Buka menu utama

Suku Atoni (juga dikenal sebagai Atoin Meto atau Dawan) adalah suku bangsa yang mendiami pulau Timor, tepatnya di Kabupaten Timor Barat, Indonesia dan enklave Oecussi-Ambeno, Timor Leste. Jumlah Populasi orang Atoni mencacpai 600.000 jiwa. Bahasa yang dipertuturkan ialah Uab Meto.Atoni Meto adalah salah satu suku yang berdiam di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Suku Atoni tersebar hampir di seluruh daratan Pulau Timor yang terletak di bagian selatan provinsi NTT. Atoni Meto terdiri dari dua kata yakni Atoni berarti orang atau manusia, Meto secara harafiah berarti tanah kering. Pada umumnya orang biasa menyebutkan Atoni Pah Meto yang berarti “orang-orang dari tanah kering."(1)

Suku Atoni
Pendeta prajurit Atoni.
Jumlah populasi

± 600.000 jiwa

Kawasan dengan konsentrasi signifikan
600.000 jiwa (Timor)
Bahasa
Uab Meto dan bahasa Indonesia.
Agama
Kristen
Kelompok etnik terdekat
Suku Flores

Salah satu nilai fundamental dalam kehidupan Atoni Meto terdapat dalam paham feto-mone. Feto-mone bisa dikatakan sebagai norma atau sikap hidup masyarakat Atoni yang menjadi panduan untuk menjaga dan melestarikan kehidupan masyarakat Atoni. Konsep ini bisa disejajarkan dengan konsep manunggaling kawulo gusti pada masyarakat Jawa atau Yin-Yang pada masyarakat Tionghoa, berikut penjelasan dari kata feto-mone.

· Kata feto berarti perempuan. Dalam hubungan dengan baris keturunan, seorang yang dihitung melalui garis keturunan ibu dikategorikan sebagai feto.

· Mone berarti laki-laki. Dalam hubungan dengan baris keturunan seseorang yang dihitung melalui garis keturunan ayah dikategorikan sebagai mone. Dalam istilah ini, feto-mone di erjemahkan sebagai feminis-maskulin untuk menjelaskan konsepsi masyarakat Atoni Meto tentang perempuan dan laki-laki. Konsepsi ini dapat dibangingkan dengan konsepsi Yin-yang dalam masyarakat Tionghoa (2)

Pandangan relasi-relasi komis dan sosial juga ikut diekspresikan dalam nilai ini. Relasi-relasi itu meliputi relasi manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam misalnya: Uis Pah-Uis Neno (Allah Bumi-Allah Langit), Ain-Uis Neno-Am-Uis (Allah Ibu-Allah Bapa), Bife-Atoni (perempuan-laki-laki), dan lain sebagainya. (3)

Term feto-mone mengindikasikan satu kesatuan yang tidak bisa hadir tanpa yang lain, seperti hidup yang tidak bisa ada tanpa kesatuan antara laki-laki dan perempuan .(4) Dilihat pada penerapannya, konsep feto-mone memiliki dampak kehidupan perempuan dan laki-laki seperti pembagian kerja. Masyarakat Atoni membedakan peranan perempuan dan laki-laki.

Laki-laki bertugas dalam ranah publik, seperti berperang, membangun hubungan dengan masyarakat luas, dan bekerja di kebun sedangkan perempuan lebih mengurus persoalan privat seperti memasak, mencuci, menjamu tamu dan lain-lain. Alasan perempuan ditempatkan pada ranah privat dikarenakan juga dikarenakan perempuan pada masyarakat Atoni dilihat sebagai “ibu kehidupan”.

Bahan pustakaSunting

  • Atoin Meto (Jerman)
  • Clarke E. Cunningham, Atoni Borrowing Of Children: An Aspect Of Mediation, in: Spiro, M.E. (ed.), American Ethnological Society Proceedings, Annual Spring Meeting, Seattle, 1965.
  • Clarke E. Cunningham, Categories Of Descent Groups In A Timorese Village, in: Oceania 37, 1966:13-21.
  • Herbert W. Jardner, Textilien der Atoni. Variationen eines Stils in West-Timor, unpubl. Magisterschrift, 1988,Köln.
  • Herbert W. Jardner, Die Kuan Fatu-Chronik. Form und Kontext der mümdlichen Dichtung der Atoin Meto (Amanuban, Westtimor), Veröffentlichungen des Seminars für Indonesische und Südseesprachen der Unsiversität Hamburg, Band 23, Berlin und Hamburg, 1999.
  • Herbert W. und Heidrun Jardner, Eingefangene Fäden. Textile Verzierungstechniken in West-Timor, Indonesien, Austronesia Bd.1, herausgegeben von Rainer Carle und Peter Pink, 2., neu bearb. und erw. Aufl., Hamburg, 1995.
  • Andrew R. McWilliam, Harvest of the nakaf: A Study of Headhunting Among the Atoni of West Timor, B.Litt.thesis, Australian National University, 1982.
  • Andrew R. McWilliam, Narrating the gate and the path. Place and precedence in South West Timor, Ph.D.thesis Australian National University, 1989.
  • Schulte Nordholt, H.G., The Political System Of The Atoni Of Timor, Verhandelingen Koninklijk Instituut 60, 1971.
  • Schulte Nordholt, H.G., The Symbolic Classification Of The Atoni Of Timor, in: James J. Fox, The Flow Of Life, Essays On Eastern Indonesia, Harvard University Press, 1980:231-247.
  • Andreas A Yewangoe, Pendamaian, 1983.
  • Asnath N. Natar, Perempuan Indonesia Berteologi Feminis Dalam Konteks, 2017.

ReferensiSunting

Lihat pulaSunting