Buka menu utama

Kabupaten Manggarai Barat

kabupaten di Nusa Tenggara Timur

Kabupaten Manggarai Barat adalah suatu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten Mangarai Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai berdasarkan Undang Undang No. 8 Tahun 2003. Wilayahnya meliputi daratan Pulau Flores bagian Barat dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, diantaranya adalah Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Seraya Besar, Pulau Seraya Kecil, Pulau Bidadari dan Pulau Longos. Luas wilayah Kabupaten Manggarai Barat adalah 9.450 km² yang terdiri dari wilayah daratan seluas 2.947,50 km² dan wilayah lautan 7.052,97 km².

Kabupaten Manggarai Barat
Lambang Kabupaten Manggarai Barat.png

Lambang Kabupaten Manggarai Barat


Moto: -



Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai Barat.svg
Peta lokasi Kabupaten Manggarai Barat di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian -
Ibu kota Labuan Bajo
Pemerintahan
- Bupati Agustinus Ch. Dula
- Wakil Bupati Maria Geong
APBD
- DAU Rp. 382.403.558.000.-(2013)[1]
Luas 9.450 km2
Populasi
- Total 263.207 jiwa (2017)[2]
- Kepadatan 27,85 jiwa/km2
Demografi
- Agama Katolik 78,16%
Islam 20,98%
Kristen Protestan 0,77%
Hindu 0,08%
Buddha 0,01%[2][3]
- Kode area telepon 0385
Pembagian administratif
- Kecamatan 12
- Kelurahan 5
- Desa 164
Simbol khas daerah
Situs web http://www.manggaraibaratkab.go.id/

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No. Foto Bupati Awal Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan
1 Drs. Fidelis Pranda 2003 2005 Pjs Bupati
2 Drs Fidelis Pranda 2005 2010 Drs. Agustinus C.Dula
3 Drs. Agustinus C. Dula 2010 2015 Drs. Maximus Gusa
3 Tini Thadeus 2015 2016 Pjs Bupati
4 Drs. Agustinus C.Dula 2016 2021 Drh, Maria Geong, Ph.D

Dewan PerwakilanSunting

DemografiSunting

AgamaSunting

Agama di Kabupaten Manggarai Barat (2017)[2][4]
Agama persen
Katolik
  
78.16%
Islam
  
20.98%
Kristen Protestan
  
0.77%
Hindu
  
0.08%
Buddha
  
0.01%

Sebagian besar penduduk Kabupaten Manggarai Barat beragama Kekristenan yakni sebesar 78,93% dimana mayoritas adalah Katolik 78,16% dan Kristen Protestan 0,77%. Terdapat juga sebagian besar penduduk menganut agama Islam yakni 20,98%, dan selebihnya adalah Hindu 0,08% dan Buddha 0,01%.[2]


KecamatanSunting

Pembagian wilayah berdasarkan Kecamatan di Manggarai Barat, yaitu:

  1. Kecamatan Komodo
  2. Kecamatan Sano Nggoang
  3. Kecamatan Mbeliling
  4. Kecamatan Boleng
  5. Kecamatan Kuwus
  6. Kecamatan Lembor
  7. Kecamatan Lembor Selatan
  8. Kecamatan Welak
  9. Kecamatan Ndoso
  10. Kecamatan Macang Pacar
  11. kecamatan pacar
  12. kecamatan kuwus barat

Pemekaran DaerahSunting

Ide pemekaran wilayah Kabupaten Manggarai Barat sudah ada sejak tahun 1950-an. Ide ini dimunculkan pertama kali oleh Bapak Lambertus Kape, tokoh Manggarai asal Kempo Kecamatan Sano Nggoang yang pernah duduk sebagai anggota Konstituante di Jakarta. Pada tahun 1963 aspirasi untuk memekarkan Kabupaten Manggarai dengan membentuk Kabupaten Manggarai Barat mulai diperjuangkan secara formal melalui lembaga politik partai Katolik Subkomisariat Manggarai. Pada tahun 1982 Manggarai Barat diberikan status Wilayah Kerja Pembantu Bupati Manggarai Bagian Barat dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 821.26-1355 tanggal 11 november 1982. 

Melalui proses pengkajian yang matang dengan memperhatikan potensi dan luas wilayah serta kebutuhan untuk pendekatan pelayanan kepada masyarakat maka melalui Sidang Paripurna DPR RI tanggal 27 Januari 2003 aspirasi dan keinginan masyarakat Manggarai Barat mencapai puncaknya dengan disahkannya Undang-undang Nomor 8 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Manggarai Barat maka Kabupaten Manggarai Barat resmi terbentuk. 

Pada tanggal 1 September 2003, Drs. Fidelis Pranda dilantik menjadi Pejabat Bupati Kabupaten Manggarai Barat yang bertugas menjalankan pemerintahan serta mempersiapkan pemilihan kepala daerah definitif . Dan selanjutnya melalui proses demokrasi dengan pemilihan kepala daerah secara langsung Drs. Fidelis Pranda dan Drs. Agustinus C. Dula kemudian diangkat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat yang pertama.

Dan pada tahun 2010, dilangsungkan proses pilkada yang kedua. Dari proses ini Drs. C. H. Dula dan Drs. Maximus Gasa menjadi Bupati dan wakil Bupati yang kedua. Pada awal berdirinya terbagi atas 7 kecamatan yaitu Kecamatan Komodo, Kecamatan Sano Nggoang, Kecamatan Boleng, Kecamatan Lembor, Kecamatan Welak, Kecamatan Kuwus, Kecamatan Macang Pacar dan pada tahun 2011 dimekarkan menjadi 10 kecamatan dengan tambahan wilayah pemekaran yakni Kecamatan Lembor Selatan, Kecamatan Mbeliling dan Kecamatan Ndoso.[5]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b c d "Kabupaten Manggarai Barat Dalam Angka 2017". BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 27 Februari 2018. 
  3. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  4. ^ "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Nusa Tenggara Timur. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  5. ^ http://tentangflobamorata.blogspot.com/2013/04/sejarah-perjalanan-kabupaten-manggarai.html

Pranala luarSunting