Buka menu utama

Nasi gemuk adalah nasi yang ditanak bersama santan kelapa dan daun pandan. Nasi gemuk merupakan salah satu hidangan tradisional yang bisa ditemukan di daerah Provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Jambi, Nasi Gemuk biasa disantap sebagai menu sarapan[1]. Dari segi rasa, Nasi Gemuk mirip dengan nasi uduk Betawi dan Nasi Lemak yang biasa ditemukan di wilayah Kepulauan Riau, Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia, yang membedakan Nasi Gemuk dengan Nasi Lemak adalah lauk dan sambal yang digunakan untuk penyajiannya. Nasi Gemuk biasanya disajikan bersama potongan mentimun, telur rebus utuh dan telur dadar tipis yang diiris-iris, taburan tempe kering yang dirajang kecil-kecil dan renyah, kacang tanah goreng, serta sambal dengan rasa manis yang khas, tidak jarang pula disajikan dengan taburan suwiran daging sapi dan siraman kuah kari sapi atau ayam di atasnya[2]. Pada zaman dahulu, makanan tradisional ini bisa dikonsumsi setelah upacara keagamaan saja. Namun pada jaman sekarang, hidangan ini sudah bisa dikonsumsi kapan saja, tanpa harus ada upacara keagamaan, serta dapat ditemui dengan mudah di kedai-kedai sarapan pinggir jalan di daerah Sumatera Selatan dan Jambi.. Sejak tahun 2012 lalu, makanan tradisional satu ini sudah dicatat oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dengan nomer registrasi 2012002268 dan termasuk ke dalam kategori kuliner tradisional.

Daftar isi

Resep dan Cara Memasak Nasi Gemuk[3]Sunting

Bahan dan Cara Menanak Nasi GemukSunting

300 gram beras yang sudah dicuci bersih

500 ml santan dari ¼ butir buah kelapa

2 lembar daun pandan

1 lembar daun salam

1 batang serai yang sudah dimemarkan hingga keluar aromanya

1 sendok teh garam

Air bersih secukupnya

Terlebih dahulu cuci beras, daun pandan, daun salam dan batang serai dengan air bersih bersih lalu tiriskan. Kemudian rebus santan kelapa, daun salam, batang serai yang sudah dimemarkan dan garam pada api sedang sampai mendidih. Masukkan beras dan masak dan santan ke dalam kukusan, kukus semua bahan ini selama 45 menit dengan api sedang hingga matang. Setelah matang segera angkat dan dinginkan, Nasi Gemuk akan lebih nikmat jika disajikan dalam keadaan dingin.

Bahan dan Cara Membuat Sambal Nasi GemukSunting

8 buah cabai keriting

3 buah cabai rawit

2 buah cabai merah

2 sendok teh terasi

2 siung bawang putih

½ sendok teh garam

Minyak goreng secukupnya

Cuci bersih semua bahan di atas dengan air bersih, lalu masukan dan campurkan semua bahan tersebut ke dalam cobek atau ulekan, giling semua bahan sambal tersebut dengan cobek/ulekan batu hingga halus, jangan gunakan blender listrik otomatis untuk menghaluskan dan mencampur semua bahan di atas karena akan berpengaruh terhadap rasa sambal. Setelah semua bahan dihaluskan dan tercampur dengan merata, panaskan minyak goreng dan goreng sambal tersebut hingga matang.

Telur DadarSunting

2 butir telur

¼ sendok teh garam dapur

Minyak goreng secukupnya

Pecahkan dua butir telur, pisahkan kulit dengan isinya, lalu masukkan isi telur ke dalam mangkuk dan campur dengan ¼ sendok teh garam dapur, kocok hingga garam dapur dan telur tercampur rata dan keluar buih-buih kecil di atasnya. Tuang minyak goreng secukupnya ke dalam wajan, lalu panaskan. Setelah minyak di wajan panas, masukan telur dan sudah dikocok bersama garam dapur ke dalam wajan berisi minyak panas, dan tunggu hingga matang dan dinginkan. Setelah itu, gulung telur dadar dan iris kecil-kecil seperti mie. Terakhir, taburkan telur dadar tipis yang sudah diiris-iris ke atas Nasi Gemuk.

Bahan Pelengkap LainSunting

Bahan lain yang lazim digunakan sebagai pelengkap sajian Nasi Gemuk adalah, kerupuk kanji yang sudah digoreng, teri jengki ukuran sedang yang sudah digoreng, telur rebus dan satu sendok makan bawang merah goren. Tambahkan semua bahan pelengkap ini ke dalam piring Nasi Gemuk, dan Nasi Gemuk siap disajikan.

ReferensiSunting

  1. ^ Nasi Gemuk. Diakses 2019-03-28
  2. ^ Hunting Sarapan Nasi Gemuk Kuliner Khas Jambi. Diakses 2019-03-27
  3. ^ Resep khas nasi gemuk Jambi. Diakses 2019-03-27

Pranala LuarSunting