Kabupaten Pamekasan

Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia

Koordinat: 6°51′31″S 113°19′58″E / 6.85861°S 113.33278°E / -6.85861; 113.33278

Pamekasan (Pegon: ڤَيمَيكاسٓن, Carakan Madura: ꦥꦩꦼꦏ꧀ꦏꦱꦴꦤ꧀, tr. Pemekkasân) adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Pamekasan. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Madura di selatan, Kabupaten Sampang di barat, dan Kabupaten Sumenep di timur.

Kabupaten Pamekasan

Pegon: ڤَيمَيكاسٓن
Carakan Madura: ꦥꦩꦼꦏ꧀ꦏꦱꦴꦤ꧀
Alfabet Madura: Pemekkasân
Daerah tingkat II di Jawa Timur, Indonesia
Lambang Daerah Kab. Pamekasan, Jawa Timur.png
Lambang
Motto: 
Madura: Mekkas Jatna Paksa Jenneng Dibbi
Pegon: مَيكاس جاتنا ڤاكسا جَينَيڠ ديبي
Locator kabupaten pamekasan.png
Kabupaten Pamekasan berlokasi di Jawa
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pamekasan berlokasi di Indonesia
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pamekasan
Koordinat: 7°10′S 113°28′E / 7.17°S 113.47°E / -7.17; 113.47
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Ibu kotaPamekasan
Pemerintahan
 • BupatiH. Baddrut Tamam, S.Psi
Luas
 • Total732,85 km2 (28,295 sq mi)
Populasi
 • Total818.662 jiwa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0324
Kode Kemendagri35.28 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan13
Jumlah kelurahan178 desa dan 11 kelurahan
DAURp. 702.610.217.000.-(2013)[1]
Situs webhttp://www.pamekasankab.go.id/

Kabupaten Pamekasan terdiri atas 13 kecamatan, yang dibagi lagi atas 178 desa dan 11 kelurahan. Pusat pemerintahannya ada di Kecamatan Pamekasan.

GeografiSunting

Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten di kawasan Madura yang terletak di perlintasan jalur jaringan jalan Sampang-Sumenep. Luas wilayah Kabupaten Pamekasan 79.230 Ha, terdiri dari 13 Kecamatan dan 189 Desa. Secara garis besar wilayah Kabupaten Pamekasan terdiri dari dataran rendah pada bagian selatan dan dataran tinggi di wilayah tengah dan utara dengan kemiringan lahan tidak lebih rendah dari 2%. Secara astronomis Kabupaten Pamekasan berada pada 6°51'–7°31' Lintang Selatan dan 113°19'–113°58' Bujur Timur.[2]

Batas WilayahSunting

Utara Laut Jawa
Timur Kabupaten Sumenep
Selatan Selat Madura
Barat Kabupaten Sampang

TopografiSunting

Kondisi topografi Kabupaten Pamekasan didasarkan atas ketinggian dan kelerangan, di mana ditinjau dari kondisi topografi ini Kabupaten Pamekasan terletak di ketinggian 0-340 meter di atas permukaan laut. Wilayah tertinggi yaitu Kecamatan Pegantenan yang berada pada ketinggian 312 meter di atas permukaan laut, sedangkan wilayah terendah yaitu Kecamatan Galis berada pada ketinggian 6 meter di atas permukaan laut. Untuk kemiringan wilayah Kabupaten Pamekasan terbagi atas empat karakteristik, yaitu:

  1. Kelerangan 0-15 % merupakan daerah datar sampai landai, penyebarannya meliputi seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan dengan luas daerah ±59.964 Ha, dengan luasan tersebar adalah di Kecamatan Pademawu yaitu seluas 7.189 Ha
  2. Kelerangan 15-25 %, merupakan daerah miring sampai berbukit, penyebarannya meliputi sebagian besar wilayah Kecamatan Pamekasan dengan luas daerah ±14.094 Ha, dengan luasan tersebat adalah di Kecamatan Batumarmar yaitu seluas 5.611 Ha
  3. Kelerangan 25-40 %, merupakan daerah berbukit sampai curam, penyebarannya hanya meliputi tujuh kecamatan di Kabupaten Pamekasan dengan luas daerah ± 2.383 Ha, dengan luasan tersebar adalah Kecamatan Kadur seluas 638 Ha
  4. Kelerengan 40 %, merupakan daerah sangat curam, penyebarannya hanya pada enam kecamatan di Kabupaten Pamekasan dengan luas daerah ±2.789 Ha dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Kadur seluas 956 Ha.[2]

HidrologiSunting

Kabupaten Pamekasan memiliki 21 buah sungai dengan sungai terpanjang yaitu sungai Samadjid. Pola aliran sungai yang terdapat di Kabupaten Pamekasan merupakan sumber air permukaan mengikuti pola aliran sungai sejajar teranyam, berkelok putus, cagar alam bersifat tetap, sementara, dan berkala. Untuk panjang sungai yang ada tersebut berkisar antara 2-12 km yang terpanjang adalah Sungai Samadjid dan yang terpendek adalah Sungai Bringin dan Sungai Dingin dengan panjang 2 km.[2]

IklimSunting

Wilayah Kabupaten Pamekasan memiliki suhu udara antara 21°–34°C dengan tingkat kelembapan nisbi berkisar antara 72%–84%. Kabupaten Pamekasan beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua musim, yaitu musim hujan yang berlangsung pada periode DesemberApril dengan bulan terbasah adalah bulan Januari dan musim kemarau yang berlangsung pada periode MeiOktober dengan bulan terkering adalah Agustus. Curah hujan tahunan di wilayah Pamekasan berkisar antara 1.200–1.700 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 80–120 hari hujan per tahun.

Data iklim Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31
(88)
30.8
(87.4)
31.5
(88.7)
32.7
(90.9)
32.4
(90.3)
31.1
(88)
31.6
(88.9)
32.3
(90.1)
33.4
(92.1)
34.1
(93.4)
32.9
(91.2)
31.7
(89.1)
32.12
(89.84)
Rata-rata harian °C (°F) 26.7
(80.1)
26.5
(79.7)
26.6
(79.9)
27
(81)
27.1
(80.8)
26.5
(79.7)
26
(79)
26.9
(80.4)
27.3
(81.1)
28
(82)
27.7
(81.9)
27
(81)
26.94
(80.55)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.4
(72.3)
22.3
(72.1)
22.3
(72.1)
23.6
(74.5)
22.5
(72.5)
21.7
(71.1)
21
(70)
21.6
(70.9)
22.1
(71.8)
23.5
(74.3)
23
(73)
22.5
(72.5)
22.38
(72.26)
Presipitasi mm (inci) 265
(10.43)
234
(9.21)
246
(9.69)
178
(7.01)
97
(3.82)
73
(2.87)
34
(1.34)
12
(0.47)
13
(0.51)
47
(1.85)
135
(5.31)
239
(9.41)
1.573
(61,92)
Rata-rata hari hujan 18 16 17 12 8 6 2 1 1 4 11 16 112
% kelembapan 84 83 83 80 77 75 73 71 72 76 80 81 77.9
Rata-rata sinar matahari bulanan 196 194 225 228 275 273 281 301 287 284 250 207 3.001
Sumber #1: Climate-Data.org [3]
Sumber #2: Weatherbase [4]

SejarahSunting

Kemunculan sejarah pemerintahan lokal Pamekasan, diperkirakan baru diketahui sejak pertengahan abad ke-15 berdasarkan sumber sejarah tentang lahirnya mitos atau legenda Aryo Menak Sunoyo yang mulai merintis pemerintahan lokal di daerah Proppo atau Parupuk. Jauh sebelum munculnya legenda ini, keberadaan Pamekasan tidak banyak dibicarakan. Diperkirakan, Pamekasan merupakan bagian dari pemerintahan Madura di Sumenep yang telah berdiri sejak pengangkatan Arya Wiraraja pada tanggal 13 Oktober 1268 oleh raja Kertanegara.

Kabupaten Pamekasan lahir dari proses sejarah yang cukup panjang. Istilah Pamekasan sendiri baru dikenal pada sepertiga abad ke-16, ketika Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras. Memang belum cukup bukti tertulis yang menyebutkan proses perpindahan pusat pemerintahan sehingga terjadi perubahan nama wilayah ini. Begitu juga munculnya sejarah pemerintahan di Pamekasan sangat jarang ditemukan bukti-bukti tertulis apalagi prasasti yang menjelaskan tentang kapan dan bagaimana keberadaannya.

Jika pemerintahan lokal Pamekasan lahir pada abad ke-15, tidak dapat disangkal bahwa kabupaten ini lahir pada zaman kegelapan Majapahit yaitu pada saat daerah-daerah pesisir di wilayah kekuasaan Majapahit mulai merintis berdirinya pemerintahan sendiri. Berkaitan dengan sejarah kegelapan Majapahit tentu tidak bisa dimungkiri tentang kemiskinan data sejarah karena di Majapahit sendiri telah sibuk dengan upaya mempertahankan bekas wilayah pemerintahannya yang sangat besar, apalagi saat itu sastrawan-sastrawan terkenal setingkat Mpu Prapanca dan Mpu Tantular tidak banyak menghasilkan karya sastra. Sedangkan pada kehidupan masyarakat Madura sendiri, tampaknya lebih berkembang sastra lisan dibandingkan dengan sastra tulis. Graaf (2001) menulis bahwa orang Madura tidak mempunyai sejarah tertulis dalam bahasa sendiri mengenai raja-raja pribumi pada zaman pra-islam.

Tulisan-tulisan yang kemudian mulai diperkenalkan sejarah pemerintahan Pamekasan ini pada awalnya lebih banyak ditulis oleh penulis Belanda sehingga banyak menggunakan Bahasa Belanda dan kemudian mulai diterjemahkan atau ditulis kembali oleh sejarawan Madura, seperti Zainal Fatah ataupun Abdurrahman. Memang masih ada bukti-bukti tertulis lainnya yang berkembang di masyarakat, seperti tulisan pada daun lontar atau Layang Madura, namun demikian tulisan pada layang inipun lebih banyak menceritakan sejarah kehidupan para Nabi (Rasul) dan sahabatnya, termasuk juga ajaran-ajaran agama sebagai salah satu sumber pelajaran agama bagi masyarakat luas.

Masa pencerahan sejarah lokal Pamekasan mulai terungkap sekitar paruh kedua abad ke-16, ketika pengaruh Mataram mulai masuk di Madura, terlebih lagi ketika Ronggosukowati mulai mereformasi pemerintahan dan pembangunan di wilayahnya. Bahkan, raja ini disebut-sebut sebagai raja Pertama di Pamekasan yang secara terang-terangan mulai mengembangkan Agama Islam di kraton dan rakyatnya. Hal ini diperkuat dengan pembuatan jalan Se Jimat, yaitu jalan-jalan di Alun-alun kota Pamekasan dan mendirikan Masjid Jamik Pamekasan. Namun, sampai saat ini masih belum bisa diketemukan adanya inskripsi ataupun prasasti pada beberapa situs peninggalannya untuk menentukan kepastian tanggal dan bulan pada saat pertama kali ia memerintah Pamekasan.

Bahkan zaman pemerintahan Ronggosukowati mulai dikenal sejak berkembangnya legenda kyai Joko Piturun, pusaka andalan Ronggosukowati yang diceritakan mampu membunuh Pangeran Lemah Duwur dari Aresbaya melalui peristiwa mimpi. Padahal temuan ini sangat penting karena dianggap memiliki nilai sejarah untuk menentukan Hari Jadi Kota Pamekasan.

Terungkapnya sejarah pemerintahan di Pamekasan semakin ada titik terang setelah berhasilnya invansi Mataram ke Madura dan merintis pemerintahan lokal dibawah pengawasan Mataram. Hal ini dikisahkan dalam beberapa karya tulis seperti Babad Mataram dan Sejarah Dalem serta telah adanya beberapa penelitian sejarah oleh Sarjana barat yang lebih banyak dikaitkan dengan perkembangan sosial dan agama, khususnya perkembangan Islam di Pulau Jawa dan Madura, seperti Graaf dan TH. Pigeaud tentang kerajaan Islam pertama di Jawa dan Benda tentang Matahari Terbit dan Bulan Sabit, termasuk juga beberapa karya penelitian lainnya yang menceritakan sejarah Madura. Masa-masa berikutnya yaitu masa-masa yang lebih cerah sebab telah banyak tulisan berupa hasil penelitian yang didasarkan pada tulisan-tulisan sejarah Madura termasuk Pamekasan dari segi pemerintahan, politik, ekonomi, sosial dan agama, mulai dari masuknya pengaruh Mataram khususnya dalam pemerintahan Madura Barat (Bangkalan dan Pamekasan), masa campur tangan pemerintahan Belanda yang sempat menimbulkan pro dan kontra bagi para Penguasa Madura, dan menimbulkan peperangan Pangeran Trunojoyo dan Ke’ Lesap, dan terakhir pada saat terjadinya pemerintahan kolonial Belanda di Madura.

Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda inilah, tampaknya Pamekasan untuk perkembangan politik nasional tidak menguntungkan, tetapi disisi lain, para penguasa Pamekasan seperti diibaratkan pada pepatah Buppa’, Babu’, Guru, Rato telah banyak dimanfaatkan oleh pemerintahan Kolonial untuk kerentanan politiknya. Hal ini terbukti dengan banyaknya penguasa Madura yang dimanfaatkan oleh Belanda untuk memadamkan beberapa pemberontakan di Nusantara yang dianggap merugikan pemerintahan kolonial dan penggunaan tenaga kerja Madura untuk kepentingan perkembangan ekonomi Kolonial pada beberapa perusahaan Barat yang ada didaerah Jawa, khususnya Jawa Timur bagian timur (Karisidenan Basuki).

Tenaga kerja Madura dimanfaatkan sebagai tenaga buruh pada beberapa perkebunan Belanda. Orang-orang Pamekasan sendiri pada akhirnya banyak hijrah dan menetap di daerah Bondowoso. Walaupun sisi lain, seperti yang ditulis oleh peneliti Belanda masa Hindia Belanda telah menyebabkan terbukanya Madura dengan dunia luar yang menyebabkan orang-orang kecil mengetahui system komersialisasi dan industrialisasi yang sangat bermanfaat untuk gerakan-gerakan politik masa berikutnya dan muncul kesadaran kebangsaan, masa Hindia Belanda telah menorehkan sejarah tentang pedihnya luka akibat penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing. Memberlakukan dan perlindungan terhadap system apanage telah membuat orang-orang kecil di pedesaan tidak bisa menikmati hak-haknya secara bebas.

Begitu juga ketika politik etis diberlakukan, rakyat Madura telah diperkenalkan akan pentingnya pendidikan dan industri, tetapi disisi lain, keuntungan politik etis yang dinikmati oleh rakyat Madura termasuk Pamekasan harus ditebus dengan hancurnya ekologi Madura secara berkepanjangan, atau sedikitnya sampai masa pemulihan keadaan yang dipelopori oleh Residen R. Soenarto Hadiwidjojo. Bahwa pencabutan hak apanage yang diberikan kepada para bangsawan dan raja-raja Madura telah mengarah kepada kehancuran prestise pemegangnya yang selama beberapa abad disandangnya.

Perkembangan Pamekasan, walaupun tidak terlalu banyak bukti tertulis berupa manuskrip ataupun inskripsi tampaknya memiliki peran yang cukup penting pada pertumbuhan kesadaran kebangsaan yang mulai berkembang di negara kita pada zaman Kebangkitan dan Pergerakan Nasional. Banyak tokoh-tokoh Pamekasan yang kemudian bergabung dengan partai-partai politik nasional yang mulai bangkit seperti Sarikat Islam dan Nahdatul Ulama diakui sebagai tokoh nasional. Kita mengenal Tabrani, sebagai pencetus Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang mulai dihembuskan pada saat terjadinya Kongres Pemuda pertama pada tahun 1926, namun terjadi perselisihan paham dengan tokoh nasional lainnya di kongres tersebut. Pada Kongres Pemuda kedua tahun 1928 antara Tabrani dengan tokoh lainnya seperti Mohammad Yamin sudah tidak lagi bersilang pendapat.

Pergaulan tokoh-tokoh Pamekasan pada tingkat nasional baik secara perorangan ataupun melalui partai-partai politik yang bermunculan pada saat itu, ditambah dengan kejadian-kejadian historis sekitar persiapan kemerdekaan yang kemudian disusul dengan tragedi-tragedi pada zaman pendudukan Jepang ternyata mampu mendorong semakin kuatnya kesadaran para tokoh Pamekasan akan pentingnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang kemudian bahwa sebagian besar rakyat Madura termasuk Pamekasan tidak bisa menerima terbentuknya negara Madura sebagai salah satu upaya Pemerintahan Kolonial Belanda untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Melihat dari sedikitnya, bahkan hampir tidak ada sama sekali prasasti maupun inskripsi sebagai sumber penulisan ini, maka data-data ataupun fakta yang digunakan untuk menganalisis peristiwa yang terjadi tetap diupayakan menggunakan data-data sekunder berupa buku-buku sejarah ataupun Layang Madura yang diperkirakan memiliki kaitan peristiwa dengan kejadian sejarah yang ada. Selain itu diupayakan menggunakan data primer dari beberapa informan kunci yaitu para sesepuh Pamekasan.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati
(Nama lain)
Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Panembahan Ronggo Sukowati
1530
1616
1
2
Pangeran Purboyo & Pangeran Jimat
1616
1624
2
3
Pangeran Megatsari
1624
3
4
R. Kanoman
R.T.A. Wirosari
Ghung Seppo Sumenep
1685
4
5
R. Dhaksena
R.T.A Adikoro I
1685
1708
5
6
R. Sasena
R.T.A. Joyonegoro
1708
1708
6
7
R. Asral
R.T.A Adikoro II
1708
1737
7
8
R. Sujono
R.T.A Adikoro III
1737
1743
8
9
R. Ismail
R.T.A Adikoro IV
1743
1750
9
10
R.T.A. Adiningrat
1750
1752
10
11
R. Alsari
R.T.A. Cokroadiningrat I
Ghung Seppo Pamekasan
1752
1800
11
12
R. Alsana
R.T.A Cokroadiningrat II
Ghung Tenga
1800
1804
12
13
R. Palgunadi
Pangeran Mangku Adiningrat
1804
1842
14
R. Banjir
Pangeran Adipati Arya Surya Kusumo Raganata
1842
1854
15
R. Ario Moh. Hasan
1854
1891
16
R. Ario Abdul Aziz
Pangeran Mangunadiningrat
1891
1922
17
R. Abdul Jabbar
R. Adipati Ario Kertoamoprojo
1922
1934
18
R. Adipati Abdul Aziz
R. Adipati Ario Mangkuadiningrat
1934
1942
19
R. Zainal Fattah
R. Tumenggung Notoadikusumo
1942
1950
19
Masa Pemerintahan Indonesia
20
R. Hairuddin Harjokusumo
1951
1959
20
21
R. Moh. Hanafia
1959
1960
21
[Ket. 1]
22
R. I. Abdul Rahem
1960
1968
22
23
Letkol CPM
R. Haliudin
1969
1974
23
24
Letkol
Moh. Tamyis
1974
1976
24
25
Letkol Inf
Moh. Toha
1976
1982
25
26
H.
Hadiatullah
1983
1988
26
1988
1993
27
27
Drs. H.
Subagio
1993
1998
28
28
Drs. H.
Dwiatmo Hadiyanto
M.Si.
1998
2003
29
29
  Drs. H.
Achmad Syafii Yasin
M.Si.
2003
2008
30
Drs. H.
Kadarisman Sastrodiwirjo
M.Si.
30
Drs. KH.
Kholilurrahman
SH., M.Si.
2008
2013
31
(29)
  Drs. H.
Achmad Syafii Yasin
M.Si.
22 April 2018
14 Agustus 2017
32
[Ket. 2]
Drs. H.
Kholil Asy'ari
Drs. H.
Kholil Asy'ari
14 Agustus 2017
5 Januari 2018
[Ket. 3]
31
5 Januari 2018
22 April 2018
[6]
Moh. Alwi
(Pelaksana harian)
22 April 2018
24 Mei 2018
[7]
Fattah Jasin
(Penjabat)
24 Mei 2018
24 September 2018
[8]
32
  H.
Baddrut Tamam
S.Psi
24 September 2018
24 September 2023
33
Raja'e
S.HI
Catatan
  1. ^ Kepala Daerah
  2. ^ Terjerat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) suap dana desa dengan nilai Rp 250 juta[5]
  3. ^ Pelaksana Tugas[5]

Dewan PerwakilanSunting

Komposisi anggota DPRD Kabupaten Pamekasan selama 2 periode adalah sebagai berikut:[9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 5   7
  Gerindra 3   4
  PDI Perjuangan 2 0
  Golkar 4 3
  NasDem 4 2
  PKS 3   5
  Perindo (baru) 1
20px PPP 9   12
  PAN 5 2
  Demokrat 5   6
  PBB 5 3
Jumlah Anggota 45   45
Jumlah Partai 10   10

KecamatanSunting

Kabupaten Pamekasan terdiri dari 13 kecamatan, 11 kelurahan, dan 178 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 811.330 jiwa dengan luas wilayah 792,24 km² dan sebaran penduduk 1.024 jiwa/km².[10][11]

Pada tahun 2015, Kabupaten Pamekasan terbagi menjadi 13 Kecamatan 11 Kelurahan dan 179 Desa dengan luas wilayah 792.24 km² dan jumlah penduduk sebanyak 811.330 jiwa. Kode wilayah administrasi wilayah Kabupaten Pamekasan adalah 35.28, Berikut adalah daftar kecamatan dan kelurahan/desa di kabupaten Pamekasan.[12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pamekasan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
35.28.11 Batu Marmar 13 Desa
35.28.03 Galis 10 Desa
35.28.12 Kadur 10 Desa
35.28.08 Larangan 14 Desa
35.28.02 Pademawu 2 20 Desa
Kelurahan
35.28.09 Pakong 12 Desa
35.28.13 Pasean 9 Desa
35.28.06 Palenggaan 12 Desa
35.28.04 Pamekasan 9 9 Desa
Kelurahan
35.28.07 Pegantenan 13 Desa
35.28.05 Proppo 27 Desa
35.28.01 Tlanakan 17 Desa
35.28.10 Waru 12 Desa
TOTAL 11 178

PendidikanSunting

Selain dikenal Kota Batik dan Gerbang Salam. Kabupaten Pamekasan juga dinobatkan sebagai Kabupaten Pendidikan dikarenakan banyaknya lembaga pendidikan mulai dari Tingkat Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi. Predikat Kabupaten Pamekasan sudah diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Moh. Nuh pada akhir tahun 2012 lalu, sejak saat itulah Kabupaten pamekasan secara resmi mendeklarasikan diri menjadi kabupaten Pendidikan.

Predikat kabupaten Pendidikan tentu bukan hanya sekadar predikat, akan tetapi hal itu diraih atas keberhasilan kabupaten pamekasan dalam menggalakkan pendidikan, sehingga dari tahun ke tahun terus bertabur prestasi baik dari tingkat local, regional, hingga internasional.

Perguruan TinggiSunting

  • STIBA Banyuanyar
  • STIU Al Mujtama'
  • STAI Al-Khairat Pamekasan
  • IAIN Madura
  • Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah As-Salafiyah (STISA) Sumber Duko (http://www.stisa.ac.id)
  • Akademi Keperawatan Pamekasan
  • UIM (Universitas Islam Madura)
  • Universitas Madura (UNIRA)
  • STAI Miftahul Ulum
  • Yayasan An-Nasyiin
  • Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STIA) Al-Falah Kadur Pamekasan
  • Unibraw Cab. Pamekasan
  • Unair Cab. Pamekasan
  • Sekolah Tinggi Teknik Pamekasan
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pamekasan
  • Sekolah Tinggi Ilmu Akuntansi Pamekasan
  • Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Al-Hamidy
  • Akademi Keperawatan Pamekasan
  • Akademi Kebidanan Aifa Husada Pamekasan
  • Akademi Komunitas Pamekasan

Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajatSunting

  • SMA Tahfidz Darul Ulum
  • SMA Isbatia
  • MA Mambaul Ulum Bata-Bata
  • SMK Mambaul Ulum Bata-Bata
  • MA Darul Ulum 1 Banyu Anyar Pamekasan
  • SMAN 1 Pakong Pamekasan
  • MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan
  • MA. Sabilul Muttaqien Budangan Pademawu Pamekasan
  • MA As-Salafiyah Sumber Duko (http://www.aliyahassalafiyah.sch.id)
  • SMK As-Salafiyah Sumber Duko (http://www.smkassalafiyah.sch.id)
  • SMAN 1 Waru
  • SMAN 1 Pamekasan
  • SMAN 2 Pamekasan
  • SMAN 3 Pamekasan
  • SMAN 4 Pamekasan
  • SMAN 1 Galis Pamekasan
  • SMAN 5 Pamekasan
  • SMAN 1 Pademawu
  • MAN Pamekasan
  • MAN Jucangcang Pamekasan
  • SMA Muhammadiyah
  • MA Miftahul Ulum Panyepen
  • MA Sirojut Tholibin Palengaan
  • MA Nurul Ulum Palengaan
  • MA Nurul Istiqlal Palengaan
  • MA Az-Zubair Sumber Anyar
  • SMK Al-Miftah Panyepen
  • SMA SSN AL-Miftah Panyepen
  • MA Hidayatul Mubtadiin Pancoran Barat Kadur
  • SMK (SMA Islam) Mambaul Ulum Tlagah Pegantenan Pamekasan
  • SMK AL-Muarraf padukoan bicorong pakong pamekasan
  • SMK Nahdlatun Nasyiin, Legung Bungbaruh, Kadur
  • MA Al-Falah Sumber Gayam, Kadur.
  • MA Ummul Quro Plakpak Pegantenan
  • MA Insan Generasi Islami, Tagangser Laok Waru Pamekasan https://www.maigi.sch.id
  • SMK Bustanul Ulum, Tagangser Laok Waru Pamekasan
  • SMK Al-Mukhlisin, Seddur Pakong Pamekasan

Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajatSunting

  • SMP Tahfidz Darul Ulum
  • Mts Mambaul Ulum Bata-Bata
  • Mts Sabilul Muttaqien Budangan Pademawu Pamekasan
  • Mts Az-Zubair Sumber Anyar
  • MTS Darul Ulum 1 Banyu Anyar Pamekasan
  • MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3
  • MTs As-Salafiyah Sumber Duko
  • SMPN 1 Pademawu
  • SMPN 2 Pademawu
  • SMPN 1 Pamekasan
  • SMPN 2 Pamekasan
  • SMPN 3 Pamekasan
  • SMPN 4 Pamekasan
  • SMPN 5 Pamekasan
  • SMPN 6 Pamekasan
  • SMPN 7 Pamekasan
  • SMPN 8 Pamekasan
  • SMPN 1 Pakong
  • SMPN 1 Palengaan
  • SMPN 2 Palengaan
  • SMPN 1 Larangan
  • SMPN 2 Larangan
  • SMP Nurul Istiqlal Palengaan Daya
  • SMP Islam Darul Karomah Larangan Luar
  • MTsN Parteker Pamekasan
  • MTsN Pademawu 1 Pamekasan
  • MTs Sirojut Tholibin Palengaan
  • SMP Muhammadiyah
  • SMP SSN Mandiri AL-Miftah Terpadu Panyepen
  • MTs. Hidayatul Mubtadiin Pancoran Barat Kadur
  • MTs. Miftahul Ulum Panyepen
  • MTS. Darul Ulum 2 Waru Pamekasan
  • SMP Islam Mambaul Ulum Tlagah Pegantenan Pamekasan
  • SMP.Al-Muarraf padukoan bicorong pakong pamekasan
  • Mts Nahdlatun Nasyiin, Legung Bungbaruh Kadur
  • MTs Ummul Quro Plakpak Pegantenan
  • MTs Bustanul Ulum Tagangser Laok Waru Pamekasan
  • SMPI Al-Mukhlisin, Seddur Pakong Pamekasan
  • MTs Bustanul Ulum, Bujur Timur, Batumarmar, Pamekasan

PesantrenSunting

  • Pondok Pesantren Al-Falah Dempo Barat Pasean
  • Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar
  • Pondok Pesantren Sumber Bungur Pakong Pamekasan
  • Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Pancoran Barat Kadur
  • Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata
  • Pondok Pesantren As-Salafiyah Sumber Duko
  • Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet
  • Pondok Pesantern An-Nasyiin Grujugan
  • Pondok pesantren Al-Miftah Panyepen
  • Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam Kadur
  • Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumber Jati
  • Pondok Pesantren Tahfidzil Qur'an Bangkes
  • Pondok Pesantren Miftahul Khoir Cenlecen Pakong
  • Pondok Pesantren Ummul Quro As-suyuty Plakpak
  • Pondok Pesantren Sirojut Tholibin Taman Sari
  • Pondok Pesantren Nurul Ulum Karang Manggis
  • Pondok Pesantren Darul Karomah Larangan Luar
  • Pondok Pesantren Al-islah Beringin
  • Pondok Pesentren Al mujtama' Plak Pak
  • Pondok Pesentren As Salafiyah Sumber Duko Pakong
  • Pondok Pesantren Darul Lughah Akkor Palengngaan
  • Pondok Pesantren Al Hamidy Tlagah Pegantenan Pamekasan
  • Pondok pesantren MIFTAHUL ULUM Padukoan bicorong pakong pamekasan
  • Pondok pesantren SUMBER ANYAR Larangan Tokol Tlanakan Pamekasan
  • Pondok pesantren AT TAUFIQ Jungcangcang Pamekasan
  • Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Tagangser Laok Waru Pamekasan
  • Pondok Pesantren Al-Mukhlisin, Seddur Pakong Pamekasan

PrestasiSunting

  • Medali Emas Kejuaraan Dunia Fisika Internasional 2006 oleh Andy Octavian Latief
  • Medali Emas Olimpiade Fisika tingkat dunia ke-41 2010 oleh Shohibul Maromi
  • Medali Emas International Mathematical Contest The Clock Tower School 14th Edition” 2011 oleh Alyssa Diva Mustika
  • Medali Emas atau Juara pertama TANFIDZ ALQUR’AN Internasional Di Mesir oleh Salim Ghazali
  • Medali Perunggu asean physic olimpiade(AphO)di Bangkok 2009 Ali Ichsanul Qauli dan M.Shohibul Maromi
  • 5 Medali Perunggu olimpiade matematika internasional World Mathematics Invitational Korea Selatan, 2013 oleh Beauty Valen Fajri, Bintang Alethea Nagara,Prima Sultan Hudiyanto Muhammad Salman Al Farisi dan Moh. Amiril Haq.
  • Penghargaan khusus dalam ajang Olimpiade Fisika tingkat Asia 2013 oleh Fidiya Maulida
  • Serta Sederet Prestasi membanggakan di level regional, nasional dan internasional

OlahragaSunting

Selain Karapan Sapi sebagai olahraga Tradisional Madura yang perhelatan finalnya ditempatkan di Kabupaten Pamekasan. Pamekasan juga sedang naik daun dalam dunia Sepak Bola. Saat ini PERSEPAM (Madura United) klub Sepak Bola asal Pamekasan naik daun dengan masuknya di devisi utama sejak kompetisi 2012/2013 dalam Indonesia Super League (ISL)

KebudayaanSunting

TradisiSunting

PertunjukanSunting

  • Tari Pecot
  • Tari Samper Nyecceng
  • Tari Dhanggak
  • Tari Rondhing
  • Tari Mekar sareh
  • Tari Sekar Kedaton
  • Tari Topeng Gethak
  • Tari Samman
  • Gamelan Tabuan Kenek
  • Remo Mekassan
  • Sronin
  • Ol-Dhaol

KriyaSunting

Permainan rakyatSunting

KulinerSunting

PariwisataSunting

Tempat WisataSunting

MonumenSunting

PerayaanSunting

AkomodasiSunting

Hotel di Pamekasan:

  • Madinah
  • Garuda
  • Ramayana
  • Pkpri
  • Trunojoyo
  • New Ramayana
  • Putri
  • Purnama
  • Edo Hotel
  • Malindo
  • Madura Indah
  • Home Stay Asri
  • Losmen Varia
  • Odaita
  • Front One

Tokoh DaerahSunting

  • Hadi Purnomo, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI, 2009-2014
  • Didik J. Rachbini, Ketua PAN
  • Mahfud MD, mantan ketua MK (meski lahir di Sampang tapi besar dan awal pendidikannya di Pamekasan serta orang tuanya asli Pamekasan)
  • Wardiman Djojonegoro. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 1993 hingga tahun 1998
  • R. Hartono. Menjabat sebagai Gubernur Lemhanas periode 1994 - 1995.
  • Rendra Kresna. Bupati Malang 2010 - 2015
  • Amin Said Husni. Bupati Bondowoso 2008-2013 dan 2013-2018
  • * Soedarso Djojonegoro. Mantan Rektor UNAIR[13]

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b c "Profil Pamekasan" (PDF). 
  3. ^ "Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 25 September 2020. 
  4. ^ "Pamekasan, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 25 September 2020. 
  5. ^ a b Khafi, Putera (14 Agustus 2017). Ainun, Yatimul, ed. "Wabup Pamekasan Gantikan Tugas Bupati". Times Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-02-24. Diakses tanggal 24 Februari 2019. 
  6. ^ Rifqi (5 Januari 2018). Zainol, ed. "Khalil Asy'ari Segera Dilantik Jadi Bupati Pamekasan". Media Madura. Diakses tanggal 24 Februari 2019. 
  7. ^ "Moh. Alwi Ditunjuk Jadi Plh Bupati Pamekasan". 22 April 2018. Diakses tanggal 24 Februari 2019. 
  8. ^ Rasjid, Muchsin (22 April 2018). Iskandar, Yoni, ed. "Fattah Jasin Ditujuk Pejabat Bupati Pamekasan". Diakses tanggal 24 Februari 2019. 
  9. ^ Perubahan Komposisi Anggota DPRD Pamekasan
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  12. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonésia). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 22 Desember 2018. 
  13. ^ Rujukan kosong (bantuan) 

Pranala luarSunting