Buka menu utama

Wikipedia β

Haji

rukun Islam yang kelima
Untuk gelar, lihat Haji (gelar).
Untuk Surah, lihat Surah Al-Hajj.

Haji (/hæ/;[2] Arab: حجḤaǧǧ "ziarah") adalah ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.[3][4][5] Ini adalah satu dari lima Rukun Islam, di samping Syahadat, Salat, Zakat, dan Sawm. Haji adalah pertemuan tahunan terbesar orang-orang di dunia.[6][7] Keadaan yang secara fisik dan finansial mampu melakukan ibadah haji disebut istita'ah, dan seorang Muslim yang memenuhi syarat ini disebut mustati. Haji adalah demonstrasi solidaritas orang-orang Muslim, dan ketundukan mereka kepada Tuhan (Allah).[8][9] Kata Haji berarti "berniat melakukan perjalanan", yang berkonotasi baik tindakan luar dari perjalanan dan tindakan ke dalam niat.[10]

الحج
Haji
Al-Haram mosque - Flickr - Al Jazeera English.jpg
Amellie - Stoning of the devil 2006 Hajj.jpg Sa'yee To Go.jpg
Mina Overview.JPG Mount Arafah.jpg
Muzdalifah.jpg
Dirayakan oleh Muslim
Jenis Keagamaan
Perayaan Menyembelih hewan
Kegiatan
Mulai 8 Zulhijah
Berakhir 12, atau 13 Zulhijah
Tanggal Beragam (mengikuti kalender bulan Islam)
Tahun 2016 11 September (Umm al-Qura)[1]
Tahun 2017 1 September [1]
Frekuensi setiap 12 bulan (kalender bulan)
Terkait dengan Iduladha, hari Arafah, Qurban

Ziarah terjadi dari tanggal 8 sampai 12 (atau dalam beberapa kasus ke 13 [11]) dari Zulhijjah, bulan terakhir kalender Islam. Karena kalender Islam adalah bulan dan tahun Islam kira-kira sebelas hari lebih pendek dari pada kalender Gregorian, tanggal haji Gregorian berubah dari tahun ke tahun. Hram adalah nama yang diberikan pada keadaan spiritual khusus dimana peziarah mengenakan dua lembar putih kain halus. Dan menjauhkan diri dari tindakan tertentu.[8][12][13]

Haji dikaitkan dengan kehidupan nabi Islam Muhammad dari abad ke-7, namun ritual ziarah ke Mekkah dianggap oleh umat Islam untuk meregangkan ribuan tahun sampai Ibraham. Selama haji, peziarah bergabung dalam prosesi ratusan ribu orang, yang secara bersamaan berkumpul di Mekkah selama minggu haji, dan melakukan serangkaian ritual: setiap orang berjalan berlawanan arah jarum jam tujuh kali di sekitar Ka'bah (berbentuk kubus Bangunan dan arah doa untuk kaum Muslim), berjalan bolak-balik antara bukit-bukit Al-Safa dan Al-Marwah, minuman dari Sumur Zamzam, sampai ke dataran Gunung Arafah untuk berjaga-jaga, menghabiskan satu malam di Dataran Muzdalifah, dan melakukan rajam simbolis iblis dengan melemparkan batu ke tiga pilar. Para peziarah kemudian mencukur kepala mereka, melakukan ritual pengorbanan hewan, dan merayakan festival global tiga hari Idul Adha.[14][15][16][17]

Jamaah haji juga bisa pergi ke Mekkah untuk melakukan ritual di lain waktu sepanjang tahun. Ini kadang disebut "ziarah yang lebih rendah", atau Umrah.[18] Namun, biarpun mereka memilih untuk melakukan umrah, mereka masih diwajibkan untuk melakukan ibadah haji di lain waktu dalam hidup mereka jika mereka memiliki sarana untuk melakukannya, karena Umrah bukan pengganti haji.[19]

Daftar isi

Definisi

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi.[20] Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.[21]

Latar belakang

Orang-orang Arab pada zaman jahiliyah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti tawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul.[21] Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjidil Haram, Mekkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.[21]

Sejarah

 
Masjidil Haram tahun 1907 dengan jamaah yang sedang salat didalamnya
Kakbah saat Haji

Bangsa Arab sebelum kedatangan Islam adalah pemuja berhala.[22] Kakbah masih menjadi pusat pemujaan mereka, dan dipenuhi dengan berhala dan gambar Malaikat. Selama musim ziarah tahunan, orang-orang dari dalam dan luar negeri akan mengunjungi Kakbah.[23]

Pola Haji saat ini didirikan oleh nabi Islam Muhammad yang melakukan reformasi terhadap ziarah pra-Islam orang-orang Arab pagan di tahun 632 M,[24] namun asal mula Haji adalah atas perintah Tuhan kepada Ibrahim untuk meninggalkan istrinya Hagar (Hajar) dan anaknya Ismael (Isma'il) sendirian di padang pasir kuno Mekkah dengan sedikit makanan dan air yang segera berakhir. Mekkah kemudian menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Untuk mencari air, Hagar dengan putus asa berlari tujuh kali di antara dua bukit Shofa dan Marwah tapi tidak menemukan satu pun.[25] Kembali dalam keputusasaan ke di Ismael, dia melihat bayi itu menggaruk tanah dengan kakinya dan keluar air mancur di bawahnya.[26] Karena adanya air, suku-suku mulai menetap di Mekkah, Jurhum menjadi suku pertama yang datang. Ketika dewasa, Ismail menikah di suku dan mulai tinggal bersama mereka. Quran menyatakan bahwa Ibrahim, bersama dengan anaknya Ismail, membangun fondasi sebuah rumah yang diidentifikasi oleh kebanyakan komentator sebagai Kakbah. Setelah menempatkan Batu Hitam di sudut timur Kakbah, Ibrahim menerima sebuah wahyu dimana Allah mengatakan ke di nabi berusia lanjut bahwa dia sekarang harus pergi dan mengumumkan ziarah ke umat manusia. Quran mengacu di kejadian ini dalam Al-Baqarah:124-127 dan Al-Hajj:27-30.[n 1] Sesaat sebelum wafatnya, Muhammad melakukan ziarah satu-satunya dan terakhir dengan sejumlah besar pengikut, Dan mengajarkan mereka ritus haji dan tatakrama untuk melakukan hal itu. Di dataran Arafah, dia menyampaikan pidato terkenal - yang dikenal dengan Khotbah perpisahan Nabi Muhammad - ke di mereka yang hadir di sana.[27][28] Sejak saat itu, haji menjadi salah satu dari Lima Rukun Islam.[29]

Selama abad pertengahan, peziarah akan berkumpul di kota-kota besar seperti Basra, Damaskus, dan Kairo untuk pergi ke Mekkah dalam kelompok dan karavan yang terdiri dari puluhan ribu peziarah.[30][31]

Dalam sejarah haji yang cukup panjang, suku-suku nomaden padang pasir - yang dikenal sebagai Badui - telah menjadi isu keamanan yang agak ketat untuk kafilah haji. [n 2][30][31] and to ensure that the pilgrims were supplied with the necessary provisions.[30] Sekali lagi, sepanjang sejarah, perjalanan ziarah ke Mekkah telah menawari para peziarah dan juga para pedagang profesional kesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas perdagangan baik dalam perjalanan maupun di Mekkah, Damaskus, dan Kairo.[32]

Waktu

Tanggal Haji dilaksanakan mengikuti kalender Islam (di kenal dengan kalender Hijriyah atau H), yang didasari penanggalan kalender bulan.[33][34] Setiap tahun, ritual Haji dilaksanakan dalam periode lima hari, mulai dari tanggal 8 dan berakhir di 12 Zulhijjah, bulan kedua belas sekaligus terakhir kalender Islam. Selama lima hari tersebut, 9 Zulhijjah di kenal sebagai Hari Arafah, dan hari ini di kenal dengan nama hari Haji. Dikarenakan kalender Islam adalah jenis kalender bulan dan tahun Islam berbeda sebelas hari lebih sedikit di banding tahun Gregorian, tanggal Haji menurut kalender Gregorian berubah dari tahun ke tahun. Para jamaah Haji pun menghitung penanggalan musim Haji sebelas atau sepuluh hari lebih awal dari tanggal Haji dari satu tahun sebelumnya.[34][35] Hal ini dapat menyebabkan musim Haji jatuh dua kali dalam satu tahun kalender Gregorian, dan terjadi hanya 33 tahun sekali. Fenomena langka tersebut baru-baru ini terjadi di musim Haji 2006.[36] Tabel di bawah ini menunjukkan penanggalan Gregorian untuk musim Haji tahun terkini (tanggal dalam tabel bertepatan dengan 9 Zulhijah tahun Hijriah):

2011 2012 2013 2014 2015 2016
5 November[37] 25 Oktober 14 Oktober[38][39] 3 Oktober[40] 23 September[41] 11 September[42][43]

Perkiraan tanggal puncak Haji tahun ini adalah 1 September 2017.[44]

Jenis

Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.

Aisyah berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah dalam tahun Hajjatul Wada'. Di antara kami ada yang berihram, untuk Haji dan Umrah dan ada pula yang berihram untuk Haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.[20][45]

Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.[20]

  • Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.[45]
  • Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, pada tahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.[45]
  • Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua tawaf dan dua sa'i.[45]

Kegiatan

 
Peta yang menunjukan lokasi-lokasi penting dalam ibadah Haji

Literatur Fikih menggambarkan cara-cara dalam melaksanakan ritus Haji, dan jamaah utamanya mengikuti kitab panduan dan menaatinya untuk memenuhi seluruh kewajiban Haji dengan sempurna.[46] Dalam melaksanakan ibadah Haji, jamaah tidak hanya mengikuti tatacara Nabi Muhammad, tetapi juga memperingati peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan Ibrahim.[47]

Ihram

Ketika jamaah mencapai niat dalam hati Miqat (batas-batas tertentu tempat atau waktu jamaah berniat melaksanakan Haji), untuk memasuki keadaan yang suci – dikenal dengan Ihram – yang hanya memakai dua lembar kain putih tanpa jahitan untuk laki-laki, dengan satu kain menutup sekitar pinggang mencapai bagian bawah lutut dan kain lain di pakai di bahu kiri mengikat di sisi kanan; mengenakan pakaian biasa untuk wanita dengan memenuhi kondisi pakaian Muslimah Islami dengan tangan dan wajah tidak di tutup;[48][halaman dibutuhkan] mengambil wudu; merencanakan keinginan (niyah) untuk melaksanakan ibadah Haji dan untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang seperti memotong kuku, mencukur bagian tubuh manapun, melakukan hubungan seksual; menggunakan wangi-wangian, merusak tanaman, membunuh hewan, menutup kepala (untuk laki-laki) atau wajah dan telapak tangan (untuk wanita); melakukan pernikahan; atau mengangkat senjata.[8][12] Ihram memiliki makna bahwa setiap umat baik yang miskin maupun yang kaya sama di depan Tuhan: tidak ada perbedaan antara keduanya.[47]

Tawaf and sa'i

 
Tatacara Tawaf mengelilingi Kakbah

Ritual Tawaf termasuk berjalan tujuh kali melawan arah jarum jam mengelilingi Kakbah.[49] Ketika sampai di Masjidil Haram, jamaah melakukan tawaf kedatangan yang juga bagian dari Umrah atau sebagai tawaf selamat datang.[50] Saat tawaf, jamaah juga memasuki Hateem – sebuah wilayah di sisi utara Kakbah – di dalam jalan mereka. Setiap putaran di mulai dengan mencium atau menyentuh Batu Hitam (Hajar Aswad).[51] Jika mencium batu tidak memungkinkan karena padatnya jamaah, mereka cukup mensejajarkan diri dengan arah Batu Hitam dengan mencium tangan sendiri ketika tawaf. Makan tidak diperbolehkan namun minum air tetap diizinkan, karena risiko dehidrasi. Laki-laki dianjurkan untuk melakukan tiga putaran pertama dengan cepat dikenal sebagai Ramal, dan diikuti empat putaran lainnya dengan tidak terlalu cepat.[48][halaman dibutuhkan][51]

Pelengkap ibadah tawaf adalah salat dua Raka'at di belakang Tempat Ibrahim (Muqam Ibrahim), sebuah tugu dekat Kakbah di dalam masjid.[51][52] Walau demikian, dikarenakan padatnya jamaah saat musim Haji, mereka cukup melaksanakan salat di mana saja di dalam masjid. Setelah salat, jamaah juga meminum air dari sumur Zamzam, yang tersedia dalam keran Masjid.[53]

Walaupun secara tradisional ibadah tawaf dilakukan di lantai dasar, tawaf saat ini juga dapat dilakukan di lantai pertama dan atap masjid agar tidak terjadi kepadatan.

Tawaf diikuti oleh sa'i, berjalan atau berlari tujuh kali antara bukit Shofa dan Marwah, berlokasi dekat Kakbah.[49][52] Sebelumnya tempat ini berada di tempat terbuka, kini tempat ini tertutup dan masuk kedalam area Masjidil Haram, dan dapat berhubungan langung dengan terowongan.[54] Jamaah diharuskan berjalan diantara kedua bukit ini, sampai tanda dua tiang hijau sebuah bagian kecil sebagai tanda kapan mereka harus berlari. Jalur ini kini memiliki "jalur ekspres" bagi para penyandang disabilitas atau orang-orang tua. Setelah sa'i, jamaah laki-laki mencukur rambutnya dan wanita memotong beberapa bagian rambut, ini juga sebagai pelengkap ibadah Umrah.

Hari pertama: 8 Zulhijah

 
Tenda-tenda di Mina

Di 8 Zulhijah, jamaah mulai melaksanakan ketaatan mereka. Mereka mengenakan kain ihram untuk menunjukan bahwa mereka berniat menjalankan ibadah Haji. Ritual ihram mulai berjalan.

Mina

 
Jamaah mengenakan ihram di dataran Arafat saat musim Haji
 
Gunung Arafah saat musim Haji

Setelah salat pagi di 8 Zulhijah, jamaah pergi ke Mina di mana mereka menghabiskan waktu untuk melaksanakan salat tengah hari, sore, petang, dan malam.[55] Keesokan paginya setelah salat pagi, mereka meninggalkan Mina menuju Arafat.

Hari kedua: 9 Zulhijah

Tanggal 9 Zulhijah di kenal dengan Hari Arafah, dan tanggal inilah yang di namakan Hari Haji.[43]

Arafah

Di 9 Zulhijah sebelum siang, jamaah sampai di Arafah, sebuah wilayah datar dan berbatu berlokasi 20 kilometer di timur Mekkah.[56] Hal yang di lakukan di Arafah termasuk berdoa, mengingat dosa masa lalu, melihat kebesaran Tuhan, dan mendengarkan nasehat-nasehat dari para sarjana Islam di dekat Jabal al-Rahmah (Gunung Kasih Sayang),[55] disana lah Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan sejak siang hingga matahari terbenam,[56] ibadah ini bernama 'berdiri sebelum Tuhan' (wuquf), salah satu ritual paling penting dalam ibadah Haji.[8] Di Masjid Namirah, jamaah melaksanakan sembahyang siang dan sore bersamaan di waktu sore.[55] Seorang jamaah yang tidak melaksanakan wukuf di Arafah tidak akan di terima sebagai ibadah haji, meskipun telah membayar denda.[15][56]

Muzdalifah

 
Pemandangan dari Muzdalifah

Jamaah haji harus meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah setelah sore tanpa salat maghrib (sore) di Arafat.[57] Muzdalifah adalah wilayah antara Arafat dan Mina. Ketika mereka sampai disana, jamaah melaksanakan salat Maghrib dan Isya dengan di satukan (jama), menghabiskan malam untuk berdoa dan tidur di alas langsung tanpa atap mengahadap ke langit, dan mengumpulkan tenaga untuk melaksanakan lempar jumrah di keesokan harinya.[58]

Hari ketiga: 10 Zulhijah

Setelah kembali dari Muzdalifah, jamaah kembali menghabiskan malam di Mina.

Ramy al-Jamarat

 
Jamaah Haji melakukan upacara lempar jumrah di musim Haji 2006

Kembali di Mina, jamaah Haji melakukan upacara simbolik melempari Iblis dengan batu (Ramy al-Jamarat) dengan melontarkan tujuh buah batu hanya ke salah satu dari tiga pilar, di kenal sebagai Jamrat al-Aqabah dari matahari terbit hingga terbenam.[15][59] Dua pilar (jamarah) lainnya tidak diberlakukan ibadah melempar jumrah di hari tersebut.[60] Ketiga tiang tersebut di representasikan sebagai Syetan.[61] Jamaah naik ke Jembatan Jumrah, sebagai tempat melempar jumrah. Dikarenakan alasan keamanan, di 2004 tiang diganti dengan tembok panjang besar, dengan parit penampung kerikil di bawahnya.[62][63]

Pengorbanan hewan

Setelah melempar jumrah, hewan disembelih sebagai cara untuk memeperingati kisah Ibrahim dan Isma'il. Secara tradisional jamaah mengorbankan hewan mereka sendiri-sendiri, atau mengatur penyembelihan. Kini beberapa jamaah Haji cukup membeli voucher kurban di Mekkah sebelum musim Haji berlangsung, yang mengeluarkan seekor hewan untuk dikurbankan dengan menyebut nama Allah pada hari kesepuluh Zulhijah, tanpa dihadiri oleh jamaah Haji pemiliknya. Proses yang modern mempercepat pengemasan daging, yang kemudian dibagikan kepada orang miskin di seluruh dunia.[15][54] Di waktu yang sama seperti di Mekkah, Muslim juga melakukan pengorbanan, dalam tiga hari berturut-turut yang di kenal dengan nama Eid al-Adha.[16]

Cukur rambut

Setelah mengorbankan seekor hewan, ritual Haji terpenting lainnya adalah memotong atau menghabiskan rambut kepala (dikenal dengan Halak). Semua jamaah laki-laki mencukur atau menggunduli rambutnya di hari Iduladha dan jamaah wanita memotong bagian rambutnya.[64][65][66]

Tawaf Al-Ifaadah

 
Jamaah melaksanakan Tawaf mengelilingi Kakbah

Di hari yang sama atau keesokan harinya, jamaah kembali mengunjungi Masjidil Haram di Mekkah untuk tawaf lainnya, dikenal sebagai Tawaf al-Ifadah, sebuah bagian pokok dari Haji.[65] Ini melambangkan jawaban atas ketergesaan kepada Allah dan menunjukan cinta kepada-Nya, dan diwajibkan sebagai bagian dari Haji. Malam tanggal 10 dihabiskan kembali di Mina.[67][68][69][70][71][72][73]

Hari keempat: 11 Zulhijah

Dimulai di siang hingga matahari terbenam di 11 Zulhijah (dan tanggal setelahnya), jamaah Haji kembali melempar jumrah, kali ini dilemparkan ke dua dari tiga pilar di Mina. Ibadah ini termasuk kedalam lempar jumrah.[59]

Hari kelima: 12 Zulhijah

Di 12 Zulhijah ritual yang sama seperti yang dilakukan di 11 Zulhijah.[59] Jamaah meninggalkan Mina ke ke Mekkah sebelum matahari terbenam di tanggal 12 Zulhijah.

Hari terakhir di Mina: 13 Zulhijah

Jika tidak mampu meninggalkan Mina di tanggal 12, mereka diharuskan kembali melempar jumrah sebelum kembali ke Mekkah.[59]

Tawaf al-Wadaa

Akhirnya, sebelum meninggalkan Mekkah, jamaah melaksanakn tawaf perpisahan yang disebut Tawaf al-Wadaa. 'Wadaa' berarti 'undangan perpisahan'. Jamaah mengelilingi Kakbah tujuh kali melawan arah jarum jama, dan jika memungkinkan, disunnahkan untuk mencium dan menyentuh Kakbah.[15]

Mengunjungi Madinah

Walaupun bukan bagian dari ritual Haji, dapat memilih berkunjung ke Madinah dan Masjid Nabawi (Masjid Rasulullah), yang terdapat Makam Nabi Muhammad di dalam Kubah Hijau.[54] Masjid Quba dan Masjid Qiblatain biasanya juga turut dikunjungi.[74]

Lokasi utama

Mekkah

Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka'bah, yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji.

Arafah

Kota di sebelah timur Mekkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yaitu tempat wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia dan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.

Muzdalifah

Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina.

Mina

Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.

Madinah

Madinah adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Mekkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi.

Haji Arbain

Haji Arbain (Arab: اربعينarba'in, artinya "empat puluh") adalah ibadah haji yang disertai dengan salat fardhu sebanyak 40 kali di Masjid An-Nabawi Madinah tanpa terputus. Ibadah ini seringkali dikerjakan oleh jamaah haji dari Indonesia. Dalam pelaksanaannya, mereka setidak-tidaknya tinggal di Madinah saat haji selama 8 atau 9 hari, dan dengan perhitungan sehari akan salat wajib sebanyak 5 kali dan selama 8 atau 9 hari maka akan tercukupi jumlah 40 kali salat wajib tanpa terputus.

Persiapan dan fasilitas

 
Seorang petugas keamanan Saudi sedang menjalankan tugasnya ketika musim Haji

Selayaknya keharusan bagi pemerintah Saudi setiap tahunnya untuk pertumbuhan jumlah jamaah Hajj poses sebuah tantangan logistik untuk pemerintah Arab Saudi, yang berwenang, sejak 1950an, dihabiskan lebih dari $100 milyar untuk menambah sarana dan prasarana Haji.[28][33] Permasalahan utama seperti perumahan, transportasi, sanitasi, dan layanan kesehatan dibenahi dan dievaluasi besar-besaran oleh pemerintah dengan memeperkenalkan beberapa progran, dengan tujuan agar jamaah haji saat ini menikmati dan fasilitas modern dalam melaksanakan ritual Haji.[54] Pemerintah Arab Saudi kadangkala menaik-turunkan kuota untuk berbagai negara untuk mempertahankan jumlah jamaah agar terkendali, serta menyusun kekuatan petugas keamanan besar-besaran dan kamera CCTV untuk memantau keamanan situasi saat Haji.[28][33][75][76] Beragam program institusi dan pemerintah, seperti Subsidi Haji di India atau Tabung Haji di Malaysia meringankan jamaah dalam biaya perjalanan Haji.[77] Untuk Haji 2014, khusus meja informasi Haji di pasang di bandara-bandara di Pakistan untuk membantu jamaah Haji.[78]

Transportasi

Video petunjuk Haji

Secara tradisional, peziarah ke Mekkah kebanyakan mengadakan perjalanan ziarah dengan menaiki unta sebagai transportasi utama. Saat pertengahan abad ke sembilan belas (setelah 1850an), kapal uap mulai digunakan untuk perjalanan jamaah Haji ke Mekkah, dan jumlah jamaah Haji yang melakukan perjalanan melalui laut pun mulai meningkat.[79] Hal tersebut berlangsung selama beberapa masa,[80] sampai perjalanan udara lahir dan mendominasi; Mesir memperkenalkan jasa penerbangan pertama untuk jamaah Haji di 1937.[81][82] Saat ini, beberapa perusahaan penerbangan dan biro perjalanan offer Hajj packages, dan menyusun transportasi dan akomodasi untuk jamaah Haji.[83] Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah menjadi terminal khusus bagi para Jamaah Haji untuk mempermudah pintu masuk kedatangan jamaah Haji.[84][85] Bandar udara internasional lain di seluruh dunia, sepeeti Indira Gandhi dj New Delhi, Bandar Udara Internasional Rajiv Gandhi di Hyderabad, Jinnah di Karachi dan Soekarno-Hatta di Jakarta juga memiliki terminal khusus atau temporary facilities untuk melayani jamaah dalam keberangkatan maupun kedatangan kembali ke tanah air.[86] Saat Haji, beberapa maskapai menambah jumlah penerbangan untuk memenuhi kebutuhan karena banyaknya jumlah jamaah Haji.[33][84]

Saat musim Haji berlangsung, jamaah Haji berpergian antara lokasi-lokasi berbeda dengan bus atau berjalan kaki. Pemerintah Saudi mengawasi dengan ketat akses kendaraan yang melewati jalur-jalur padat. Walaubagaimanapun, perjalanan masih tetap dilaksanakan dalam beberapa jam saat kepadatan lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki. Di 2010, pemerintah Saudi memulai mengoperasikan sebuah monorel yang mengangkut jamaah ke Arafat, Muzdalifah dan Mina. Jasa ini mampu mengurangi waktu perjalanan "Nafrah" dari Arafat ke Muzdalifah untuk beberapa menit. Jika angkutan ini melebihi kapasitas, penggunaan monorel tidak di buka untuk jamaah Haji dan subyeknya untuk pengawasan ketat oleh pemerintah Saudi. Saat ini, monorel mampu mengangkut hingga 500,000 jamaah Haji.

Masalah berdesakan

Jumlah jamaah Haji meningkat secara besar-besaran akhir-akhir ini, yang menyebabkan beberapa kecelakaan dan kematian karena terlalu padat. Kecelakaan pertama di musim Haji masa modern terjadi di 1990, ketika sebuah terowongan runtuh dan merenggut 1,462 nyawa.[87] Setelah kejadian tersebut, beragam tehkmnik pemecah kepadatan jamaah digunakan untuk alasan keamanan. Penyebab desak-desakan besar, beberapa hal dilakukan jamaah Haji agar lebih simbolik. Untuk contohnya, ketidakwajiban untuk mencium Hajar Aswad. Alternatifnya, jamaah hanya perlu mencium tangannya sendiri kemudian melambaikan tangannya ketika sejajar dengan Hajar Aswad saat melakukan Tawaf. Juga, pilar besar yang digunakan untuk melempar jumrah di ubah menjadi tembok panjanf di 2004 dengan parit di bawahnya untuk mewadahi batu-batu.[62][63] Contoh lain adalah kurban, yang saat ini ditangani rumah pemotongan hewan yang di kelola otoritas Saudi, tanpa jamaah yang hadir di sana.[48][88][89]

Untuk Haji di 2016, otoritas Saudi memberikan kalung GPS elektronik.[90]

Walaupun berbagai upaya keamanan dilakukan, berbagai insiden masih terjadi ketika musim Haji. kecelakaan Haji 2015, menyebabkan 769 meninggal dan melukai 934 lainnya, berdasarkan data pemerintah Arab Saudi.[91][92] Sebuah laporan dari Associated Press menjumlahkan total sedikitnya 1470 korban dari laporan resmi negara lain, membuat kecelakaan tersebut menjadi kecelakaan paling mematikan hingga saat ini.[91] Isu lain muncul di 2013 dan 2014 tentang penyebaran virus MERS karena antrian massa Haji.[7][93] Menteri Kesehatan Arab Saudi Abdullah Al-Rabia mengatakan bahwa otoritasnya tidak menemukan kasus MERS pada jamaah sejauh ini.[94] Ia juga berkata bahwa, dari sekian banyak kasus MERS, Arab Saudi siap untuk musim Haji 2014.[95][96]

Kepentingan

Untuk Muslim, Haji berhubungan dengan keagamaan sebagai kepentingan di bidang sosial. Terpisah dari sebuah ketaatan dalam menjalankan kewajiban beragama, Haji terlihat untuk menjadi seseorang yang berspiritual terpuji untuk mennyediakan Muslim dengan kesempatan mengintrospeksi diri.[97] Haji disajikan sebagai sebuah pengingat Hari Pengadilan yang dipercayai umat muslim akan terjadi.[98] Literatur Hadits (perkataan Nabi Muhammad) menyabdakan beragam kebaikan seorang jamaah Haji mencapai kesuksesan untuk memenuhi ibadah Haji mereka.[n 3] Setelah berhasil melaksankan ibadah Haji, jamaah dapat menambahkan nama depan mereka dengan gelar 'Al-Hajji', dan diadakan dengan rasa hormat dalam masyarakat Muslim.[99] Namun, sarjana Islam berpendapat bahwa Haji dapat berarti komitmen keagamaan seorang Muslim, dan tidak dapat menjadi sebuah peningkatan status sosial mereka.[99] Haji membawa kebersamaan dan menyatukan Muslim dari perbedaan bagian dunia tanpa memperdulikan ras, warna kulit, dan budaya, semua itu melambangkan persamaan.[8][64]

Sebuah studi 2008 pada pengaruh besar mengikuti ziarah Islam menemukan bahwa komunitas Muslim menjadi lebih positif dan toleran setelah berhaji. Dengan judul Memperkirakan Pengaruh Besar Haji: Agama dan Toleransi dalam Masyarakat Islam Global dan diselenggarakan dengan bantuan Harvard University's John F. Kennedy School of Government, studi mencatat bahwa Haji "meningkatkan keimanan dalam kesamaan harmoni antara grup etnik dan sekte-sekte Islam dan memimpin untuk sikap yang menguntungkan terhadap wanita, termasuk dukungan yang lebih besar untuk pendidikan dan jabatan wanita" dan bahwa "Haji menunjukan meningkatkan keimanan dalam perdamaian, dan dalam kesamaan dan harmoni adherents perbedaan agama."[100]

Malcolm X, seorang aktifis Amerika saat Civil Rights Movement, meggambarkan atmosfer sosial nya ketika pengalaman haji 1960an, ia menyatakan:

Terdapat sepuluh dari ribuan jamaah, dari seluruh penjuru dunia. Mereka beragam warnanya, dari rambut pirang bermata biru hingga orang Afrika berkulit hitam. Tetapi mereka tetap berdampingan dalam melakukan ritual yang sama, menampilkan sebuah semangat persatuan dan persaudaraan bahwa pengalaman saya di Amerika mengajarkan saya untuk percaya tidak pernah hidup antara kulit putih dan non-kulit putih. Amerika butuh untuk mengerti Islam, karena ini adalah sebuah agama yang menghapus dari masalah ras dan masyarakatnya. Anda dapat terkejut terhadap kata-kata saya. Tetapi di Haji kali ini, apa yang saya lihat, dan yang saya alami, menjadi kekuatan untuk menyusun kembali beberapa kehidupan saya kedepannya[101]

 
Panorama Haji 2007 di Masjidil Haram

Aspek ekonomi

Di 2014, Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka mendapatkan $8.5 milyar dari Haji.[102] Sumber pendapatan negara Arab Saudi terbesar setelah minyak dan gas adalah Haji dan negara mengharapkan untuk mengandalkan lebih banyak pada Haji sebagai jumlah tersedianya minyak dan gas untuk kemunduran penjualan.[18]

Tempat bersejarah

Berikut ini adalah tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan rukun haji, namum biasa dikunjungi oleh para jemaah haji atau peziarah lainnya:[103]

Jabal Nur dan Gua Hira

Jabal an-Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram.[104] Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.[105]

Jabal Tsur

Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1.5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammad dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah.

Jabal Rahmah

Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.

Jabal Uhud

Gunung Uhud teretak kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekkah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad. Kecintaan Rasulullah pada para syuhada Uhud, membuat dia selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi.

Makam Baqi'

Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi', letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di sinilah makam Utsman bin Affan, para istri nabi, putra dan putrinya, dan para sahabat dimakamkan. Ada banyak perbedaan makam seperti di tanah suci ini dengan makam yang ada di Indonesia, terutama dalam hal peletakan batu nisan.

Masjid Qiblatain

Pada masa permulaan Islam, kaum muslimin melakukan salat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerusalem, Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat Nabi Muhammad melakukan salat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat salat diubah ke arah Kabah Masjidil Haram, Mekah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.

Jumlah jamaah per tahun

Terdapat pertumbuhan substansial jumlah jamaah Haji dalam 92 tahun, dan jumlah jamaah Haji kuar negeri meningkat kira-kira 2,824 persen, dari 58,584 di 1920 hingga 1,712,962 di 2012.[106] Karena perluasan dan pengembangan di Masjidil Haram, otoritas mengurangi jumlah jamaah Haji tahun 2013.[107][108] Berikut adalah jumlah jamaah Haji yang sampai di Arab Saudi setiap tahun untik melaksanakan ibadah Haji.

Tahun Tahun Hijriah Jamaah lokal Jamaah luar negeri Total
1920 1338 58,584[106]
1921 1339 57,255[106]
1922 1340 56,319[106]
1950 1369 100,000 (perk.)[3]
1950s 150,000 (perk.)[109]
1960s 300,000 (perk.)[109]
1970s 700,000 (perk.)[109]
1980s 900,000 (perk.)[109]
1989 1409 774,600[110]
1990 1410 827,200[110]
1991 1411 720,100[110]
1992 1412 1,015,700[110]
1993 1413 992,800[110]
1994 1414 997,400[110]
1995 1415 1,046,307[110]
1996 1416 784,769 1,080,465[110][111] 1,865,234
1997 1417 774,260 1,168,591[110][111] 1,942,851
1998 1418 699,770 1,132,344 1,832,114[110][112]
1999 1419 775,268 1,056,730 1,831,998
2000 1420 466,430[113] 1,267,355 1,733,785[113]
2001 1421 440,808 1,363,992 1,804,800[114]
2002 1422 590,576 1,354,184 1,944,760
2003 1423 493,230 1,431,012 1,924,242[115]
2004 1424 473,004[116] 1,419,706[117] 1,892,710[116]
2005 1425 1,030,000 (perk.) 1,534,769 2,560,000 (perk.)[118]
2006 1426 573,147 1,557,447 2,130,594[119]
2006 1427 724,229 1,654,407 2,378,636[120]
2007 1428 746,511 1,707,814 2,454,325[121][122]
2008 1429 1,729,841[123]
2009 1430 154,000 1,613,000 2,521,000[124]
2010 1431 989,798 1,799,601 2,854,345[125]
2011 1432 1,099,522 1,828,195 2,927,717[126]
2012 1433 1,408,641 1,752,932 3,161,573[127]
2013 1434 700,000 (perk.)[128] 1,379,531[129] 2,061,573 (perk.)
2014 1435 700,000 (perk.)[130] 1,389,053[131] 2,089,053 (perk.)[130]
2015 1436 615,059 (perk.) 1,384,941[132] 2,000,000 (perk.)[41]
2016 1437 537,537[133] 1,325,372[133] 1,862,909[133]

Embarkasi haji di Indonesia

Embarkasi haji di Indonesia dibagi dalam 13 kelompok:

Rekaman tragedi ibadah haji

  • Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Mekkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda.[146]
  • 4 Desember 1979: 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Perancis mencoba membebaskan Masjidil Haram yang disandera sekelompok militan selama dua minggu.
  • 31 Juli 1987: 402 jamaah tewas, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden itu Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991.
  • 10 Juli 1989: satu jamaah tewas dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram. Akibatnya 16 orang Kuwait yang melakukan penyerangan dihukum tembak mati.
  • 15 Juli 1989: lima jamaah asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di perumahan mereka di Makkah.
  • 2 Juli 1990: 1.426 jamaah tewas kebanyakan dari Asia akibat terperangkap di dalam terowongan Mina.[147][148]
  • 24 Mei 1994: 270 jamaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina.
  • 7 Mei 1995: tiga jamaah tewas akibat kebakaran di Mina.
  • 15 April 1997: 343 jamaah tewas dan 1.500 lainnya terluka karena kehabisan napas karena terjebak di dalam kebakaran tenda di Mina.[149]
  • 9 April 1998: 118 jamaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumroh.[150]
  • 5 Maret 2001: 35 jamaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat.[151]
  • 11 Februari 2003: 14 jamaah tewas di Jumrotul Mina – enam di antaranya wanita.[152]
  • 1 Februari 2004: Sebanyak 251 jamaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah.[153]
  • 23 Januari 2005: 29 jamaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.[154]
  • 5 Januari 2006: Sebanyak 76 tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.
  • 12 Januari 2006: Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Insiden ini terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat usai salat Zuhur, setelah jutaan jamaah saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat.
  • 11 September 2015: 107 jamaah tewas dan 238 jamaah luka-luka akibat jatuhnya crane yang digunakan dalam proyek perluasan Masjidil Haram saat hujan dan angin kencang.
  • 24 September 2015: lebih dari 700 jamaah tewas dan lebih dari 800 jamaah luka-luka akibat terinjak-injak saat melakukan lempar jumroh di Mina.[155]

Trivia

  • Istilah Haji pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, bermakna "raja bawahan". Dalam kesusastraan Jawa Baru, istilah Haji atau Aji masih tetap bermakna "raja".
  • Adapun bahasa Jawa untuk Hajj (rukun Islam) adalah Kaji.

Lihat pula

Catatan

  1. ^ Ayat-ayat tersebut berbunyi: 'Dan ingatlah bahwa Abraham diadili oleh Tuhannya dengan perintah tertentu, yang dia penuhi .... Ingat Kami menjadikan Rumah itu tempat berkumpul untuk pria dan tempat yang aman; Dan bawa kamu stasiun Abraham sebagai tempat sholat; Dan Kami berjanji kepada Abraham dan Ismael, bahwa mereka harus menguduskan rumahku bagi mereka yang menggabungkannya, atau menggunakannya sebagai retret, atau busur, atau sujudlah (di dalamnya dalam doa) .... Dan ingatlah bahwa Abraham dan Ismael mengangkat Dasar-dasar Rumah Tangga (2: 124-127) dan Dan beritakanlah ziarah di antara manusia: mereka akan mendatangi engkau dengan berjalan kaki dan naik ke atas setiap jenis unta, melalui jalan raya yang jauh dan jauh, supaya mereka dapat Saksikanlah manfaat yang diberikan kepada mereka dan rayakanlah nama Allah, melalui hari-hari yang ditentukan, atas ternak yang telah disediakannya untuk mereka (untuk pengorbanan); maka makanlah daripadanya dan berikanlah kepada yang tertekan itu, orang yang membutuhkan. Kemudian biarlah mereka menyelesaikan upacara yang ditentukan untuk mereka, melakukan sumpah mereka, dan (lagi) mengelilingi Rumah Kuno. (22: 27-29)
  2. ^ Ibn Jubayr mencatat kerangka umat beriman yang telah meninggal karena haus dalam perjalanan. Pada abad ke-17, sekelompok peziarah Mesir kehilangan lebih dari 1.500 orang dan 900 unta. Pada tahun 1924 sekitar seperlima dari kelompok orang Suriah peziarah meninggal dan dua tahun kemudian, 12.000 diperkirakan telah meninggal dalam perjalanan. [Islam in the World by Malise Ruthven. Granta Publications, 2006. p. 2. ISBN 1-86207-906-4.]
  3. ^ Untuk contohnya, salah satu Hadits menyatakan: Dari Abu Hurairah: Rasululah (s.a.w) bersabda, "Barangsiapa yang menunaikan Haji untuk kesenangan Allah dan tidak melakukan hubungan seksual dengan istrinya, dan tidak melakukan kejahatan atau kemudian mereka kembali (setelah Haji bebas dari segala dosa) bagaikan ia terlahir kembali." Shahih Bukhari, 2:26:596

Referensi

  1. ^ a b "The Umm al-Qura Calendar of Saudi Arabia". Diakses tanggal 9 November 2015. 
  2. ^ "Hajj". Random House Webster's Unabridged Dictionary.
  3. ^ a b Long, Matthew (2011). Islamic Beliefs, Practices, and Cultures. Marshall Cavendish Corporation. p. 86. ISBN 978-0-7614-7926-0. Diakses tanggal 2 September 2014. 
  4. ^ Nigosian, S. A. (2004). Islam: Its History, Teaching, and Practices. Indiana: Indiana University Press. p. 110. ISBN 0-253-21627-3. 
  5. ^ Berkley Center for Religion, Peace, and World Affairs - Islam See drop-down essay on "Islamic Practices"
  6. ^ Mosher, Lucinda (2005). Praying: The Rituals of Faith. Church Publishing, Inc. p. 155. ISBN 9781596270169. Diakses tanggal 18 September 2014. 
  7. ^ a b Katz, Andrew (16 October 2013). "As the Hajj Unfolds in Saudi Arabia, A Deep Look Inside the Battle Against MERS". Time. Diakses tanggal 17 October 2013. 
  8. ^ a b c d e Nigosian, S. A. (2004). Islam: Its History, Teaching, and Practices. Indiana: Indiana University Press. p. 111. ISBN 0-253-21627-3. 
  9. ^ Hooker, M. B. (2008). Indonesian Syariah: Defining a National School of Islamic Law. Institute of Southeast Asian Studies. p. 228. ISBN 9789812308023. Diakses tanggal 6 October 2014. 
  10. ^ Adelowo, E. Dada, ed. (2014). Perspectives in Religious Studies: Volume III. Ibadan: HEBN Publishers Plc. p. 395. ISBN 9789780814472. 
  11. ^ "13th of Zil Hajj". heliohost.org. 
  12. ^ a b "ihram". Encyclopædia Britannica. 2014. Diakses tanggal 6 October 2014. 
  13. ^ "Ihram - Summary". Hajj Portal. Diakses tanggal 20 November 2013. 
  14. ^ Karen Armstrong (2002). Islam: A Short History. Modern Library Chronicles (Revised Updated ed.). Modern Library. pp. 10–12. ISBN 0-8129-6618-X. 
  15. ^ a b c d e Anisa Mehdi; John Bredar (2003). "Inside Makkah" (video documentary). National Geographic Society. 
  16. ^ a b "Eid ul Adha". BBC. 7 September 2009. Diakses tanggal 30 December 2012. 
  17. ^ Sahih Bukhari-hadith No-732-733
  18. ^ a b "Saudi Arabia to move from oil, earn more from Hajj". RussiaToday. 25 March 2016. 
  19. ^ Matt Stefon, ed. (2010). Islamic Beliefs and Practices. New York: Britannica Educational Publishing. p. 73. ISBN 978-1-61530-060-0. 
  20. ^ a b c Nogarsyah Moede Gayo, Pustaka pintar haji dan umrah, Inovasi, Jakarta:2003
  21. ^ a b c Sundarmi Burkan Saleh, Pedoman haji, umrah, dan ziarah, Senayan Abadi Publishing, Jakarta:2003
  22. ^ Husayn Haykal, Muhammad (2008). The Life of Muhammad. Selangor: Islamic Book Trust. pp. 439–40. ISBN 978-983-9154-17-7. 
  23. ^ Al Mubarakpuri, Safi ur Rahman (2002). "Religions of the Arabs". The Sealed Nectar: Biography of the Noble Prophet. Darussalam. p. 45. ISBN 9960-899-55-1. Diakses tanggal 6 October 2014. 
  24. ^ "Hajj". Encyclopædia Britannica. 2014. Diakses tanggal 12 August 2014. 
  25. ^ Peters, F. E. (1994). The Hajj: The Muslim Pilgrimage to Mecca and the Holy Places. New Jersey: Princeton University Press. pp. 4–7. ISBN 0-691-02120-1. 
  26. ^ Haykal, Muhammad Husayn (1994). The Life of Muhammad. The Other Press. p. 29. ISBN 9789839154177. 
  27. ^ Peters, F. E. (1994). The Hajj: The Muslim Pilgrimage to Mecca and the Holy Places. Princeton University Press. p. 164. ISBN 9780691026190. 
  28. ^ a b c Juan E. Campo, ed. (2009). Encyclopedia of Islam. Facts On File. p. 283. ISBN 978-0-8160-5454-1. 
  29. ^ Juan E. Campo, ed. (2009). Encyclopedia of Islam. Facts On File. p. 494. ISBN 978-0-8160-5454-1. 
  30. ^ a b c Singer, Amy (2002), Constructing Ottoman Beneficence: An Imperial Soup Kitchen in Jerusalem, SUNY Press, p. 141, ISBN 9780791453513 
  31. ^ a b Phillipp, Thomas (1998), The Mamluks in Egyptian Politics and Society, Cambridge University Press, pp. 102–104, ISBN 9780521591157 
  32. ^ Peters, F. E. (1994). The Hajj: The Muslim Pilgrimage to Mecca and the Holy Places. Princeton University Press. p. 71. ISBN 9780691026190. 
  33. ^ a b c d Harrison, David, ed. (2001). Tourism and the Less Developed World: Issues and Case Studies. CABI. p. 156. ISBN 9780851994338. Diakses tanggal 6 October 2014. 
  34. ^ a b Reynolds, Gabriel Said (2012). The Emergence of Islam: Classical Traditions in Contemporary Perspective. Fortress Press. p. 33. ISBN 9781451408126. Diakses tanggal 15 November 2014. 
  35. ^ Sheikh, Aziz, ed. (2008). Caring for Muslim Patients. Radcliffe Publishing. p. 95. ISBN 9781857758122. Diakses tanggal 15 November 2014. 
  36. ^ "Principal Islamic Days of Observance according to Umm al-Qura Calendar". The Umm al-Qura Calendar of Saudi Arabia. 2014. Diakses tanggal 24 November 2014. 
  37. ^ Penprase, Bryan E (2010). The Power of Stars: How Celestial Observations Have Shaped Civilization. Springer Science & Business Media. p. 142. ISBN 9781441968036. 
  38. ^ "Hajj celebrated by Muslims in Mecca - video". The Guardian. 15 October 2013. Diakses tanggal 16 November 2014. 
  39. ^ "Hajj today". The Daily Star. 14 October 2013. Diakses tanggal 16 November 2014. 
  40. ^ "Islamic State militants are enemies of humanity: Saudi Grand Mufti". Dawn. 3 October 2014. Diakses tanggal 16 November 2014. 
  41. ^ a b "Hajj Performed: 2 million pilgrims pray for world peace". The Daily Star. 24 September 2015. Diakses tanggal 26 September 2015. 
  42. ^ "Rituals of the hajj - World - Dunya News". 
  43. ^ a b Hilleary, Cecily. "Muslims Mark Most Important Day of Hajj in Saudi Arabia". 
  44. ^ Gent, R.H. van. "The Umm al-Qura Calendar of Saudi Arabia". 
  45. ^ a b c d HR. Ahmad, al-Bukhari, Muslim dan Malik dari 'Aisyah.
  46. ^ Juan E. Campo, ed. (2009). Encyclopedia of Islam. Facts On File. p. 282. ISBN 978-0-8160-5454-1. 
  47. ^ a b Neusner, Jacob (2000). World Religions in America: An Introduction. Westminster John Knox Press. p. 178. ISBN 9780664258399. Diakses tanggal 6 October 2014. 
  48. ^ a b c Mohamed, Mamdouh N. (1996). Hajj to Umrah: From A to Z. Amana Publications. ISBN 0-915957-54-X. 
  49. ^ a b Long, Matthew (2011). Islamic Beliefs, Practices, and Cultures. Marshall Cavendish Corporation. p. 89. ISBN 978-0-7614-7926-0. Diakses tanggal 2 September 2014. 
  50. ^ Long, David E. (1979). The Hajj Today: A Survey of the Contemporary Pilgrimage to Makkah. SUNY Press. p. 16. ISBN 0-87395-382-7. 
  51. ^ a b c Long, David E. (1979). The Hajj Today: A Survey of the Contemporary Pilgrimage to Makkah. SUNY Press. p. 17. ISBN 9780873953825. 
  52. ^ a b Adelowo, E. Dada, ed. (2014). Perspectives in Religious Studies: Volume III. Ibadan: HEBN Publishers Plc. p. 401. ISBN 9789780814472. 
  53. ^ "Pilgrims complain of Zamzam water shortage in Makkah". Arab News. 7 July 2014. Diakses tanggal 7 September 2014. 
  54. ^ a b c d "Hajj". Royal Embassy of Saudi Arabia. Diakses tanggal 12 August 2014. 
  55. ^ a b c Adelowo, E. Dada, ed. (2014). Perspectives in Religious Studies: Volume III. Ibadan: HEBN Publishers Plc. p. 403. ISBN 9789780814472. 
  56. ^ a b c Long, David E. (1979). The Hajj Today: A Survey of the Contemporary Pilgrimage to Makkah. p. 19. ISBN 0-87395-382-7. 
  57. ^ Sahih Muslim-Hadith No 2941.2944
  58. ^ Sahih Bukhari Hadith No: 732,733, and 734
  59. ^ a b c d al-Hasani, Abu Qanit al-Sharif (2009). The Guiding Helper: Main Text and Explanatory Notes. Lulu.com. p. 220. ISBN 9781445237916. 
  60. ^ "easyhajj.co.uk". easyhajj.co.uk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 August 2011. Diakses tanggal 19 December 2011. 
  61. ^ Nigosian (2004). Islam: Its History, Teaching, and Practices. p. 112. ISBN 0-253-21627-3. 
  62. ^ a b Islamic Beliefs, Practices, and Cultures. Marshall Cavendish Corporation. 2011. p. 90. ISBN 978-0-7614-7926-0. Diakses tanggal 2 September 2014. 
  63. ^ a b Gad-el-Hak, Mohamed, ed. (2008). Large-Scale Disasters: Prediction, Control, and Mitigation. Cambridge University Press. p. 54. ISBN 9781139472296. Diakses tanggal 13 January 2015. 
  64. ^ a b "Hajj: pilgrimage to Mecca". BBC. 8 September 2009. Diakses tanggal 6 October 2014. 
  65. ^ a b Long (1979). The Hajj Today: A Survey of the Contemporary Pilgrimage to Makkah. p. 21. ISBN 0-87395-382-7. 
  66. ^ Sahih Muslim Hadith no:2985,2994
  67. ^ Shariati, Ali (2005). HAJJ: Reflection on Its Rituals. Islamic Publications International. ISBN 1-889999-38-5. 
  68. ^ Mohamed, Mamdouh N. (1996). Hajj to Umrah: From A to Z. Mamdouh Mohamed. ISBN 0-915957-54-X. 
  69. ^ Hajj Leaflet
  70. ^ The Hajj according to the Five Schools
  71. ^ Hajj: The Pilgrimage
  72. ^ [1]
  73. ^ Denny, Frederick Mathewson (2010). An Introduction to Islam. Prentice Hall. ISBN 0-13814477-X. 
  74. ^ Norani Noridin; Nordin Yusof. A life that matters: a spiritual experience. The Other Press. p. 32. ISBN 9789675062025. 
  75. ^ "Dhaka seeks reconsidering 20pc cut in Hajj pilgrims quota". The Daily Star. 19 February 2014. Diakses tanggal 2 September 2014. 
  76. ^ "Hajj pilgrimage 2011: by numbers". Telegraph. 3 November 2011. Diakses tanggal 1 September 2014. 
  77. ^ "History of Haj Announcement India". Government of Uttar Pradesh, India. 
  78. ^ "First Hajj flight leaves for Jeddah". The News International. 29 August 2014. Diakses tanggal 3 September 2014. 
  79. ^ Tagliacozzo, Eric; Toorawa, Shawkat, ed. (2016). The Hajj: Pilgrimage in Islam. New York: Cambridge University Press. p. 178. ISBN 978-1-107-61280-8. 
  80. ^ Elfenbein, Caleb Heart Iyer (2008). Differentiating Islam: Colonialism, Sayyid Qutb, and Religious Transformation in Modern Egypt. ProQuest. p. 209. ISBN 9780549987710. Diakses tanggal 29 August 2014. 
  81. ^ Long, David E. (1979). The Hajj Today: A Survey of the Contemporary Pilgrimage to Makkah. SUNY Press. p. 48. ISBN 0-87395-382-7. 
  82. ^ Miller, M. B. (2006). "Pilgrims' Progress: The Business of the Hajj". Past & Present 191 (1): 189–228. ISSN 0031-2746. doi:10.1093/pastj/gtj009. 
  83. ^ Harrison, David, ed. (2001). Tourism and the Less Developed World: Issues and Case Studies. CABI. p. 157. ISBN 9780851994338. Diakses tanggal 29 August 2014. 
  84. ^ a b "Air Travel". Royal Embassy of Saudi Arabia. 2013. Diakses tanggal 29 August 2014. 
  85. ^ "Pilgrims Start Arriving From India, Pakistan as Haj Terminal Is Officially Opened". Arab News. Diakses tanggal 26 February 2013. 
  86. ^ "New Delhi Indira Gandhi International Airport (DEL) Information". World Guides. TravelSmart Ltd. 2014. Diakses tanggal 29 August 2014. 
  87. ^ "Glance at major hajj-related incidents in Saudi Arabia". Associated Press. 11 September 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 October 2015. Diakses tanggal 10 October 2015. 
  88. ^ "Rituals of Haj Sacrifice". Consulate General of India, Jeddah. 3 October 2013. Diakses tanggal 24 October 2015. 
  89. ^ "The Saudi Project for Utilization of Hajj Meat". ADAHI. Diakses tanggal 24 October 2015. 
  90. ^ "Hajj 2016: Saudi Arabia introduces bracelets for safety". www.aljazeera.com. Diakses tanggal 15 August 2016. 
  91. ^ a b "Saudi crush was deadliest hajj tragedy ever". Associated Press. 10 October 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 October 2015. Diakses tanggal 10 October 2015. 
  92. ^ "Hajj stampede: Saudis face growing criticism over deaths". BBC. 25 September 2015. Diakses tanggal 25 September 2015. 
  93. ^ Eaves, Elisabeth (9 June 2014). "WHO's Maurizio Barbeschi Talks About MERS and Mass Events". Bulletin of the Atomic Scientists. Diakses tanggal 9 June 2014. 
  94. ^ Branswell, Helen (7 November 2013). "Spain reports its first MERS case; woman travelled to Saudi Arabia for Hajj". The Vancouver Sun. The Canadian Press. Diakses tanggal 12 November 2013. 
  95. ^ Barasheed, Osamah; Rashid, Harunor; Heron, Leon; Ridda, Iman; Haworth, Elizabeth; Nguyen-Van-Tam, Jonathan; Dwyer, Dominic E.; Booy, Robert (November 2014). "Influenza Vaccination Among Australian Hajj Pilgrims: Uptake, Attitudes, and Barriers". Journal of Travel Medicine 21 (6): 384–390. doi:10.1111/jtm.12146. 
  96. ^ "Hajj pilgrimage to continue despite deadly MERS Epidemic". IANS (news.biharprabha.com). Diakses tanggal 23 April 2014. 
  97. ^ Sheikh, Aziz, ed. (2008). Caring for Muslim Patients. Radcliffe Publishing. p. 96. ISBN 9781857758122. Diakses tanggal 2 September 2014. 
  98. ^ Powell, William (1982). Saudi Arabia and Its Royal Family. Lyle Stuart. p. 113. ISBN 9780818403262. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  99. ^ a b Andrea Schulte-Peevers (2010). Oman, UAE & Arabian Peninsula. Lonely Planet. p. 67. ISBN 9781741791457. 
  100. ^ "Estimating the Impact of the Hajj: Religion and Tolerance in Islam's Global Gathering". Papers.ssrn.com. SSRN 1124213. 
  101. ^ Malcolm X; Alex Haley (1999). The Autobiography of Malcolm X. Ballantine Books. p. 346. ISBN 978-0-345-35068-8. Diakses tanggal 26 February 2013. 
  102. ^ "Saudi Arabia: $8.5 billion income from hajj expected". Al-Arabiya English. 
  103. ^ Ust. H. Bobby Herwibowo, Lc. & Hj. Indriya R. Dani, S.E., Panduan Pintar Haji & Umrah. "QultumMedia. Jakarta. 2008.". 
  104. ^ "Jabal al-Nour (The Mountain Of Ghar Hira (Cave of Hira)". 16 September 2015. 
  105. ^ 96:1
  106. ^ a b c d "Number of foreign Hajis grows by 2,824 percent in 92 years". The News International. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 November 2012. Diakses tanggal 9 October 2016. 
  107. ^ Ministry of External Affairs, Government of India (8 July 2013). Reduction in Hajj 2013 Quota. Siaran pers. Diakses pada 17 September 2014.
  108. ^ "Saudi Arabia cuts Hajj Quota for foreign pilgrims by 20 percent". Yahoo News. 19 June 2013. Diakses tanggal 17 September 2013. 
  109. ^ a b c d Tagliacozzo, Eric; Toorawa, Shawkat, ed. (2016). The Hajj: Pilgrimage in Islam. New York: Cambridge University Press. p. 132. ISBN 978-1-107-61280-8. 
  110. ^ a b c d e f g h i j Harrison, David, ed. (2001). Tourism and the Less Developed World: Issues and Case Studies. CABI Publishing. p. 156. ISBN 9780851994338. 
  111. ^ a b "Record number of pilgrims arrive for 1417 Hajj". Royal Embassy of Saudi Arabia. 15 April 1997. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  112. ^ "Final statistics for Hajj 1418 pilgrims". Royal Embassy of Saudi Arabia. 8 April 1998. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  113. ^ a b "Ministry of Pilgrimage figures released for 1420 Haj". Royal Embassy of Saudi Arabia. 20 March 2000. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  114. ^ "Successful culmination of Hajj 1421". Royal Embassy of Saudi Arabia. 9 March 2001. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  115. ^ "Tragic deaths reported in crowding at Mina". Royal Embassy of Saudi Arabia. 11 February 2003. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  116. ^ a b "Culmination of 1424 Hajj witnesses stampede deaths". Royal Embassy of Saudi Arabia. 1 February 2004. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  117. ^ "Hajj proceeding without incident". Royal Embassy of Saudi Arabia. 30 January 2004. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  118. ^ "Prince Abdulmajeed declares Hajj 1425 a success". Royal Embassy of Saudi Arabia. 25 January 2005. Diakses tanggal 30 July 2009. 
  119. ^ "Number of Hajj pilgrims tops 2 million". Royal Embassy of Saudi Arabia. 10 January 2006. Diakses tanggal 16 January 2015. 
  120. ^ "More than 2.3 million pilgrims perform the Hajj this year". Royal Embassy of Saudi Arabia. 30 December 2006. Diakses tanggal 30 July 2009. 
  121. ^ "More than 1.7 million pilgrims have arrived in Saudi Arabia for the Hajj". Royal Embassy of Saudi Arabia. 17 December 2007. Diakses tanggal 30 July 2009. 
  122. ^ "How Many Attended the Hajj?". Crossroads Arabia. 23 December 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 December 2007. 
  123. ^ "Record number of pilgrims arrive for Hajj". Royal Embassy of Saudi Arabia. 6 December 2008. Diakses tanggal 30 July 2009. 
  124. ^ "2,521,000 million pilgrims participated in Hajj 1430". Royal Embassy of Saudi Arabia. 29 November 2009. Diakses tanggal 8 December 2009. 
  125. ^ "2.8 million pilgrims participated in Hajj 1431". Royal Embassy of Saudi Arabia. 18 November 2010. Diakses tanggal 28 December 2010. 
  126. ^ "2,927,717 pilgrims performed Hajj this year". Royal Embassy of Saudi Arabia. 6 November 2011. Diakses tanggal 16 November 2012. 
  127. ^ "3,161,573 pilgrims perform Hajj this year". Royal Embassy of Saudi Arabia. 27 October 2012. Diakses tanggal 12 March 2013. 
  128. ^ "Two million pilgrims taking place in Hajj". Euronews. 14 October 2013. Diakses tanggal 13 February 2014. 
  129. ^ "1,379,531 pilgrims from 188 countries arrived for Hajj". Royal Embassy of Saudi Arabia. 13 October 2013. Diakses tanggal 13 February 2014. 
  130. ^ a b "Pilgrims stone 'devil' in last major Haj ritual; Eid Al-Adha begins". Arab News. 6 October 2014. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  131. ^ "Small increase in foreign pilgrims". Royal Embassy of Saudi Arabia. 2 October 2014. Diakses tanggal 7 October 2014. 
  132. ^ "1,384,941 foreign pilgrims participated in Hajj". Royal Embassy of Saudi Arabia. 22 September 2015. Diakses tanggal 15 February 2017. 
  133. ^ a b c "Saudi Arabia says Hajj 2016 receives 1.8 million pilgrims". Al Arabiya English. 12 September 2016. Diakses tanggal 15 February 2017. 
  134. ^ "Situs Resmi Departemen Agama Nanggroe Aceh Darussalam". kemenag.go.id. Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  135. ^ "Departemen Agama Provinsi Kepulauan Riau". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  136. ^ "Departemen Agama Kota Medan". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  137. ^ "Departemen Agama Kota Padang". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  138. ^ "Departemen Agama Provinsi Sumatera Selatan". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  139. ^ "Kementrian Agama Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  140. ^ "Kementrian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  141. ^ "Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  142. ^ "Departemen Agama Provinsi Jawa Timur". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  143. ^ "Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  144. ^ "Departemen Agama Provinsi Kalimantan Timur". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  145. ^ "Departemen Agama Provinsi Sulawesi Selatan". Diakses tanggal 10 Mei 2017. 
  146. ^ "Dokumentation: Die schwersten Unglücke bei der Hadsch – SPIEGEL ONLINE". SPIEGEL ONLINE. 12 January 2006. Diakses tanggal 11 October 2014. 
  147. ^ "True Islam". Quran-Islam.org. Diakses tanggal 2013-07-31. 
  148. ^ "A history of hajj tragedies | World news". London: theguardian.com. January 13, 2006. Diakses tanggal 2013-07-31. 
  149. ^ "Saudi diplomat: Hajj fire was an accident". CNN. 1997-04-16. Diakses tanggal 2014-04-18. 
  150. ^ "Saudis identifying nationalities of 118 dead pilgrims". BBC News. April 9, 1998. 
  151. ^ "BBC News – MIDDLE EAST – Lessons from Hajj deaths". News.bbc.co.uk. Diakses tanggal 11 October 2014. 
  152. ^ "Fourteen killed in Hajj stampede". BBC News. February 11, 2003. 
  153. ^ "BBC NEWS – Hundreds killed in Hajj stampede". News.bbc.co.uk. Diakses tanggal 11 October 2014. 
  154. ^ Staff, Writter. "Timeline of tragedies during hajj pilgrimage in Mecca". theguardian. Diakses tanggal 24 September 2015. 
  155. ^ "Tragedi fatal terinjak-injak di sejumlah negara". Diakses tanggal 25 September 2015. 

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Bahasa Inggris