Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (film)

film Indonesia yang disutradarai oleh Edwin

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (bahasa Inggris: Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash) merupakan film drama aksi Indonesia yang disutradarai Edwin serta diproduseri Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Eka Kurniawan tahun 2014.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Poster teatrikal film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas 2021.jpg
Poster rilis teatrikal
SutradaraEdwin
Produser
  • Muhammad Zaidy
  • Meiske Taurisia
Penulis skenario
Didasarkan
dari
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
oleh Eka Kurniawan
Pemeran
Penata musikDave Lumenta
SinematograferAkiko Ashizawa
PenyuntingLee Chatametikool
Perusahaan
produksi
DistributorMatch Factory Productions
Tanggal rilis
  • 8 Agustus 2021 (2021-08-08) (Locarno Film Festival)
  • 2 Desember 2021 (2021-12-02) (Indonesia)
Durasi114 menit
Negara
BahasaIndonesia

Film ini ditayangkan perdana pada segmen Concorso internazionale dalam ajang Locarno International Film Festival 2021 di Swiss.[1] Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas dirilis di bioskop Indonesia pada 2 Desember 2021.

SinopsisSunting

Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia, ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik, dan dia jatuh cinta. Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung dan, pada akhirnya, berdamai dengan dirinya?

PemeranSunting

ProduksiSunting

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan film ketiga yang diproduksi Palari Films setelah Aruna & Lidahnya (2018), yang berjaya memenangi dua di antara sembilan kategori yang didapat pada Festival Film Indonesia 2018. Film ini juga merupakan film panjang kelima karya Edwin setelah Aruna & Lidahnya.[2] Palari Films mengumumkan telah mengantongi hak adaptasi Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas keluaran 2014 oleh Eka Kurniawan.[3] Proses adaptasi memerlukan waktu yang lebih lama, sehingga Edwin mengajukan novel keluaran tahun yang sama, Aruna & Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak sebagai proyek baru yang lebih dahulu diproduksi,[4] yang disebut oleh produser Meiske Taurisia sebagai adaptasi lepas dari novel tersebut karena isi film tidak sama persis dengan novelnya.[5]

Biaya produksi film ini juga ditopang oleh dana sebesar US$15.000 yang berjaya didapat sebagai ganjaran atas kemenangan naskah film dalam kategori Busan Award di Asian Project Market, Festival Film Internasional Busan 2016. Sebelumnya naskah film A Copy of My Mind arahan Joko Anwar juga berhasil mendapat dana sebesar US$10.000 sebagai ganjaran kemenangan di kategori CJ Entertainment Award pada festival film yang sama.[6]

CastingSunting

Bersamaan dengan pengumuman film ini, aktris Ladya Cheryl diumumkan akan memerankan karakter Iteung. Hal ini menandakan kembalinya Ladya ke dunia akting setelah terakhir kali membintangi Postcards from the Zoo (2012) yang juga disutradarai Edwin.[7] Pada November 2020, Marthino Lio dan Sal Priadi bergabung memerankan tokoh utama Ajo Kawir dan Tokek, berurutan. Film ini menjadi debut Sal Priadi di dunia seni peran.[8] Reza Rahadian dan Ratu Felisha diumumkan menjadi tambahan terkini dalam film tersebut pada Juli 2021.[9]

PerilisanSunting

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akan tayang perdana dan berkompetisi dalam Concorso internazionale di ajang Locarno International Film Festival pada Agustus 2021.[1] Film ini juga masuk dalam seleksi resmi Contemporary World Cinema Festival Film Internasional Toronto pada September 2021.[10]

Pada Juli 2021, agensi film The Match Factory mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh hak distribusi film ini.[11] Film ini dirilis di bioskop Indonesia pada 2 Desember 2021.[12]

PemasaranSunting

Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas atas perusahaan produksi PT. Aneka Cahaya Nusantara merupakan salah satu dari 22 penerima bantuan pemerintah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk promosi film sebesar Rp 1,5 miliar dalam lingkup program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19 di Indonesia.[13]

PenghargaanSunting

Pada Agustus 2021, film ini berhasil mendapatkan penghargaan Golden Leopard, hadiah utama dalam sesi kompetisi internasional dalam Festival Film Internasional Locarno. Selama festival, film ini diputar selama empat kali dan mendapatkan sambutan yang bagus dari para penikmat film dan kritikus.[14]

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" Akan Berkompetisi di Program Paling Bergengsi Locarno Film Festival 2021". Whiteboard Journal. 2 Juli 2021. Diakses tanggal 27 Juli 2021. 
  2. ^ Yuniar, Nanien (25 September 2018). Pasaribu, Alviansyah, ed. "Rasa yang pas untuk film "Aruna dan Lidahnya"". Antara. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 September 2018. Diakses tanggal 10 Desember 2018. 
  3. ^ Maullana, Irfan (10 Mei 2016). "Novel "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" Diangkat ke Layar Lebar". Kompas. Diakses tanggal 22 Juni 2019. 
  4. ^ Djaya, Andi Baso (2 Juni 2018). "Menyatukan perbedaan Indonesia dengan makanan". Beritagar. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 September 2018. Diakses tanggal 28 September 2018. 
  5. ^ Yuniar, Nanien (31 Mei 2018). Burhani, Ruslan, ed. "Aruna dan Lidahnya, perjalanan kuliner dan persahabatan". Antara. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Desember 2018. Diakses tanggal 10 Desember 2018. 
  6. ^ Djaya, Andi Baso (14 Oktober 2016). "Usaha memfilmkan novel Eka Kurniawan". Beritagar. Diakses tanggal 22 Juni 2019. 
  7. ^ Garjito, Dany; Weadcaksana, Hiskia Andika (19 Februari 2020). "Ladya Cheryl Bintangi Film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas'". Suara. Diakses tanggal 27 Juli 2021. 
  8. ^ "Sal Priadi soal Heboh ke Toko Obat Kuat hingga Debut di Film". CNN Indonesia. 6 November 2020. Diakses tanggal 27 Juli 2021. 
  9. ^ Retno, Dewi; Hayati, Istiqomatul (23 Juli 2021). "Netizen Sambut Gembira Kembalinya Ratu Felisha dan Ladya Cheryl ke Layar Lebar". Tempo. Diakses tanggal 27 Juli 2021. 
  10. ^ "Film Seperti Dendam Tayang di Toronto Film Festival 2021". CNN Indonesia. 29 Juli 2021. Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  11. ^ Barraclough, Leo (1 Juli 2021). "The Match Factory Acquires Locarno Competition Title 'Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash' (EXCLUSIVE)". Variety. Diakses tanggal 27 Juli 2021. 
  12. ^ Yuniar, Nanien (1 November 2021). Pasaribu, Alviansyah, ed. ""Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" tayang 2 Desember 2021". Antaranews. Diakses tanggal 1 November 2021. 
  13. ^ Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (26 Oktober 2021). Siaran Pers: Kemenparekraf Tetapkan 22 Produksi Film Peraih Bantuan Pemerintah Promosi Film Indonesia (dalam id). Siaran pers. Diakses pada 11 November 2021.
  14. ^ Zhafira, Arnidhya Nur (2021-08-15). ""Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" cetak sejarah di Locarno". Antara News. Diakses tanggal 2021-08-15. 

Pranala luarSunting