Semen Indonesia

perusahaan asal Indonesia

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (berbisnis dengan nama Semen Indonesia Group atau biasa disingkat menjadi SIG) adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang produksi bahan bangunan. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini memiliki sejumlah pabrik di Indonesia dan Vietnam dengan total kapasitas terpasang mencapai 56,5 juta ton semen per tahun.[3][4]

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Sebelumnya
NV Pabrik Semen Gresik (1951 - 1961)
PN Semen Gresik (1961 - 1969)
PT Semen Gresik (Persero) (1969 - 2013)
Perusahaan perseroan (Persero) terbuka
Kode emitenIDX: SMGR
IndustriBahan bangunan
Didirikan7 Agustus 1957 (sebagai Semen Gresik)
7 Januari 2013 (sebagai holding)
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Donny Arsal[1]
(Direktur Utama)
Budi Waseso[2]
(Komisaris Utama)
Produk
Merek
Jasa
PendapatanPenurunan Rp 36,379 triliun (2022)[3]
Kenaikan Rp 2,919 triliun (2022)[3]
Total asetKenaikan Rp 82,960 triliun (2022)[3]
Total ekuitasKenaikan Rp 47,239 triliun (2022)[3]
PemilikPemerintah Indonesia (51,20%)
Publik (48,80%)
Karyawan
Kenaikan 10.442 (2022)[3]
Anak
usaha
Lihat daftar
Situs webwww.sig.id

Sejarah sunting

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1951 saat pemerintah Indonesia mendirikan NV Pabrik Semen Gresik untuk membangun sebuah pabrik semen di Gresik dengan kapasitas terpasang sebesar 250.000 ton semen per tahun.[5] Pada tahun 1957, Presiden Soekarno meresmikan pabrik semen milik perusahaan ini. Pada tahun 1961, pemerintah mengubah badan hukum perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan negara (PN) dengan nama PN Semen Gresik.[5] Pada tahun 1969, badan hukum perusahaan ini kembali diubah menjadi persero.

Pada tahun 1991, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada saat itu, kapasitas terpasang dari perusahaan ini telah mencapai 1,8 juta ton semen per tahun. Pada tahun 1995, perusahaan ini mengakuisisi Semen Padang dan Semen Tonasa, sehingga kapasitas terpasang dari perusahaan ini mencapai 8,5 juta ton semen per tahun. Pada tahun 1995, CEMEX resmi memegang 14% saham perusahaan ini, dan ditingkatkan menjadi 25,5% setahun kemudian. Pada tahun 2006, Blue Valley membeli 24,9% saham perusahaan ini yang dipegang oleh CEMEX, dan ditingkatkan menjadi 48,99% empat tahun kemudian.

Pada tahun 2012, perusahaan ini menyelesaikan pembangunan dua unit pabrik semen dan mengakuisisi Thang Long Cement asal Vietnam yang kapasitas terpasangnya saat itu mencapai 2,3 juta ton semen per tahun. Pada tahun 2013, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang[6] dan memisahkan bisnis produksi semennya ke Semen Gresik. Pada tahun 2016, perusahaan ini mendirikan Semen Indonesia International, Semen Indonesia Aceh, dan Semen Kupang Indonesia, serta mengubah nama SGG Prima Beton menjadi Semen Indonesia Beton. Pada tahun 2017, perusahaan ini mendirikan Semen Indonesia Industri Bangunan untuk berbisnis di bidang produksi bahan bangunan. Perusahaan ini juga berhasil menyelesaikan pembangunan dua pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah dan di Padang, Sumatera Barat dengan kapasitas terpasang masing-masing sebesar 3 juta ton semen per tahun.

Pada bulan Januari 2019, melalui Semen Indonesia Industri Bangunan, perusahaan ini mengakuisisi 80,64% saham Holcim Indonesia dan kemudian mengubah nama perusahaan tersebut menjadi Solusi Bangun Indonesia. Merek Holcim juga diubah menjadi Dynamix. Pada tahun 2020, perusahaan ini mengubah nama dagangnya dari Semen Indonesia menjadi SIG. Pada tahun 2021, Taiheiyo Cement asal Jepang resmi memegang 15% saham perusahaan ini.[3][4] Pada tahun 2022, pemerintah menyerahkan mayoritas saham Semen Baturaja ke perusahaan ini.[7]

Produk sunting

  1. Semen Portland Tipe I. Dikenal pula sebagai ordinary Portland Cement (OPC), merupakan semen hidraulis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain: bangunan, perumahan, gedung-gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu dan jalan raya.
  2. Semen Portland Tipe II. Di kenal sebagai semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, beton massa dan bendungan.
  3. Semen Portland Tipe III. Semua jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin. Misalnya digunakan untuk pembuatan jalan raya, bangunan tingkat tinggi dan bandara udara.
  4. Semen Portland Tipe V. Semen jenis ini dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan dan pembangkit tenaga nuklir.
  5. Special Blended Cement (SBC). Semen khusus yang diciptakan untuk pembangunan mega proyek jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dan cocok digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut. Dikemas dalam bentuk curah.
  6. Portland Pozzolan Cement (PPC). Semen Hidraulis yang dibuat dengan menggiling terak, gypsum dan bahan pozzolan. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya, jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi dan fondasi pelat penuh.

Lokasi pabrik sunting

Lokasi pabrik sangat strategis di Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Vietnam menjadikan Semen Indonesia mampu memasok kebutuhan semen di seluruh tanah air yang didukung ribuan distributor, sub distributor dan toko-toko. Selain penjualan di dalam negeri, Semen Indonesia juga mengekspor ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Taiwan, Hongkong, Kamboja, Bangladesh, Yaman, Norfolk USA, Australia, Canary Island, Mauritius, Nigeria, Mozambik, Gambia, Benin dan Madagaskar.

  1. Semen Padang. Semen Padang memiliki 6 (enam) pabrik semen : Indarung I, Indarung II/III. Indarung IV, Indarung V, dan Indarung VI dimana Indarung I sudah tidak beroperasi lagi dan saat ini sudah menjadi Museum Semen. Semen padang memiliki 5 pengantongan semen, yaitu: Teluk Bayur, Belawan, Batam, Tanjung Priok dan Ciwandan.
  2. Semen Gresik. Semen Gresik memiliki 4 pabrik dengan kapasitas terpasang 11 juta ton semen per tahun yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur dan Di Rembang, Jawa Tengah. Semen Gresik memiliki 2 pelabuhan, yaitu: Pelabuhan khusus Semen Gresik di Tuban dan Gresik. Semen Gresik pabrik Tuban berada di Desa Sumberarum, Kec Kerek.
  3. Semen Tonasa. Semen Tonasa memiliki 4 pabrik semen, kapasitas terpasang 5,98 juta ton semen per tahun, berlokasi di Pangkep, Sulawesi Selatan. Semen Tonasa memiliki 10 (sepuluh) pengantongan semen, yaitu: Biringkassi Pangkep (Sulawesi Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), Samarinda (Kalimantan Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Bitung (Sulawesi Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Ambon (Maluku), Celukan Bawang (Bali), Lapuko Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara) dan Sofifi (Maluku Utara)
  4. Thang Long Cement Company. Thang Long Cement Company memiliki kapasitas terpasang 2,3 juta ton klinker per tahun, pabrik dengan full integrasi berlokasi di Quang Ninh, Vietnam Utara, Pabrik Penggilingan Semen berada di Ho Chi Minh City dengan kapasitas 1,2 juta ton semen per tahun, Vietnam Selatan serta pelabuhan integrated di teluk Halong Vietnam Utara.
  5. Solusi Bangun Indonesia (sebelumnya Holcim Indonesia)
  6. Solusi Bangun Andalas (sebelumnya Semen Andalas/Lafarge Cement)

Anak usaha sunting

Hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini memiliki 17 anak usaha, yakni:

Referensi sunting

  1. ^ "Dewan Direksi". PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Diakses tanggal 22 Mei 2023. 
  2. ^ "Dewan Komisaris". PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Diakses tanggal 22 Mei 2023. 
  3. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2022" (PDF). PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Diakses tanggal 22 Mei 2023. 
  4. ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Diakses tanggal 22 Mei 2023. 
  5. ^ a b "Peraturan Pemerintah nomor 132 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 22 Mei 2023. 
  6. ^ Resmi Ganti Nama, Semen Indonesia Akan Lebih Ekspansif
  7. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2022" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Diakses tanggal 29 November 2022. 

Pranala luar sunting