Kabupaten Lembata

kabupaten di Nusa Tenggara Timur

Koordinat: 8°25′59″S 123°28′01″E / 8.433°S 123.467°E / -8.433; 123.467

Kabupaten Lembata adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jumlah penduduk kabupaten ini berjumlah 137.714 jiwa (2017) dan saat ini Bupati yang memimpin untuk periode 2017-2022 adalah Eliaser Yentji Sunur dan wakilnya Thomas Ola Langoday.

Kabupaten Lembata
Nusa Tenggara 1rightarrow blue.svg Nusa Tenggara Timur
Lambang Kabupaten Lembata.jpg
Lambang
Motto: 
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Lembata.svg
Kabupaten Lembata berlokasi di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Lembata
Kabupaten Lembata
Kabupaten Lembata berlokasi di Indonesia
Kabupaten Lembata
Kabupaten Lembata
Koordinat: 8°24′50″S 123°33′08″E / 8.41396°S 123.55225°E / -8.41396; 123.55225
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian-
Ibu kotaLewoleba
Pemerintahan
 • BupatiEliaser Yentji Sunur
 • Wakil BupatiThomas Ola Langoday
Luas
 • Total1.266,40 km2 (48,900 sq mi)
Populasi
 ((2017)[1])
 • Total137.714 jiwa
Demografi
 • AgamaKatolik 71,50%
Islam 26,97%
Kristen Protestan 1,47%
Hindu 0,06%[1]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0383
Kode Kemendagri53.13 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan9
Jumlah kelurahan7
Jumlah desa144
DAU-
Situs webhttp://www.lembatakab.go.id/

GeografiSunting

Lembata adalah sebuah pulau gugusan kepulauan Solor yang terletak di antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor. Secara astronomis Lembata terletak pada posisi 8°10' - 8°11' LS dan 123°12' - 123°57' BT.

Batas WilayahSunting

Batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Laut Flores
Timur Selat Alor
Selatan Laut Sawu
Barat Selat Boleng dan Selat Lamakera

IklimSunting

Kabupaten Lembata merupakan daerah beriklim sabana tropis (Aw). Seperti wilayah beriklim tropis lainnya, hanya ada dua musim di wilayah ini, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim penghujan berlangsung singkat dari bulan Desember sampai dengan bulan Maret, sedangkan musim kemarau berlangsung sangat panjang dari bulan April hingga bulan November setiap tahunnya. Rata-rata curah hujan per tahun di kabupaten ini adalah 500–1200 milimeter. Tingkat kelembapan di wilayah ini berkisar antara 72% sampai dengan 84%.[2]

Data iklim Lembata, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.1
(86.2)
29.8
(85.6)
30.2
(86.4)
31
(88)
31.2
(88.2)
30.7
(87.3)
30.3
(86.5)
30.4
(86.7)
30.7
(87.3)
31.2
(88.2)
31.5
(88.7)
30.6
(87.1)
30.64
(87.18)
Rata-rata harian °C (°F) 26.8
(80.2)
26.5
(79.7)
26.5
(79.7)
26.8
(80.2)
26.9
(80.4)
26.3
(79.3)
25.5
(77.9)
25.4
(77.7)
25.8
(78.4)
26.6
(79.9)
27.7
(81.9)
27.2
(81)
26.5
(79.69)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.6
(74.5)
23.2
(73.8)
22.9
(73.2)
22.7
(72.9)
22.6
(72.7)
21.9
(71.4)
20.8
(69.4)
20.5
(68.9)
20.9
(69.6)
22.1
(71.8)
23.9
(75)
23.9
(75)
22.42
(72.35)
Presipitasi mm (inci) 253
(9.96)
221
(8.7)
179
(7.05)
98
(3.86)
45
(1.77)
18
(0.71)
7
(0.28)
4
(0.16)
5
(0.2)
29
(1.14)
81
(3.19)
218
(8.58)
1.158
(45,6)
Rata-rata hari hujan 15 14 12 9 4 1 0 0 0 2 8 13 78
% kelembapan 84 83 82 79 76 74 74 72 73 75 77 80 77.4
Rata-rata sinar matahari bulanan 186 197 225 242 259 275 296 301 304 307 265 214 3.071
Sumber: Climate-Data.org & BPS.go.id[3][4]

SejarahSunting

Lembata adalah salah satu nama dari gugus kepulauan di Kabupaten Flores Timur yang sudah memasyarakat sejak tahun 1965. Tetapi sebelum dikenal dengan nama Lembata, dahulu pada masa pemerintahan Hindia Belanda hingga kini dikenal dalam peta Indonesia dengan nama "Pulau Lomblen". Pada tanggal 24 Juni 1967 dilaksanakan Musyawarah Kerja Luar Biasa Panitia Pembentukan Kabupaten Lembata yang diselenggarakan di Lewoleba yang kemudian mengukuhkan nama Lembata. Pengukuhan nama "Lembata" ini sesuai sejarah asal masyarakatnya dari pulau "Lepanbatan", sehingga mulai 01 Juli 1967 sebutan untuk penduduk yang semula "Orang Lomblen" berubah menjadi "Orang Lembata".

Rencana ke arah terbentuknya Kabupaten Lembata bertolak pada 2 (dua) pernyataan/statement, yaitu:

  1. Pernyataan/statement tanggal 7 Maret 1954
  2. Pernyataan/memorandum tanggal 7 Maret 1999

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Foto Bupati Awal Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan
1 Drs. Petrus Boliona Keraf 1999 2001 - Penjabat
2 Drs. Andreas Duli Manuk 2001 2006 Ir. Felix Kobun (Alm.) -
3 Drs. Andreas Duli Manuk 2006 2011 Drs. Andreas Nula Liliweri -
4 Eliaser Yentji Sunur 2011 2016 Viktor Mado Watun -
5 Eliaser Yentji Sunur[5] 2017 2022 Thomas Ola Langoday

Dewan PerwakilanSunting

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lembata

KecamatanSunting

Kabupaten Lembata terdiri dari 9 Kecamatan, 7 Kelurahan, dan 144 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 133.552 jiwa dengan luas wilayah 1.266,00 km² dan sebaran penduduk 105 jiwa/km².[6][7]

DemografiSunting

PendudukSunting

Jumlah penduduk Kabupaten Lembata berdasarkan data tahun 2017 berjumlah 137.714 jiwa dan tahun 2018 tercatat sebanyak ± 140.390 jiwa[8] dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 0,31% per tahun dengan kepadatan mencapai 68 jiwa/km². Mata Pencaharian dari masyarakat atau penduduk Lembata mayoritas adalan bertani sebanyak 74%, sisanya terdiri dari PNS, Pensiunan, Pengusaha, Pedagang, Buruh, Pengrajin, TNI/POLRI dan Alim Ulama atau Biarawan/ti. Sementara pendapatan per kapita penduduk Lembata rata-rata per tahun Rp. 497.685,00,- pada tahun 1998.

AgamaSunting

Kabupaten Lembata memiliki penduduk yang beragam keyakinan dan mereka dapat hidup berdampingan dan tidak ada terjadi perpecahan. Berdasarkan data BPS kabupaten Lembata, mayoritas penduduk memeluk agama Kekristenan yakni 72,97% (Katolik 71,50% & Protestan 1,47%). Pemeluk agama Islam di Lembata juga cukup signifikan, yakni 26,97%, dan sebagian kecil lagi beragama Hindu 0,06%.[1]

EkonomiSunting

Dari luas daratan 126.684 ha itu, 71,46 ha diperuntukkan bagi pengembangan kawasan pemukiman dan budi daya non pertanian, sedangkan sisanya seluas 55.202 ha diperuntukkan bagi pengembangan potensi pertanian seperti jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, sayur-sayuran dan buah-buahan. Dalam dua tahun terakhir ini telah diupayakan penanaman berbagai tanaman komoditi perdagangan seperti kelapa, kemiri, kopi, jambu mete, coklat, cengkih, vanili, pala, kapuk dan pinang. Di sisi lain bidang peternakan memberi potensi pengembangan yang cukup baik karena Kabupaten Lembata memiliki padang rumput atau padang penggembalaan yang cukup luas terutama di Kecamatan Ile Ape.

TransportasiSunting

Transportasi darat yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kota-kota kecamatan di kabupaten Lembata adalah:

  • Transportasi laut antara lain:
    • Fery: Kupang - rute Lewoleba (setiap hari Senin)
    • Motor Laut: rute Larantuka - Lewoleba (setiap hari pergi-pulang)
  • Transportasi udara antara lain:
    • Merpati Nusantara Air Lines: sekali seminggu dengan rute Kupang - Lewoleba
    • Penerbangan Pesawat Susi Air (Pesawat Karavan - Perintis untuk 12 Penumpang) Hampir Setiap hari melayani penerbangan Kupang - Lewoleba PP.

PariwisataSunting

Objek WisataSunting

Di Kabupaten Lembata banyak terdapat tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi, misalnya:

  1. Pulau Pasir Putih Awelolong/Awololo
  2. Gua Maria Lewoleba, Lewopenutung.
  3. Pantai Rekreasi Pasir Putih Waijarang
  4. Sumber Air Panas Sabu Tobo, Adum dan, Labalimut
  5. Sumber Gas Alam Karun Watuwawer
  6. Pantai Rekreasi Tanah Treket
  7. Budaya Tradisional Perburuan Ikan Paus di Desa Lamalera
  8. Rumah Adat dan Ritus Pesta Kacang Jontona
  9. Lopo Wai Meting, Desa Jontona
  10. Pantai Pasir Putih Mingar
  11. Pantai Lewolein
  12. Pantai Nubi, Lusiduawutun
  13. Air Terjun Atawuwur
  14. Pantai Pasir Putih Bean
  15. Pantai Pasir Putih Wowong
  16. Makam Raja Saguwowo Desa Kalikur Kec. Buyasuri

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Kabupaten Lembata Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Lembata. Diakses tanggal 26 Februari 2019. 
  2. ^ http://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_1504069474Bab_2.pdf
  3. ^ "Lewoleba, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 13 Agustus 2020. 
  4. ^ "Lembata, Indonesia". BPS.go.id. Diakses tanggal 14 Agustus 2020. 
  5. ^ http://kupang.tribunnews.com/2017/03/16/kpu-lembata-tetapkan-eliaser-yentji-sunur-thomas-ola-langoday-jadi-bupati-dan-wakil-bupati-terpilih
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  7. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  8. ^ "Badan Pusat Statistik Kabupaten Lembata". lembatakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2019-02-24. 

Pranala luarSunting