Kota Bogor

kota di Jawa Barat, Indonesia
(Dialihkan dari Buitenzorg)

Bogor (bahasa Sunda: ᮘᮧᮌᮧᮁ, bahasa Belanda: Buitenzorg) adalah sebuah kota yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 59 km di sebelah selatan Jakarta, dan merupakan enklave Kabupaten Bogor. Pada akhir tahun 2021, jumlah penduduk kota Bogor sebanyak 1.091.396 jiwa, dengan kepadatan 9.210 jiwa/km2.[2]

Kota Bogor
Buitenzorg
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮘᮧᮌᮧᮁ
Dari atas : Istana Bogor, Dari kiri bawah : Tugu Kujang, Kebun Raya Bogor
Dari atas : Istana Bogor, Dari kiri bawah : Tugu Kujang, Kebun Raya Bogor
Bendera Kota Bogor
Lambang resmi Kota Bogor
Julukan: 
Kota Hujan
Motto: 
Di nu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga
Segala hal di masa kini adalah pusaka masa silam, dan ikhtiar hari ini adalah untuk masa depan[1]
Peta
Peta
Kota Bogor is located in Jawa Barat
Kota Bogor
Kota Bogor
Peta
Kota Bogor is located in Jawa
Kota Bogor
Kota Bogor
Kota Bogor (Jawa)
Kota Bogor is located in Indonesia
Kota Bogor
Kota Bogor
Kota Bogor (Indonesia)
Koordinat: 6°35′52″S 106°47′57″E / 6.5978028°S 106.7992633°E / -6.5978028; 106.7992633
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal berdiri3 Juni 1482 (umur 540)
Hari jadi3 Juni
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • Wali KotaBima Arya Sugiarto
 • Wakil Wali KotaDedie A. Rachim
 • Sekretaris DaerahSyarifah Sofiah
Luas
 • Total118,50 km2 (45,75 sq mi)
 • Luas daratan116,13 km2 (44,84 sq mi)
 • Luas perairan2,37 km2 (0,92 sq mi)
Peringkat61
Populasi
 (2021)[2]
 • Total1.091.396
 • Peringkat18
 • Kepadatan9.210/km2 (23,900/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 93,29%
Kristen 5,85%
- Protestan 3,85%
- Katolik 2,00%
Buddha 0,71%
Hindu 0,10%
Konghucu 0,04%[2]
 • BahasaSunda (Bogor)
Indonesia
 • IPMKenaikan 76,59 (2021)
Tinggi[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon0251
Pelat kendaraanF xxxx A**/B*/C*/D*/E*
Kode Kemendagri32.71 Edit the value on Wikidata
DAURp 850.811.547.000,00 (2020)[4]
Situs webwww.kotabogor.go.id

Bogor dikenal dengan julukan Kota Hujan, karena memiliki curah hujan yang lumayan sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa Kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg yang berarti tanpa kecemasan atau aman tenteram.

SejarahSunting

Kerajaan TarumanegaraSunting

Pada awal abad ke-5 Masehi, Kota Bogor merupakan pusat Kerajaan Tarumanagara dengan raja yang bernama Purnawarman.[5] Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim di tempat yang sama dikarenakan daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan di saat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah pada sentra-sentra perdagangan saat itu.[butuh rujukan]

Kerajaan SundaSunting

Di antara prasasti-prasasti yang ditemukan di Kota Bogor tentang kerajaan silam, salah satu prasasti tahun 1533 menceritakan kekuasaan Prabu Surawisesa dari Kerajaan Sunda. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib dan keramat, sehingga dilestarikan sampai sekarang.[butuh rujukan]

Kerajaan Sunda yang memiliki ibukota di Pajajaran diyakini terletak di Kota Bogor, dan menjadi pusat pemerintahan Prabu Siliwangi yang dinobatkan pada 3 Juni 1482. Hari penobatannya ini diresmikan sebagai Hari Jadi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor pada tahun 1973 dan diperingati setiap tahunnya hingga saat ini.

Zaman Kolonial BelandaSunting

 
Lambang Buitenzorg pada zaman Hindia Belanda yang diadopsi tahun 1932.

Setelah penyerbuan tentara Banten, catatan mengenai Kota Pakuan hilang, dan baru ditemukan kembali oleh ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeeck pada tahun 1687. Mereka melakukan penelitian atas Prasasti Batutulis dan beberapa situs lainnya, dan menyimpulkan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Kota Bogor.[butuh rujukan]

Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff membangun Istana Bogor seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendels yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor. Bogor direncanakan sebagai sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal. Dengan pembangunan-pembangunan ini, wilayah Bogor pun mulai berkembang.

Setahun kemudian, van Imhoff menggabungkan 9 distrik (Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga, dan Kampung Baru) ke dalam satu pemerintahan yang disebut Regentschap Kampung Baru Buitenzorg.

Di kawasan itu van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana Gubernur Jenderal. Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, hingga puncak Gunung Salak, dan puncak Gunung Gede.

Pada masa pendudukan Inggris, yang menjadi Gubernur Jendralnya adalah Thomas Stamford Raffles, beliau cukup berjasa dalam mengembangkan Kota Bogor, dimana Istana Bogor direnofasi dan sebagian tanahnya dijadikan Kebun Raya (Botanical Garden), beliau juga memperkejakan seorang Planner yang bernama Carsens yang menata Bogor sebagai tempat peristirahatan yang dikenal dengan Buitenzorg.

Pada tahun 1903, terbit Undang-undang Desentralisasi yang bertujuan menghapus sistem pemerintahan tradisional diganti dengan sistem administrasi pemerintahan modern sebagai realisasinya dibentuk Staadsgemeente diantaranya adalah.

1. Gemeente Batavia ( S. 1903 No.204 )
2. Gemeente Meester Cornelis ( S. 1905 No.206 )
3. Gemeente Buitenzorg ( S. 1905 No.208 )
4. Gemeente Bandoeng ( S. 1906 No.121 )
5. Gemeente Cirebon ( S. 1905 No.122 )
6. Gemeente Soekabumi ( S. 1914 No.310 )

(Regerings-Almanak Voor Nederlandsch Indie 1928 : 746-748)

Pembentukan Gemeente tersebut bukan untuk kepentingan penduduk Pribumi tetapi untuk kepentingan orang-orang Belanda dan masyarakat Golongan Eropa dan yang dipersamakan (yang menjadi Burgermeester atau Wali kota dari Staatsgemeente Buitenzoorg selalu orang-orang Belanda dan baru tahun 1940 diduduki oleh orang Bumiputra yaitu Mr. Soebroto).

Pada tahun 1922 sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap peran desentralisasi yang ada, maka terbentuklah Bestuursher Voorings Ordonantie atau Undang-undang perubahan tata Pemerintahan Negeri Hindia Belanda (Staatsblad 1922 No. 216), sehinga pada tahun 1922 terbentuklah Regentschaps Ordonantie (Ordonantie Kabupaten) yang membuat ketentuan-ketentuan daerah Otonomi Kabupaten (Staatsblad 1925 No. 79).

Provinsi Jawa Barat dibentuk pada tahun 1925 (Staatsblad 1924 No. 378 bij Propince West Java) yang terdiri dari 5 Keresidenan, 18 Kabupaten (Regentscape) dan Kotapraja (Staads Gemeente), dimana Buitenzorg (Bogor) salah satu Staads Gemeente di Provinsi Jawa Barat di bentuk berdasarkan (Staatsblad 1905 No. 208 jo. Staatsblad 1926 No. 368), dengan prinsip Desentralisasi Modern, dimana kedudukan Burgermeester menjadi jelas.

Pada masa pendudukan Jepang kedudukan pemerintahan di Kota Bogor menjadi lemah karena pemerintahan dipusatkan pada tingkat keresidenan yang berkedudukan di Kota Bogor, pada masa ini nama-nama lembaga pemerintahan berubah namanya yaitu: Keresidenan menjadi Syoeoe, Kabupaten/Regenschaps menjadi Ken, Kota/Staads Gemeente menjadi Si, Kewedanaan menjadi/Distrik menjadi Gun, Kecamatan/Under Districk menjadi Soe dan desa menjadi Koe.

Setelah kemerdekaanSunting

Pada masa setelah kemerdekaan, yaitu setelah pengakuan kedaulatan RI Pemerintahan di Kota Bogor namanya menjadi Kota Besar Bogor yang dibentuk berdasarakan Udang-undang Nomor 16 Tahun 1950.

Selanjutnya pada tahun 1957 nama pemerintahan berubah menjadi Kota Praja Bogor, sesuai dengan Undang-undang Nomor. 1 Tahun 1957, kemudian dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 1965 dan Undang-undang No. 5 Tahun 1974 berubah kembali menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 1995[6], terjadi pemekaran wilayah Kotamadya Bogor yang menyebabkan perubahan batas-batas wilayah antara Kabupaten dan Kotamadya, beberapa desa dari kecamatan sekitar yang menjadi bagian Kotamadya Bogor adalah

  • Kecamatan Ciomas (masih berdiri hingga kini), dari 25 desa yang ada terdapat 6 desa masuk ke wilayah Kotamadya Bogor (1995), antara lain:[7]
  1. Desa Cikaret
  2. Desa Pasir Jaya
  3. Desa Pasir Kuda
  4. Desa Pasir Mulya
  5. Desa Gunung Batu
  6. Desa Loji
  • Kecamatan Dramaga (masih berdiri hingga kini), dari 15 desa yang ada terdapat 5 desa masuk ke wilayah Kotamadya Bogor (1995), antara lain:
  1. Desa Sindang Barang
  2. Desa Bubulak
  3. Desa Margajaya
  4. Desa Balumbang Jaya
  5. Desa Situ Gede
  • Kecamatan Semplak (dihilangkan status kecamatannya, sebagian wilayah menjadi bagian Kec. Bogor Barat, Tanah Sareal, Kemang, dan Sukaraja), dari 21 desa yang ada terdapat 10 desa masuk wilayah Kotamadya Bogor (1995), antara lain:[8][9]
  1. Desa Cilendek Barat
  2. Desa Cilendek Timur
  3. Desa Curug
  4. Desa Curug Mekar
  5. Desa Semplak
  6. Desa Kayu Manis
  7. Desa Mekar Wangi
  8. Desa Kencana
  9. Desa Sukadamai
  10. Desa Sukaresmi
  • Kecamatan Kedung Halang (dihilangkan status kecamatannya, sebagian wilayah menjadi bagian Kec. Bogor Utara, Bogor Timur, Tanah Sareal, dan Sukaraja), dari 19 desa yang ada terdapat 8 desa masuk wilayah Kotamadya Bogor (1995), antara lain:[10]
  1. Desa Katulampa
  2. Desa Cimahpar
  3. Desa Tanah Baru
  4. Desa Ciluar
  5. Desa Ciparigi
  6. Desa Kedung Halang
  7. Desa Kedung Badak
  8. Desa Kedung Waringin
  • Kecamatan Ciawi (masih berdiri hingga kini), dari 24 desa yang ada terdapat 11 desa masuk ke wilayah Kotamadya Bogor (1995), antara lain:[11]
  1. Desa Cipaku
  2. Desa Pakuan
  3. Desa Tajur
  4. Desa Sindangrasa
  5. Desa Sindangsari
  6. Desa Muarasari
  7. Desa Harjasari
  8. Desa Bojongkerta
  9. Desa Rancamaya
  10. Desa Kertamaya
  11. Desa Genteng
  • Kecamatan Cijeruk (masih berdiri hingga kini), dari 21 desa yang ada terdapat 3 desa masuk ke wilayah Kotamadya Bogor (1995), antara lain:
  1. Desa Mulyaharja
  2. Desa Ranggamekar
  3. Desa Pamoyanan

Dengan diberlakukanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor dirubah menjadi Kota Bogor.[12] Hal ini juga berlaku pada seluruh wilayah lainnya yang ada di Indonesia.

GeografisSunting

Kota Bogor terletak di antara 106°43’30”BT–106°51’00”BT dan 30’30”LS – 6°41’00”LS serta mempunyai ketinggian rata-rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter dengan jarak dari ibukota kurang lebih 60 km.

Batas WilayahSunting

Utara Kecamatan Kemang (Kabupaten Bogor) dan Kecamatan Bojong Gede (Kabupaten Bogor)
Timur Kecamatan Sukaraja (Kabupaten Bogor) dan Kecamatan Ciawi (Kabupaten Bogor)
Selatan Kecamatan Cijeruk (Kabupaten Bogor), Kecamatan Caringin (Kabupaten Bogor) dan Kecamatan Tamansari (Kabupaten Bogor)
Barat Kecamatan Dramaga (Kabupaten Bogor) dan Kecamatan Ciomas (Kabupaten Bogor)

IklimSunting

Seperti wilayah lain di Indonesia, Bogor memiliki iklim tropis dengan tipe Hutan Hujan Tropis. Kondisi iklim di Kota Bogor suhu rata-rata tiap bulan 26 °C dengan suhu terendah 21,8 °C dan suhu tertinggi 30,4 °C.

Kelembaban udara ≥70%, curah hujan rata-rata setiap tahun di Kota Bogor sangatlah tinggi, yaitu sekitar 3.500–4000 mm dengan curah hujan terbesar pada bulan Januari, karenanya Kota Bogor dijuluki sebagai "Kota Hujan".[13]

Data iklim Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 34
(93)
34
(93)
33
(91)
35
(95)
34
(93)
34
(93)
34
(93)
36
(97)
37
(99)
37
(99)
36
(97)
35
(95)
37
(99)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 28.3
(82.9)
28.5
(83.3)
29.3
(84.7)
30
(86)
30.3
(86.5)
30.2
(86.4)
30.5
(86.9)
30.9
(87.6)
31.2
(88.2)
30.7
(87.3)
30.1
(86.2)
29.6
(85.3)
29.97
(85.94)
Rata-rata harian °C (°F) 24.7
(76.5)
24.6
(76.3)
25
(77)
25.5
(77.9)
25.5
(77.9)
25.2
(77.4)
25.2
(77.4)
25.3
(77.5)
25.6
(78.1)
25.4
(77.7)
25.4
(77.7)
25.4
(77.7)
25.23
(77.43)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.1
(70)
20.8
(69.4)
20.7
(69.3)
21
(70)
20.8
(69.4)
20.2
(68.4)
19.9
(67.8)
19.7
(67.5)
20
(68)
20.2
(68.4)
20.7
(69.3)
21.3
(70.3)
20.53
(68.98)
Rekor terendah °C (°F) 17
(63)
17
(63)
15
(59)
16
(61)
14
(57)
12
(54)
12
(54)
13
(55)
14
(57)
15
(59)
17
(63)
16
(61)
12
(54)
Presipitasi mm (inci) 374
(14.72)
348
(13.7)
361
(14.21)
343
(13.5)
267
(10.51)
176
(6.93)
147
(5.79)
119
(4.69)
169
(6.65)
291
(11.46)
410
(16.14)
386
(15.2)
3.391
(133,5)
Rata-rata hari hujan 22 20 21 20 19 15 11 10 13 18 21 20 210
% kelembapan 88 87 86 85 85 83 80 79 80 81 83 85 83.5
Rata-rata sinar matahari bulanan 136 154 197 240 260 250 287 290 256 248 196 145 2.659
Sumber #1: Climate-Data.org[14]
Sumber #2: BMKG[15] & Weatherbase[16]

DemografiSunting

PopulasiSunting

The New American Cyclopaedia pada 1867 melaporkan bahwa Buitenzorg (nama Bogor pada saat itu) memiliki populasi sebesar 320.756, termasuk 9.530 Etnis Tiongkok, 650 Etnis Eropa, and 23 Etnis Arab.[17]

Menurut sensus nasional yang dilakukan pada Mei-Agustus 2010, terdapat 949.066 orang yang tercatat sebagai penduduk di Bogor. Rata-rata kepadatan penduduk adalah sekitar 8.000 orang per km2.[18]

Suku bangsaSunting

Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2000, sebagian besar penduduk Kota Bogor adalah orang Sunda, diikuti oleh Jawa, kemudian Tionghoa, Betawi, Batak, Minangkabau, dan suku lainnya. Berikut adalah besaran penduduk Kota Bogor berdasarkan suku bangsa pada Sensus Penduduk Indonesia tahun 2000;[19]

No Suku Populasi (2000) %
1 Sunda 568.425 76,01%
2 Jawa 75.880 10,15%
3 Tionghoa 19.604 2,62%
4 Betawi 17.347 2,32%
5 Batak 11.124 1,49%
6 Minangkabau 8.439 1,13%
7 Cirebon 670 0,09%
8 Banten 379 0,05%
9 Suku lainnya 45.974 6,14%
Kota Bogor 747.842 100%

PemerintahanSunting

WalikotaSunting

No Wali Kota Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Wali Kota Ref.
1   A. Bagchus 1920 1927 1
2 JM Wesselink 1927 1931 2
3 FAJ Middelkoop 1931 1933 3
4 AH de Jong 1933 1934 4
5 GF Rambonnet 1934 1935 5
6 N Beets 1935 1937 6
7 PHM. Hildebrand 1937 1941 7
8 Mr. dr. R. Ng. Soebroto 1941 1942 8
9 R.Odang Prawiradirja 1945 1946 9
10 M.Witjaksono Wirjodihardjo 1947 1948 10
11 JJ. Penoch 1948 1950 11
12 R. Djoekardi 1950 1952 12
13 R.H.S.A Kartadjoemena 1952 1956 13
14 Pramono Notosudiro 1956 1959 14
15 Abdul Rachman 1960 1961 15
16   Achmad Adnawidjaja 1961 1965 16
17 Achmad Syam 1965 1979 17
18
18 Achmad Sobana 1979 1984 19
19 Muhammad 1984 1989 20
20 Drs. Suratman 1989 1994 21
21 Eddy Gunardi 1994 1999 22
22 Iswara Natanegara 1999 2004 23
23 Diani Budiarto 2004 2009 24 M Sahid
2009 2014 25 Achmad Ru’yat [20]
24   Bima Arya Sugiarto 7 April 2014 7 April 2019 26 Usmar Hariman
20 April 2019 Petahana 27 Dedie Rachim


Wali kota Bogor berkantor di Balai Kota Bogor yang menjadi pusat pemerintahan resmi Kota Bogor.

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Bogor dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019[21] 2019–2024
  PKB 0   1   3
  Gerindra (baru) 2   6   8
  PDI-P 6   8   8
  Golkar 6   6   5
  NasDem (baru) 1   1
  PKS 7   5   10
  PPP 3   5   5
  PAN 2   3   3
  Hanura (baru) 3   4   1
  Demokrat 15   5   5
  PBB 1   1   1
Jumlah Anggota 45   45   50
Jumlah Partai 9   11   11


KecamatanSunting

Kota Bogor memiliki 6 kecamatan dan 68 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.005.012 jiwa dengan luas wilayah 118,50 km² dan sebaran penduduk 8.481 jiwa/km².[22][23]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bogor, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.71.04 Bogor Barat 16
32.71.01 Bogor Selatan 16
32.71.03 Bogor Tengah 11
32.71.02 Bogor Timur 6
32.71.05 Bogor Utara 8
32.71.06 Tanah Sareal 11
TOTAL 68

PariwisataSunting

KulinerSunting

Bogor memiliki beberapa makanan khas, antara lain:

  • Soto Bogor
  • Cungkring
  • Doclang
  • Gepuk Karuhun
  • Ikan Balita
  • Asinan Bogor
  • Toge Goreng
  • Roti Unyil
  • Laksa Bogor
  • Lapis Talas Bogor

Sementara, minuman yang khas antara lain Es Pala dan Bir Kocok.

KesenianSunting

Bogor memiliki beberapa kesenian, antara lain:

TransportasiSunting

TerminalSunting

Selain itu, Kota Bogor dilalui oleh Jalur KA Manggarai-Padalarang.

StasiunSunting

Kota Bogor memiliki 1 stasiun KRL dan 2 stasiun KA Pangrango, diantaranya:

Selain itu, Kota Bogor juga memiliki 1 stasiun yang sudah berhenti beroperasi, 2 stasiun KA Pangrango dan 1 stasiun KRL yang sedang dalam usulan, yaitu:[24]

KesehatanSunting

Rumah SakitSunting

InfrastrukturSunting

Tempat IbadahSunting

  • Masjid Agung At-Tohiriyah, Jalan Empang 1 No.1, RT.01/RW.02, Empang, Kec. Bogor Sel., Kota Bogor, Jawa Barat 16132
  • Masjid Raya Bogor, Jalan Raya Pajajaran, Baranangsiang, Kec. Bogor Timur
  • Masjid Al-Mustofa, Jalan Cermai Ujung Blok, Bantarjati, Kec. Bogor Utara
  • Masjid Jami' Al-Juman, Jalan Pahlawan, Bondongan, Kec. Bogor Selatan
  • Masjid Agung Bogor, Jalan Nyi Raja Permas, Cibogor, Kec. Bogor Tengah
  • Masjid Al-Hijri II, Jalan K.H Sholeh Iskandar, Sukadamai, Kec. Tanah Sareal
  • Gereja Batak Karo Protestan Bogor, Jalan Tumapel Ujung, Kedung Jaya, Kec. Tanah Sareal
  • Gereja Methodist Jemaat Immanuel Bogor, Jalan Cincau, Gudang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Zebaoth Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Paledang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Katedral Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Paledang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Saint Fransiskus Bogor, Jalan Siliwangi, Bondongan, Kec. Bogor Selatan
  • Gereja Kristen Bogor, Jalan Pengadilan, Pabaton, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Kristus Bogor, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kec. Bogor Timur
  • Gereja Sidang Jemaat Allah Bogor, Jalan Suryakencana, Gudang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja HKBP Bogor, Jalan Paledang, Paledang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Bethel Bogor, Jalan Jenderal Sudirman, Sempur, Kec. Bogor Tengah
  • Klenteng Hok Tek Bio Bogor, Jalan Otto Iskandardinata, Babakan Pasar, Kec. Bogor Tengah

Museum dan PerpustakaanSunting

PendidikanSunting

Kota Bogor memiliki sekitar 1.487 sekolah, 211.456 siswa, dan 13.292 guru.

Perguruan TinggiSunting

  • Institut Pertanian Bogor
  • Politeknik AKA Bogor
  • Politeknik Kesehatan Bandung
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hidayah
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman
  • Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madaniyah
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Triguna
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Binaniaga
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komputer El-Rahma
  • Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Albana
  • Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Bogor
  • Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor
  • Sekolah Tinggi Sandi Negara
  • Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • Universitas Djuanda
  • Universitas Ibn Khaldun
  • Universitas Muhammadiyah
  • Universitas Nusa Bangsa
  • Universitas Pakuan
  • Universitas Terbuka

ReferensiSunting

  1. ^ "Tepas Salapan Lawang Dasakerta". Pemerintah Kota Bogor. 2016-12-07. Diakses tanggal 2021-12-29. Sedangkan di puncaknya tertulis semboyan ‘Di nu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga’. 
  2. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 10 Februari 2022. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia Kota Bogor (Persen), 2019-2021" (tabel dinamis). www.bogorkota.bps.go.id. Diakses tanggal 10 Februari 2022. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  5. ^ Widyastuti, Endang (2013). "Penguasaan Kerajaan Tarumanagara terhadap Kawasan Hulu Ci Sadane". Purbawidya. 2 (2): 142. 
  6. ^ "PP No. 2 Tahun 1995 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor Dan Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor [JDIH BPK RI]". peraturan.bpk.go.id. Diakses tanggal 2022-03-05. 
  7. ^ "Item 0005 - Peta Kecamatan Ciomas". Dinas Arsip & Perpustakaan Kab. Bogor. Diakses tanggal 2022-03-05. 
  8. ^ "Item 0012 - Kecamatan Semplak". Dinas Arsip & Perpustakaan Kab. Bogor. Diakses tanggal 2022-03-05. 
  9. ^ "Item 0008 - Kecamatan Semplak". Dinas Arsip & Perpustakaan Kab. Bogor. Diakses tanggal 2022-03-05. 
  10. ^ "Item 0004 - Peta Kedunghalang". Dinas Arsip & Perpustakaan Kab. Bogor. Diakses tanggal 2022-03-05. 
  11. ^ "Item 0011 - Peta Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor". Dinas Arsip & Perpustakaan Kab. Bogor. Diakses tanggal 2022-03-05. 
  12. ^ "Kota Bogor". Diakses tanggal 2 November 2021. 
  13. ^ https://kotabogor.go.id/index.php/page/detail/9/letak-geografis
  14. ^ "Bogor, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 19 Agustus 2020. 
  15. ^ "Curah Hujan Kota Bogor periode 1991-2020 – Non ZOM 27" (PDF). BMKG. hlm. 78. Diakses tanggal 19 Mei 2021. 
  16. ^ "Bogor, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 19 Agustus 2020. 
  17. ^ Ripley, George; Charles Anderson Dana (1867). The New American Cyclopaedia: A Popular Dictionary of General Knowledge. 4. Appleton. 
  18. ^ "Hasil Olah Cepat Sensus Penduduk 2010, Warga Kota Bogor 949 Ribu Jiwa". Official Site of Bogor City. Pemerintah Kota Bogor. 16 August 2010. Diakses tanggal 7 September 2010. 
  19. ^ "Karakteristik Penduduk Jawa Barat Hasil Sensus Penduduk 2000" (pdf). www.jabar.bps.go.id. 1 November 2001. hlm. 72. Diakses tanggal 10 Mei 2022. 
  20. ^ "Setelah 15 Tahun, Mantan Wali Kota Bilang Hal Inilah yang Berubah di Kota Bogor - Tribunnews Bogor". Tribunnews Bogor. 2016-06-03. Diakses tanggal 2018-11-06. 
  21. ^ https://bogornews.com/inilah-namanama-anggota-dprd-kota-bogor-periode-20142019
  22. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  23. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  24. ^ "Pemkot Bogor usulkan KAI bangun 5 stasiun kecil di Bogor". m.antaranews.com. Diakses tanggal 2021-11-25. 

Pranala luarSunting