promosi serta klub peringkat 3-6 dari Divisi Championship yang memperebutkan satu tiket tersisa melalui babak play-off.

Promosi dan degradasiSunting

Klub pesertaSunting

Sebanyak 45 klub telah bermain di Liga Utama Inggris sejak dibentuk tahun 1992 termasuk untuk musim 2016-17. Sampai musim ini, hanya ada 6 klub yang mampu terus bertahan di Liga Utama. Bahkan sang runner-up musim lalu, Manchester City pernah terlempar dari kasta tertinggi Liga Inggris dan bermain di Divisi Dua[67]. Klub yang bertahan adalah Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, Manchester United dan Tottenham Hotspur.[68]

JuaraSunting

No. Musim Juara
1 1992–1993 Manchester United
2 1993–1994 Manchester United
3 1994–1995 Blackburn Rovers
4 1995–1996 Manchester United
5 1996–1997 Manchester United
6 1997–1998 Arsenal
7 1998–1999 Manchester United
8 1999–2000 Manchester United
9 2000–2001 Manchester United
10 2001–2002 Arsenal
No. Musim Juara
11 2002–2003 Manchester United
12 2003–2004 Arsenal
13 2004–2005 Chelsea
14 2005–2006 Chelsea
15 2006–2007 Manchester United
16 2007–2008 Manchester United
17 2008–2009 Manchester United
18 2009–2010 Chelsea
19 2010–2011 Manchester United
20 2011–2012 Manchester City
No. Musim Juara
21 2012–2013 Manchester United
22 2013–2014 Manchester City
23 2014–2015 Chelsea
24 2015–2016 Leicester City
25 2016–2017 Chelsea
26 2017–2018 Manchester City
27 2018–2019 Manchester City

Menurut klubSunting

Klub Jumlah gelar Musim kemenangan
Manchester United 13 1992–1993, 1993–1994, 1995–1996, 1996–1997, 1998–1999, 1999–2000, 2000–2001, 2002–2003, 2006–2007, 2007–2008, 2008–2009, 2010–2011, 2012–2013
Chelsea 5 2004–2005, 2005–2006, 2009–2010, 2014–2015, 2016–2017
Manchester City 4 2011–2012, 2013–2014, 2017–2018, 2018–2019
Arsenal 3 1997–1998, 2001–2002, 2003–2004
Blackburn Rovers 1 1994–1995
Leicester City 1 2015–2016

Peserta musim 2019–2020Sunting

20 klub berikut bersaing dalam Liga Utama Inggris selama musim 2019–2020.

Klub Posisi
di 2018–2019
Musim pertama di
divisi utama
Musim pertama di
Liga Utama
Inggris
Musim
di divisi
utama
Musim
di Liga Utama
Inggris
Musim pertama
saat ini menggantikan
divisi utama
Gelar
divisi
utama
Gelar terakhir
di divisi
utama
Arsenala, b ke-5 1904–05 1992–93 103 28 1919–20 13 2003–04
Aston Villaa, c ke-5 di Championship 1888–89 1992–93 105 25 2019–20 7 1980–81
Bournemouthb ke-14 2015–16 2015–16 5 5 2015–16 0 n/a
Brighton & Hove Albionb ke-17 1979–80 2017–18 7 3 2017–18 0 n/a
Burnleyc ke-15 1888–89 2009–10 57 6 2016–17 2 1959–60
Chelseaa, b ke-3 1907–08 1992–93 85 28 1989–90 6 2016–17
Crystal Palacea ke-12 1969–70 1992–93 20 11 2013–14 0 n/a
Evertona, b, c ke-8 1888–89 1992–93 117 28 1954–55 9 1986–87
Leicester City ke-9 1908–09 1994–95 51 14 2014–15 1 2015–16
Liverpoola, b ke-2 1894–95 1992–93 105 28 1962–63 18 1989–90
Manchester Citya ke-1 1899–1900 1992–93 91 23 2002–03 6 2018–19
Manchester Uniteda, b ke-6 1892–93 1992–93 95 28 1975–76 20 2012–13
Newcastle United ke-13 1898–99 1993–94 88 25 2017–18 4 1926–27
Norwich Citya ke-1 di Championship 1972–73 1992–93 27 9 2019–20 0 n/a
Sheffield Uniteda ke-2 di Championship 1893–94 1992–93 62 4 2019–20 3 1897–98
Southamptona ke-16 1966–67 1992–93 43 21 2012–13 0 n/a
Tottenham Hotspura, b ke-4 1909–10 1992–93 85 28 1978–79 2 1960–61
Watford ke-11 1982–83 1999–2000 13 7 2015–16 0 n/a
West Ham United ke-10 1923–24 1993–94 62 24 2012–13 0 n/a
Wolverhampton Wanderersc ke-7 1888–89 2003–04 65 6 2018–19 3 1958–59

a: Anggota pendiri Liga Utama Inggris
b: Tidak pernah terdegradasi dari Liga Utama Inggris
c: Salah satu dari 12 tim asli Football League

Klub lainSunting

Klub Liga saat ini Posisi
di 2018–2019
Musim pertama di
divisi utama
Musim pertama di
Liga Utama Inggris
Musim terbaru di
Liga Utama Inggris
Musim
di divisi
utama
Musim
di Liga
Utama Inggris
Gelar
divisi
utama
Gelar terakhir
di divisi
utama
Barnsley Championship ke-2 di Liga Satu 1997–98 1997–98 1997–98 1 1 0 n/a
Birmingham City Championship ke-17 1894–95 2002–03 2010–11 57 7 0 n/a
Blackburn Roversa, b Championship ke-15 1888–89 1992–93 2011–12 72 18 3 1994–95
Blackpool League One ke-10 1930–31 2010–11 2010–11 28 1 0 n/a
Bolton Wanderersb League One ke-23 di Championship 1888–89 1995–96 2011–12 61 13 0 n/a
Bradford City League Two ke-24 di League One 1908–09 1999–2000 2000–01 12 2 0 n/a
Cardiff Cityc Championship ke-18 di Premier League 1921–22 2013–14 2018–19 17 2 0 n/a
Charlton Athletic Championship ke-3 di League One 1936–37 1998–99 2006–07 27 8 0 n/a
Coventry Citya League One ke-8 1967–68 1992–93 2000–01 34 9 0 n/a
Derby Countyb Championship ke-6 1888–89 1996–97 2007–08 65 7 2 1974–75
Fulham Championship ke-19 di Premier League 1949–50 2001–02 2018–19 26 14 0 n/a
Huddersfield Town Championship ke-20 di Premier League 1920–21 2017–18 2018–19 33 2 3 1925–26
Hull City Championship 13th 2008–09 2008–09 2016–17 5 5 0 n/a
Ipswich Towna League One ke-24 di Championship 1961–62 1992–93 2001–02 26 5 1 1961–62
Leeds Uniteda Championship ke-3 1924–25 1992–93 2003–04 50 12 3 1991–92
Middlesbrougha Championship ke-7 1902–03 1992–93 2016–17 62 15 0 n/a
Nottingham Foresta Championship ke-9 1892–93 1992–93 1998–99 56 5 1 1977–78
Oldham Athletica League Two ke-14 1910–11 1992–93 1993–94 12 2 0 n/a
Portsmouth League One ke-4 1927–28 2003–04 2009–10 33 7 2 1949–50
Queens Park Rangersa Championship 19th 1968–69 1992–93 2014–15 23 7 0 n/a
Reading Championship ke-20 2006–07 2006–07 2012–13 3 3 0 n/a
Sheffield Wednesdaya Championship ke-12 1892–93 1992–93 1999–2000 66 8 4 1929–30
Stoke Cityb Championship ke-16 1888–89 2008–09 2017–18 63 10 0 n/a
Sunderland League One ke-5 1890–91 1995–96 2016–17 87 13 6 1935–36
Swansea Cityc Championship ke-10 1981–82 2011–12 2017–18 9 7 0 n/a
Swindon Town League Two ke-13 1993–94 1993–94 1993–94 1 1 0 n/a
West Bromwich Albionb Championship ke-4 1888–89 2002–03 2017–18 79 12 1 1919–20
Wigan Athletic Championship ke-18 2005–06 2005–06 2012–13 8 8 0 n/a
Wimbledona Dibubarkan Dibubarkan (2003–2004) 1892–93 1992–93 1999–2000 14 8 0 n/a

a: Anggota pendiri Liga Utama Inggris
b: Salah satu dari 12 tim asli Football League
c: Klub yang berasal dari Wales

Klub non-InggrisSunting

Kompetisi internasionalSunting

Kompetisi di EropaSunting

Empat tim teratas di Liga Utama lolos ke babak penyisihan grup Liga Champions musim berikutnya. Para pemenang Liga Champions UEFA dan Liga Eropa UEFA juga lolos ke babak grup Liga Champions UEFA musim berikutnya. Jika ini berarti enam tim Liga Utama lolos, maka tim yang berada diposisi keempat di Liga Utama malah bermain di Liga Eropa UEFA, karena setiap negara dibatasi hingga maksimal 5 tim.

Tim yang berada diposisi kelima di Liga Utama lolos ke babak penyisihan grup Liga Eropa musim berikutnya. Pemenang Piala FA juga lolos ke babak penyisihan grup Liga Eropa UEFA musim berikutnya, tetapi jika pemenang juga finis di lima tempat teratas di Liga Utama, maka tempat ini kembali ke tim yang berada di urutan keenam. Pemenang Piala EFL memenuhi syarat untuk putaran kualifikasi kedua Liga UEFA musim berikutnya, tetapi jika pemenang sudah memenuhi syarat untuk kompetisi UEFA melalui Liga Utama atau Piala FA, maka tempat ini kembali ke tim yang berada diurutan keenam di Liga Utama, atau ketujuh jika hasil Piala FA telah menyebabkan tim yang berada diurutan keenam memenuhi syarat.[69]

Jumlah tempat yang dialokasikan untuk klub Inggris dalam kompetisi UEFA tergantung pada posisi yang dimiliki suatu negara dalam koefisien negara UEFA, yang dihitung berdasarkan kinerja tim dalam kompetisi UEFA dalam lima tahun sebelumnya. Saat ini peringkat Inggris (dan de facto Liga Utama Inggris) adalah ke-2 di belakang Spanyol.

Diekstraksi dari 2018 peringkat negara dengan koefisien UEFA mereka[70]
Peringkat
2018
Peringkat
2017
Berubah Liga 2013–14 2014–15 2015–16 2016–17 2017–18 Koefisien Tempat di Liga Champions UEFA Tempat di Liga Eropa UEFA
GS PO Q3 Q2 Q1 PQ GS PO Q3 Q2 Q1 PQ
1 1 =   Spanyol 23.000 20.214 23.928 20.142 19.714 106.998 4 2 1
2 3 +1   Inggris 16.785 13.571 14.250 14.928 20.071 79.605 4 2 1
3 4 +1   Italia 14.166 19.000 11.500 14.250 17.333 76.249 4 2 1
4 2 –2   Jerman 14.714 15.857 16.428 14.571 9.857 71.427 4 2 1
5 5 =   Prancis 8.500 10.916 11.083 14.416 11.500 56.415 2 1 2 1
6 6 =   Rusia 10.416 9.666 11.500 9.200 12.600 53.382 2 1 1 1 1
7 7 =   Portugal 9.916 9.083 10.500 8.083 9.666 47.248 1 1 1 1 1
8 8 =   Ukraina 7.833 10.000 9.800 5.500 8.000 41.133 1 1 1 1 1
9 9 =   Belgia 6.400 9.600 7.400 12.500 2.600 38.500 1 1 1 1 1
10 10 =   Turki 6.700 6.000 6.600 9.700 6.800 35.800 1 1 1 1 1

Penampilan di kompetisi internasionalSunting

Antara musim 1992–93 dan 2018–19, klub Liga Utama Inggris memenangkan Liga Champions UEFA lima kali (dan memiliki tujuh runner-up), di belakang La Liga Spanyol dengan sebelas kemenangan, sejajar dengan Serie A Italia, dan didepan diantara yang lain, Bundesliga Jerman dengan tiga kemenangan.[38] Piala Dunia Antarklub FIFA (awalnya disebut Kejuaraan Dunia Antarklub FIFA) telah dimenangkan sekali oleh klub Liga Utama (Manchester United pada 2008),[71] dengan dua runner-up (Liverpool pada 2005, Chelsea pada 2012),[72][73] dibelakang La Liga Spanyol dengan tujuh kemenangan,[74] Brasileirão Brasil dengan empat kemenangan,[72][73][75][76] dan Serie A Italia dengan dua kemenangan.[77][78]

KeuanganSunting

Sunting

Liga Utama Inggris telah mempunyai sponsor utama sejak tahun 1993. Sponsor utama berhak menambahkan namanya di nama liga. Tercatat sudah ada tiga sponsor utama.[79]

Liga Utama Inggris juga mempunyai beberapa sponsor lain untuk mendukung jalannya liga.[82] Pemasok resmi bola pertandingan adalah Nike yang telah bekerja sama sejak musim 2000-01.[83]

PenyiarSunting

Britania Raya dan IrlandiaSunting

InternasionalSunting

Jarak dengan liga kasta lainSunting

StadionSunting

ManajerSunting

PemainSunting

PenghargaanSunting

ReferensiSunting

  1. ^ When will goal-line technology be introduced? Diarsipkan 9 Juli 2013 di Wayback Machine.
  2. ^ "United (versus Liverpool) Nations". The Observer. 6 Januari 2002. Diakses tanggal 8 August 2006. 
  3. ^ Gibson, Owen (13 June 2012). "Premier League lands £3bn deal". The Guardian. Diakses tanggal 14 June 2012. 
  4. ^ "premierleague history". Diakses tanggal 2 Agustus 2012. 
  5. ^ "Top Soccer Leagues Get 25% Rise in TV Rights Sales, Report Says". Bloomberg. Diakses pada 4 Agustus 2014
  6. ^ "Premier League value of central payments to Clubs". Premier League. 1 June 2017. Diakses tanggal 6 June 2017. 
  7. ^ "The World's Most Watched League". Premier League. PremierLeague.com. 16 November 2011. Diakses tanggal 2 Agustus 2012. 
  8. ^ "History and time are key to power of football, says Premier League chief". The Times. 3 July 2013. Diakses tanggal 3 July 2013. 
  9. ^ "Playing the game: The soft power of sport". British Council. Diakses tanggal 9 October 2018. 
  10. ^ "Premier League 2014/2015 " Attendance " Home matches". worldfootball.net. Diakses tanggal 30 January 2016. 
  11. ^ "Bundesliga Statistics: 2014/2015". ESPN FC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 January 2016. Diakses tanggal 18 January 2018. 
  12. ^ Chard, Henry. "Your ground's too big for you! Which stadiums were closest to capacity in England last season?". Sky Sports. Diakses tanggal 30 January 2016. 
  13. ^ uefa.com (31 July 2018). "Member associations - Country coefficients – UEFA.com". 
  14. ^ "1985: English teams banned after Heysel". BBC Archive. BBC. 31 May 1985. Diakses tanggal 8 August 2006. 
  15. ^ a b c "A History of The Premier League". Premier League. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 November 2011. Diakses tanggal 22 November 2007. 
  16. ^ "The Taylor Report". Football Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Oktober 2006. Diakses tanggal 22 November 2007. 
  17. ^ a b Taylor, Matthew (18 October 2013). The Association Game: A History of British Football. Routledge. hlm. 342. ISBN 9781317870081. 
  18. ^ Tongue, Steve (2016). Turf Wars: A History of London Football. Pitch Publishing. ISBN 9781785312489. 
  19. ^ a b Taylor, Matthew (18 October 2013). The Association Game: A History of British Football. Routledge. hlm. 343. ISBN 9781317870081. 
  20. ^ Crawford, Gerry. "Fact Sheet 8: British Football on Television". Centre for the Sociology of Sport, University of Leicester. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 June 2011. Diakses tanggal 10 August 2006. 
  21. ^ Lipton, Martin (5 October 2017). "Chapter 15: Mr Chairman". White Hart Lane: The Spurs Glory Years 1899–2017. Weidenfeld & Nicolson. ISBN 9781409169284. 
  22. ^ "Super Ten Losing Ground". New Straits Times. 14 July 1988. Diakses tanggal 9 September 2013. 
  23. ^ a b c "The History of the Football League". Football League. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2008. Diakses tanggal 12 September 2010. 
  24. ^ a b Conn, David (4 September 2013). "Greg Dyke seems to forget his role in the Premier League's formation". The Guardian. Diakses tanggal 18 January 2018. 
  25. ^ "The Men who Changed Football". BBC. 20 February 2001. Diakses tanggal 20 December 2018. 
  26. ^ a b Rodrigues, Jason (2 February 2012). "Premier League football at 20: 1992, the start of a whole new ball game". The Guardian. Diakses tanggal 18 January 2018. 
  27. ^ MacInnes, Paul (23 July 2017). "Deceit, determination and Murdoch's millions: how Premier League was born". The Guardian. Diakses tanggal 18 January 2018. 
  28. ^ "In the matter of an agreement between the Football Association Premier League Limited and the Football Association Limited and the Football League Limited and their respective member clubs". HM Courts Service. HM Government. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 8 August 2006. 
  29. ^ Shaw, Phil (17 August 1992). "The Premier Kick-Off: Ferguson's false start". The Independent. Diakses tanggal 24 August 2010. 
  30. ^ "Final 1992/1993 English Premier Table". Soccerbase. Racing Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 August 2011. Diakses tanggal 14 September 2010. 
  31. ^ Lovejoy, Joe (2011). "3. The Big Kick-Off". Glory, Goals and Greed: Twenty Years of the Premier League. Random House. ISBN 978-1-78057-144-7. 
  32. ^ Northcroft, Jonathan (11 Mei 2008). "Breaking up the Premier League's Big Four". The Sunday Times. Diakses tanggal 26 Mei 2011. 
  33. ^ "The best of the rest". Soccernet. ESPN. 29 Januari 2007. Diakses tanggal 27 November 2007. 
  34. ^ "Arsenal make history". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 15 Mei 2004. Diakses tanggal 16 September 2015. 
  35. ^ Platt, Oli (11 Desember 2018). "Arsenal Invincibles: How Wenger's 2003-04 Gunners went a season without defeat". Goal. Diakses tanggal 10 Januari 2019. 
  36. ^ "Power of top four concerns Keegan". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 6 Mei 2008. Diakses tanggal 6 Mei 2008. 
  37. ^ "Scudamore defends 'boring' League". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 7 Mei 2008. Diakses tanggal 9 Mei 2008. 
  38. ^ a b "UEFA Champions League – History: Finals by season". UEFA. Diakses tanggal 21 Juni 2018. 
  39. ^ "UEFA Europa League – History: Finals by season". UEFA. Diakses tanggal 21 Juni 2018. 
  40. ^ https://www.statbunker.com/alltimestats/AllTimeLeagueTable?comp_code=EPL
  41. ^ a b Jolly, Richard (11 Agustus 2011). "Changing dynamics of the 'Big Six' in Premier League title race". The National. Diakses tanggal 18 Agustus 2013. 
  42. ^ "Champions League defeat could ruin Tottenham's season says Vedran Corluka". The Telegraph. Diakses tanggal 14 Agustus 2014
  43. ^ "Alex McLeish says Aston Villa struggle to compete with top clubs". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 8 September 2011. Diakses tanggal 8 September 2011. 
  44. ^ De Menezes, Jack (11 Mei 2016). "Arsenal secure top-four finish for 20th straight season to reach Champions League after Manchester United defeat". Independent. Diakses tanggal 1 Juni 2016. 
  45. ^ "Leicester City win Premier League title after Tottenham draw at Chelsea". BBC Sport. 2 Mei 2016. 
  46. ^ "Premier League clubs aim to block rich six's bid for a bigger share of TV cash". The Guardian. 27 September 2017. 
  47. ^ "The changing shape of the Premier League: how the 'big six' are pulling away". The Telegraph. 2 Oktober 2017. 
  48. ^ "Manchester United remain football's top revenue-generator". BBC Sport. 23 Januari 2018. Diakses tanggal 13 Maret 2018. 
  49. ^ Conn, David (6 June 2018). "Premier League finances: the full club-by-club breakdown and verdict". The Guardian. Diakses tanggal 9 Desember 2018. 
  50. ^ "Deloitte Football Money League 2019: Real Madrid richest ahead of Barcelona and Manchester United". Sky News. 24 Januari 2019. Diakses tanggal 10 Mei 2019. 
  51. ^ Barclay, Patrick (14 August 1994). "F.A. Premiership: Free spirits set to roam". The Guardian. Templat:ProQuest. 
  52. ^ a b Miller, Nick (15 Agustus 2017). "How the Premier League has evolved in 25 years to become what it is today". ESPN. Diakses tanggal 5 Juli 2018. 
  53. ^ "Fifa wants 18-team Premier League". BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 8 Juni 2006. Diakses tanggal 8 Agustus 2006. 
  54. ^ "English Premier League Table – 2007–08". ESPN. Diakses tanggal 11 Januari 2018. 
  55. ^ "Premier League and Barclays Announce Competition Name Change" (PDF). Premier League. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 4 Maret 2009. Diakses tanggal 22 November 2006. 
  56. ^ curia.europa.eu C-403/08 – Football Association Premier League and Others
  57. ^ premierleague.com Diarsipkan 18 October 2015 di Wayback Machine. Privacy Policy / CONTACT
  58. ^ premierleague.com Diarsipkan 1 July 2015 di Wayback Machine. Terms & Conditions
  59. ^ "Our relationship with the clubs". Premier League. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 November 2006. Diakses tanggal 8 August 2006. 
  60. ^ "The Premier League and Other Football Bodies". Premier League. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 March 2006. Diakses tanggal 12 September 2010. 
  61. ^ Nakrani, Sachin (10 June 2008). "Premier League v England time-line". The Guardian. Diakses tanggal 14 September 2010. 
  62. ^ "Timeline: a history of TV football rights". The Guardian. 25 February 2003. Diakses tanggal 14 September 2010. 
  63. ^ "Rick Parry says drop in cost of Premier League TV rights 'to be expected'". Eurosport. Press Association. 14 February 2018. Diakses tanggal 13 July 2018. 
  64. ^ Roan, Dan (13 November 2018). "Premier League: Susanna Dinnage named new chief executive". BBC. Diakses tanggal 13 November 2018. 
  65. ^ "ECA Members". European Club Association. Diakses tanggal 11 January 2013. 
  66. ^ "European Club Association: General Presentation". European Club Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 August 2010. Diakses tanggal 7 September 2010. 
  67. ^ Tim Yang Belum Pernah Terdegradasi di Premier League
  68. ^ "It's official – Tottenham have the worst defence in Premier League history". Daily Mail. 14 November 2007. Diakses tanggal 1 December 2007. 
  69. ^ "Premier League clubs' UEFA qualification explained". Premier League. 4 Mei 2018. Diakses tanggal 6 November 2018. 
  70. ^ "Country Coefficients 2017/18". UEFA.com. 
  71. ^ "Red Devils rule in Japan". Fédération Internationale de Football Association. 21 Desember 2008. Diakses tanggal 6 Maret 2013. 
  72. ^ a b "Sao Paulo FC – Liverpool FC". Fédération Internationale de Football Association. 18 Desember 2005. Diakses tanggal 6 Maret 2013. 
  73. ^ a b "Guerrero the hero as Corinthians crowned". Fédération Internationale de Football Association. 16 Desember 2012. Diakses tanggal 6 Maret 2013. 
  74. ^ "Real Madrid presented with the FIFA World Champions Badge". Fédération Internationale de Football Association. 16 Desember 2017. Diakses tanggal 28 Juni 2018. 
  75. ^ "Corinthians – Vasco da Gama". Fédération Internationale de Football Association. 14 Januari 2000. Diakses tanggal 6 Maret 2013. 
  76. ^ "Sport Clube Internacional – FC Barcelona". Fédération Internationale de Football Association. 17 Desember 2006. Diakses tanggal 6 Maret 2013. 
  77. ^ "Boca Juniors – AC Milan". Fédération Internationale de Football Association. 16 Desember 2007. Diakses tanggal 6 Maret 2013. 
  78. ^ "Internazionale on top of the world". Fédération Internationale de Football Association. 18 Desember 2010. Diakses tanggal 6 Maret 2013. 
  79. ^ "Barclays nets Premier League deal". BBC News. BBC. 27 September 2006. Diakses tanggal 7 September 2010. 
  80. ^ "A History of The Premier League". Premier League. Diakses tanggal 22 November 2007. 
  81. ^ "Barclays renews Premier sponsorship". Premier League. 23 October 2009. Diakses tanggal 23 October 2009. 
  82. ^ "Partners". Premier League. Diakses tanggal 7 September 2010. 
  83. ^ Northcroft, Jonathan (4 October 2009). "The Premier League's goal rush". Sunday Times. Diakses tanggal 7 September 2010. 

Lihat jugaSunting

Pranala luarSunting