Buka menu utama

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A. atau sering dikenal Said Aqil Siroj (lahir di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, 3 Juli 1953; umur 66 tahun) adalah Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama periode 2010-2020.[butuh rujukan]

Said Aqil Siradj
Bismillahirahmanirahim
Prof. Dr.
Kyai Haji
Said Aqil Siradj
, M.A.
Said Aqil Siradj at Merdeka Palace.jpg
Nama dan Gelar
Semua Gelar
Gelar akademik (Prefiks)Prof. Dr.
Gelar akademik (Sufiks), M.A.
Gelar
(Islam/Sosial)
Kyai Haji
Nama
NamaSaid Aqil Siradj
Kelahirannya
Tanggal lahir (M)3
Bulan lahir (M)Juli
Tahun lahir (M)1953
Tempat lahirCirebon
Negara lahir
(penguasa wilayah)
Cirebon, Jawa Barat Bendera Indonesia
Usia (Tahun hijriyah)
Usia (Tahun masehi)
± 66 Tahun
Agama, Identitas, Kebangsaan
Agama Islam
Etnis (Suku bangsa)
KebangsaanIndonesia
Kewarganegaraan
KewarganegaraanIndonesia Bendera Indonesia
Bantuan kotak info

Pemilihan sebagai Ketua Umum PBNUSunting

Said Aqil Siroj terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) periode 2010-2015 dalam Muktamar ke-32 Nahdlatul 'Ulama (NU) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.[butuh rujukan] Said unggul dengan perolehan 294 suara dari rivalnya Slamet Effendi Yusuf yang mendapat 201 suara.[butuh rujukan] Sebelumnya, KH Sahal Mahfudz, terpilih menjadi Rais Aam PBNU.[butuh rujukan] Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) 2010-2015.[butuh rujukan] Said Aqil Siraj dan Slamet maju ke putaran kedua setelah memperoleh masing-masing 178 suara dan 158 suara.[butuh rujukan] Keduanya dianggap memenuhi syarat untuk maju dalam putaran kedua pemilihan calon ketua umum PBNU.[butuh rujukan] Dalam tata tertib muktamar seorang calon harus mengumpulkan 99 suara untuk ditetapkan sebagai calon ketua umum. Sementara itu, Sholahuddin Wahid (Gus Solah) hanya mendapatkan 83 suara, Ahmad Bagja (34), Ulil Absar Abdala (22), Ali Maschan Moesa (8), Abdul Aziz (7), Masdar Farid Mas’udi (6). Mereka gagal memperoleh angka 99 suara dari muktamirin sehingga tidak bisa mengikuti putaran kedua.[butuh rujukan]

Pada Muktamar NU Ke 33 di Jombang, Said Aqil Siroj kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode kedua (2015-2020).[butuh rujukan] Said Aqil Siroj meraih kemenangan dengan mengumpulkan 287 suara dari 412 suara muktamirin.[butuh rujukan] Kandidat lainnya As'ad Said Ali meraih 107 suara, dan Salahudin Wahid 10 suara.[butuh rujukan] Said Aqil Siroj kembali berjanji untuk konsisten tak akan menggunakan NU untuk kepentingan politik.[butuh rujukan] Said mengatakan, agenda yang menjadi prioritasnya adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi.[butuh rujukan]

Di kalangan Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj bukanlah orang baru.[butuh rujukan] Ayahnya, Aqil Siroj Kempek adalah seorang kiai di Cirebon dan termasuk dalam jejaring ulama di Karesidenan Cirebon, seperti Benda Kerep, Buntet, Gedongan dan Babakan.[butuh rujukan]

ReferensiSunting

Jabatan organisasi Islam
Didahului oleh:
KH. Hasyim Muzadi
Ketua Umum Tanfidziyah PBNU
2010
Petahana