Buka menu utama

Kabupaten Rote Ndao

kabupaten di Nusa Tenggara Timur

Kabupaten Rote Ndao adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di beranda terselatan Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Baa. Kabupaten in memiliki luas wilayah 1.280,10 km² dan berpenduduk sebanyak 159.614 jiwa (2017).[2]

Kabupaten Rote Ndao
Lambang Kabupaten Rote Ndao
Lambang Kabupaten Rote Ndao


Moto: Ita Esa



Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao.svg
Peta lokasi Kabupaten Rote Ndao di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: 10o 25' - 11o LS, dan 121o 49' - 123o 26' BT
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dasar hukum UU Nomor 9 Tahun 2002
Tanggal peresmian 02 Mei 2002
Ibu kota Baa
Pemerintahan
-Bupati Paulina Haning-Bullu, SE
-Wakil Bupati Stefanus M. Saek
APBD
-DAU Rp. 345.248.896.000.-(2013)[1]
Luas 1.280,10 km2
Populasi
-Total 159.614 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 124,69 jiwa/km2
Demografi
-Agama Kristen Protestan 92,76%
Islam 5,37%
Katolik 1,73%
Hindu 0,07%
Lainnya 0,07%[2]
-Kode area telepon 0380
Pembagian administratif
-Kecamatan 10
-Kelurahan 7
-Desa 112
Simbol khas daerah
Situs web http://www.rotendaokab.go.id/

Daftar isi

GeografiSunting

Secara geografis, Kabupaten Rote Ndao terletak pada 10°25' - 11°00' Lintang Selatan dan 121°49' - 123°26' Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Rote Ndao terdiri dari 94 pulau meliputi Pulau Rote sebagai pulau utamanya serta pulau-pulau kecil di sekitarnya[3]. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.280,10 km² dan berada di ketinggian antara 0-444 meter diatas permukaan air laut (mdpl) dengan titik tertinggi di Bukit Musaklain (444 mdpl) di selatan Pulau Rote. Seluruh wilayahnya dibatasi oleh perairan meliputi Selat Rote, Laut Sawu, Laut Timor dan Samudera Hindia. Sungai-sungai besar yang ada di Kabupaten Rote Ndao antara lain Sungai Kuli dan Sungai Batulilok.

Batas wilayahSunting

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Sawu
Timur Laut Timor
Selatan Samudera Hindia
Barat Laut Sawu dan Samudera Hindia

SejarahSunting

Wilayah Rote Ndao semula adalah bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang yang dibentuk berdasarkan Undang - Undang Nomor 69 Tahun 1958. Wilayah Rote Ndao terdiri dari 3 wilayah pemerintahan kecamatan yaitu Kecamatan Rote Timur, Kecamatan Rote Tengah dan Kecamatan Rote Barat. Selanjutnya setelah berjalan 4 tahun lamanya, maka terjadilah pemekaran wilayah di Rote Ndao menjadi 8 kecamatan sehubungan dengan adanya keinginan masyarakat untuk membentuk Kabupaten Otonom bagi Rote Ndao.

Namun karena situasi keuangan Negara yang tidak memungkinkan sehingga pembentukan Kabupaten Otonom Rote Ndao belum dapat dilakukan. Untuk itu, pada tahun 1968 Gubernur Nusa Tenggara Timur mengeluarkan keputusan agar wilayah Rote Ndao dibentuk sebagai Wilayah Koordinator Schap dalam wilayah hukum Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang dan menunjuk D.C. Saudale, sebagai Bupati.

Pada tahun 1979 terjadi perubahan status Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao menjadi wilayah pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao. Setelah tujuh kali berganti periode kepemimpinan maka dalam tahun 2000 timbul keinginan kuat dari masyarakat, baik yang berada di wilayah Rote Ndao maupun dukungan dari orang Rote yang berada di Kupang dan di Jakarta mengusulkan agar Wilayah Pemerintahan Pembantu Bupati Rote Ndao ditingkatkan menjadi Kabupaten definitif.

Usulan tersebut didukung dengan adanya pernyataan sikap dari 300 tokoh masyarakat, tokoh adat yang mewakili masyarakat dari 19 Nusak, kepada pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, melalui Pemerintah Kabupaten Kupang (sebagai Kabupaten Induk). Atas dasar usulan tersebut maka setelah melalui pengkajian dan mekanisme pembahasan sesuai Peraturan Perundang - undangan yang berlaku maka pada tanggal 10 April 2002 oleh Pemerintah Pusat dan DPR - RI menetapkan Undang - Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao di Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan Christian Nehemia Dillak, SH sebagain Bupati Rote Ndao[4].

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Adapun para pejabat yang memimpin di Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao maupun di Wilayah Pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao adalah sebagai berikut :

Periode 1968-1974 adalah D. C. Saudale – Koordinator Schap Rote Ndao

Periode 1974-1977 adalah DRS. R. Chandra Hasyim – Koordinator Schap Rote Ndao

Periode 1977-1984 adalah DRS. G. Th. Hermanus – Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao

Periode 1984 – 1988 adalah DRS. G. Bait – Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao.

Periode 1988 – 1994 adalah Drs. R. Izaac – Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao.

Periode 1994 – 2001 adalah Benyamin Messakh, BA – Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao

Periode 2003 – 2008 adalah Christian Nehemia Dillak, SH – Bupati Rote Ndao dan Bernad E. Pelle, S.IP – Wakil Bupati Rote Ndao

Periode 2009 – 2014 adalah Drs. Leonard Haning, MM – Bupati Rote Ndao dan Drs. Marthen Luther Saek -Wakil Bupati Rote Ndao

Periode 2014 – 2019 adalah Drs. Leonard Haning, MM – Bupati Rote Ndao dan Jonas Cornelius Lun, S.Pd

Dewan PerwakilanSunting

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao

KecamatanSunting

Kabupaten ini pada awalnya terdiri atas 6 kecamatan, namun telah mengalami pemekaran sehingga sekarang sudah terdapat 8 kecamatan,pada tahun 2012 terjadi pemekaran wilayah sehingga menjadi 10 Kecamatan yaitu:

  1. Landu Leko
  2. Lobalain
  3. Ndao Nuse
  4. Rote Timur
  5. Pantai Baru
  6. Rote Tengah
  7. Rote Selatan
  8. Rote Barat Daya
  9. Rote Barat Laut
  10. Rote Barat

Pulau-pulauSunting

 
Peta pulau Rote

Kabupaten Rote Ndao memiliki luas wilayah 1280,10 km². Dari 96 pulau yang ada di Kabupaten Rote Ndao, hanya 6 pulau yang berpenghuni[5], yaitu:

Pulau Pamana, juga disebut "Dana", "Dona" atau "Ndana", merupakan pulau terluar paling selatan dalam wilayah Indonesia serta benua Asia secara keseluruhan.

DemografiSunting

PendudukSunting

 
Pria dan wanita mengenakan pakaian adat Suku Rote.

Jumlah penduduk Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2013 tercatat sebanyak 147.781 jiwa terdiri dari 75.292 jiwa Laki-laki dan 72.486 jiwa Perempuan, mengalami pertumbuhan sebesar 3,99% dari tahun sebelumnya, dengan jumlah rumah tangga sebanyak 26.107 rumah tangga. Kepadatan penduduk Kabupaten Rote Ndao sebesar sekitar 100 jiwa/km², dengan Kecamatan Ndao Nuse merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 268 jiwa/km² dan Kecamatan Rote Tengah merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 61 jiwa/km². Penduduknya berasal dari Suku Rote dan berbahasa sehari-hari menggunakan Bahasa Rote.

AgamaSunting

Pada tahun 2017, penduduk kabupaten ini berjumlah 159.614 jiwa dengan sebagian besar penduduk Kabupaten Rote Ndao menganut agama Kristen Protestan yakni 92,75% (data BPS tahun 2018), kemudian sebagian lagi Islam 5,38%, Katolik 1,73%, Hindu 0,07% dan lainnya 0,07%.[2] Mata pencaharian penduduk umumnya berladang, beternak, berdagang, nelayan, menyadap nira, dan pengrajin kerajinan lontar.

PariwisataSunting

Tempat WisataSunting

  1. Pantai Nembrala
  2. Pantai Bo'a
  3. Pantai Oeseli
  4. Pantai Tolanamon
  5. Pantai Mulut Seribu
  6. Pantai Laviti
  7. Danau Laut Mati
  8. Bukit Manda'o
  9. Pemandian Mata Air Oemau

GaleriSunting


ReferensiSunting

Pranala luarSunting