Buka menu utama

Partai Berkarya

partai politik di Indonesia

Partai Berkarya adalah sebuah partai politik yang merupakan fusi dari 2 partai politik, yaitu Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik. Partai ini didirikan pada tanggal 15 Juli 2016, dan mendapatkan legitimasi hukum dan sah sebagai partai politik di Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2016 setelah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengeluarkan surat keputusan.[3] Partai Berkarya dipimpin oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, dan posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Priyo Budi Santoso. Tommy sebelumnya menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai.[4]

Partai Berkarya
Ketua umumHutomo Mandala Putra
Sekretaris-JenderalPriyo Budi Santoso
Dibentuk15 Juli 2016; 3 tahun lalu (2016-07-15)
Kantor pusatJalan Pangeran Antasari Nomor 20, Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
IdeologiAntikomunisme[1]
Pancasila
Soehartoisme[2]
Kursi di DPR (2019)
0 / 575
Situs web
www.berkarya.id

Partai Berkarya pada umumnya membuat program yang nyaris sama dengan partai lainnya, seperti memberikan bantuan kepada petani, nelayan, hingga usaha kecil dan menengah.[5] Mereka juga menargetkan untuk bisa mengikuti Pemilu 2019 dan menempati peringkat 3 besar.[6]

SejarahSunting

Pada tahun 2009, Tommy Soeharto ikut bertarung memperebutkan kepemimpinan Partai Golkar, bekas kendaraan politik ayahnya, namun gagal meraih suara.[7] Pada tahun 2016, sebuah laporan menyatakan bahwa Tommy akan kembali mengikuti pemilihan ketua umum Golkar, namun dirinya tidak berpartisipasi.[8] Sebagai gantinya, ia bergabung dengan Partai Berkarya yang baru terbentuk.

Berkarya adalah hasil penggabungan dari Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik (Nasrep).[9] Partai ini didirikan pada tanggal 15 Juli 2016 bertepatan dengan ulang tahun Tommy, dan diakui oleh pemerintah sebagai partai politik yang sah pada tanggal 17 Oktober 2016. Pada tanggal 13 Oktober 2017, partai ini terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bersaing di pemilihan umum tahun 2019.[10]

Secara kontroversial, Partai Berkarya menggunakan logo pohon beringin dan warna kuning yang telah menjadi ciri khas Golkar. Ketua Umum Berkarya Neneng A. Tuty mengatakan bahwa ini hanya kesamaan semata-mata dan bukan upaya untuk meniru Golkar.[11]

Pada tahun 2017, Berkarya mengumumkan bahwa mereka akan mengusung Tommy sebagai calon presiden untuk masa jabatan 2019 hingga 2024 "untuk memulihkan kejayaan Indonesia, seperti swasembada pangan, pembangunan dan menciptakan keadilan".[12] Di sisi lain, pengacara Tommy kemudian membantah bahwa kliennya akan berpartisipasi untuk jabatan tersebut.

Kebijakan dan rencanaSunting

Situs web Berkarya menyatakan bahwa mereka bertujuan untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat dalam setiap keputusan dan kebijakan politik dan pemerintahan.[13]

Pada tahun pertama eksistensinya, Berkarya mendirikan kepengurusan daerah di 34 provinsi di Indonesia dan di 514 kabupaten dan kota, sesuai dengan persyaratan verifikasi dari KPU bagi partai-partai yang ingin mengikuti pemilihan umum 2019.[14] Partai ini berharap bisa masuk dalam tiga partai teratas pada pemilu 2019 dengan memanfaatkan rasa nostalgia masyarakat terhadap era Soeharto.[15] Neneng menyatakan dirinya yakin bahwa Berkarya bisa menempati posisi dua besar, karena banyaknya tokoh dan politikus ternama yang bergabung dalam partai tersebut. Ia juga meyakini bahwa masih banyak orang yang merindukan kemakmuran era Soeharto.[16]

Pada tanggal 23 Januari 2017, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Berkarya Kota Makassar secara resmi membentuk Srikandi Partai Berkarya, untuk merekrut anggota-anggota baru dan mensosialisasikan Partai Berkarya di tengah-tengah masyarakat Kota Makassar.[17]

Pada bulan Agustus 2017, Berkarya meresmikan sayap partai yang disebut Perisai (yang merupakan akronim dari Patriot Organisasi Pagar Negeri). Ketua Umum Perisai, Tri Joko Susilo, mengatakan bahwa organisasi ini bertujuan untuk melindungi agenda politik Tommy beserta partai, dan melindungi Indonesia dari masalah kemiskinan, disintegrasi dan tantangan global. Organisasi ini menyatakan bahwa mereka akan berusaha memperbaiki rantai distribusi komoditas untuk memperbaiki ketidakseimbangan yang saat ini menguntungkan para tengkulak petani. Perisai berencana untuk secara bertahap membangun gudang atau titik transit untuk produk pertanian, perkebunan dan hasil perikanan, sehingga perantara tidak lagi dapat mengeksploitasi produsen. Tri Joko mengatakan bahwa Perisai akan membantu mengembalikan kejayaan pangan Indonesia dengan mempromosikan penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas tanah dan hasilnya.[18]

Calon presidenSunting

Untuk mengajukan kandidat pada pemilihan presiden 2019, setiap partai politik memerlukan sedikitnya 20% kursi di parlemen, atau setidaknya 25% suara rakyat, atau mereka harus membentuk koalisi untuk mencapai angka yang diperlukan.[19]

Pada bulan September 2017, ketika ditanya apakah dia akan mencalonkan diri sebagai presiden, Tommy mengatakan bahwa dia belum memikirkan sampai sejauh itu, karena dia memilih fokus pada verifikasi partainya.[20] Pada tanggal 5 Oktober 2017, pengacara Tommy Erwin Kallo membantah bahwa kliennya akan mengikuti pemilihan presiden tahun 2019. Dia mengatakan Tommy tidak ingin terlibat aktif dalam politik praktis, dan menambahkan bahwa beberapa "akun palsu" di media sosial mengklaim bahwa organisasi massa telah bertemu dengan Tommy dan mendukungnya untuk mencalonkan diri.[21]

OrganisasiSunting

Tommy adalah ketua Dewan Pembina Partai dan Majelis Tinggi Partai. Ketua Umum partai dijabat oleh Neneng A. Tuty, mantan promotor tinju yang juga memimpin Partai Nasrep dan kelompok nasionalis sayap kanan Laskar Merah Putih.[22][23] Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edi Purdijatno, adalah Ketua Dewan Pertimbangan di partai ini.[24][25] Mantan Komandan Jenderal Kopassus dan mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Muchdi Purwoprandjono, menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai.[26] Mantan Komandan Polisi Militer TNI dan mantan kepala bidang intelijen Kejaksaan Agung, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Syamsu Djalal, menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat.

Berkarya mengalami konflik internal pada bulan Juli 2017 ketika salah satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat, Nurul Candrasari yang juga mantan anggota Golkar, dipecat dari posisinya.[27] Dia menanggapi dengan melaporkan Neneng dan Badaruddin ke polisi atas pemecatan yang dianggapnya "ilegal".[28]

Dewan Pimpinan PusatSunting

Dewan EksekutifSunting

  • Ketua Umum: Hutomo Mandala Putra
  • Wakil Ketua: Sonny Puji Sasono, Tintin Hendrayani, Ourida Seskania, Hari Saputra Yusuf[29]
  • Ketua Harian Partai: Arsyad Kasmar
  • Sekretaris Jenderal: Priyo Budi Santoso
  • Bendahara Umum: Raden Mas Hendryanto Joyoningrat

ReferensiSunting

  1. ^ Tsarina Maharani (10 Januari 2019). "Berkarya: Yang Anti-Pak Harto Bisa Disimpulkan Prokomunis". Detik.com. 
  2. ^ Jawab Cak Imin, Priyo: Ideologi Partai Berkarya adalah Pak Harto
  3. ^ Kresna, Mawa (18 Oktober 2016). "Partai Berkarya Besutan Tommy Soeharto Sah Jadi Parpol". Liputan6.com. Diakses tanggal 22 April 2017. 
  4. ^ DH, Agung (18 Oktober 2016). "Partai Berkarya Besutan Tommy Soeharto Resmi Berdiri". Tirto. Diakses tanggal 22 April 2017. 
  5. ^ Kresna, Mawa (25 Januari 2017). "Partai Berkarya dicetuskan Tommy Soeharto disahkan pemerintah". Tirto. Diakses tanggal 22 April 2017. 
  6. ^ Ul Haq, Muhammad Fida (11 November 2016). "'Jual' Nama Tommy Soeharto, Partai Berkarya Kejar 3 Besar Pemilu 2019". Detik. Diakses tanggal 22 April 2017. 
  7. ^ "Pengamat: Kemenangan Ical Karena "Mesin Politik" Berjalan". Antaranews. 8 Oktober 2009. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  8. ^ "Ini 6 Calon Ketua Umum Golkar, Tak Ada Nama Tommy Soeharto". Tempo. 6 May 2016. Diakses tanggal 13 August 2017. 
  9. ^ "Tommy Soeharto Dirikan Partai, Golkar Tak Khawatir". Kompas. 15 Mei 2016. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  10. ^ Nadlir, Moh. (13 Oktober 2017). "Partai Berkarya Besutan Tommy Soeharto Daftar Pemilu 2019". Kompas. Diakses tanggal 13 Oktober 2017. 
  11. ^ Siswanto (17 Oktober 2016). "Partai Berkarya Sesuai Tanggal Lahir Tommy Soeharto, Muchdi Ikut". Suara.com. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  12. ^ "Partai Berkarya Usung Tommy Soeharto Maju Jadi Capres 2019". Tribunnews. 3 Agustus 2017. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  13. ^ "Visi & Misi". BerkaryaSiantar.com. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  14. ^ Fauzi Arubone, Bunaiya (15 Juli 2017). "Partai Berkarya Rayakan Ultah Perdana Tanpa Tommy Soeharto". Rakyat Merdeka Online. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  15. ^ Fida Ul Haq, Muhammad (11 November 2016). "'Jual' Nama Tommy Soeharto, Partai Berkarya Kejar 3 Besar Pemilu 2019". Detik. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  16. ^ Hadi, Feryanto (3 Agustus 2017). "'Jual' Kerinduan Masa Soeharto, Partai Berkarya Targetkan Posisi Dua Besar di Pemilu 2019". Tribunnews. Warta Kota. Diakses tanggal 15 Agustus 2017. 
  17. ^ "Srikandi Partai Berkarya Resmi Dibentuk". Situs web Resmi Partai Berkarya. 23 Januari 2017. Diakses tanggal 22 April 2017. 
  18. ^ Hadi, Feryanto (3 Agustus 2017). "'Jual' Kerinduan Masa Soeharto, Partai Berkarya Targetkan Posisi Dua Besar di Pemilu 2019". Tribunnews. Warta Kota. Diakses tanggal 15 Agustus 2017. 
  19. ^ Chan, Francis (26 Juli 2017). "As Indonesia's parliament passes election Bill, opposition eyes Jokowi's coalition". The Straits Times. Diakses tanggal 9 September 2017. 
  20. ^ Safutra, Ilham (2 September 2017). "Di Jalanan, Tommy Soeharto Tegaskan Tak Minat Jadi Capres". Jawa Pos. Diakses tanggal 9 September 2017. 
  21. ^ "Banyak Akun Medsos Palsu, Tommy Soeharto Bantah Nyapres Tahun 2019". Warta Kota. 5 Oktober 2017. Diakses tanggal 8 Oktober 2017. 
  22. ^ "Neneng A. Tuty, SH". BerkaryaSiantar.com. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  23. ^ Anggriawan, Fiddy (24 September 2014). "Laskar Merah Putih Desak RUU Advokat Disahkan". Okezone. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  24. ^ "Dibidani Tommy Soeharto, Partai Berkarya Resmi Jadi Partai". Tempo. Antara. 17 Oktober 2016. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  25. ^ Jingga, Rangga (17 Oktober 2016). "Partai Berkarya dicetuskan Tommy Soeharto disahkan pemerintah". Antaranews. Diakses tanggal 22 April 2017. 
  26. ^ "Partai Besutan Tommy Soeharto Akhirnya Berbadan Hukum". VIVA. 17 Oktober 2016. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  27. ^ "Pengurus DPP Partai Berkarya Tolak Pemecatannya". Skalanews.com. 24 Juli 2017. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  28. ^ "Ketum dan Sekjen Partai Berkarya Dilaporkan ke Polisi". Skalanews.com. 19 Juli 2017. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  29. ^ "Struktur Organisasi". BerkaryaSiantar.com. BerkaryaSiantar.com. Diakses tanggal 13 August 2017. 

Pranala luarSunting