Buka menu utama

Kabupaten Badung

kabupaten di Bali
(Dialihkan dari Badung)

Koordinat: 8°35′S 115°11′E / 8.583°S 115.183°E / -8.583; 115.183

Kabupaten Badung
Lambang Kabupaten Badung.png
Lambang Kabupaten Badung


Moto: Ҫura Dharma Raksaka
"Kewajiban Pemerintah adalah untuk Melindungi Kebenaran dan Rakyatnya"



Location Badung Regency.png
Peta lokasi Kabupaten Badung di Bali
Koordinat: 08°14'17"-08°50'57"LS, 115°05'02"-115°15'09" BT
Provinsi Bali
Hari jadi 20 September
Dasar hukum UU RI Nomor 7 (Darurat) Tahun 1956
Ibu kota Mangupura
Pemerintahan
-Bupati I Nyoman Giri Prasta
-Wakil Bupati I Ketut Suiasa
APBD
-APBD Rp.6.567.483.603.537,-[1]
-PAD Rp.5.700.510.789.575,-
-DAU Rp. 330.336.650.000,-(2018)[1]
Luas 418,62 km²[2]
Populasi
-Total 468.346 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 1.119 jiwa/km2
Demografi
-Agama Hindu 76.35%
Islam 17.70%
Kristen Protestan 3.39%
Katolik 1.88%
Buddha 0.45%
Konghucu 0.22%[3]
-Bahasa Bali, Indonesia
-IPM 79,80 (2016)[4]
-Zona waktu UTC +8 WITA
-Kode area telepon 0361
-Bandar udara Bandara Ngurah Rai
Pembagian administratif
-Kecamatan 6[2]
-Kelurahan 16[2]
-Desa 46[2]
Simbol khas daerah
Situs web http://www.badungkab.go.id/

Kabupaten Badung (Hanacaraka: ᬓᬩᬸᬧᬢᬾᬦ᭄ᬩᬤᬸᬂ) adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Bali, Indonesia. Daerah ini yang juga meliputi Kuta dan Nusa Dua adalah sebuah objek wisata yang terkenal. Ibu kotanya berada di Mangupura, dahulu berada di Denpasar[5]. Pada tahun 1999 terjadi kerusuhan besar di mana Kantor Bupati Badung di kawasan Lumintang, Dauh Puri Kaja, Denpasar dibakar sampai rata dengan tanah. Kini bekas ibukota Kabupaten Badung telah menjadi Gedung Sewaka Dharma, Kantor Camat Denpasar Utara, Lapangan Lumintang, serta Taman Kota Denpasar.

Kabupaten Badung saat ini dipimpin oleh seorang Bupati yang saat ini dijabat oleh I Nyoman Giri Prasta, dan sebagai Wakil Bupati yaitu I Ketut Suiasa. Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung yang meliputi kantor bupati, kantor DPRD, kantor dinas, gedung kesenian dan perpustakaan kini berlokasi di Pusat Pemerintahan (Puspem) Mangupraja Mandala Kabupaten Badung, di Mangupura.

Daftar isi

GeografiSunting

Batas WilayahSunting

Kabupaten Badung berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di sebelah utara, Kabupaten Tabanan di barat dan Kabupaten Bangli, Gianyar serta kota Denpasar di sebelah timur.

SejarahSunting

 
Kapal Belanda di Sanur
 
Korban Perang Puputan Badung

Kabupaten Badung dulunya bernama Nambangan sebelum diganti oleh I Gusti Ngurah Made Pemecutan pada akhir abad ke-18. Dengan memiliki keris dan cemeti pusaka, Ia dapat menundukkan Kerajaan Mengwi dan Jembrana hingga tahun 1810, sampai ia akhirnya diganti oleh 2 orang raja berikutnya. Kematiannya seolah sudah diatur oleh penerusnya, barangkali saudaranya, Raja Kesiman, yang kemudian memerintah dan mencapai puncaknya tahun 1829-1863. Kerajaan ini dipengaruhi oleh kekuatan dari luar Bali dan menggantungkan harapan kepada Pemerintah Hindia Belanda pada saat itu.

Belanda diijinkan untuk mendirikan tangsi militer di Kuta pada tahun 1826, sebagai balasan atas kerjasama itu, raja mendapatkan hadiah yang sangat indah. Seorang pedagang berkebangsaan Denmark, bernama Mads Johansen Lange yang datang ke Bali pada usia 18 tahun dan memegang peranan sebagai mediator antara Pemerintah Belanda dan kerajaan Badung menulis bahwa raja Badung mendapat bagian yang cukup menarik. Mulai saat itu, Mads Lange yang lahir tahun 1806, dapat meningkatkan hubungan baik dengan raja-raja di Bali. Pada tahun 1856, Mads Lange sakit dan mohon pensiun serta memutuskan untuk kembali ke Denmark, tetapi sayang dia meninggal pada saat kapal yang akan ditumpangi akan berangkat dan akhirnya dikubur di Kuta.

Di samping itu, Kuta juga dikenal sebagai tempat di mana Kapten Cornelis de Houtman dengan beberapa pengikutnya dihukum gantung tahun 1557, ketika 20.000 pasukan Bali kembali dari perjalanan mempertahankan Blambangan dari Kesultanan Mataram.

Pada tahun 1904, sebuah kapal China berbendera Belanda bernama "Sri Komala" kandas di pantai Sanur. Pihak pemerintah Belanda menuduh masyarakat setempat melucuti, merusak, dan merampas isi kapal dan menuntut kepada raja atas segala kerusakan itu sebesar 3.000 mata uang perak dan menghukum orang-orang yang merusak kapal. Penolakan raja atas tuduhan dan pembayaran kompensasi itu menyebabkan pemerintah Belanda mempersiapkan expedisi militernya yang ke-6 ke Bali pada tanggal 20 September 1906. Tiga batalyon infantri dan 2 batalyon pasukan artileri segera mendarat dan menyerang Kerajaan Badung.

Setelah menyerang Badung, Belanda menyerbu kota Denpasar, hingga mencapai pintu gerbang kota, mereka belum mendapatkan perlawanan yang berarti. Namun tiba-tiba mereka disambut oleh sekelompok orang berpakaian serba putih, siap melakukan "perang puputan" (mati berperang sampai titik darah terakhir). Dipimpin oleh raja, para pendeta, pengawal, sanak saudara, laki-laki perempuan menghiasi diri dengan batu permata dan berpakaian perang keluar menuju tengah-tengah medan pertempuran. Puputan dilakukan sesuai ajaran agama Hindu Bali saat itu bahwa tujuan ksatria adalah mati di medan perang sehingga arwah dapat masuk langsung ke surga. Menyerah dan mati dalam pengasingan adalah hal yang paling memalukan.

Raja Badung beserta laskarnya yang dengan gagah berani dan tidak kenal menyerah serta memilih melakukan perang puputan akhirnya gugur demi mempertahankan kedaulatan dan kehormatan rakyat Badung.

Beberapa hari kemudian, Belanda pun menyerang Tabanan dan Kesiman. Pada tahun 1908, Kerajaan Klungkung juga melakukan puputan dan dengan jatuhnya kerajaan Klungkung maka Belanda menguasai Bali sepenuhnya. Pada tahun 1914, Belanda mengganti pasukan tentara dengan kepolisian sambil melakukan reorganisasi pemerintahan. Beberapa raja dicabuti hak politiknya, tetapi mereka tetap menjaga nilai kebudayaan dan raja pun masih berpengaruh kuat. Kota Denpasar yang terdiri dari 3 kecamatan merupakan bagian dari Kabupaten Badung, sebelum ditetapkan sebagai Kota Madya pada tanggal 27 Februari 1993.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No. Foto Nama Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Bupati Keterangan
1
  Tjokorda Alit Ngurah
1928
1947
1

[6]

2
  Tjokorda Ngurah Gede Pemetjutan
1947
1959
2
3
  I Gusti Ngurah Anom Patjung
1959
1964
3
4
  I Wayan Dhana
1965
1970
4
5
5
  I Dewa Gede Oka
1975
1985
6
7
6
  Pande Made Latra
1985
1990
8
9
7
  I Gusti Bagus Alit Putra
1990
1999
10
11
8
  Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi
1999
2005
Made Sumer
I Kadek Sudiana
12
  I Wayan Subawa
2005
2005
tidak ada
9
  Anak Agung Gde Agung
2005
5 Agustus 2015
13
I Ketut Sudikerta
(2005-2013)
14
I Made Sudiana
(2014-2015)

[7]

  Nyoman Harry Yudha Saka
5 Agustus 2015
17 Februari 2016
tidak ada

[8]

10
  I Nyoman Giri Prasta
17 Februari 2016
sekarang
15
I Ketut Suiasa
[9]

Dewan PerwakilanSunting

Nama Partai Jumlah Kursi
20px Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 16
  Partai Demokrat 7
20px Partai Gerakan Indonesia Raya 4
  Partai Hati Nurani Rakyat 2
  Partai Nasional Demokrat 1
  Partai Golongan Karya 10
Total Kursi 40

KecamatanSunting

Kabupaten Badung terdiri dari 6 kecamatan, 16 kelurahan, dan 46 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 468.346 jiwa dengan luas wilayah 418,62 km² dan sebaran penduduk 1.118 jiwa/km².[2]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Badung, adalah sebagai berikut:

Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Daftar
Desa/Kelurahan
51.03.03 Abiansemal, Badung 18
51.03.01 Kuta, Badung 5
51.03.05 Kuta Selatan, Badung 3 3
51.03.06 Kuta Utara, Badung 3 3
51.03.02 Mengwi, Badung 5 15
51.03.04 Petang, Badung 7
TOTAL 16 46

KesehatanSunting

Beberapa rumah sakit di Kabupaten Badung diantaranya adalah:

  • RSUD Kab. Badung Mangusada
  • RS Siloam Bali
  • RS Khusus Bedah BIMC
  • RS Graha Asih
  • RS Kasih Ibu Kedonganan
  • Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC
  • RSU Surya Husadha Nusa Dua

PariwisataSunting

Tempat WisataSunting

Di Kabupaten Badung banyak sekali objek wisata yang dapat dikunjungi, misalnya:

  1. Air terjun Nungnung
  2. Atraksi Makotek di Desa Munggu
  3. Ayung Rafting
  4. Bumi Perkemahan Dukuh, Blahkiuh
  5. Bungy Jumping
  6. Desa Petang
  7. Desa Plaga
  8. Desa Kapal
  9. Perang Tipat Bantal (Desa Kapal)
  10. Pantai Dreamland
  11. Pantai Padang-Padang
  12. Jembatan Tukad Bangkung (terpanjang di Bali Nusa tenggara dan Tertinggi di Asia Tenggara
  13. Pura Penataran Puspem Badung
  14. Pantai Seseh
  15. Pantai Batu Bolong
  16. Pantai Brawa
  17. Kawasan Industri Badung (Jalan Bay Pass Sunset Road, Kuta)
  18. Kawasan Wisata Malam Oberoi
  19. Desa Wisata Baha
  20. Garuda Wisnu Kencana (GWK)
  21. Geger Sawangan
  22. Kawasan BTDC Nusa Dua
  23. Mandala Wisata
  24. Monumen Tragedi Kemanusiaan Bom Bali
  25. Panggung Kesenian Kuta Timur
  26. Pantai Canggu
  27. Pantai Jimbaran
  28. Pantai Kedonganan
  29. Pantai Kuta, Legian, Seminyak
  30. Kawasan Internasional Legian
  31. Pantai Labuan Sait
  32. Pantai Nyang-Nyang
  33. Pantai Suluban
  34. Patung Satria Gatot Kaca
  35. Penangkaran Penyu Deluang Sari
  36. Pura Peti Tenget
  37. Pura Pucak Tedung
  38. Pura Sadha
  39. Pura Taman Ayun
  40. Pura Uluwatu
  41. Safari Kuda
  42. Sangeh
  43. Taman Reptil Indonesia Jaya
  44. Kota Mangupura
  45. Tanah Wuk
  46. Tanjung Benoa
  47. Waka Tangga
  48. Water Boom Park, Kuta, Badung
  49. Wisata Agro Pelaga

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  2. ^ a b c d e f "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 05-12-2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  3. ^ "Kabupaten Badung Dalam Angka 2016". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 16 Juli 2018. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 2018-07-06. 
  5. ^ Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2009 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Badung dari Wilayah Kota Denpasar ke Wilayah Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Provinsi Bali
  6. ^ Bali, Nusa. "Dari Trah Raja, Tokoh Kalangan Militer, hingga Mantan Ketua Dewan" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-22. 
  7. ^ "Mengharukan, Perpisahan Bupati Badung Gde Agung Penuh Air Mata - Tribun Bali". Tribun Bali. 2015-08-06. Diakses tanggal 2018-10-22. 
  8. ^ Bali, Nusa. "Harry Yudha Saka Mapamit" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-22. 
  9. ^ "Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos". POSBALI.ID. 2017-07-15. Diakses tanggal 2018-10-22. 

Pranala luarSunting