Buka menu utama

Wikipedia β

Salib Matilda, sebuah crux gemmata, dibuat untuk Matilda, Abdis Essen (973–1011), yang ditampilkan sedang berlutut di hadapan Bunda Maria dan kanak-kanak Yesus dalam lukisan email mini di kaki salib. Sosok Kristus ditambahkan lebih belakangan. Salib yang kemungkinan besar dibuat di Köln atau di Essen ini memperlihatkan sejumlah teknik kriya Abad Pertengahan, yakni teknik ukir figuratif, teknik filigrana, teknik pelapisan email, teknik gilap dan tatah permata, dan pemanfaatan kembali kameo dan ukiran permata klasik.

Abad Pertengahan atau Zaman Pertengahan dalam sejarah Eropa, berlangsung dari abad ke-5 sampai abad ke-15. Abad Pertengahan bermula sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat dan berlangsung sampai dengan Abad Pembaharuan dan Abad Penjelajahan. Sejarah Dunia Barat secara tradisional dibagi menjadi tiga kurun waktu, yakni Zaman Antik Klasik, Zaman Pertengahan, dan Zaman Modern. Dengan kata lain, Abad Pertengahan merupakan kurun waktu peralihan dari Zaman Antik Klasik ke Zaman Modern. Abad Pertengahan terbagi lagi menjadi Awal Abad Pertengahan, Puncak Abad Pertengahan, dan Akhir Abad Pertengahan.

Penurunan jumlah penduduk, kontraurbanisasi, invasi, dan perpindahan suku-suku bangsa, yang bermula sejak Akhir Abad Antik, masih berlanjut pada Awal Abad Pertengahan. Perpindahan-perpindahan penduduk berskala besar pada Zaman Migrasi meliputi perpindahan suku-suku bangsa Jermani, yang mendirikan kerajaan-kerajaan baru di bekas-bekas wilayah Kekaisaran Romawi Barat. Pada abad ke-7, Afrika Utara dan Timur Tengah—yang pernah menjadi bagian dari wilayah Kekaisaran Bizantium—dikuasai oleh Khilafah Umawiyyah, sebuah kekaisaran Islam, setelah ditaklukkan oleh para penerus Muhammad. Meskipun pada Awal Abad Pertengahan telah terjadi perubahan-perubahan mendasar dalam struktur kemasyarakatan dan politik, pengaruh Zaman Antik Klasik belum benar-benar hilang. Kekaisaran Bizantium yang masih cukup besar tetap sintas di kawasan timur Eropa. Kitab undang-undang Kekaisaran Bizantium, Corpus Iuris Civilis atau "Kitab Undang-Undang Yustinianus", ditemukan kembali di Italia Utara pada 1070, dan kelak mengundang decak kagum dari berbagai kalangan selama Abad Pertengahan. Di kawasan barat Eropa, sebagian besar dari kerajaan yang ada melembagakan segelintir pranata Romawi yang tersisa. Biara-biara didirikan seiring gencarnya usaha mengkristenkan kaum penyembah berhala di Eropa. Orang Franka, dipimpin raja-raja wangsa Karoling, mendirikan Kekaisaran Karoling pada penghujung abad ke-8 dan permulaan abad ke-9. Meskipun wilayahnya kekuasaannya meliputi sebagian besar daratan Eropa Barat, Kekaisaran Karoling kelak terpuruk akibat perang-perang saudara di dalam negeri dan invasi-invasi dari luar negeri, yakni serangan-serangan orang Viking dari arah utara, orang Hongaria dari arah timur, dan orang Saraseni dari arah selatan.

Pada Puncak Abad Pertengahan, yang bermula selepas tahun 1000, populasi Eropa mengalami peningkatan besar-besaran berkat munculnya inovasi-inovasi di bidang teknologi dan pertanian yang memungkinkan berkembangnya perniagaan, serta perubahan iklim selama Periode Suhu Hangat Abad Pertengahan yang memungkinkan meningkatnya hasil panen. Ada dua cara menata masyarakat pada Puncak Abad Pertengahan, yakni Manorialisme dan Feodalisme. Manorialisme adalah pengaturan rakyat jelata menjadi pemukim di desa-desa, dengan kewajiban membayar sewa lahan dan bekerja bakti bagi kaum bangsawan; sementara feodalisme adalah struktur politik yang mewajibkan para kesatria dan bangsawan-bangsawan kelas bawah untuk maju berperang membela majikan mereka sebagai ganti anugerah hak atas sewa lahan dan manerium. Perang Salib, yang mula-mula diserukan pada 1095, adalah upaya militer umat Kristen Eropa Barat untuk merebut kembali kekuasaan atas Tanah Suci dari umat Muslim. Raja-raja menjadi kepala dari negara-negara bangsa yang tersentralisasi. Sistem kepemimpinan semacam ini mengurangi angka kejahatan dan kekerasan, namun membuat cita-cita untuk menciptakan suatu Dunia Kristen yang bersatu semakin sukar diwujudkan. Kehidupan intelektual ditandai oleh skolastisisme, filsafat yang mengutamakan keselarasan antara iman dan akal budi, dan ditandai pula oleh pendirian universitas-universitas. Teologi Thomas Aquinas, lukisan-lukisan Giotto, puisi-puisi Dante dan Chaucer, perjalanan-perjalanan Marco Polo, dan katedral-katedral bergaya arsitektur Gotik semisal Katedral Chartres, adalah beberapa dari capaian-capaian yang menakjubkan menjelang akhir dari kurun waktu Puncak Abad Pertengahan dan permulaan dari kurun waktu Akhir Abad Pertengahan.

Akhir Abad Pertengahan ditandai oleh berbagai musibah dan malapetaka yang meliputi bencana kelaparan, wabah penyakit, dan perang, yang secara signifikan menyusutkan jumlah penduduk Eropa; antara 1347 sampai 1350, Wabah Hitam menewaskan sekitar sepertiga dari penduduk Eropa. Kontroversi, bidah, dan Skisma Barat yang menimpa Gereja Katolik, terjadi bersamaan dengan konflik antarnegara, pertikaian dalam masyarakat, dan pemberontakan-pemberontakan rakyat jelata yang melanda kerajaan-kerajaan di Eropa. Perkembangan budaya dan teknologi mentransformasi masyarakat Eropa, mengakhiri kurun waktu Akhir Abad Pertengahan, dan mengawali permulaan Zaman Modern.

Daftar isi

Terminologi dan periodisasiSunting

Abad Pertengahan adalah salah satu dari tiga kurun waktu utama dalam skema terlama yang digunakan untuk menganalisis Sejarah Eropa. Ketiga kurun waktu utama tersebut adalah Zaman Peradaban Klasik atau Zaman Antik, Abad Pertengahan, dan Zaman Modern.[1]

Para pujangga Abad Pertengahan membagi sejarah menjadi sejumlah kurun waktu, misalnya "Enam Zaman" atau "Empat Kekaisaran", dan menganggap zaman hidup mereka sebagai zaman terakhir menjelang kiamat.[2] Bilamana mengulas zaman hidup mereka, maka zaman itu akan mereka sebut sebagai "zaman modern".[3] Pada era 1330-an, tokoh humanis dan penyair Petrarca menyebut kurun waktu pra-Kristen sebagai zaman antiqua (kuno) dan kurun waktu Kristen sebagai sebagai zaman nova (baru).[4] Leonardo Bruni adalah sejarawan pertama yang menggunakan periodisasi tripartit dalam karya tulisnya, Sejarah Orang Firenze (1442).[5] Bruni dan para sejarawan sesudahnya berpendapat bahwa Italia telah banyak berubah semenjak masa hidup Petrarca, dan oleh karena itu menambahkan kurun waktu ketiga pada dua kurun waktu yang telah ditetapkan oleh Petrarca. Istilah "Abad Pertengahan" pertama kali muncul dalam bahasa Latin pada 1469 sebagai media tempestas (masa pertengahan).[6] Mula-mula ada banyak variasi dalam pemakaian istilah ini, antara lain, medium aevum (abad pertengahan), pertama kali tercatat pada 1604,[7] dan media saecula (kurun pertengahan), pertama kali tercatat pada 1625.[8] Istilah "Abad Pertengahan" adalah terjemahan dari frasa medium aevum.[9] Periodisasi tripartit menjadi periodisasi standar setelah sejarawan Jerman abad ke-17, Christophorus Cellarius, membagi sejarah menjadi tiga kurun waktu: Kuno, Pertengahan, dan Modern.[8]

Tarikh yang paling umum digunakan sebagai tarikh permulaan Abad Pertengahan adalah tarikh 476,[10] pertama kali digunakan oleh Bruni.[5][A] Bagi Eropa secara keseluruhan, tarikh 1500 seringkali dijadikan tarikh penutup Abad Pertengahan,[12] akan tetapi tidak ada kesepakatan yang universal mengenai tarikh penutup Abad Pertengahan. Tergantung konteksnya, tarikh peristiwa-peristiwa penting seperti pelayaran pertama Kristoforus Kolumbus ke Benua Amerika pada 1492, penaklukan Konstantinopel oleh orang Turki pada 1453, atau Reformasi Protestan pada 1517, kadang-kadang pula digunakan.[13] Para sejarawan Inggris seringkali menggunakan tarikh peristiwa Pertempuran Bosworth pada 1485 sebagai tarikh penutup Abad Pertengahan.[14] Tarikh yang umum digunakan oleh Spanyol adalah tarikh peristiwa mangkatnya Raja Fernando II pada 1516, mangkatnya Isabel I, Ratu Kastila pada 1504, atau penaklukan Granada pada 1492.[15] Para sejarawan dari negara-negara penutur bahasa-bahasa Roman cenderung membagi Abad Pertengahan menjadi dua kurun waktu: kurun waktu "Tinggi" sebagai kurun waktu yang terdahulu dan kurun waktu "Rendah" sebagai kurun waktu yang terkemudian. Para sejarawan penutur bahasa Inggris, mengikuti jejak rekan-rekan mereka di Jerman, umumnya membagi Abad Pertengahan menjadi tiga kurun waktu: "Awal", "Puncak", dan "Akhir".[1] Pada abad ke-19, seluruh Abad Pertengahan kerap dijuluki "Abad Kegelapan",[16][B] namun sejak diterimanya pembagian Abad Pertengahan menjadi beberapa kurun waktu, pemakaian istilah ini pun dibatasi untuk kurun waktu Awal Abad Pertengahan saja, setidaknya di kalangan sejarawan.[2]

Pengaruh agamaSunting

Abad Pertengahan merupakan abad kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembang dan memengaruhi hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, sains yang telah berkembang pada masa zaman klasik dipinggirkan dan dianggap lebih sebagai ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari ketuhanan.

 
Notre-dame de paris, contoh arsitektur dari zaman pertengahan.

Pada masa ini ilmu pengetahuan dan kesenian dimanfaatkan untuk kepentingan religi. Adanya larangan pengeksposan tubuh manusia dan hewan membuat kesenian menemukan teknik abstraksi yang memungkinkan sensasi tercipta tanpa adanya kehadiran bentuk realis.

Pada masa ini pula dibangun sistem Perang Salib untuk mempertahankan pemerintahan Eropa dari desakan pengaruh pemerintahan Islam dari timur tengah. Seorang ksatria (crusade) harus selalu bersedia membela keyakinannya setiap kali terjadi pertempuran dalam perang suci. Karena itulah pemerintahan kemudian menjadi di bawah pengaruh keagamaan.

Seni rupaSunting

Seni rupa, terutama arsitektur, yang menjadi puncak era ini adalah aliran Gothic. Sementara pada awalnya, gaya romanesque banyak memberi pengaruh.

MiliterSunting

Pasukan pada abad pertengahan benar-benar dilatih untuk bertempur. Dengan alat-alat yang sederhana seperti pedang, panah atau tombak. Sedangkan pada pasukan yang menggunakan hewan (misalnya kuda dan unta) yang biasa disebut kavaleri dianggap sangat berjaya pada abad pertengahan. Tetapi era mereka pudar ketika makin banyak para pemanah (Archers) yang lebih efektif dalam pertempuran. Selain itu tentunya pasukan infantri atau pasukan yang berjalan kaki seperti ksatria berpedang (swordsman), penusuk (pikeman) dan lain-lain. Ini terjadi karena pada masa itu setiap negara masih berbentuk kerajaan, khususnya di Eropa. Pada zaman dulu belum ada tank, maka terciptalah katapel (catapult) untuk menghancurkan kastil-kastil atau benteng pertahanan. Ada pula pelempar batu panas/berapi yang disebut Mangonel dan trebushet, selain peralatan tersebut terdapat pula Battering Ram yaitu alat untuk mendobrak gerbang serta sienge tower yang berupa menara yang dapat digerakkan hingga merapat ke tembok benteng sehingga para pasukan dapat naik ke atas benteng.

Lihat pulaSunting

KeteranganSunting

  1. ^ Inilah tahun ketika para Kaisar Romawi Barat yang terakhir tersingkir dari Italia.[11]
  2. ^ Sebuah buku rujukan yang diterbitkan pada 1883 menyamakan Abad Kegelapan dengan Abad Pertengahan, namun sejak 1904, dipelopori oleh William Paton Ker, istilah "Abad Kegelapan" pada umumnya dibatasi untuk bagian permulaan dari Abad Pertengahan. Sebagai contoh, Encyclopædia Britannica edisi tahun 1911 memberikan definisi Abad Kegelapan dengan cara yang sama. Lihat Abad Kegelapan untuk uraian sejarah selengkapnya mengenai istilah ini.

KutipanSunting

  1. ^ a b Power Central Middle Ages hlm. 304
  2. ^ a b Mommsen "Petrarch's Conception of the 'Dark Ages'" Speculum hlmn. 236–237
  3. ^ Singman Daily Life hlm. x
  4. ^ Knox "Sejarah Gagasan Abad Pembaharuan"
  5. ^ a b Bruni History of the Florentine people hlm. xvii
  6. ^ Miglio "Curial Humanism" Interpretations of Renaissance Humanism hlm. 112
  7. ^ Albrow Global Age hlm. 205
  8. ^ a b Murray "Should the Middle Ages Be Abolished?" Essays in Medieval Studies hlm. 4
  9. ^ Flexner (ed.) Random House Dictionary hlm. 1194
  10. ^ "Middle Ages" Dictionary.com
  11. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Wickham86
  12. ^ Lihat Making of Polities Europe 1300–1500 karya Watts, atau Economic History of Later Medieval Europe 1000–1500 oleh Epstein, atau tarikh penutup yang digunakan dalam Oxford History of Medieval Europe oleh Holmes (ed.)
  13. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Davies291
  14. ^ Lihat Companion to Medieval England 1066–1485 oleh Saul
  15. ^ Kamen Spain 1469–1714 hlm. 29
  16. ^ Mommsen "Petrarch's Conception of the 'Dark Ages'" Speculum hlm. 226

RujukanSunting

  • Adams, Laurie Schneider (2001). A History of Western Art (ke-3 ed.). Boston, Massachusetts: McGraw Hill. ISBN 0-07-231717-5. 
  • Albrow, Martin (1997). The Global Age: State and Society Beyond Modernity. Stanford, CA: Stanford University Press. ISBN 0-8047-2870-4. 
  • Backman, Clifford R. (2003). The Worlds of Medieval Europe. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-512169-8. 
  • Barber, Malcolm (1992). The Two Cities: Medieval Europe 1050–1320. London: Routledge. ISBN 0-415-09682-0. 
  • Barber, Richard (1978). Edward, Prince of Wales and Aquitaine: A Biography of the Black Prince. New York: Scribner. ISBN 0-684-15864-7. 
  • Barlow, Frank (1988). The Feudal Kingdom of England 1042–1216 (Ke-4 ed.). New York: Longman. ISBN 0-582-49504-0. 
  • Bauer, Susan Wise (2010). The History of the Medieval World: From the Conversion of Constantine to the First Crusade. New York: W. W. Norton. ISBN 978-0-393-05975-5. 
  • Benton, Janetta Rebold (2002). Art of the Middle Ages. World of Art. London: Thames & Hudson. ISBN 0-500-20350-4. 
  • British Library Staff (8 Januari 2008). "Incunabula Short Title Catalogue". British Library. Diakses tanggal 8 April 2012. 
  • Brown, Peter. The World of Late Antiquity AD 150–750. Library of World Civilization. New York: W. W. Norton & Company. ISBN 0-393-95803-5. 
  • Brown, Thomas (1998). "The Transformation of the Roman Mediterranean, 400–900". Di Holmes, George. The Oxford Illustrated History of Medieval Europe. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. pp. 1–62. ISBN 0-19-285220-5. 
  • Bruni, Leonardo (2001). Hankins, James, ed. History of the Florentine People 1. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-00506-8. 
  • Colish, Marcia L. (1997). Medieval Foundations of the Western Intellectual Tradition 400–1400. New Haven, CT: Yale University Press. ISBN 0-300-07852-8. 
  • Collins, Roger (1999). Early Medieval Europe: 300–1000 (ke-2 ed.). New York: St. Martin's Press. ISBN 0-312-21886-9. 
  • Coredon, Christopher (2007). A Dictionary of Medieval Terms & Phrases (Cetak ulang ed.). Woodbridge, Britania Raya: D. S. Brewer. ISBN 978-1-84384-138-8. 
  • Cosman, Madeleine Pelner (2007). Medieval Wordbook: More the 4,000 Terms and Expressions from Medieval Culture. New York: Barnes & Noble. ISBN 978-0-7607-8725-0. 
  • Crampton, R. J. (2005). A Concise History of Bulgaria. Cambridge, Britania Raya: Cambridge University Press. ISBN 0-521-61637-9. 
  • Cunliffe, Barry (2008). Europe Between the Oceans: Themes and Variations 9000 BC-AD 1000. New Haven, CT: Yale University Press. ISBN 978-0-300-11923-7. 
  • Curta, Florin (2006). Southeastern Europe in the Middle Ages 500–1250. Cambridge Medieval Textbooks. Cambridge, Britania Raya: Cambridge University Press. ISBN 0-521-89452-2. 
  • Davies, Norman (1996). Europe: A History. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. ISBN 0-19-520912-5. 
  • Denley, Peter (1998). "The Mediterranean in the Age of the Renaissance, 1200–1500". Di Holmes, George. The Oxford Illustrated History of Medieval Europe. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. pp. 235–296. ISBN 0-19-285220-5. 
  • Dodwell, C. R. (1993). The Pictorial Arts of the West: 800–1200. Pellican History of Art. New Haven, CT: Yale University Press. ISBN 0-300-06493-4. 
  • Eastwood, Bruce (2007). Ordering the Heavens: Roman Astronomy and Cosmology in the Carolingian Renaissance. History of Science and Medicine Library. Boston, Massachusetts: Brill. ISBN 978-90-04-16186-3. 
  • Epstein, Steven A. (2009). An Economic and Social History of Later Medieval Europe, 1000–1500. Cambridge, Britania Raya: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-70653-7. 
  • Flexner, Stuart Berg (ed.). The Random House Dictionary of the English Language: Unabridged (Ke-2 ed.). New York: Random House. ISBN 0-394-50050-4. 
  • Gainty, Denis; Ward, Walter D. (2009). Sources of World Societies: Volume 2: Since 1500. Boston, Massachusetts: Bedford/St. Martin's. ISBN 0-312-68858-X. 
  • Geary, Patrick J. (1988). Before France and Germany: The Creation and Transformation of the Merovingian World. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. ISBN 0-19-504458-4. 
  • Gies, Joseph; Gies, Frances (1973). Life in a Medieval City. New York: Thomas Y. Crowell. ISBN 0-8152-0345-4. 
  • Grant, Edward (2001). God and Reason in the Middle Ages. Cambridge, Britania Raya: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-80279-6. 
  • Grant, E. (1994). Planets, Stars, & Orbs: The Medieval Cosmos, 1200–1687. Cambridge, Britania Raya: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-43344-0. 
  • Grierson, Philip (1989). "Coinage and currency". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. pp. 97–98. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Griffiths, Antony (1996). Prints and Printmaking. London: British Museum Press. ISBN 0-7141-2608-X. 
  • Hallam, Elizabeth M.; Everard, Judith (2001). Capetian France 987–1328 (Ke-2 ed.). New York: Longman. ISBN 0-582-40428-2. 
  • Hamilton, Bernard (2003). Religion in the Medieval West (Ke-2 ed.). London: Arnold. ISBN 0-340-80839-X. 
  • Heather, Peter (2006). The Fall of the Roman Empire: A New History of Rome and the Barbarians. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-532541-6. 
  • Henderson, George (1977). Early Medieval (Revisi ed.). New York: Penguin. OCLC 641757789. 
  • Holmes, George, ed. (1988). The Oxford History of Medieval Europe. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. ISBN 0-19-285272-8. 
  • Ilardi, Vincent (2007). Renaissance Vision from Spectacles to Telescopes. Philadelphia: American Philosophical Society. ISBN 978-0-87169-259-7. 
  • James, Edward (2009). Europe's Barbarians: AD 200–600. The Medieval World. Harlow, Britania Raya: Pearson Longman. ISBN 978-0-582-77296-0. 
  • Jordan, William C. (2003). Europe in the High Middle Ages. Penguin History of Europe. New York: Viking. ISBN 978-0-670-03202-0. 
  • Kamen, Henry (2005). Spain 1469–1714 (Ke-3 ed.). New York: Pearson/Longman. ISBN 0-582-78464-6. 
  • Kaufmann, J. E.; Kaufmann, H. W. (2001). The Medieval Fortress: Castles, Forts and Walled Cities of the Middle Ages (2004 ed.). Cambridge, Massachusetts: De Capo Press. ISBN 0-306-81358-0. 
  • Keen, Maurice (1988) [1968]. The Pelican History of Medieval Europe. London: Penguin Books. ISBN 0-14-021085-7. 
  • Kitzinger, Ernst (1955). Early Medieval Art at the British Museum (Ke-2 ed.). London: British Museum. OCLC 510455. 
  • Knox, E. L. "History of the Idea of the Renaissance". Europe in the Late Middle Ages. Boise State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 February 2012. Diakses tanggal 25 Desember 2012. 
  • Lasko, Peter (1972). Ars Sacra, 800–1200. Penguin History of Art (sekarang Yale). New York: Penguin. ISBN 0-14-056036-X. 
  • Lawrence, C.H (2001). Medieval Monasticism: Forms of Religious Life in Western Europe in the Middle Ages (Ke-3 ed.). Harlow, Britania Raya: Longman. ISBN 0-582-40427-4. 
  • Lightbown, Ronald W. (1978). Secular Goldsmiths' Work in Medieval France: A History. Reports of the Research Committee of the Society of Antiquaries of London. London: Thames and Hudson. ISBN 0-500-99027-1. 
  • Lindberg, David C.; Numbers, Ronald L. (1986). "Beyond War and Peace: A Reappraisal of the Encounter between Christianity and Science". Church History 55 (3): 338–354. JSTOR 3166822. doi:10.2307/3166822. 
  • Lindberg, David C. (2003). "The Medieval Church Encounters the Classical Tradition: Saint Augustine, Roger Bacon, and the Handmaiden Metaphor". Di Lindberg, David C. and Numbers, Ronald L. When Science & Christianity Meet. Chicago, IL: University of Chicago Press. ISBN 0-226-48214-6. 
  • Lock, Peter (2006). Routledge Companion to the Crusades. New York: Routledge. ISBN 0-415-39312-4. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Avignon". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. p. 45. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Eleanor of Aquitaine". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. p. 122. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Famine". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. pp. 127–128. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Great Schism". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. p. 153. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Hundred Years' War". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. p. 176. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Jews". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. pp. 190–192. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Knights of the Temple (Templars)". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. pp. 201–202. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Language and dialect". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. p. 204. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Loyn, H. R. (1989). "Scholasticism". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. pp. 293–294. ISBN 0-500-27645-5. 
  • "Mediaeval". The Compact Edition of the Oxford English Dictionary: Complete Text Arranged Micrographically: Volume I A-0. Glascow: Oxford University Press. 1971. p. M290. LCCN 72177361. OCLC 490339790. 
  • "Middle Ages". Dictionary.com. 2004. Diakses tanggal 7 April 2012. 
  • Miglio, Massimo (2006). "Curial Humanism seen through the Prism of the Papal Library". Di Mazzocco, Angelo. Interpretations of Renaissance Humanism. Brill's Studies in Intellectual History. Leiden: Brill. pp. 97–112. ISBN 978-90-04-15244-1. 
  • Mommsen, Theodore (April 1942). "Petrarch's Conception of the 'Dark Ages'". Speculum 17 (2): 226–242. JSTOR 2856364. doi:10.2307/2856364. 
  • Morris, Rosemary (1998). "Northern Europe invades the Mediterranean, 900–1200". Di Holmes, George. The Oxford Illustrated History of Medieval Europe. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. pp. 175–234. ISBN 0-19-285220-5. 
  • Murray, Alexander (2004). "Should the Middle Ages Be Abolished?". Essays in Medieval Studies 21: 1–22. doi:10.1353/ems.2005.0010. 
  • Nees, Lawrence (2002). Early Medieval Art. Oxford History of Art. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-284243-5. 
  • Nicolle, David (1999). Medieval Warfare Source Book: Warfare In Western Christendom. London: Brockhampton Press. ISBN 1-86019-889-9. 
  • Numbers, Ronald (11 May 2006). "Myths and Truths in Science and Religion: A historical perspective" (PDF). Lecture archive. The Faraday Institute for Science and Religion. Diakses tanggal 25 Januari 2013. 
  • Payne, Robert (2000). The Dream and the Tomb: A History of the Crusades (Jilid lunak perdana ed.). New York: Cooper Square Press. ISBN 0-8154-1086-7. 
  • Peters, Ted (2005). "Science and Religion". Di Jones, Lindsay. Encyclopedia of Religion 12 (Ke-2 ed.). Detroit, Michigan: MacMillan Reference. p. 8182. ISBN 978-0-02-865980-0. 
  • Power, Daniel (2006). The Central Middle Ages: Europe 950–1320. The Short Oxford History of Europe. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-925312-8. 
  • Reilly, Bernard F. (1993). The Medieval Spains. Cambridge Medieval Textbooks. Cambridge, Britania Raya: Cambridge University Press. ISBN 0-521-39741-3. 
  • Riley-Smith, Jonathan (1989). "Crusades". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. pp. 106–107. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Rosenwein, Barbara H. (1982). Rhinoceros Bound: Cluny in the Tenth Century. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania Press. ISBN 0-8122-7830-5. 
  • Russell, Jeffey Burton (1991). Inventing the Flat Earth-Columbus and Modern Historians. Westport, CT: Praeger. ISBN 0-275-95904-X. 
  • Saul, Nigel (2000). A Companion to Medieval England 1066–1485. Stroud, Britania Raya: Tempus. ISBN 0-7524-2969-8. 
  • Schove, D. Justin (1989). "Plague". Di Loyn, H. R. The Middle Ages: A Concise Encyclopedia. London: Thames and Hudson. pp. 267–269. ISBN 0-500-27645-5. 
  • Singman, Jeffrey L. (1999). Daily Life in Medieval Europe. Daily Life Through History. Westport, CT: Greenwood Press. ISBN 0-313-30273-1. 
  • Stalley, Roger (1999). Early Medieval Architecture. Oxford History of Art. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-284223-7. 
  • Tansey, Richard G.; Gardner, Helen Louise; De la Croix, Horst (1986). Gardner's Art Through the Ages (ke-8 ed.). San Diego, California: Harcourt Brace Jovanovich. ISBN 0-15-503763-3. 
  • Thomson, John A. F. (1998). The Western Church in the Middle Ages. London: Arnold. ISBN 0-340-60118-3. 
  • Vale, Malcolm (1998). "The Civilization of Courts and Cities in the North, 1200–1500". Di Holmes, George. The Oxford Illustrated History of Medieval Europe. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. pp. 297–351. ISBN 0-19-285220-5. 
  • Watts, John (2009). The Making of Polities: Europe, 1300–1500. Cambridge Medieval Textbooks. Cambridge, Britania Raya: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-79664-4. 
  • Whitton, David (1998). "The Society of Northern Europe in the High Middle Ages, 900–1200". Di Holmes, George. The Oxford Illustrated History of Medieval Europe. Oxford, Britania Raya: Oxford University Press. pp. 115–174. ISBN 0-19-285220-5. 
  • Wickham, Chris (2009). The Inheritance of Rome: Illuminating the Dark Ages 400–1000. New York: Penguin Books. ISBN 978-0-14-311742-1. 

Pranala luarSunting