Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kotamadya yang ada di provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Kota Administrasi Jakarta Selatan adalah nama sebuah Kota Administrasi di bagian selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pusat Pemerintahannya berada di Kebayoran Baru. Jakarta Selatan adalah salah satu dari lima Kota Administrasi di DKI Jakarta. Di sebelah Utara, Jakarta Selatan berbatasan dengan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Di sebelah Timur berbatasan dengan Jakarta Timur. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Depok, dan sebelah Barat dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Kota Administrasi Jakarta Selatan
Jawa 1rightarrow blue.svg Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kantor Wali Kota Jakarta Selatan
Kantor Wali Kota Jakarta Selatan
Seal of South Jakarta.png
Lambang
Motto: 
Rambutan Rapiah – Burung Gelatik
Jakarta selatan.png
Kota Administrasi Jakarta Selatan berlokasi di Jakarta
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan berlokasi di Jawa
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan berlokasi di Indonesia
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Kota Administrasi Jakarta Selatan
Koordinat: 6°16′07″S 106°48′22″E / 6.2686°S 106.8061°E / -6.2686; 106.8061
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Khusus Ibukota Jakarta
Tanggal peresmian28 Agustus 1978
Dasar hukumPeraturan Pemerintah
Nomor 25 Tahun 1978
Ibu kotaKebayoran Baru
Pemerintahan
 • Wali KotaMarullah Matali
 • Wakil Wali KotaIsnawa Adji
Luas
 • Total141,27 km2 (5,454 sq mi)
Populasi
 (2018[1])
 • Total2.296.977 jiwa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon021
Kode Kemendagri31.74 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan10
Jumlah kelurahan65
Flora resmiRambutan Rapiah
Fauna resmiBurung gelatik
Situs webselatan.jakarta.go.id

Jakarta Selatan adalah Kota Administrasi yang paling kaya dibandingkan dengan wilayah lainnya,[butuh rujukan] dengan banyaknya perumahan warga kelas menengah ke atas dan tempat pusat bisnis utama. Jumlah penduduk Jakarta Selatan ditahun 2018 sebanyak 2.296.977 jiwa, termasuk diantaranya 2.198 jiwa merupakan warga negara asing (WNA).[1]

PemerintahanSunting

Daftar Wali KotaSunting

No Potret Wali Kota Administrasi[3] Awal jabatan Akhir jabatan Keterangan Wakil Wali Kota
1
  Raden H.
Mochammad Kahfi
1966
1968
Tidak diketahui
2
  H.
M. E. Rasma
1968
1972
3
  H.
Sarimin
1972
1974
4
  Raden H.
M. Baka Perdana Kusuma
1974
1980
5
  Drs.
Oetomo
1980
1984
6
  H.
Mochtar Zakaria
1984
1989
7
  Drs. H.
Harun Al Rasyid
1989
1993
8
  Drs. H.
Pardjoko
1993
1998
9
  Drs. H.
Abdul Mufti
1998
2001
10
  Drs. H.
Dadang Kafrawi
2001
2006
11
  Dr. H.
Syahrul Effendi,
S.H., M.M.
2006
25 November 2011
· Budiman Simarmata (2006–08)[4]
· Anas Effendi (2008–11)
12
  H.
Muhammad Anas Effendi,
S.H., M.M.
25 November 2011
14 Februari 2013
[5]
Syamsuddin Noor (2012–13)
13
  Drs. H.
Syamsuddin Noor,
M.Si
15 Mei 2013
13 Agustus 2015
[6][7]
· Rustam Effendi (2013–14)
· Tri Djoko Sri Margianto (2014–15)
· Tri Kurniadi (2015)
14
  H.
Tri Kurniadi,
S.H., M.Si
13 Agustus 2015
5 Juli 2018
· Irmansyah (2015–17)
· Arifin (2017–18)
15
  H.
Marullah Matali,
L.c., M.Ag
5 Juli 2018

Petahana

[8]
Isnawa Adji

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Provinsi DKI Jakarta memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Selain itu DPRD Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pertimbangan terhadap calon wali kota/bupati yang diajukan oleh Gubernur.[9] Berbeda dengan DPRD Provinsi lainnya, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta berjumlah paling banyak 125% (seratus dua puluh lima persen) dari jumlah maksimal untuk kategori jumlah penduduk DKI Jakarta sebagaimana ditentukan dalam undang-undang.[9] Saat ini anggota DPRD DKI Jakarta terdiri dari 106 anggota yang dipilih berdasarkan daftar terbuka dari partai dalampemilihan umum legislatif. Pemilihan dilakukan setiap lima tahun sekali bersamaan dengan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah seluruh Indonesia. Pemilihan umum terakhir dilaksanakan pada 17 April 2019. Dewan ini berkantor di Gedung DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat. Pimpinan DPRD DKI Jakarta terdiri dari 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD DKI Jakarta yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 26 Agustus 2019 oleh Plt. Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta di Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta. Komposisi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 25 kursi.[10][11][12] Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD DKI Jakarta dalam empat periode terakhir.[13][14][15][16]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
  PDI Perjuangan 11   11 28 25
  Gerindra (baru) 6 15 19
  PKS 18   18 11 16
  Demokrat 16 32 10   10
  PAN 6 4 2 9
  PSI (baru) 8
  NasDem (baru) 5 7
  Golkar 7   7 9 6
  PKB 4 1 6 5
  PPP 7   7 10 1
  Hanura (baru) 4 10 0
  PDS 4   4
  PBR 2 0
Jumlah Anggota 75 94 106   106
Jumlah Partai 9 10   10   10

KecamatanSunting

Kota Administrasi Jakarta Selatan memiliki 10 kecamatan dan 65 kelurahan dengan Kode pos 12110 hingga 12980.[17][18]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Administrasi Jakarta Selatan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
31.74.06 Cilandak 5
31.74.09 Jagakarsa 6
31.74.07 Kebayoran Baru 10
31.74.05 Kebayoran Lama 6
31.74.03 Mampang Prapatan 5
31.74.08 Pancoran 6
31.74.04 Pasar Minggu 7
31.74.10 Pesanggrahan 5
31.74.02 Setiabudi 8
31.74.01 Tebet 7
TOTAL 65

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2019". BPS DKI Jakarta. Diakses tanggal 19 Februari 2020. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk DKI Jakarta Berdasarkan Agama 2017". www.data.jakarta.go.id. Diakses tanggal 20 Februari 2019. 
  3. ^ "Wali Kota Jakarta Selatan dari waktu ke waktu". Smart City South Jakarta. Kominfo Jakarta Selatan. Diakses tanggal 4 September 2017. 
  4. ^ "Pejabat Walikota Jakarta Selatan Tersangka" Tempo.co.
  5. ^ "Anas Effendi Gantikan Syahrul Effendi" Kompas.com.
  6. ^ "Walikota Jakarta Selatan Dipecat, Basuki: Orangnya Terlalu Baik". 
  7. ^ "Wali Kota Jakarta Selatan Dipecat Ahok karena Lambat". 
  8. ^ "4 Wali Kota yang Dilantik Gubernur DKI adalah Putra Betawi". Kompas. 2018-07-05. Diakses tanggal 2019-4-29. 
  9. ^ a b Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia
  10. ^ Amri Amrullah (26-08-2019). Esthi Maharani, ed. "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Dilantik". republika.co.id. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  11. ^ Sabik Aji Taufan (26-08-2019). Kuswandi, ed. "106 Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 Dilantik". JawaPos.com. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  12. ^ Andry Novelino (26-08-2019). "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Resmi Dilantik". CNN Indonesia. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  13. ^ Muhammad Fida Ul Haq (26-08-2019). "Sah! Ini 106 Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2019-2024". detik.com. DetikNews. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  14. ^ "94 Anggota Baru DPRD DKI Dilantik". kompas.com. 25-08-2009. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  15. ^ "75 Anggota DPRD DKI Periode 2004-2009 Dilantik". detik.com. DetikNews. 25-08-2004. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  16. ^ "Hari Ini 106 Anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019 Dilantik". detik.com. DetikNews. 25-08-2014. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  18. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting