Stasiun Gumilir

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Gumilir (GM) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Gumilir, Cilacap Utara, Cilacap. Stasiun yang terletak pada ketinggian +7 m ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Sekitar 1,5 km ke arah barat daya, terdapat percabangan jalur kereta api menuju Stasiun Karangtalun yang terletak di dalam pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk..

Stasiun Gumilir

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GM.png
Stasiun GM 2021.jpeg
Stasiun Gumilir
LokasiJalan Stasiun Gumilir
Gumilir, Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah
Indonesia
Ketinggian+7 m
OperatorDaerah Operasi V Purwokerto
Letak dari pangkal
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama rendah)
Jumlah jalur4
  • jalur 1: sepur lurus arah Maos dan Cilacap
  • jalur 2: sepur lurus arah Karangtalun
Informasi lain
Kode stasiun
  • GM
  • 2311
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka1887
Layanan
Hanya untuk persilangan dan persusulan antarkereta api.
Lokasi pada peta
Stasiun Gumilir berlokasi di Indonesia
Stasiun Gumilir
Stasiun Gumilir
Lokasi di Indonesia

Sejak tahun 2012, sistem persinyalan di stasiun ini telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik tipe CBI (Computer Based Interlocking) alias SIL-03 buatan PT Len Industri Indonesia (Persero) yang merupakan sistem persinyalan elektrik paling modern saat ini.[3] Stasiun ini awalnya hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus arah Maos dan Cilacap serta jalur 2 merupakan sepur lurus arah Karangtalun. Setelah sistem persinyalan stasiun ini diganti dengan persinyalan elektrik tersebut, terdapat dua jalur belok baru di sisi barat laut stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi empat.

Sejak 1 Agustus 2015, KA Purwojaya sebagai satu-satunya kereta api penumpang yang melewati jalur kereta api Maos-Cilacap tidak berhenti lagi melayani penumpang di stasiun ini karena stasiun ini dinilai masih belum bersih dari para penumpang gelap yang sering naik-turun kereta api tersebut tanpa memiliki tiket sehingga stasiun ini hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api saja.[4]

InsidenSunting

Pada tanggal 10 April 2009, lokomotif kereta api barang CC201-143R yang mengangkut semen dari PT Holcim Indonesia menuju Semarang anjlok sekitar 250 m sebelum Stasiun Gumilir. Akibat kejadian ini, perjalanan kereta api Purwojaya dari Jakarta terpaksa tertahan dan menurunkan penumpang di Stasiun Gumilir.[5]

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Rosalina (19 Desember 2012). "KAI Luncurkan Sistem Sinyal Elektrik Lokal". Tempo.co. Diakses tanggal 5 Oktober 2017. 
  4. ^ [(Indonesia) Tak Steril, Stasiun Gumilir Ditutup untuk Penumpang
  5. ^ Lokomotif KA Semen Anjlok di Cilacap
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Rawabasum Kroya–Cilacap
dengan percabangan menuju Karangtalun
Karangkandri
ke arah Kroya
Terminus Percabangan menuju Karangtalun Karangtalun

Koordinat: 7°41′07″S 109°02′33″E / 7.6851609°S 109.0424019°E / -7.6851609; 109.0424019