Buka menu utama


Stasiun Demak (DM) merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas besar yang terletak di Bintoro, Demak, Demak. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang dan merupakan stasiun terbesar di Kabupaten Demak.

Stasiun Demak
  • Singkatan: DM
  • Nomor: 3609
Stasiun Demak.jpg
Eks peron Stasiun Demak dengan tegel tahu-nya
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenDemak
KecamatanDemak
KelurahanBintoro
AlamatJalan Stasiun Demak
Kode pos59511
Sejarah
Dibuka27 September 1883
Ditutup1986
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Kelas stasiun[1]Besar
Ketinggian+4,81 m
Letak[2]
Layanan-
Konstruksi dan fasilitas
Gaya arsitekturNieuwe Indische Bouwstijl

Stasiun ini dahulu diresmikan pada tanggal 27 September 1883 oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), perusahaan kereta api Hindia Belanda. Stasiun ini berada di jalur kereta api yang menghubungkan Semarang dengan Juwana di Pati. Untuk menghubungkan jalur ini dengan pusat ibu kota Kabupaten Grobogan, dibangunlah jalur cabang menuju Stasiun Purwodadi serta memindahkan jalur yang dahulunya dimiliki oleh Poerwodadie–Goendih Stoomtram Maatschappij.[3][4][5]

Pada tahun 1986, jalur kereta api yang melayani Kemijen hingga Rembang ditutup karena sarana yang tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa foto koleksi de Jong dalam buku Spoorwegstations op Java yang diterbitkan pada tahun 1993 menampilkan bahwa pada tahun 1990 stasiun ini masih menampakkan atap dan jalur-jalurnya yang sudah mangkrak. Jalur tersebut kemungkinan dibongkar pada tahun 1996 hingga akhir tahun 1990-an.[6][7]

Bangunan stasiun ini menggunakan arsitektur bergaya Hindia Baru (Nieuwe Indische Bouwstijl) dengan atap yang diekspos sedemikian rupa sehingga menambah artistik bangunan. Sebagai stasiun besar, aktivitas pengangkutan barang dan penumpang di Kota Demak dipusatkan di stasiun ini. Stasiun ini dilengkapi dengan atap overkapping dan sebuah gudang. Namun atap yang memayungi jalur-jalur sudah hilang. Bangunan gudang juga sudah dimanfaatkan sebagai kios. Saat ini stasiun ini dimanfaatkan sebagai kafe dan tidak ada reaktivasi untuk jalur-jalur SJS.[8]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij. 
  4. ^ van Dirxland, Baron van der Goes; Martens, C.L.J. (1907). Gedenkboek samengesteld ter gelegenheid van het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij. Den Haag: Koninklijke Nederlandse-Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee. 
  5. ^ Samarang–Joana Stoomtram. Verslag der Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. SJS. 
  6. ^ de Jong, Michiel van Ballegoijen (1993). Spoorwegstations op Java. 
  7. ^ Ramelan, Wiwin Djuwita (1997). Kota Demak Sebagai Bandar Dagang di Jalur Sutra. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI. 
  8. ^ Media, Kompas Cyber (2015-03-06). "Dirut KAI Temukan Stasiun Kereta Berubah Menjadi Kafe - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-12. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
menuju Jurnatan
Jurnatan–DemakTerminus
Demak–Kudus
Branjangan
menuju Kudus
Demak–Purwodadi
Kadilangu
menuju Purwodadi

Koordinat: 6°54′04″S 110°38′04″E / 6.9010463°S 110.6344284°E / -6.9010463; 110.6344284