Blahkiuh, Abiansemal, Badung

desa di Kabupaten Badung
(Dialihkan dari Blahkiuh)

Koordinat: 8°30′37″S 115°12′52″E / 8.510269°S 115.214488°E / -8.510269; 115.214488

Desa Blahkiuh merupakan desa sekaligus ibu kota dari Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali yang memiliki aset kesenian yang tersohor di Bali seperti Tari Kecak, Parwa, Arja Basur, Joged Bumbung, dan seni ukiran.[3]

Blahkiuh
Desa
Locator Blahkiuh.png
Peta lokasi Desa Blahkiuh
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenBadung
KecamatanAbiansemal
Kodepos80352
Luas3,6 km²[1]
Jumlah penduduk5.492 (2010)[2]
5.814 (2016)[1]
Kepadatan1.830 jiwa/km²[1]

GeografiSunting

Batas WilayahSunting

Batas wilayah Desa Adat Blahkiuh yakni:

Utara Desa Sangeh.
Timur Tukad Yeh Adeng.
Selatan Desa Abiansemal.
Barat Tukad Yeh Penet.

Desa Adat Blahkiuh juga memiliki tiga tempat pembakaran mayat (Setra). Di Desa Adat Blahkiuh terdapat Bumi Perkemahan Pramuka Dukuh. Bumi Perkemahan ini adalah lahan milik Anak Agung Mayun yang merupakan raja pada zaman dulu yang sekarang pengelolaannya diserahkan ke Desa Adat Blahkiuh termasuk Pura Luhur Giri Kusuma. Desa Adat Blahkiuh dipimpin oleh seorang Kepala Desa I Gusti Ngurah Made Oka. Selain dipimpin oleh seorang Kepala Desa, Desa Adat Blahkiuh juga dipimpin oleh seorang Bendesa yang saat ini dijabat oleh Drs. Ida Bagus Bajra, M.Pd.H.[1]

PemerintahanSunting

Pembagian Desa AdatSunting

Desa Adat Blahkiuh terdiri dari 8 Banjar (Bali) yaitu:

  1. Banjar Kembang Sari,
  2. Banjar Ulapan I
  3. Banjar Ulapan II
  4. Banjar Delod Pasar
  5. Banjar Tengah
  6. Banjar Benehkawan
  7. Banjar Pikah
  8. Banjar Pacung

Disini terjadi keunikan pada Banjar Pacung, secara teritorial dan kedinasan Banjar Pacung berada di Desa Adat Sangeh, tetapi secara adat masuk ke dalam wewidangan Desa Adat Blahkiuh.

DemografiSunting

Pada tahun 2016, jumlah penduduk desa Blahkiuh terbagi menjadi 2.938 laki-laki dan 2.876 perempuan dengan tingkat rasio seks 109. Jumlah penduduk yang lahir selama tahun ini 15 orang dan yang meninggal sebanyak 16 orang. Di tingkat migrasi, 50 orang pindah dan 38 orang pendatang baru.[1]

Tempat peribadatanSunting

Tempat suci umum yang terdapat di Desa Adat Blahkiuh antara lain Pura Desa, Pura Dalem, Pura Puseh, Pura Dalem Suargan, Pura Dalem Pancer, Pura Dalem Majapahit, Pura Luhur Giri Kusuma.

KesehatanSunting

Di ibu kota kecamatan ini juga terdapat Puskesmas Abiansemal I yang merupakan puskesmas terbesar di Bali, kolam renang Tirta Arum yang juga merupakan kolam renang untuk olahraga terbesar di Bali, disamping terdapat lapangan sepak bola Kopral I Wayan Surem.

PendidikanSunting

Desa Blahkiuh juga terdapat sekolah SMP Negri 1 Abiansemal dan SMA Negri 1 Abiansemal. Di Blahkiuh juga memiliki tim sepak bola yang sudah dikenal di Kabupaten Badung. Perssib Blahkiuh (Persatuan Sepak Bola Singasari Blahkiuh) yang didirikan sejak tahun 1958. Masih aktif mengikuti kompetisi di regional Badung. Sumber penghasilan masyarakat Desa Blahkiuh sebagian besar petani, pedagang disamping sektor informal (swasta) dan sektor formal (PNS).

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e "Kecamatan Abiansemal dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2018. Diakses tanggal 4 Oktober 2019. 
  2. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 132. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 

Pranala luarSunting