Gereja

istilah eklesiologis yang mengacu pada apa yang dipahami oleh berbagai denominasi Kristen sebagai tubuh orang Kristen yang sebenarnya atau lembaga gerejawi asli yang didirikan oleh Yesus

Gereja (bahasa Inggris: Church; bahasa Portugis: Igreja) adalah suatu kata bahasa Indonesia yang berarti suatu perkumpulan atau lembaga dari penganut iman Kristiani. Istilah Yunani ἐκκλησία (ekklēsía), yang muncul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen biasanya diterjemahkan sebagai "jemaat/umat". Istilah ini muncul dalam 2 ayat dari Injil Matius, 24 ayat dari Kisah Para Rasul, 58 ayat dari surat Rasul Paulus, 2 ayat dari Surat kepada Orang Ibrani, 1 ayat dari Surat Yakobus, 3 ayat dari Surat Yohanes yang Ketiga, dan 19 ayat dari Kitab Wahyu.

Sebuah gereja di Johor, Malaysia.

KonstruksiSunting

Gereja-gereja Kekristenan awal memiliki keyakinan yang berhubungan dengan politeisme dan astronomi. Dalam pengajaran gereja Kekristenan awal terdapat konsep bahwa spiritual merupakan suatu hubungan perdagangan dengan roh sejati. Pembangunan gereja-gereja Kekristenan awal selalu dilakukan di sekitar tempat-tempat spiritual kuno. Tempat-tempat ini antara lain sumur-sumur suci, gua-gua keramat, dan kuil-kuil atau sekolah-sekolah yang mengkaji tentang misteri. Semua tempat tersebut diaykini sebagai penghubung dunia roh melalui kontinum ruang dan waktu. Dalam astroarkeologi, penempatan tempat-tempat penghubung ini berkaitan dengan astronomi.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ Black, Jonathan (2015). Wiyati, Nunung, ed. Sejarah Dunia yang Disembunyikan [The Secret History of the World]. Diterjemahkan oleh Soekato, I. B., dan Toha, A. Jakarta: PT Pustaka Alvabet. hlm. 57–58. ISBN 978-602-9193-67-1.