Surya Citra Media

perusahaan Indonesia

PT Surya Citra Media Tbk (IDX: SCMA) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri multimedia, hiburan, dan komunikasi. Perusahaan ini dikenal memiliki jaringan televisi terestrial SCTV dan Indosiar.[4]

PT Surya Citra Media Tbk
Sebelumnya
PT Cipta Aneka Selaras (1999—2001)
Publik
Kode emitenIDX: SCMA
IndustriMedia
Didirikan29 Januari 1999; 23 tahun lalu (1999-01-29) di Jakarta, Indonesia
Pendiri
  • Abhimata Mediatama
  • Mitrasari Persada
Kantor
pusat
,
Indonesia
Tokoh
kunci
  • Sutanto Hartono (Direktur Utama)[1]
  • Alvin Sariaatmadja (Komisaris Utama)[2]
PendapatanRp 5,930 triliun (2021)[3]
Rp 1,335 triliun (2021)[3]
Total asetRp 9,913 triliun (2021)[3]
PemilikElang Mahkota Teknologi
Karyawan
4.223[3] (2021)
Anak
usaha
lihat daftar
Situs webscm.co.id

Sejarah

Perkembangan awal

 
Logo pertama Surya Citra Media (2001-2017)

Surya Citra Media didirikan pada tanggal 29 Januari 1999 dengan nama PT Cipta Aneka Selaras dengan fokus pada bidang usaha yang meliputi layanan multimedia, hiburan dan komunikasi, khususnya di bidang pertelevisian. Pada 31 Desember 2001, PT Cipta Aneka Selaras berganti nama menjadi PT Surya Citra Media.[5][6]

Bisnis awal dari perusahaan ini adalah menjadi perusahaan induk dari televisi swasta kedua di Indonesia, yaitu SCTV (PT Surya Citra Televisi). Awalnya pada tahun 1998, SCTV dimiliki oleh PT Mitrasari Persada (milik Henry Pribadi dan Sudwikatmono) dan PT Datakom Asia (Bambang Trihatmodjo, Peter F. Gontha dkk[a]).[5] Kemudian, masuklah pemodal baru ke SCTV, yaitu Eddy Kusnadi Sariaatmadja dari grup Elang Mahkota Teknologi melalui PT Abhimata Mediatama, dengan menggandeng Singleton Group, Australia.[9]

Sebagai rangka dari masuknya modal baru tersebut, maka didirikanlah PT Cipta Aneka Selaras (SCM) sebagai induk dari SCTV, yang dimiliki bersama-sama oleh PT Mitrasari Persada (Henry Pribadi-Sudwikatmono) dan PT Abhimata Mediatama (keluarga Sariaatmadja, Singleton dan lainnya).[5][9] Kemudian, sempat bergabung juga PT Bhakti Investama Tbk sebagai pemegang saham perusahaan ini (33,5%), walaupun berusia singkat. Kepemilikan PT SCM pada SCTV awalnya hanya sebesar 73,15% dengan 26,85%-nya dikuasai oleh PT Datakom Asia, namun Datakom akhirnya melepas seluruh kepemilikannya pada 30 April 2002, menjadikannya sebagai pemegang 100% saham SCTV sampai sekarang.[5] Pasca-pelepasan saham di SCTV oleh Datakom tersebut, di tanggal 16 Juli 2002, PT Surya Citra Media resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan harga IPO senilai Rp 1.100 dan melepas 20% sahamnya. Kepemilikan menjadi PT Mitrasari dan PT Abhimata masing-masing 40%, sedangkan sisanya oleh publik.[10]

Pada periode 2003-2005, kepemilikan saham di PT Surya Citra Media Tbk tercatat sempat beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan nampak pada pemegang saham PT Mitrasari Persada, yang menghilang dan digantikan dua perusahaan (sejak 7 Agustus 2003): PT Citrabumi Sacna (Henry Pribadi), 25% dan PT Indika Multimedia (Agus Lasmono, anak Sudwikatmono) 14,2%, sisanya dimiliki oleh PT Abhimata (39,42%) dan publik.[11][12] Dua tahun kemudian (2005), keluarga Sariaatmadja membeli seluruh saham PT Citrabumi Sacna dan PT Indika Multimedia di PT SCM Tbk, menjadikannya sebagai pemilik 80% saham di perusahaan ini.[13][14] Restrukturisasi kepemilikan kemudian dilakukan oleh keluarga Sariatmadja pada tahun 2008 atas kepemilikannya di SCM: dari awalnya dikuasai oleh PT Abhimata Mediatama, kemudian beralih ke induknya PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek)[15] - suatu hal yang masih berlangsung sampai sekarang.

Ekspansi

Dari awalnya hanya memiliki SCTV, kemudian melalui serangkaian akuisisi dan mendirikan anak usaha baru, maka SCM bisa memperluas usahanya, misalnya pada 3 Januari 2011 mengakuisisi 85% saham PT Bangka Television.[16] Sebelumnya, di tanggal 26 Juli 2010, SCM mendirikan PT Surya Citra Pesona yang bergerak di bidang jasa penyiaran televisi dengan jangkauan wilayah Gorontalo. Tahun 2013, PT Indosiar Karya Media Tbk (Indosiar Karya Media) yang merupakan induk bagi TV swasta Indosiar bergabung dengan SCM. Selain itu, SCM melakukan pengalihan hak atas saham PT Screenplay Produksi (Screenplay Productions) sebesar 51% yang sebelumnya dimiliki oleh Elang Mahkota Teknologi. Tahun berikutnya SCM mendirikan PT Surya Trioptima Multikreasi (Stream Entertainment) dengan kepemilikan saham sebesar 60%.[4]

Surya Citra Media kembali mendirikan perusahaan sub holding di bidang konten, PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG) pada tahun 2015. Dua tahun selanjutnya, SCM mengakuisisi saham PT Sinemart Indonesia (SinemArt) sebesar 80% pada 23 Januari 2017 melalui IEG.[4][17][18] Tahun 2019, SCM kembali mengakuisisi saham PT Vidio Dot Com (Vidio) sebesar 99%, PT Kapan Lagi Dot Com Networks (KLY) sebesar 50% plus 1 saham, dan PT Binary Ventura Indonesia (BVI) sebesar 99%. Selain itu, SCM memiliki penyertaan di PT Mediatama Televisi (Nex Parabola) dengan kepemilikan sebesar 51%.[4]

Unit usaha

Berikut ini merupakan anak usaha SCM berdasarkan laporan keuangan tahun 2021.[3]

  • PT Surya Citra Televisi (SCTV)
    • PT Surya Citra Dimensi Media
    • PT Surya Citra Visi Media
    • PT Surya Citra Cendrawasih
    • PT Surya Citra Media Kreasi
    • PT Surya Citra Mediatama
    • PT Surya Citra Ceria
    • PT Surya Citra Pesona Media
    • PT Surya Citra Multikreasi
    • PT Surya Citra Kreasitama
    • PT Surya Citra Wisesa
    • PT Surya Citra Media Gemilang
    • PT Surya Citra Kirana
    • PT Surya Citra Sentosa
    • PT Surya Citra Nugraha
    • PT Elang Citra Perkasa
  • PT Indosiar Visual Mandiri (Indosiar)
    • PT Indosiar Semarang Televisi
    • PT Indosiar Lontara Televisi
    • PT Indosiar Manado Televisi
    • PT Indosiar Banjarmasin Televisi
    • PT Indosiar Balikpapan Televisi
    • PT Indosiar Bandung Televisi
    • PT Indosiar Surabaya Televisi
    • PT Indosiar Medan Televisi
    • PT Indosiar Padang Televisi
    • PT Indosiar Pekanbaru Televisi
    • PT Indosiar Jambi Televisi
    • PT Indosiar Palembang Televisi
    • PT Indosiar Bengkulu Televisi
    • PT Indosiar Lampung Televisi
    • PT Indosiar Ambon Televisi
    • PT Indosiar Jayapura Televisi
    • PT Indosiar Kupang Televisi
    • PT Indosiar Lintas Yogya Televisi
    • PT Indosiar Pangkalpinang Televisi
    • PT Indosiar Batam Televisi
    • PT Indosiar Pontianak Televisi
    • PT Indosiar Dewata Televisi
    • PT Indosiar Mataram Televisi
  • PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG)
    • PT Animasi Kartun Indonesia (Dreamtoon Animation Studios)
    • PT Sinemart Indonesia (SinemArt)
    • PT Amanah Surga Produksi (Amanah Surga Productions)
    • PT Indonesia Entertainmen Produksi (IEP)
    • PT Indonesia Entertainmen Studio (IES)
      • PT Elang Media Karya
    • PT Visual Indomedia Produksi (VIP)
    • PT Digital Rantai Maya (Dr. M)
      • PT Digital Rumah Publishindo
    • PT Screenplay Sinema Film (Screenplay Films)
      • PT Frontera Inter Media
    • PT Surya Kreasi Film
    • PT Ama Deo Abadi
  • PT Kapanlagi Dot Com Networks (KLY)
  • PT Vidio Dot Com (Vidio)
    • PT Super Fantasi Dot Com (Superfantasy)
  • PT Mediatama Televisi (Nex Parabola)
  • PT Screenplay Produksi (Screenplay Productions)
  • PT Binary Ventura Indonesia
    • PT Estha Yudha Ekatama (EYE)
  • PT Surya Trioptima Multikreasi (Stream Entertainment)
  • PT Surya Citra Pesona
  • PT Benson Media Kreasi (Samara Live)
    • PT Formasi Agung Selaras (Famous Allstars)
      • Famous Allstars Singapore Pte. Ltd.
      • PT Sata Apurva Talenta Universal
        • PT Jenaka Sumber Rejeki
    • PT Pusat Kemenangan Masa Kini
  • Whisper Media Pte. Ltd.
    • Whisper Media Sdn. Bhd.
    • Whisper Media Pvt. Ltd.
  • PT Wisper Media
    • PT Geo Solusi Media
    • PT Geo Teknologi Media

Unit usaha lainnya (tidak tercatat sebagai anak perusahaan):

  • Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih
  • Yayasan Indosiar (ATVI)

Mantan anak perusahaan

  • PT Bangka Television, dibubarkan pada 30 November 2020.[3]

Catatan kaki

  1. ^ Secara spesifik, struktur kepemilikan PT Datakom Asia terdiri dari:
    PT Asriland (Bambang Trihatmodjo): 33,3%
    PT Lembahsubur Adipertiwi (Anthony Salim): 28,57%
    PT Persada Giri Abadi (Peter F. Gontha): 24,23%
    PT Azbindo Nusantara (Aziz Mochdar): 6,88%
    PT Indosat (Persero) Tbk: 5%
    PT Trisadnawa Solusi Komunikasi (Youk Tanzil): 2%[7][8]

Referensi

  1. ^ "Dewan Direksi". Jakarta: PT Surya Citra Media Tbk. Diakses tanggal 2 Juli 2022. 
  2. ^ "Dewan Komisaris". Jakarta: PT Surya Citra Media Tbk. Diakses tanggal 2 Juli 2022. 
  3. ^ a b c d e f Laporan Keuangan SCM Q4 2021 (Laporan). Jakarta: Surya Citra Media. 1 April 2022. 
  4. ^ a b c d "Profil Perusahaan". Surya Citra Media. Diakses tanggal 2 Juli 2022. 
  5. ^ a b c d Sudibyo, Agus (2004). Ekonomi Politik Media Penyiaran. hlm. 28—29. 
  6. ^ Profil PT Surya Citra Media Tbk (IDX: SCMA)
  7. ^ Tempo: Indonesia's Weekly News Magazine, Volume 3,Masalah 1-8
  8. ^ Yearbook of Asia-Pacific Telecommunications
  9. ^ a b Televisi Jakarta di atas Indonesia: Kisah Kegagalan Sistem Televisi ...
  10. ^ "LapTahunan SCM 2002" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2004-05-07. Diakses tanggal 2004-05-07. 
  11. ^ "Lapkeu Q1 SCM 2004" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2004-10-20. Diakses tanggal 2004-10-20. 
  12. ^ SCTV Bagikan Deviden
  13. ^ Henry Pribadi Jual Semua Saham di SCTV ke Abhimata Mediatama
  14. ^ Eddy Sariaatmadja, Obama dan Harta Rp 18,2 T
  15. ^ Emtek Kuasai Langsung SCTV
  16. ^ SCTV acquires Bangka TV
  17. ^ "Indonesia media tycoons in legal drama over soap opera deal". Nikkei Asian Review (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Juni 2022. 
  18. ^ "Indonesia: Emtek Group's SCM acquires production house Sinemart Indonesia". Deal Street Asia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Juni 2022. 

Pranala luar