T.B. Silalahi

Letjen TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Tiopan Bernhard Silalahi, S.H. (lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 17 April 1938; umur 83 tahun) adalah mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan VI. Lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1961 ini memiliki jabatan terakhir di militer adalah Asisten I Kasad dengan pangkat Mayor Jenderal, tahun 1988. Selanjutnya dikaryakan sebagai Sekjen Departemen Pertambangan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993—1998).

Tiopan Bernhard Silalahi
TB Silalahi, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.png
TB Silalahi, 1993
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia ke-2
Masa jabatan
11 Desember 2008 – 20 Oktober 2009
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluAli Alatas
PenggantiEmil Salim
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Indonesia ke-6
Masa jabatan
17 Maret 1993 – 14 Maret 1998
PresidenSoeharto
PendahuluSarwono Kusumaatmadja
PenggantiHartarto Sastrosunarto
Informasi pribadi
Lahir17 April 1938 (umur 83)
Bendera Belanda Pematang Siantar, Sumatra Utara
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikLogo of the Democratic Party (Indonesia).svg Partai Demokrat
Alma materAkademi Militer Nasional (1961)
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
Masa dinas1961—1993
PangkatPdu letjendtni staf.png Letnan Jenderal TNI
SatuanKavaleri

Pengabdian di bidang militer diawali sebagi Danton Yonkav 4 Siliwangi dalam operasi Kamdagri di Jawa Barat (1962),Wadanki dalam operasi Kamdagri di Sulawesi Selatan (1963—1965) bersamaan dengan operasi Dwikora. Danyonkav 8 Tank Kostrad (1972), ke Timur Tengah sebagai pasukan PBB pada perang Oktober 1973 antara Israel dan Mesir sebagai Camp Commandant UNEF Middle East di Kairo. Dosen Sesko AD (1974), Asops Kasdam XVI Hasanuddin di Ujung Pandang (1978), Kasdam IV Diponegoro (1984) dan Asisten Perencanaan dan Anggaran KASAD (1986) dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.

Sejalan dengan penugasannya, TB Silalahi memanfaatkan waktunya dengan mengikuti pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung sampai sarjana muda (1968) dan mendapatkan S1 pada Sekolah tinggi Hukum Militer dengan predikat Cumlaude (1995). Atas prestasinya dalam bidang pemerintahan dan sosial, ia beroleh gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gregorio Araneta, 8 Agustus 1996 di Manila, Filipina. Karier militernya dilanjutkan dengan tugas karya sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertambangan dan Energi (1988). Pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto (1993), Kabinet pembangunan VI, Ia mendapat kepercayaan menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Jenderal TNI. Tahun 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat TB Silalahi menjadi penasehat presiden yang kemudian pada tahun 2006 menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan pada tahun 2007 diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam bidang pertahanan dan keamanan.

TB Silalahi adalah pendiri dan anggota Dewan Pembina Yayasan Soposurung yang mendirikan dan mengelola sebuah sekolah unggulan di Balige, Sumatra Utara. Menurunnya mutu pendidikan di Bonapasogit, menggerakkan hati TB Silalahi untuk turut serta bertanggungjawab, bersama teman-teman masa kecilnya (Alumni SMA Soposurung) ia mendirikan Yayasan Soposurung), berupa sebuah asrama yang menampung siswa/i lulusan SMP yang terpilih melalui seleksi yang ketat untuk melanjutkan pendidikan di jenjang SMA, setiap tahun 40 orang putra-putri terbaik bonapasogit (sejak 2008 menjadi 80 orang dan sekarang menjadi 120 orang) digembleng mental dan karakternya disamping mengikuti pendidikan formal di sekolah (SMAN 2 Balige).

Daftar Riwayat HidupSunting

  • Militer
  1. Akademi Militer Nasional (1958—1961)
  2. Kupaltu Kav (setingkat Kursus Dan Ki), lulus terbaik (1965)
  3. Kursus Guru Perang Nuklir Biologi dan Kimia, lulus terbaik (1966)
  4. Suslapa Kav ( Kursus Dan Yon), lulus terbaik
  5. Seskoad (1971—1972)
  6. Defence Management Course, Monterey (USA) (1976)
  7. Sesko ABRI, lulus terbaik (1977)
  8. International Peace Keeping Training, Wina, Austria (1979)
  • Kepemimpinan Nasional
  1. Lemhannas KRA XVI, lulus terbaik, Bintang Seroja/Garuda (1983)
  • Umum
  1. Sarjana Muda Hukum Univ. Padjajaran, Bandung (1966—1969)
  2. Executive Program, Stanford University USA, National University of Singapore (1992)
  3. Sarjana Hukum STHM, Jakarta, Cum Laude (1996—1997)
  4. Doctor HC, Gregorious Arenata University, Manila dalam bidang
  • Riwayat Jabatan
  1. Dan Yonkav 8/Kostrad (1972)
  2. Camp Commandant UNEF/HQ, Cairo/Mesir (1974)
  3. Dosen Seskoad (1975)
  4. Kasdam VII/Diponegoro (1985)
  5. Asrena Kasad (1986)
  6. Sekjen Departemen Pertambangan dan Energi (1988)
  7. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993—1998)
  8. Dosen Senior Lemhannas (2000—)
  9. Dosen Tamu SESKO ABRI, SESKOAD, SESKOAL, SESKOAU, SESPIM POLRI (2000—)
  10. Komisaris Utama di berbagai perusahaan Nasional dan Internasional (1990—)
  11. Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung (1990—)
  12. Ketua Dewan Kehormatan Yayasan Pondok Pesantren Tradisional Indonesia dan Yayasan Pengembangan #Pondok Pesantren Tradisional Indonesia di Bandung (2004—)
  13. Penasehat Khusus Presiden RI (2004—2006)
  14. Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah (2006—)
  15. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Hankam (2006—2010)
  16. Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (2008—2010)

FilmografiSunting

Pranala luarSunting