Kereta penumpang

Kereta penumpang adalah kendaraan beroda yang merupakan bagian dari sebuah rangkaian kereta api dan digunakan untuk mengangkut penumpang. Kereta penumpang umumnya dilengkapi dengan sistem listrik, sistem hiburan audio visual, dan toilet. Di daerah atau negara-negara tertentu kereta penumpang dilengkapi dengan tempat tidur untuk perjalanan malam hari. Pada awalnya kereta penumpang hanya diberi tempat duduk dan tidak diberi atap (untuk kelas ekonomi) atau diberi atap (untuk kelas khusus). Di Eropa, khususnya Inggris, pada masa lampau setiap umumnya kereta penumpang dilengkapi kabin/kamar sendiri-sendiri untuk dua atau beberapa penumpang yang dilengkapi dengan pintu sendiri-sendiri. Di Amerika Serikat, kereta penumpang umumnya tertutup dan tidak dilengkapi dengan kabin/kamar tersendiri sebagaimana kereta yang umum dijumpai saat ini di Indonesia. Setiap kereta penumpang dilengkapi empat pintu dengan dua pintu di sisi kanan dan dua pintu di sisi kiri bodi kereta.

Kereta yang sudah dipisah dari rangkaiannya

Kereta untuk tidur ditemukan di Amerika Serikat atas rancangan Pullman.

IndonesiaSunting

 
Rangkaian kereta. Lokomotif telah melepas diri dari rangkaian ini

Di Indonesia masyarakat lebih mengenal istilah gerbong penumpang. Ini kurang tepat menyebutkan kata Gerbong sebenarnya digunakan untuk mengangkut barang, bukan penumpang. Setiap kereta penumpang milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki nomor tersendiri.

Format penomoran terbaru sejak tahun 2010 umumnya K[M|P][1|2|3]-xx(tahun pembuatan)x(jenis bogie)xx(nomor urut). Angka 1, 2, dan 3 menunjukkan kelas. K1 berarti Kereta 1 (kelas eksekutif), K2 berarti Kereta 2 (kelas bisnis), dan K3 berarti Kereta 3 (kelas ekonomi). Sementara KM berarti Kereta Makan, KMP berarti Kereta Makan dan Pembangkit, serta P berarti Kereta dan Pembangkit.

Kodifikasi Kereta Penumpang di IndonesiaSunting

Seluruh kodifikasi kereta di bawah ini adalah sesuai peraturan terbaru tahun 2010:

  1. Kereta penumpang Kelas eksekutif (K1)
  2. Kereta Penumpang Kelas bisnis (K2)
  3. Kereta Penumpang Kelas ekonomi (K3)
  4. Kereta makan (M), tersedia sebagai kelas eksekutif (M1)
  5. Kereta penumpang + kereta makan (KM), tersedia sebagai kelas eksekutif (KM1) dan kelas bisnis (KM2).
  6. Kereta penumpang + kereta makan + pembangkit (KMP), tersedia sebagai kelas bisnis (KMP2), dan kelas ekonomi (KMP3).
  7. Kereta penumpang + pembangkit (KP), tersedia sebagai kelas bisnis (KP2) (untuk di sumatera), dan kelas ekonomi (KP3).
  8. Kereta makan + pembangkit (MP), tersedia sebagai kelas eksekutif (MP1), kelas bisnis (MP2), dan kelas ekonomi (MP3).
  9. Kereta Pembangkit (P)
  10. Kereta Bagasi (B)
  11. Kereta Bagasi + Bagasi Pembangkit (BP)

Kereta pembangkit (P), bagasi (B), dan bagasi-pembangkit (BP) tidak termasuk dalam kelas kereta apapun.

Pranala luarSunting