Stasiun Solo Jebres

stasiun kereta api di Indonesia
(Dialihkan dari Stasiun Jebres)

Koordinat: 7°33′43″S 110°50′21″E / 7.56194°S 110.83917°E / -7.56194; 110.83917

Stasiun Solo Jebres[a] (SK)[b] (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀‌ꦯꦭꦗꦺꦧꦿꦺꦱ꧀, Sêtasiyun Sala Jèbrès), atau yang dikenal masyarakat sebagai Stasiun Jebres, merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Purwodiningratan, Jebres, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +97 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta.

Stasiun Solo Jebres
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun SK.png
  • Singkatan: SK
  • Nomor: 3151
Stasiun Solo Jebres 2019.jpg
Stasiun Solo Jebres
AlamatJalan Ledoksari Utara No. 1
Purwodiningratan, Jebres, Surakarta
Jawa Tengah 57128
Ketinggian+97 m
Letak
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Konstruksi
Jumlah jalur7 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang cukup tinggi, satu peron sisi yang cukup tinggi, dan satu peron pulau yang agak rendah)
Gaya arsitekturIndisch
Fasilitas
  • Parkir
Informasi lain
Kelas stasiunI[2]
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket.
Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Sejarah
Dibuka24 Mei 1884
Nama sebelumnyaStation Djebres Solo, Solo Kasunanan
Layanan
Bangunkarta, Brantas (reguler & tambahan), Majapahit, dan Matarmaja (reguler & tambahan)
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Kompleks Stasiun Jebres
KategoriBangunan
No. registrasi
nasional
RNCB.20160711.04.001016
Tahun penetapan2010 dan 2013
PemilikPT Kereta Api Indonesia
PengelolaPT Kereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Sebelum Stasiun Purwosari digunakan sebagai perhentian kereta api jarak jauh, semua kereta api kelas ekonomi yang melintasi jalur Yogyakarta-Solo, Semarang-Solo, dan Solo-Madiun berhenti di stasiun ini. Namun, sejak 1 Februari 2014 tidak ada lagi kereta api yang mengawali dan mengakhiri perjalanannya di stasiun ini. Semua perjalanan kereta api yang melayani stasiun ini dialihkan ke Stasiun Purwosari dan Solo Balapan, sedangkan Stasiun Solo Jebres dijadikan sebagai pemberhentian kereta api penumpang yang berjalan dari arah timur menuju lintas Pantura (Semarang) melewati jalur kereta api Gundih-Solo Balapan maupun sebaliknya.[3]

SejarahSunting

 
Stasiun Jebres Solo tahun 1895-1906

Berbeda dengan stasiun lainnya yang berada pada jalur yang dimiliki oleh Staatsspoorwegen (SS), stasiun SS yang satu ini sebenarnya berada di atas bekas jalur milik Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang pembangunannya dilakukan bersamaan dengan jalur kereta api Samarang–Vorstenlanden. Tak banyak literatur membahas jalur yang berakhir di tepi Bengawan Solo ini; hanya peta tahun 1869 yang dapat membuktikan bahwa dahulu pernah ada jalur menuju sungai tersebut,[4] namun tidak pernah dibahas.

Jalur tersebut melintasi wilayah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Pada tahun 1882–1884, SS kemudian melakukan pengembangan jalur ini, walaupun sejatinya pembangunannya dilakukan dari arah Surabaya menuju Kertosono, Madiun, hingga berakhir di Solo Balapan. Pada tanggal 24 Mei 1884, jalur bekas NIS ini kemudian digantikan dengan jalur baru oleh SS dan dibukalah Stasiun Solo Jebres di wilayah Kasunanan Surakarta.[5]

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun Solo Jebres memiliki tujuh jalur kereta api. Awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen petak antara stasiun ini dan Stasiun Palur resmi dioperasikan per 20 Agustus 2019[6], jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda untuk arah Madiun saja sekaligus sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Solo Balapan-Yogyakarta maupun Semarang, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda dari arah Madiun. Selain itu, ditambahkan pula kanopi baru serta perpanjangan maupun peninggian pada peron antara jalur 1 dan 2. Sistem persinyalannya juga telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.

Bangunan stasiun yang masih asli ini kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surakarta berdasarkan SK Wali Kota Surakarta No. 646/1-2/1/2013[7] dan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM. 57/PW.007/MKP/2010.[8]

Bangunan stasiun ini memiliki keunikan yang sama sekali tidak dapat dijumpai di stasiun-stasiun lainnya di jalur-jalur SS. Tampilan depan stasiun yang mewah ini dahulu ditujukan kepada pihak Keraton Kasunanan Surakarta. Secara garis besar, stasiun ini memiliki gaya Indische Empire, sama dengan stasiun SS lainnya yang dibangun tahun 1880–90-an, tetapi fasad bangunan utama stasiun kaya akan detail yang dipengaruhi dari gaya Neoklasik. Kesan art nouveau sangat ditekankan pada banyak elemen seperti jalusi, ornamen, serta terali di ventilasi yang berbentuk setengah lingkaran pada pintu keberangkatan. Moulding berbentuk cornice terdapat pada pintu-pintu selain pintu keberangkatan; memberi kesan megah pada bangunan.[8]

Bangunan stasiun yang simetris ini memiliki pola ruang yang disusun secara linier dari timur ke barat. Pintu masuk stasiun berada tepat di tengah bangunan menghadap Jalan Ledoksari dengan atap yang lebih tinggi daripada sayap kiri maupun kanan bangunan. Ruangan di dalam stasiun masing-masing berbentuk persegi panjang yang disusun secara linier sehingga karakter horizontal dari stasiun ini semakin kuat.[9]

Di seberang stasiun ini terdapat terminal peti kemas yang kini tidak lagi aktif. Pernah ada isu untuk mengaktifkan lagi terminal tersebut, tetapi tak pernah terealisasi.[10]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Persilangan, papasan, dan persusulanSunting

KA Matarmaja Tambahan tujuan Malang (KA 7018) berpapasan dengan KA Gajayana tujuan Jakarta (KA 75) yang melintas langsung

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Solo Jebres per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus 01.09 01.14
252 Malang Kotabaru (ML) 06.52 06.58
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi 15.29 15.34
117 Brantas Eksekutif & Ekonomi 16.55 17.00
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 19.50 19.54
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) Ekonomi 20.33 20.43
118 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 23.08 23.18
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 23.57 00.03
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Bisnis & Ekonomi Plus 13.00 13.13
7017 Matarmaja Tambahan Ekonomi 13.41 13.50
7018 Malang Kotabaru (ML) 19.16 19.25
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi Plus 23.31 23.39

Antarmoda pendukungSunting

Jenis angkutan umum Koridor/trayek Tujuan Keterangan
Batik Solo Trans[11] 1 Bandara Adisumarmo–Palur Turun di Halte Jebres di Jalan Urip Soemohardjo dan berjalan kaki menuju stasiun
3 Kartasura–Palur via Pasar Klewer
5 Mojosongo–Solo Baru

GaleriSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Penulisan Solo Jebres untuk stasiun ini bersifat baku. Namun stasiun ini lebih sering ditulis sebagai Solojebres, bukannya Solo Jebres, karena dalam catatan DKA 1950 menuliskan Solojebres.
  2. ^ Singkatan dari Solo Kasunanan, nama awal stasiun ini tetapi setelah diresmikan, namanya diganti menjadi Solo Jebres.

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Tak Lagi Berangkatkan KA, Stasiun Jebres Jadi Kawasan Wisata Bersejarah". Tribun Jateng. 2014-02-01. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  4. ^ "Dutch Colonial maps - Leiden University Libraries". maps.library.leiden.edu. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  5. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Wibowo, Ary Wahyu (2019-08-20). "Jalur Rel Ganda Solo-Kedung Banteng Resmi Beroperasi Seluruhnya". SindoNews Jateng. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  7. ^ Media, Solopos Digital. "INFO SOLO : Ini Daftar 172 Cagar Budaya di Solo". Solopos.com. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  8. ^ a b "Heritage - Kereta Api Indonesia". heritage.kai.id. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  9. ^ Ceria, A.P.; Antariksa; Suryasari, N. (2015). Karakter Spasial Bangunan Stasiun Kereta Api Solo Jebres (Laporan). Malang: Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. 
  10. ^ Sunaryo, Arie. "Stasiun Jebres Solo akan difungsikan sebagai Terminal Peti Kemas". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-01-29. 
  11. ^ "Liburan di Solo Naik Bus Batik Solo Trans (BST) Saja. Ini Rute Lengkapnya". Tribun Jateng. 2017-06-28. Diakses tanggal 2019-01-29. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Solo Balapan
Terminus
Solo Balapan–Kertosono Palur
ke arah Kertosono