Kabupaten Magetan

kabupaten di Indonesia

Magetan (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦩꦒꦼꦠꦤ꧀ Pegon: ماگتان) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Magetan Kota. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ngawi di bagian Utara, Kabupaten Madiun di bagian Timur, Kabupaten Ponorogo di bagian Selatan, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri (keduanya termasuk provinsi Jawa Tengah) di bagian Barat. Pangkalan Udara Iswahjudi, salah satu pangkalan utama TNI-AU di Jawa Timur, terletak di Kecamatan Maospati. Pada tahun 2021, jumlah penduduk Kabupaten Magetan sebanyak 674.133 jiwa.[1]

Kabupaten Magetan
Transkripsi bahasa daerah
 • Hanacarakaꦩꦒꦼꦠꦤ꧀
 • Pegonماگتان
Searah jarum jam: Telaga Sarangan, Candi Sadon, pesawat Dakota lepas landas dari Lanud Iswahyudi, dan Pasar Baru Magetan.
Lambang resmi Kabupaten Magetan
Julukan: 
Kota Kaki Gunung
Peta
Kabupaten Magetan di Jawa
Kabupaten Magetan
Kabupaten Magetan
Peta
Kabupaten Magetan di Indonesia
Kabupaten Magetan
Kabupaten Magetan
Kabupaten Magetan (Indonesia)
Koordinat: 7°39′S 111°22′E / 7.65°S 111.37°E / -7.65; 111.37
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Tanggal berdiri-
Hari jadi12 Oktober 1675 (umur 347)
Ibu kotaKota Magetan
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 18
  • Kelurahan: 28
  • Desa: 235
Pemerintahan
 • BupatiSuprawoto
 • Wakil BupatiNanik Endang Rusminarti
 • Sekretaris DaerahHergunadi
 • Ketua DPRDSujatno
Luas
 • Total688,84 km2 (265,96 sq mi)
Populasi
 • Total674.133
 • Kepadatan979/km2 (2,540/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 98,93%
Kristen 0,97%
Protestan 0,75%
Katolik 0,22%
Buddha 0,08%
Hindu 0,02[1]
 • IPMKenaikan 74,15 (2021)
tinggi[2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon0351
Pelat kendaraanAE xxxx N*/O*/P*/Q*/R*
Kode Kemendagri35.20 Edit the value on Wikidata
DAURp 856.858.765.000,00(2020)[3]
Flora resmiDurian tawang
Fauna resmiElang-ular bido
Situs webmagetan.go.id

Kabupaten Magetan dilintasi jalan raya utama Surabaya-Ngawi-Yogyakarta dan jalur kereta api lintas selatan pulau Jawa, namun jalur tersebut tidak melintasi ibu kota Kabupaten Magetan. Satu-satunya stasiun yang berada di wilayah kabupaten Magetan adalah Stasiun Magetan yang terletak di wilayah Kecamatan Barat.

Gunung Lawu (3.265 m) terdapat di bagian barat Kabupaten Magetan, yakni perbatasan dengan Jawa Tengah. Di daerah pegunungan ini terdapat Telaga Sarangan (1000 mdpl), salah satu tempat wisata andalan kabupaten ini, yang berada di jalur wisata Magetan-Sarangan-Tawangmangu-Karanganyar.

Magetan dikenal karena kerajinan kulit (untuk alas kaki dan tas), anyaman bambu, rengginan, dan produksi jeruk pamelo (jeruk bali), serta kerupuk lempengnya yang terbuat dari nasi.

EtimologiSunting

Asal-usul nama Magetan tampaknya sangat mungkin berkaitan dengan "Kamagetan". Dalam hal ini, Pigeaud berpendapat sebagai berikut:[4]

"Kamagetan atau Magetan tampaknya dapat dikaitkan dengan kata kuno pameget. Dalam bahasa Jawa Kuno, kamagetan mungkin memiliki arti 'perumahan (dalem) yang besar'. [...] Bahwa Magetan, seperti semua lereng Gunung Lawu yang lain, merupakan pusat kebudayaan pada zaman kuno dapat dibuktikan dengan adanya candi dan peninggalan lain."

Ada satu hal yang mengganjal Pigeaud. Pada lereng Gunung Lawu yang menjadi wilayah Magetan tersebut tidak ditemukan suatu peninggalan yang besar dan monumental setelah kejatuhan Majapahit. Namun demikian, mungkin daerah sekitar Desa Sadon dahulunya adalah sebuah permukiman. Daerah ini diduga merupakan bekas kediaman pertapa pada zaman Hindu-Jawa. Kediaman ini mungkin berasal dari abad ke-11 dan ditinggalkan atau lenyap pada abad ke-16.[5]

GeografiSunting

Kabupaten Magetan terletak pada posisi 7°38'30" Lintang selatan dan 111°20'30" Bujur Timur. Secara administrasi, Kabupaten Magetan terdiri dari 18 Kecamatan dengan 235 desa. Luas Kabupaten Magetan mencapai 688,85 km². Kecamatan Plaosan merupakan kecamatan terluas dengan luas 66,09 km² sedangkan Kecamatan Karangrejo dengan luas 15,15 km² merupakan kecamatan dengan luas terkecil.[6]

Batas WilayahSunting

Batas fisik Kabupaten Magetan adalah:

Utara Kabupaten Ngawi
Timur Kabupaten Madiun, Kota Madiun
Selatan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah)
Barat Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah)

TopografiSunting

Dilihat dari tingkat kesuburan tanahnya, Kabupaten Magetan dapat dibagi dalam 6 tipologi wilayah:

  • Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian subur: Kecamatan Plaosan
  • Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian sedang: Kecamatan Panekan dan Kecamatan Poncol
  • Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian kurang subur(kritis): sebagian Kecamatan Poncol, Kecamatan Parang, Kecamatan Lembeyan, dan sebagian Kecamatan Kawedanan
  • Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian subur: Kecamatan Barat, Kecamatan Kartoharjo, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Karas, Kecamatan takeran dan Kecamatan Nguntoronadi
  • Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian sedang: Kecamatan Maospati, sebagian Kecamatan Bendo, sebagian Kecamatan Kawedanan, sebagian Kecamatan Sukomoro, Kecamatan Ngariboyo, dan Kecamatan Magetan.
  • Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian kurang subur: sebagian Kecamatan Sukomoro dan sebagian Kecamatan Bendo.

Iklim dan Curah HujanSunting

Suhu udara berkisar antara 16–20 °C di dataran tinggi dan antara 22–26 °C di dataran rendah. Wilayah Kabupaten Magetan beriklim muson tropis (Am) dengan dua musim yang dipengaruhi oleh angin muson, yaitu musim kemarau yang dipengaruhi oleh angin muson timuran yang bersifat kering dan dingin dan musim penghujan yang dipengaruhi oleh angin muson barat yang bersifat basah dan lembap. Musim kemarau berlangsung pada saat angin muson timuran berhembus, yaitu pada periode MeiOktober dengan puncak musim kemarau adalah bulan Agustus. Sementara itu, musim penghujan berlangsung saat angin muson baratan berhembus, yakni pada periode NovemberApril dengan puncak musim penghujan adalah bulan Januari dengan curah hujan bulanan lebih dari 290 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Kabupaten Magetan berkisar antara 1500–2000 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 90–140 hari hujan per tahun.

Data iklim Magetan, Jawa Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 28.4
(83.1)
28.7
(83.7)
29
(84)
29.7
(85.5)
30.7
(87.3)
29.8
(85.6)
29.4
(84.9)
30.5
(86.9)
31.2
(88.2)
31.7
(89.1)
30.4
(86.7)
29.1
(84.4)
29.88
(85.78)
Rata-rata harian °C (°F) 24.5
(76.1)
24.8
(76.6)
25
(77)
25.3
(77.5)
25.1
(77.2)
24.7
(76.5)
24.1
(75.4)
24.4
(75.9)
25.3
(77.5)
26
(79)
25.6
(78.1)
25
(77)
24.98
(76.98)
Rata-rata terendah °C (°F) 20.7
(69.3)
20.9
(69.6)
21
(70)
20.9
(69.6)
20.5
(68.9)
19.6
(67.3)
18.7
(65.7)
19.5
(67.1)
20.7
(69.3)
21.3
(70.3)
20.7
(69.3)
20.5
(68.9)
20.42
(68.77)
Presipitasi mm (inci) 325
(12.8)
290
(11.42)
256
(10.08)
194
(7.64)
102
(4.02)
75
(2.95)
34
(1.34)
26
(1.02)
38
(1.5)
97
(3.82)
182
(7.17)
261
(10.28)
1.880
(74,04)
Rata-rata hari hujan 21 19 16 13 7 5 3 2 3 6 12 16 123
% kelembapan 85 83 82 80 79 73 71 68 70 72 76 81 76.7
Rata-rata sinar matahari bulanan 150 173 201 245 259 268 296 302 293 254 205 164 2.810
Sumber #1: Climate-Data.org [7]
Sumber #2: Weatherbase [8]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Nama Foto Masa Jabatan Keterangan
1 Raden Tumenggung Yosonegoro 1675 - 1703
2 Raden Ronggo Galih Tirtokusumo 1703 - 1709
3 Raden Mangunrono 1709 - 1730
4 Raden Tumenggung Citrodiwirjo 1730 - 1743
5 Raden Arja Sumaningrat 1743 - 1755
6 Kanjeng Kyai Adipati Poerwadiningrat 1755 - 1790
7 Raden Tumenggung Sosrodipuro 1790 - 1825
8 Raden Tumenggung Sosrowinoto 1825 - 1837
9 Raden Mas Arja Kertonegoro 1837 - 1852
10 Raden Mas Arja Hadipati Surohadiningrat III 1852 - 1887
11 Raden M.T. Adiwinoto (R.M.T Kerto Hadinegoro) 1887 - 1912
12   Raden M.T. Surohadinegoro (RAA Hadiwinoto) 1912 - 1938
13   Raden Mas Tumenggung Soerjo 1938 - 1943
14 Raden Mas Arja Tjokrodiprojo 1943 - 1945
15 Dr. Sajidiman 1945 - 1946
16 Sudibjo 1946 - 1949
17 Raden Kodrat Samadikoen 1949 - 1950
18 Mas Soehardjo 1950 - 1950
19 Mas Siraturahmi 1950 - 1952
20 M. Machmud Notonindito 1952 - 1960
21 Soebandi Sastrosoetomo 1960 - 1965
22 Raden Mochamad Dirjowinoto 1965 - 1968
23 Boediman 1968 - 1973
24 Letkol Psk. Djajadi 1973 - 1978
25 Bambang Koesbandono 1978 - 1983
26 Drg. H.Mohammad Sihabudin 1983 - 1988
27 Soedharmono 1988 - 1998
28 Soenarto 1998 - 2003
29 Saleh Mulyono 2003 - 2008
30 Drs. H. KRA Sumantri Noto Adinagoro, MM. 2008 - 2013, 2013 - 2018
31 Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si 2018 - Sekarang

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Magetan dalam dua periode terakhir.[9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 5   5
  Gerindra 4   5
  PDI-P 8   10
  Golkar 5   5
  NasDem 4   4
  PKS 5   4
  PPP 2   2
  PAN 4   3
  Hanura 1   1
  Demokrat 7   6
Jumlah Anggota 45   45
Jumlah Partai 10   10

KecamatanSunting

Kabupaten Magetan terdiri dari 18 kecamatan, 28 kelurahan, dan 207 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 687.057 jiwa dengan luas wilayah 688,84 km² dan sebaran penduduk 997 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Magetan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
35.20.12 Barat 2 12 Desa
Kelurahan
35.20.10 Bendo 1 15 Desa
Kelurahan
35.20.13 Karangrejo 2 11 Desa
Kelurahan
35.20.14 Karas 11 Desa
35.20.15 Kartoharjo 12 Desa
35.20.05 Kawedanan 3 17 Desa
Kelurahan
35.20.03 Lembeyan 1 9 Desa
Kelurahan
35.20.06 Magetan 9 5 Desa
Kelurahan
35.20.11 Maospati 3 12 Desa
Kelurahan
35.20.16 Ngariboyo 12 Desa
35.20.17 Nguntoronadi 9 Desa
35.20.08 Panekan 1 16 Desa
Kelurahan
35.20.02 Parang 1 12 Desa
Kelurahan
35.20.07 Plaosan 2 13 Desa
Kelurahan
35.20.01 Poncol 1 7 Desa
Kelurahan
35.20.18 Sidorejo 10 Desa
35.20.09 Sukomoro 1 13 Desa
Kelurahan
35.20.04 Takeran 1 11 Desa
Kelurahan
TOTAL 28 207


JulukanSunting

Magetan memiliki beberapa julukan, antara lain:

  • The Nice of Java

Kabupaten Magetan terkenal dengan wisata gunung yang indah, berhawa sejuk, dengan panorama alam yang memukau. Magetan memiliki wisata andalan yakni Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu yang terletak di lereng Gunung Lawu.

  • Kota Kaki Gunung

Kabupaten Magetan diberi julukan Kota Kaki Gunung karena letak geografisnya yang berada di kaki dan lereng Gunung Lawu.

  • The Sunset of East Java

Kabupaten Magetan diberi julukan The Sunset of East Java karena letak geografisnya yang berada di ujung paling barat dari Provinsi Jawa Timur.

EkonomiSunting

Terdapat berbagai potensi di Magetan, di antaranya:

PariwisataSunting

Tempat WisataSunting

 
Prosesi labuh sesaji

Beberapa objek wisata terkenal di Kabupaten Magetan yang sedang dikembangkan adalah:

  • Gunung Lawu
  • Telaga Sarangan
  • Telaga Wahyu
  • Magetan Park
  • Kerajinan Gamelan Patihan Karangrejo
  • Candi Sadon
  • Candi Simbatan (Beji)
  • Puncak Lawu
  • Air Terjun Pundak Kiwo
  • Air Terjun Tirtasari
  • Argo Dumilah
  • Taman Ria Dirgantara Kosala Tirta Maospati
  • Pemandian Dewi Sri
  • Gerbang Kadipaten Purwodadi
  • Cemorosewu
  • Mojosemi Camping Ground
  • Sumber Clelek Driyorejo
  • Bendungan Gonggang Poncol
  • Monumen Soco

TransportasiSunting

Transportasi di Kabupaten Magetan berupa:

  • Pesawat

Lanud Iswahyudi terletak di Maospati Untuk saat ini keperluan militer sampe saat ini

  • Bus

Transportasi Bus di Kabupaten Magetan diberangkatkan dari Terminal Maospati menuju Ngawi, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bandung, dan luar Pulau Jawa. Selain Terminal Maospati sebagai terminal utama, keberangkatan bus skala lebih kecil juga diberangkatkan dari Terminal Magetan dan Terminal Plaosan.

  • Kereta Api

Transportasi Kereta Api di Kabupaten Magetan diberangkatkan dari Stasiun Magetan (Barat) yang merupakan satu-satunya stasiun Kereta Api di Kabupaten Magetan. Letak Stasiun Barat sekitar 5 Km dari Terminal Maospati atau 18 Km dari Terminal Magetan.

  • Angkot

Transportasi Angkutan Perkotaan maupun Pedesaan dilayani baik dari Terminal Maospati, Terminal Magetan, Terminal Plaosan maupun Terminal Kawedanan menjangkau seluruh pelosok Kabupaten Magetan. Selain itu untuk wilayah sekitar Bandar Udara Iswahyudi juga dilayani oleh Angkutan Iswahjudi.

  • Angkutan pelajar

Tahun 2018, Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan meluncurkan program angkutan pelajar gratis. Program ini diperuntukkan bagi pelajar tingkat menengah pertama dan sederajat, yang termasuk golongan usia yang belum cukup umur untuk memiliki surat izin mengemudi (SIM).[12] Sejumlah 34 unit angkutan umum dari berbagai trayek, meliputi sepuluh unit angkutan kota dan 24 unit angkutan pedesaan diberdayakan sebagai angkutan pelajar.[13] Selain menyediakan fasilitas bagi pelajar, program ini merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan pengemudi angkutan umum di Magetan yang kian terpuruk.[14][15]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Kabupaten Magetan Dalam Angka 2022" (pdf). hlm. 11, 79, 185. Diakses tanggal 22 Mei 2022. 
  2. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Mei 2022. 
  3. ^ http://www.djpk.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2020/04/2.-Lampiran-PMK-DAU-183-210.pdf
  4. ^ Reinhart 2021, hlm. 140.
  5. ^ Reinhart 2021, hlm. 141.
  6. ^ "Profil Magetan" (PDF). 
  7. ^ "Magetan, Jawa Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 5 Oktober 2020. 
  8. ^ "Magetan, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 5 Oktober 2020. 
  9. ^ "KPU Magetan Tetapkan 45 Calon Terpilih Anggota DPRD Magetan Periode 2019-2024". timesindonesia.co.id. 2019-07-23. Diakses tanggal 2020-05-14. 
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  12. ^ "Dinas Perhubungan Magetan akan membuat program angkutan gratis bagi pelajar". Kabar Magetanku. Januari 2018. Diakses tanggal 23 Mei 2022. 
  13. ^ Cahyo Nugroho (19 Februari 2018). "34 angkutan di Magetan siap antar anak sekolah dengan gratis". Suara Kumandang. Diakses tanggal 23 Mei 2022. 
  14. ^ "Keren, Dishub Magetan sediakan angkutan gratis untuk pelajar". Magetan Kita. 20 Januari 2022. Diakses tanggal 23 Mei 2022. 
  15. ^ Abdul Jalil (21 Maret 2022). "Ada angkutan gratis dari Pemkab Magetan, pelajar tak perlu naik motor". Solopos. Diakses tanggal 23 Mei 2022. 

Daftar pustakaSunting

  • Apa dan Siapa Magetan. Magetan: Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Magetan. 1987. 

Pranala luarSunting