Aditya Gumay


Aditya Gumay (lahir di Jambi, 4 Oktober 1966; umur 54 tahun) adalah sutradara film berkebangsaan Indonesia. Namanya mulai dikenal publik sejak menyutradarai acara Lenong Bocah yang ditayangkan oleh stasiun TPI pada dekade 1990-an.

Aditya Gumay
Aditya Gumay on REBOETAN BINUSTV.jpg
LahirAditya Gumay
(1966-10-04)4 Oktober 1966
Bendera Indonesia Jambi, Indonesia
Pekerjaan
Tahun aktif1986 - sekarang

Ia adalah pengasuh sanggar Kawula Muda dan sanggar Ananda yang didirikannya pada tahun 1986. Sanggar itu yang banyak membantu ikut mengorbitkan artis-artis melalui kegiatan-kegiatannya. Agnes Monica, Olga Syahputra, Ruben Onsu, Okky Lukman, dan Indra Bekti adalah artis Indonesia yang melejit melalui sanggar itu.

KarierSunting

Aditya Gumay menyelesaikan pendidikannya di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta dan menimba ilmu film lewat Kursus Pendidikan Umum (KPU) Sinematografi yang diselenggarakan oleh Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail.[1]

Aditya memulai kariernya dengan mendirikan Sanggar Ananda dan Teater Kawula Muda tahun 1986. Lewat kedua sanggar itu, ia berperan mencetak bintang baru di dunia pertelevisian di Indonesia.[2] Banyak bakat yang dicetak olehnya seperti Olga Syahputra, Ruben Onsu, Indra Bekti bahkan Agnes Monica.[3] Sanggar Ananda yang dipimpinnya, hingga saat ini sudah meluas dengan 15 cabang dengan anggota sekitar 3.000 murid. Adit dan sanggar Ananda jadi pionir sanggar anak-anak yang paling aktif membuat dan mengisi berbagai tayangan televisi, mulai dari iklan-iklan televisi dan media cetak sampai sinetron drama, misteri, laga, dan komedi.[4]

Namanya mulai dikenal publik sejak menyutradarai acara Lenong Bocah yang ditayangkan oleh stasiun TPI pada tahun 1994. Acara tersebut berhasil meraih 6 Piala Vidia pada Festival Sinetron Indonesia 1994-1996.[5] Setelah lebih dari 15 tahun malang-melintang di dunia pertelevisian, Aditya memulai debutnya di industri film sebagai sutradara melalui film Tina Toon dan Lenong Bocah tahun 2004. Dalam film tersebut, Tina Toon, Okky Lukman, Ruben Onsu, dan Olga Syahputra yang merupakan murid binaan Sanggar Ananda muncul sebagai pemeran di dalamnya.

Adit kembali hadir dalam dunia film lewat Emak Ingin Naik Haji tahun 2009. Melalui film ini, Adit berhasil masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia 2009 kategori Skenario Cerita Adaptasi Terbaik serta meraih piala Festival Film Bandung 2010 kategori Sutradara Terbaik. Tahun 2012, Adit menjadi juri Indonesian Movie Awards bersama Didi Petet, Alex Komang, Leila S. Chudori, dan Salman Aristo.[6]

Aditya Gumay juga pernah menerbitkan album duo bersama AB Utomo berjudul Hari Ini Aku Jatuh Cinta dan sempat menjadi lagu hits pada dekade 1990-an. Namun setelah itu, duo ini nyaris tak terdengar karena kesibukan masing-masing.[7]

Kehidupan pribadiSunting

Aditya memiliki 4 orang anak. Bungsu dari keempat anaknya, Ayu Gumay juga terlibat dalam film arahannya, Rumah Tanpa Jendela.[8]

FilmografiSunting

PenghargaanSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Aditya Gumay: Jangan Takut Buat Film Islami". Annida Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Februari 2015. Diakses tanggal 22 Februari 2015. 
  2. ^ "Ceritamu: Tentang Aditya Gumay". Ceritamu.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Februari 2015. Diakses tanggal 22 Februari 2015. 
  3. ^ "Film Indonesia: Profil Aditya Gumay". Filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 22 Februari 2015. 
  4. ^ "Aditya Gumay". Indonesian Film Center. Diakses tanggal 22 Februari 2015. 
  5. ^ "About Us: Smaradhanapro". Sanggar Ananda. Diakses tanggal 13 Februari 2021. 
  6. ^ "Ini Dia Nominasi Indonesian Movie Awards 2012". detikHot. 29 Mei 2012. Diakses tanggal 13 Februari 2021. 
  7. ^ "Smaradhana - Hari ini Aku Jatuh Cinta Audio Kaset Ceepee". Defhysteria.com. 29 November 2018. Diakses tanggal 13 Februari 2021. 
  8. ^ Sholeh, Khabib; Dita A. Meirani (Februari 2017). "Nilai Pendidikan Akhlak Film Rumah Tanpa Jendela Karya Aditya Gumay Dan Penerapannya Dalam Pembelajaran Interpretasi Makna Teks Ulasan Drama/film Di Kelas XI SMA/SMK". Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNIMUS 2017. Semarang, Indonesia: Universitas Muhammadiyah Semarang. 

Pranala luarSunting