Kabupaten Buleleng

kabupaten di Bali

Koordinat: 8°12′S 114°57′E / 8.200°S 114.950°E / -8.200; 114.950

Kabupaten Buleleng (bahasa Bali: ᬓᬪᬹᬧᬢᬾᬦ᭄ᬩᬸᬮᬾᬮᬾᬂ, translit. Kabhūpatèn Bulèlèng) adalah salah satu kabupaten di provinsi Bali, Indonesia. Ibu kotanya adalah Singaraja. Buleleng berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Selat Bali di sebelah barat, Kabupaten Karangasem di sebelah timur. Kabupaten Jembrana, Bangli, Tabanan serta Badung di sebelah selatan.

Kabupaten Buleleng
Nusa Tenggara 1rightarrow blue.svg Bali
Lambang Kabupaten Buleleng.png
Lambang
Motto: 
Singa Ambara Raja
Location Buleleng Regency.png
Kabupaten Buleleng berlokasi di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Buleleng
Kabupaten Buleleng
Kabupaten Buleleng berlokasi di Indonesia
Kabupaten Buleleng
Kabupaten Buleleng
Koordinat: 8°12′S 114°57′E / 8.2°S 114.95°E / -8.2; 114.95
Negara Indonesia
ProvinsiBali
Hari jadi30 Maret 1604
Ibu kotaSingaraja
Pemerintahan
 • BupatiPutu Agus Suradnyana, S.T.
 • Wakil Bupati--
Luas
 • Total1.364,73[1] km2 (Formatting error: invalid input when rounding sq mi)
Populasi
 ((2017)[1])
 • Total814,356 jiwa jiwa
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0362
Kode Kemendagri51.08 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan9[1]
Jumlah kelurahan19[1]
Jumlah desa129[1]
DAURp. 965.435.235.000,-(2018)[2]
PADRp. 371.366.874.000,-
APBDRp.2.124.617.361.711,-[2]
IPM70,65 (2016)[3]
Bandar udaraBandar Udara Letkol Wisnu
Situs webhttp://www.bulelengkab.go.id/

Panjang ruas pantai di wilayah Kabupaten Buleleng sekitar 144 km, 19 km-nya melewati kecamatan Tejakula. Selain sebagai penghasil pertanian terbesar di Bali (terkenal dengan produksi salak bali dan jeruk keprok Tejakula), Kabupaten Buleleng juga memiliki objek pariwisata yang banyak seperti pantai Lovina, pura Pulaki, Air Sanih dan tentunya kota Singaraja sendiri.

Kota PendidikanSunting

Buleleng merupakan salah satu wilayah di Bali yang terkenal dengan sebutannya yakni Kota Pendidikan. Memasukin tahun 1980-an didirikan Fakultas Keguruan (FKG) yang merupakan salah satu bagian fakultas dari Universitas Udayana. Tahun 1985, berubah menjadi STKIP Singaraja dan melepaskan dari bagian Universitas Udayana. Hal ini menyebabkan redupnya perkembangan kota Singaraja sebagai kota pendidikan. Setelah perjalanan panjang STKIP berubah menjadi IKIP Singaraja dan hingga saat ini dikenal dengan Universitas Pendidikan Ganesha yang terletak di Kota Singaraja. [5]

GeografiSunting

Secara geografis Kabupaten Buleleng terletak diantara 8°3'40"–8°23'00" Lintang Selatan dan 114°25'55"–115°27'28" Bujur Timur yang posisinya berada di bagian utara Pulau Bali. Luas Kabupaten Buleleng adalah 1.365,88 km² (24,25% dari Luas Pulau Bali). Kabupaten Buleleng terdiri atas 9 Kecamatan dengan 129 desa, 19 kelurahan, 551 dusun/banjar dan 58 lingkungan.[6]

Batas wilayahSunting

Batas-batas wilayah Kabupaten Buleleng adalah sebagai berikut:

Utara Laut Bali/Laut Jawa
Timur Kabupaten Karangasem
Selatan Kabupaten Jembrana, Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Tabanan
Barat Kabupaten Jembrana dan Selat Bali

TopografiSunting

Kabupaten Buleleng yang terletak di Utara Pulau Bali yang topografinya sangat beragam, yaitu terdiri dari dataran rendah, perbukitan, dan pegunungan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng merupakan daerah berbukit dan bergunung membentang di bagian Selatan, sedangkan di bagian Utara, yakni sepanjang pantai merupakan dataran rendah. Kondisi yang khas tersebut menjadikan topografi Kabupaten Buleleng sering disebut Nyegara Gunung.

Kondisi topografi Kabupaten Buleleng berdasarkan kemiringan lereng, perbedaan ketinggian dari permukaan laut serta bentang alamnya dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) satuan topografi yaitu:

  1. Daerah datar dengan tingkat kemiringan 0 – 1,9% seluas 12.264,75 Ha atau 8,98%;
  2. Daerah landai dengan tingkat kemiringan 2 – 24,9% seluas 70.226 Ha atau 51,41%;
  3. Daerah miring dengan tingkat kemiringan 25 – 39,9% seluas 21.462,75 Ha atau 15,71%;
  4. Daerah terjal dengan tingkat kemiringan diatas 40% seluas 32.634,5 Ha atau 23,89%.

Berdasarkan letak ketinggian tempat, dikelompokkan menjadi 4 (empat) ketinggian tempat, yaitu:

  1. Dataran Rendah (0 – 24.9 m dpl dan 25 – 99.9 m dpl)
  2. Dataran Sedang (100 – 499.9 m dpl)
  3. Dataran Tinggi (500 – 999.9 m dpl)
  4. Dataran Pegunungan (>1000 m dpl)[6]

GeologiSunting

Secara stratigrafi, pelapisan batuan yang terdapat di Kabupaten Buleleng pada umumnya terdiri dari batuan bereksi, lava, tufa dan lahar yang tersebar hampir di sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng. Terdapat sesar/fault yang diperkirakan terdapat di wilayah Kecamatan Gerokgak, yaitu dua busur besar yang sejajar memanjang ke arah barat dan timur yang berada pada formasi Batuan Gunung Api Pulaki yang terdiri dari bereksi dan lava. Dua buah sesar mendatar yang diperkirakan di wilayah Ujung Barat Pulau Bali (di antaranya formasi Prapat Agung yang dominan ditutupi oleh batuan gamping dengan formasi palasari yang terdiri dari batu pasir, konglomerat dan batuan gamping terumbu). Dua buah sesar lagi yang diperkirakan berada di wilayah Kecamatan Tejakula yaitu terletak di antara formasi batuan tufa dan endapan lahar Buyan, Bratan dan Batur dengan formasi Buyan Bratan dan Batur Purba. Di samping struktur tersebut, di atas masih ditemukan juga struktur pelapisan pada batuan tufa, lava dari kelompok batuan api Buyan Bratan purba.[6]

IklimSunting

Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan suhu udara bervariasi berdasarkan ketinggian, yaitu antara 19°–33°C. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah ini berkisar antara 82%–75%. Oleh karena beriklim tropis basah dan kering, wilayah Buleleng memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau di wilayah Buleleng berlangsung pada periode MeiOktober dengan bulan terkering adalah bulan Agustus. Sementara itu, musim penghujan berlangsung pada periode DesemberMaret dengan curah hujan bulanan lebih dari 200 mm per bulan. Di antara musim kemarau dan hujan terdapat musim pancaroba yang biasanya terjadi pada bulan April dan November. Curah hujan tahunan wilayah Buleleng berkisar antara 1.000–1.600 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 80–120 hari hujan per tahun.

Data iklim Buleleng, Bali, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.2
(88.2)
31.8
(89.2)
32.4
(90.3)
31.3
(88.3)
30.9
(87.6)
30.4
(86.7)
30.6
(87.1)
31.4
(88.5)
32.3
(90.1)
32.6
(90.7)
32.2
(90)
31.8
(89.2)
31.58
(88.83)
Rata-rata harian °C (°F) 26.8
(80.2)
27.5
(81.5)
27.2
(81)
26.8
(80.2)
26.5
(79.7)
25.9
(78.6)
25.4
(77.7)
25.7
(78.3)
26.3
(79.3)
27.2
(81)
27.6
(81.7)
27.1
(80.8)
26.67
(80)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.4
(72.3)
22.5
(72.5)
22.2
(72)
21.9
(71.4)
21.6
(70.9)
20.9
(69.6)
19.9
(67.8)
20.8
(69.4)
21.3
(70.3)
21.9
(71.4)
22.2
(72)
22.4
(72.3)
21.67
(70.99)
Presipitasi mm (inci) 318
(12.52)
284
(11.18)
243
(9.57)
93
(3.66)
61
(2.4)
30
(1.18)
23
(0.91)
8
(0.31)
12
(0.47)
20
(0.79)
80
(3.15)
227
(8.94)
1.399
(55,08)
Rata-rata hari hujan 22 20 17 10 7 3 2 1 1 2 8 16 109
% kelembapan 82 81 81 80 80 79 77 75 76 76 78 80 78.8
Rata-rata sinar matahari bulanan 185 181 215 251 256 260 278 280 275 282 223 201 2.887
Sumber #1: Climate-Data.org [7]
Sumber #2: Weatherbase [8]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Foto Nama Wakil Mulai jabatan Akhir jabatan Keterangan
1   Bagus Ketut Berata

Tidak Ada

1955 1960 Bupati pertama
2   Ida Bagus Mahadewa 1960 1967
3   Hartawan Mataram 1967 1978
4   Drs. I Nyoman Tastera 1978 1988
5   Drs. Ketut Ginantra 1988 1993
6   Drs. Ketut Wirata Sindhu 1993 2002
*   I Ketut Widjana, SH. 2002 2002 Pejabat bupati
7   Putu Bagiada
Drs. I Gede Wardana, M.Si.
2002 2007 masa jabatan pertama
*   Drs. I Gede Wardana, M.Si.
tidak ada
2007 2007 pelaksana tugas
*   Putu Bagiada
Made Arga Pynatih
2007 2012 masa jabatan kedua
9 Putu Agus Suradnyana, ST
I Nyoman Sutjidra
2012 kini

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Buleleng dalam dua periode terakhir.[9][10]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 0 1
  Gerindra 6 5
  PDI Perjuangan 15 18
  Golkar 7   7
  NasDem 4 5
  Perindo (baru) 1
  PPP 1 0
  Hanura 6 5
  Demokrat 6 3
Jumlah Anggota 45   45
Jumlah Partai 7 8

KecamatanSunting

Kabupaten Buleleng terdiri dari 9 kecamatan, 19 kelurahan, dan 129 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 814.356 jiwa dengan luas wilayah 1.364,73 km² dan sebaran penduduk 598 jiwa/km².[11][12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Buleleng, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
51.08.04 Banjar 17 Desa
51.08.06 Buleleng 17 12 Desa
Kelurahan
51.08.03 Busung Biu 15 Desa
51.08.01 Gerokgak 14 Desa
51.08.08 Kubutambahan 13 Desa
51.08.07 Sawan 14 Desa
51.08.02 Seririt 1 20 Desa
Kelurahan
51.08.05 Sukasada 1 14 Desa
Kelurahan
51.08.09 Tejakula 10 Desa
TOTAL 19 129

Tempat-tempat menarikSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 05-12-2018. 
  2. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 2018-07-06. 
  4. ^ "Buku Statistik Daerah Kabupaten Buleleng 2017" (PDF). Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 16 Juli 2018. 
  5. ^ Bali, Nusa. "Dinamis Berkat Status Kota Pelajar". www.nusabali.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-20. 
  6. ^ a b c "Profil Kabupaten Buleleng" (PDF). 
  7. ^ "Singaraja, Bali, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 22 September 2020. 
  8. ^ "Singaraja, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 22 September 2020. 
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Buleleng 2014-2019
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Buleleng 2019-2024
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  12. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luarSunting