Kabupaten Merangin

kabupaten di Jambi, Indonesia
(Dialihkan dari Merangin)

Kabupaten Merangin adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten ini merupakan kabupaten terluas di provinsi Jambi, dengan luas wilayahnya 7.668,61 km² yang terbagi menjadi 24 kecamatan dan populasi 357.315 jiwa (2020).[2] Ibu kota kabupaten Merangin berada di kecamatan Bangko.

Kabupaten Merangin
كابوڤاتين مرڠين
Danau Pauh
Lambang Kabupaten Merangin
Motto: 
Tali Undang Tambang Teliti
Lokasi Jambi Kabupaten Merangin.svg
Peta
Kabupaten Merangin كابوڤاتين مرڠين is located in Sumatra
Kabupaten Merangin كابوڤاتين مرڠين
Kabupaten Merangin
كابوڤاتين مرڠين
Peta
Kabupaten Merangin كابوڤاتين مرڠين is located in Indonesia
Kabupaten Merangin كابوڤاتين مرڠين
Kabupaten Merangin
كابوڤاتين مرڠين
Kabupaten Merangin
كابوڤاتين مرڠين (Indonesia)
Koordinat: 2°04′09″S 102°07′58″E / 2.0692°S 102.1328°E / -2.0692; 102.1328
Negara Indonesia
ProvinsiJambi
Dasar hukumKeputusan Gubernur Militer Sumatra Selatan Nomor 252/1949 dan Peraturan Daerah Kabupaten Merangin Nomor 04 Tahun 2016
Hari jadi22 Desember 1949
Ibu kotaBangko
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiMashuri
Luas
 • Total7.668,61 km2 (2,960,87 sq mi)
Populasi
 • Total357.315
 • Kepadatan47/km2 (120/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 96,24%
Kristen 3,73%
- Protestan 2,95%
- Katolik 0,78%
Buddha 0,02%
Hindu 0,01%[3]
 • BahasaMelayu, Kerinci, Minangkabau, Jawa, Sunda dan lain-lain
 • IPMKenaikan 69,53 (2021)
sedang[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Pelat kendaraanBH xxxx F*/P*
Kode Kemendagri15.02 Edit the value on Wikidata
DAURp 758.852.555.000,- (2020)[5]
Fauna resmiKuau
Situs webwww.meranginkab.go.id

SejarahSunting

 
Jembatan Batang Merangin (sekarang jembatan Mayor H. Syamsuddin Uban) sekitar tahun 1930-an

Berdasarkan Keputusan Sidang Komite Nasional Indonesia (K.N.I) Sumatra di Bukit Tinggi pada tahun 1946 ditetapkan bahwa Pulau Sumatra dibagi menjadi tiga sub Provinsi, yaitu:

  1. Sub Provinsi Sumatra Utara,
  2. Sub Provinsi Sumatra Tengah, dan
  3. Sub Provinsi Sumatra Selatan.

Kemudian dengan UU Nomor 10 tahun 1946 sub provinsi tersebut ditetapkan menjadi provinsi, di mana daerah Keresidenan Jambi yang terdiri dari Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Merangin tergabung dalam Provinsi Sumatra Tengah. Dengan Undang-Undang Darurat Nomor 19 tahun 1957 yang kemudian diubah menjadi Undang-Undang Nomor 18 tahun 1958, dibentuklah Provinsi Daerah Tingkat I Jambi yang terdiri dari:

Kabupaten Merangin sendiri sebagai salah satu daerah otonom pembentuk Provinsi Daerah Tingkat I Jambi, lahir pertama kali dengan pengangakatan Muhammad Kamil Sebagai Bupati Bangko oleh Gubernur Militer Sumatera Bagian Selatan dengan Surat Keputusan Nomor 252/1949. tanggal 22 Desember 1949. selanjutnya tanggal 22 Desember ditetapkan menjadi hari jadi Kabupaten Merangin. atas permintaan Muhammad Kamil kepada Menteri Dalam negeri untuk memasukkan kewedanaan Sarolangun, kewedanaan Muara Bungo dan Kewedanaan Tebo untuk menjadi satu wilayah otonom maka menteri Dalam Negeri Mengangkat Kembali Muhammad Kamil sebagai Bupati Kabupaten Merangin Terhitung Sejak Tanggal 01 Januari 1950 dengan wilayah eks Kewenaan Bangko, eks. Kewednaan Sarolangun, eks. Kewedanaan Muara Bungo, dan eks Kewedanaan Muara Tebo. hal ini menandakan bahwa Kabupaten Merangin lebih tua dari Provinsi Jambi, dan pada Tahun 1956 Pemerintah Republik Indonesia Menerbitkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pebentukan Daerah Otonom di Provinsi Sumatera Tengah, dimana pada Undang-Undang tersebut menetapkan kembali Kabupaten Merangin sebagai Daerah Otonom dengan Ibukota di Muara Bungo. namun karena waktu itu Muara Bungo belum siap sarana prasarana perkantorannya maka Pusat Pemerintahan masih efektif di Kota Bangko. Kemudian ibu kota Kabupaten Merangin dipindahkan ke Muara Bungo yang diputuskan melalui sidang DPRD, pemindahaan ini disebabkan oleh adanya gerakan PRRI tahun 1958 Kantor Bupati Merangin di bakar dan Kota Bangko dibumihanguskan oleh PRRI. eks. Kantor Bupati Merangin tersebut dibangun kembali pada tahun 1965 sebagai persiapan Kantor Bupati Sarolangun Bangko. Setelah berdirinya Kabupaten Sarolangun Bangko melalui UU No. 7 tahun 1965, maka pusat pemerintahan ditempatkan di Bangko dan juga menempati bangunan tersebut, selanjutnya pada tahun 1982 Kantor Bupati Sarolangun Bangko dipindahkan ke Komplek Kantor Bupati di Km 2 Bangko yang saat ini berada di jalan Jendral Sudirman Km2, sedangkan kantor lama sebagian dijadikan Mess Seroja dan sebagian menjadi Kantor Dinas Pendapatan Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko. Pada Tahun 2014 Eks Kantor Bupati Merangin (Sarko) tersebut dijadikan Museum Geologi/Pusat Informasi Geopark Merangin Jambi dan Kantor Dinas Periwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Merangin.

Dengan adanya pemekaran wilayah sesuai dengan UU No. 54 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (LN tahun 1999 Nomor 182, TLN Nomor 39030), maka wilayah Kabupaten Sarolangun Bangko dimekarkan menjadi dua yakni Kabupaten Sarolangun sebagai Kabupaten Pemekaran dan Kabupaten Sarolangun Bangko sebagai Kabupaten Induk di kembalikan namanya menjadi Kabupaten Merangin. Kabupaten Sarolangun dengan Ibukota Sarolangun dan Kabupaten Merangin dengan Ibukota Bangko.

Zaman KerajaanSunting

Kabupaten Merangin sebelum penjajahan Belanda merupakan suatu wilayah yang subur, berada didataran tinggi Jambi dan sebagian berada pada dataran rendah yang dialiri oleh beberapa sungai yakni Batang Tembesi, Batang Merangin, Batang Tabir dan banyak lagi sungai-sungai kecil. Daerah ini sebelum penjajahan Kolonial Hindia Belanda merupakan pendukung Kerajaan Melayu Jambi namun mempunyai pemerintahan sendiri dibawah tiga depati, yakni Depati Setiyo Nyato berkedudukan di Tanah Renah Sungai Manau, Depati Setiyo Rajo Berada di Lubuk Gaung dan Depati Setiyo Beti berada di Nalo Tantan, ditambah dengan Pemuncak Pulau Rengas, Pembarap, Pamenang serta Serampas Sungai Tenang, Kerajaan Pucuk Jambi ini dikatakan pendukung Kerajaan Melayu Jambi disebabkan bukanlah Jajahan Kerajaan Melayu Jambi tetapi menundukkan diri kepada Kerajaan Melayu Jambi dengan pemberian upati kepada raja jambi setiap tahunnya. Pemberian upeti ini dilakukan di Ujung Tanjung Muaro Masumai, Kota Bangko.

Kekuasaan ketiga depati ini lebih dikenal dengan Depati Tigo dibaruh (bawah) yang merupakan satu kesatuan dari kekuasaan (kerajaan) Pucuk Jambi yang dikenal dengan Depati Tujuh Helai Kain yakni empat diatas di Kerinci adalah Depati Muara Langkap, Depati Hatur Bumi, Depati Biangsari dan Depati Rencong Talang dan Tigo dibaruh di Bangko. Wilayah Pucuk Jambi ini mendapat pengaruh Pagaruyung/ Minangkabau yang dapat dibuktikan bahwa Adat istiadat dan hukum adatnya ada kesamaan yang mendasar dari Hukum Adat Minangkabau. Hukum Adat Merangin Bumi Tali Undang Tambang Teliti terdiri dari Induk Undang Nan Delapan, anak Undang Nan Dua Belas berjumlah dua puluh merupakan himpunan dari Hukum Perdata Adat dan Hukum Pidana Adat.

Zaman Penjajahan BelandaSunting

Zaman penjajahan Belanda yang dimulai pada saat Sultan Thaha Syaifuddin gugur Tahun 1906, semenjak itu Pemerintahan Kolonial Belanda menggunakan pemerintahan lokal untuk menjalankan kekuasaannya, Pemerintahan Hindia Belanda membentuk dan membagi wilayah Kewedanaan Bangko dalam beberapa Marga, Penetapan Marga-Marga tersebut dimulai pada tahun 1916 dengan membagi Wilayah kewedanaan Bangko dalam 14 Marga, dan setiap Marga diperintah oleh Pasirah selaku Kepala Marga, secara Administratif Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Wilayah Merangin merupakan Subdivisi Bangko dibawah Devisi Jambi yang masuk Kedalam Keresidenan Palembang dan terakhir ketika dibentuk Keresidenan Jambi, Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Wilayah Kewedanaan Bangko menjadi Bagian dari Keresidenan Jambi.

Zaman Pada Awal KemerdekaanSunting

Pada awal kemerdekaan Jambi masih terdiri dari beberapa kewedanaan yaitu Kewedanaan Jambi, Kewedanaan Muara Tembesi, Kewedanaan Sarolangun dan Kewedanaan Bangko, Kewedanaan Muara Bungo dan Kewedanaan Muara Tebo. Selanjutnya dengan dibentuknya beberapa daerah Otonom di Provinsi Sumatra Tengah, maka Keresidenan Jambi di bagi atas dua Kabupaten yakni Kabupaten Merangin dan Kabupaten Batanghari.

Pada saat terjadinya agresi Belanda I dan agresi Belanda II, Pemerintahan Kewedanaan Jambi berada dalam Wilayah Gubernur Militer Sumatra Selatan dan dengan Keputusan Gubernur Militer Sumatra Selatan Nomor 252/1949 tanggal 22 Desember 1949 ditetapkanlah Muhammad Kamil sebagai Bupati Kepala Pemerintahan Bangko di Bangko.

Namun oleh karena Kewedanaan Bangko merupakan bagian dari Pemerintah Sumatra Tengah, dan ketika Belanda melakukan penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia maka Menteri Dalam Negeri menetapkan Muhammad Kamil sebagai Bupati Merangin terhitung Sejak tanggal 1 Januari 1950 dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 32/30/1952.

Keadaan GeografisSunting

 
Salah satu sudut ibukota Kabupaten Merangin
 
Desa dikaki Gunung Masurai

Letak GeografisSunting

Kabupaten Merangin merupakan salah satu Kabupaten dari 11 (sebelas) Kabupaten/Kota yang berada di Provinsi Jambi. Wilayah Kabupaten Merangin berada di bagian barat Provinsi Jambi dan secara geografis terletak antara 101, 32, 11 - 102, 50, 00 bujur timur dan 1, 28, 23 - 1, 52, 00 bujur selatan. Kabupaten Merangin memiliki luas wilayah7.679 km2 atau 745,130 Ha yang terdiri dari 4.607 km2 berupa dataran rendah dan 3.027 km2 berupa dataran tinggi, dengan ketinggian berkisar 46-1.206 m dari permukaan air laut dengan batas wilayah meliputi :

Utara kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo
Timur Kabupaten Sarolangun
Selatan Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu
Barat Kabupaten Kerinci

TopografiSunting

Kondisi topografis wilayah Kabupaten Merangin secara umum dibagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Ketinggian berkisar antara 10-1.206 m dpl dengan bentang alam rata-rata bergelombang. Pada dataran rendah terletak pada ketinggian 0–100 m dpl dengan luasan 42.77 persen luas kabupaten. Wilayah dataran sedang yang terletak antara 100–500 m dpl seluas 32.53 persen luas kabupaten, sedangkan dataran tinggi yang terletak lebih dari 500 m dpl seluas 14.5 persen dari luas Kabupaten Merangin meliputi Kecamatan Jangkat, Muara Siau, Lembah Masurai, Sungai Manau dan sebagian Tabir Ulu. Dataran rendah meliputi Kecamatan Bangko, Pamenang, Tabir, Tabir Selatan dan sebagaian Tabir ulu.[6]

PemerintahanSunting

Bupati dan WakilSunting

Bupati Merangin adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Merangin. Bupati Merangin bertanggung jawab kepada gubernur provinsi Jambi. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Merangin ialah Mashuri. Sebelum menjadi bupati, ia adalah wakil bupati Merangin bersama Al Haris sebagai bupati, periode 2018-2023. Namun, Al Haris maju dalam Pemilihan umum Gubernur Jambi 2020 dan memenangkan pemilihan tersebut. Sehingga, Mashuri menjadi bupati selanjutnya menggantikan Al Haris.[7] Mashuri dilantik menjadi bupati oleh gubernur Jambi Al Haris, pada tanggal 28 Agustus 2018 di kantor Bupati Merangin, untuk sisa masa jabatan hingga 2023.[8]

No Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
18   H. Mashuri, S.Pd., M.M. 28 Agustus 2021 petahana (2018) 14 Lowong

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Merangin dalam dua periode terakhir.[9][10]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1   2
  Gerindra 4   3
  PDI-P 4   4
  Golkar 3   6
  NasDem 4   3
  Berkarya (baru) 1
  PKS 2   3
  Perindo (baru) 3
  PPP 3   2
  PAN 3   3
  Hanura 4   2
  Demokrat 2   3
  PBB 3   0
  PKPI 2   0
Jumlah Anggota 35   35
Jumlah Partai 12   12

KecamatanSunting

Kabupaten Merangin memiliki 24 kecamatan, 10 kelurahan dan 205 desa (dari total 141 kecamatan, 163 kelurahan dan 1.399 desa di seluruh Jambi). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 333.669 jiwa dengan luas wilayahnya 7.679,00 km² dan sebaran penduduk 43 jiwa/km².

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Merangin, adalah sebagai berikut:

Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
15.02.02 Bangko 4 4 Desa
15.02.10 Bangko Barat 6 Desa
15.02.12 Batang Masumai 10 Desa
15.02.01 Jangkat 11 Desa
Jangkat Timur 14 Desa
15.02.09 Lembah Masurai 15 Desa
Margo Tabir 6 Desa
15.02.03 Muara Siau 17 Desa
15.02.11 Nalo Tatan 7 Desa
15.02.06 Pamenang 1 13 Desa
Pamenang Barat 8 Desa
Pamenang Selatan 4 Desa
Pangkalan Jambu 8 Desa
Renah Pembarap 12 Desa
Renah Pamenang 4 Desa
15.02.04 Sungai Manau 10 Desa
15.02.05 Tabir 5 6 Desa
Tabir Barat 14 Desa
Tabir Ilir 7 Desa
Tabir Lintas 5 Desa
15.02.08 Tabir Selatan 8 Desa
Tabir Timur 4 Desa
15.02.07 Tabir Ulu 6 Desa
Tiang Pumpung 6 Desa
TOTAL 10 205

KesehatanSunting

Rumah SakitSunting

 
RSUD Kolonel Abundjani Bangko

Saat ini terdapat 5 rumah sakit di Kabupaten Merangin :

  • RSUD Kolonel Abundjani Bangko
  • RS DKT Bangko
  • RS Raudhah
  • RS Andimas
  • RS Merangin Medical Centre (MMC)

TransportasiSunting

DaratSunting

 
Jembatan Layang Kota Bangko

Untuk jalur darat terdapat beberapa travel yang melayani Bangko ke kota-kota seperti:

dan tujuan-tujuan lain Sedangkan untuk menggunakan bus dapat ditempuh dengan menggunakan jasa bus di Terminal Type A Pulau Tujuh di Jalan Lintas Sumatra.

PendidikanSunting

 
Universitas Merangin

Saat ini terdapat beberapa sekolah negeri maupun swasta, dan perguruan tinggi di Kabupaten Merangin.

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA atau MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 354 132 48 20 5
Data sekolah di Kabupaten Merangin
Sumber:[11]

Terdapat beberapa sekolah tinggi di Kabupaten Merangin, yaitu:

  • Universitas Merangin
  • IAI SMQ Bangko
  • STIKES Merangin
  • STIE YA Bangko

ParawisataSunting

Objek WisataSunting

 
Kawasan Geopark Merangin

Wisata alamSunting

 
Air Terjun Sigerincing
 
Danau Pauh dan Gunung Masurai

KulinerSunting

Kabupaten Merangin mempunyai beberapa makanan khas, di antaranya :

Kabupaten Merangin juga mempunyai minuman khas yaitu Kopi jangkat

Media MassaSunting

TelevisiSunting

RadioSunting

  • Radio Saga FM Bangko
  • Radio Sanganam FM
  • Radio Suara Merangin FM

Koran dan media elektronikSunting

  • Merangin Ekspres
  • Radar Sarko
  • Masurai
  • Teras Merangin
  • Seputar Merangin
  • Jurnal Merangin
  • Sarkopos
  • Bangko Independent

EkonomiSunting

Komoditi UnggulanSunting

Komoditi unggulan Kabupaten Merangin yaitu disektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan jasa. Sektor pertanian komoditas unggulannya adalah padi, jagung, cabai, dan kentang. Sub sektor perkebunan dengan komoditas Kelapa Sawit, Karet, dan Kopi.[13] Sub sektor perikanan komoditas unggulannya adalah budidaya keramba, dan budidaya kolam. Sub sektor peternakan komoditinya adalah kambing, dan kerbau. Sub sektor Jasa komoditinya yaitu wisata alam dan wisata budaya.

Pusat PerbelanjaanSunting

PasarSunting

MinimarketSunting

PerbankanSunting

Untuk mendukung sektor perekonomian, terdapat 14 Bank yang beroperasi di Kabupaten Merangin, yaitu:

Sosial BudayaSunting

  • Suku

Suku Melayu adalah penduduk asli Kabupaten Merangin yang terbagi menjadi dua yaitu suku Batin dan suku Penghulu, mereka menetap di sepanjang aliran sungai yang ada di Kabupaten Merangin seperti di sepanjang aliran Batang Merangin, Batang Tembesi, Batang Masumai, dan Batang Tabir. Sedangkan Suku Anak Dalam (SAD)/ Suku Kubu adalah suku asli kedua Kabupaten Merangin yang menetap di hutan Merangin. Selain itu di Kabupaten Merangin juga terdapat suku-suku pendatang seperti dari Kerinci, Minang, Palembang, Bengkulu Jawa, Batak, Tionghoa, Arab, India, dll.

Tokoh MeranginSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Kabupaten Merangin Dalam Angka 2020". Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  3. ^ "Provinsi Jambi Dalam Angka 2020". www.jambi.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 3 Desember 2021. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  6. ^ Gambaran Umum Kabupaten Merangin meranginkab Diakses 19 September 2020.
  7. ^ "profil Bupati dan Wakil Bupati Merangin". meranginkab.go.id. Diakses tanggal 18 Januari 2022. 
  8. ^ "Mashuri Resmi Jabat Bupati Merangin Periode 2018-2023". jambi.tribunnews.com. 28 Agustus 2021. Diakses tanggal 18 Januari 2022. 
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Merangin Periode 2014-2019
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Merangin 2019-2024
  11. ^ Jumlah Data Sekolah Kabupaten Merangin di referensi.data.kemdikbud.go.id Diakses 12 September 2021
  12. ^ Profil Wisata Merangin meranginkab Diakses 12 September 2020
  13. ^ Data Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Merangin meranginkab Diakses 19 September 2020.

Pranala luarSunting