Penulis Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia

Penghargaan untuk Skenario Adaptasi Terbaik mulai diberikan pada Festival Film Indonesia 2006.

Penghargaan FFI untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
NegaraIndonesia
Dipersembahkan oleh
Pemberian pertama2006
Saat ini dipegang olehGea Rexy, Bagus Bramanti, dan Charles Gozali
Sobat Ambyar (2021)
Situs webfestivalfilm.id

Penghargaan ini merupakan pecahan dari Skenario Terbaik, yang mulai tahun 2006 dipecah menjadi Skenario Asli Terbaik dan Skenario Adaptasi Terbaik ini – kecuali pada beberapa tahun yang diberikan keterangan.

Di bawah ini adalah daftar penerima penghargaan Skenario Adaptasi Terbaik dalam Festival Film Indonesia sejak tahun 2006 yang diikuti nominasi terbaik lainnya.

Pada 2019, Ginatri S. Noer mencatat sejarah dengan menjadi penulis skenario pertama yang berhasil mengawinkan piala bagi kategori Skenario Asli Terbaik (Dua Garis Biru) dan Skenario Adaptasi Terbaik (Keluarga Cemara) pada tahun yang sama.[1][2]

2000–anSunting

Tahun Film Nomine
2006
(Ke-26)
Opera Jawa Garin Nugroho dan Armantono  
Jomblo Salman Aristo, Adithya Mulya, dan Hanung Bramantyo
2007
(Ke-27)
N/A[catatan 1]
2008
(Ke-28)
2009
(Ke-29)
Mereka Bilang, Saya Monyet Djenar Maesa Ayu dan Indra Herlambang  
Perempuan Berkalung Sorban Ginatri S. Noer
Jamila dan Sang Presiden Ratna Sarumpaet
Emak Ingin Naik Haji Aditya Gumay dan Adenin Adlan
Pintu Terlarang Joko Anwar

2010–anSunting

Tahun Film Nomine
2010
(Ke-30)
3 Hati Dua Dunia Satu Cinta Benni Setiawan  
7 Hati 7 Cinta 7 Wanita Robby Ertanto
Alangkah Lucunya (Negeri Ini) Musfar Yasin
Hari untuk Amanda Salman Aristo dan Ginatri S. Noer
I Know What You Did on Facebook Alberthiene Endah dan Awi Suryadi
Minggu Pagi di Victoria Park Titien Wattimena
2011
(Ke-31)
N/A[catatan 2]
2012
(Ke-32)
2013
(Ke-33)
2014
(Ke-34)
Sokola Rimba Riri Riza  
3 Nafas Likas Titien Wattimena
Cahaya dari Timur: Beta Maluku Angga Dwimas Sasongko, M. Irfan Ramli, dan Swastika Nohara
Soekarno: Indonesia Merdeka Hanung Bramantyo
Tenggelamnya Kapal van der Wijck Imam Tantowi, Donny Dirgantoro, Riheam Junianti, dan Sunil Soraya
2015
(Ke-35)
Filosofi Kopi Jenni Jusuf  
Bulan di Atas Kuburan Dirmawan Hatta
Catatan Akhir Kuliah Johansyah Jumberan dan Jay Sukmo
Surga yang Tak Dirindukan Alim Sudio dan Bagus Bramantyo
Toba Dreams Benni Setiawan
2016
(Ke-36)
Athirah Salman Aristo dan Riri Riza  
Catatan Dodol Calon Dokter Ardiansyah Solaiman dan Chadijah Masturi Siregar
My Stupid Boss Upi Avianto
Ngenest The Movie Ernest Prakasa
Rudy Habibie Ginatri S. Noer dan Hanung Bramantyo
2017
(Ke-37)
Night Bus Rahabi Mandra dan Teuku Rifnu Wikana  
Galih dan Ratna Fathan Todjon dan Lucky Kuswandi
Kartini Bagus Bramanti dan Hanung Bramantyo
Pengabdi Setan Joko Anwar
Sweet 20 Upi Avianto
2018
(Ke-38)
Aruna dan Lidahnya Titien Wattimena  
Si Doel The Movie Rano Karno
TemanTapiMenikah Johanna Wattimena dan Upi Avianto
2019
(Ke-39)
Keluarga Cemara Gina S. Noer dan Yandy Laurens  
Bebas Mira Lesmana dan Gina S. Noer
Gundala Joko Anwar
My Stupid Boss 2 Upi Avianto
Si Doel The Movie 2 Rano Karno

2020–anSunting

Tahun Film Nomine
2020
(Ke-40)
Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan Ernest Prakasa dan Meira Anastasia  
Ratu Ilmu Hitam Joko Anwar
2021
(Ke-41)
Sobat Ambyar Gea Rexy, Bagus Bramanti, dan Charles Gozali
Asih 2 Lele Laila
Generasi 90an: Melankolia M. Irfan Ramly
Layla Majnun Alim Sudio

Lihat pulaSunting

CatatanSunting

  1. ^ Skenario Adaptasi Terbaik disatukan pada 2007 dan 2008 dalam kategori Skenario Terbaik.
  2. ^ Skenario Adaptasi Terbaik diubah menjadi format Skenario Terbaik dan Cerita Asli Terbaik pada 2011, 2012, dan 2013.

ReferensiSunting

  1. ^ "Daftar Lengkap Pemenang Piala Citra FFI 2019". CNN Indonesia. 8 Desember 2019. Diakses tanggal 8 Desember 2019. 
  2. ^ "FFI 2019, Gina S. Noer Borong 2 Piala Citra Kategori Penulis Naskah". liputan6.com. 8 Desember 2019. Diakses tanggal 8 Desember 2019.