Buka menu utama

Orang Eropa di Tiongkok pada Abad Pertengahan

1342 makam Katarina Vilioni, anggota keluarga dagang Italia, di Yangzhou.

Orang Eropa di Tiongkok pada Abad Pertengahan merupakan orang-orang di China pada paruh kedua abad ke-13 dan paruh pertama abad ke-14 (dari 1246 sampai sekitar 1350), pada masa pemerintahan Kekaisaran Mongol, yang memerintah sebagian besar Eurasia dan menghubungkan Eropa dengan dominion Tiongkok mereka dari dinasti Yuan.[1]

Ribuan orang Eropa tinggal di Tiongkok pada Abad Pertengahan di bawah pemerintahan Mongol.[2] Utamanya terletak di Timur Asia Tengah, di tempat-tempat seperti ibu kota Mongol Karakorum, para misionaris dan pedagang Eropa berkunjung ke sekitaran kerajaan Mongol pada masa yang disebut para sejarawan dengan sebutan "Pax Mongolica". Orang Eropa paling terkenal yang berkunjung ke China pada periode tersebut adalah Marco Polo.

CatatanSunting

  1. ^ Istilah ‘Tiongkok pada Abad Pertengahan’ umumnya digunakan oleh para sejarawan Universal History. Tanggal antara 585 (Sui) sampai 1368 (Yuan) meliputi periode Abad Pertengahan dalam sejarah Tiongkok. Para sejarawan sejarah Tiongkok menyebut periode tersebut sebagai "Era Kekaisaran Tiongkok", yang dimulai setelah penyatuan tujuh kerajaan oleh Dinasti Qin (221-206 SM). Dengan dimulainya dinasti Ming, era modern awal dimulai.
  2. ^ Roux, p.465

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

• An Economic Analysis of the Protestant Reformation • Robert B. Ekelund Jr., Robert F. Hébert and Robert D. Tollison • The Journal of Political Economy, Vol. 110, No. 3 (Jun., 2002), pp. 646–671 (article consists of 26 pages) • Published by: The University of Chicago Press Stable URL: http://www.jstor.org/stable/3078445