Buka menu utama

Jalur kereta api Sumari–Gresik–Kandangan

Jalur kereta api Sumari–Gresik–Kandangan adalah jalur cabang rel kereta api yang menghubungkan Stasiun Sumari dengan Stasiun Kandangan melalui Stasiun Indro-Stasiun Gresik yang dibangun oleh NIS. Saat ini ruas yang masih aktif adalah ruas dari Stasiun Kandangan-Stasiun Indro, jalur tersebut hanya melayani kereta api barang peti kemas, angkutan PT Petrokimia, dan angkutan semen, tetapi pada Februari 2010 layanan kereta semen tersebut terhenti karena masa kontrak dengan PT Semen Gresik telah habis dan tidak diperpanjang.

Jalur kereta api Sumari–Gresik–Kandangan
Ikhtisar
JenisJalur lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusBeroperasi, Segmen Kandangan–Indro
LokasiJawa Timur
TerminusSumari
Kandangan
Operasi
Dibangun olehNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Dibuka1 Juni 1902, segmen Sumari–Gresik
3 Januari 1924, segmen Kandangan–Gresik
Ditutup1943, segmen Sumari–Gresik
1982, segmen Indro–Gresik
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Karakteristik lintasLintas datar
DepotGresik
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi20 s.d. 30 km/jam

Segmen aktif KandanganIndroSunting

Stasiun Indro

Ke arah barat Stasiun Kandangan, setelah melewati jembatan sungai kecil, rel bercabang dan menikung ke kanan 75 derajat ke arah utara dan melewati di bawah Jalan Tol Surabaya-Gresik. Setelah menyebrangi jembatan sungai yang merupakan perbatasan antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik, rel menikung ke kanan dan sejajar dengan Jalan Kapten Dharmo Sugondo sepanjang 1,2 kilometer. Kemudian rel mejauh dari jalan, melewati kompleks pabrik dan akhirnya memasuki Stasiun Indro. Pada Agustus 2010, bagian jalur dari Stasiun Kandangan ke Stasiun Indro, rel kereta telah diperbaiki dan diperbagus dengan mengganti rel ukuran R25 dan R33 dengan bantalan kayu dan besi menjadi R42 dengan bantalan beton. Kini jalur Kandangan-Indro masih menunggu keputusan rencana pengoperasian kereta api barang angkutan minyak kelapa mentah atau dalam Bahasa Inggrisnya disebut "Crude Palm Oil (CPO)".

Percabangan Indro–Pabrik PT Semen GresikSunting

Ke arah utara Stasiun Indro, jalur menikung ke arah kiri, kemudian melewati di atas Jalan Kapten Dharmo Sugondo, kemudian melewati Jalan Kapten Dulasim, sejajar dengan Jalan Ibrahim Zahier, melewati di bawah Jalan Veteran dan akhirnya memasuki kompleks pabrik PT Semen Gresik. Dulunya, KA angkutan semen yang melewati jalur ini merupakan denyut nadi utama dari jalur Kandangan-Indro, tetapi pada Februari 2010, layanan angkutan semen ini terhenti total karena waktu kontrak telah habis dan tidak diperpanjang. Kini kondisi rel Indro-Pabrik PT Semen Gresik sangat memprihatinkan. Banyak bagian rel yang telah hilang dan di perlintasan KA hampir semua bagian rel sudah ditutupi aspal, tetapi bekas jalur kereta ini masih dapat dilihat di aplikasi Google Earth.

Percabangan Indro-Pabrik PT PetrokimiaSunting

Pada bagian awal, jalur ini masih satu arah dengan jalur menuju pabrik PT Semen Gresik, tetapi setelah melewati Jalan Kapten Dulasim, jalur rel menikung ke kanan, melewati Jalan Kapten Dulasim lagi, melewati Jalan Panglima sudirman dan mengarah ke wilayah Karangturi. Kemudian rel bercabang ke kiri, melewati Jalan Tri Dharma dan masuk ke dalam kompleks pabrik PT Petrokimia. Di sebelah utara juga ada rel cabang menuju gudang pelabuhan di daerah Tlogopojok. Tahun 2013, jalur ini telah direaktivasi kembali untuk angkutan pupuk, tetapi saat ini jalur ini kembali nonaktif.

Segmen nonaktif IndroGresikSumariSunting

Stasiun Gresik

Ruas Stasiun Sumari - Stasiun Gresik dibuka pada 1 Juni 1902 dengan panjang 13,5 Km. Ke arah utara Stasiun Indro, jalur mengarah ke utara dan sedikit ke barat dan menuruni turunan curam, kemudian bertemu dengan Jalan Harun Tohir sepanjang 1,3 Km, rel berada di sisi timur Jalan Harun Tohir. Kemudian rel menikung sedikit ke kanan, berpisah dari Jalan Harun Tohir, kemudian melewati tepat di depan pintu gerbang Pelabuhan Gresik, rel masih sedikit lurus ke utara sepanjang 264 meter dan akhirnya memasuki Stasiun Gresik. Bekas jalur ini masih dapat terlihat di sisi timur Jalan Harun Tohir dan di depan pintu gerbang Pelabuhan Gresik, yang berupa jalur rel mati dan jembatan kecil yang masih dapat terlihat dengan jelas. Setelah Stasiun Gresik, jalur terus mengarah ke utara mengelilingi Kota Gresik yang kemudian bertemu kembali dengan jalur utama di Stasiun Sumari yang kini sudah dinon-aktifkan.

Layanan kereta api antara Indro hingga Gresik di non-aktifkan pada tahun 1982, sementara jalur Gresik-Sumari dicabut oleh Jepang pada tahun 1943.

Jalur terhubungSunting

Lintas aktifSunting

Lintas nonaktifSunting

  • Percabangan Gresik–Pelabuhan Gresik
  • Percabangan Indro–Pabrik PT Semen Gresik

Layanan kereta apiSunting

Kereta api barang angkutan peti kemas

Daftar stasiunSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
SumariGresikKandangan
oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
Segmen SumariGresik
Panjang segmen 14 Km
Diresmikan pada tanggal 1 Juni 1902 Ditutup pada 1943
4417 Sumari SUR km 0+000 lintas Sumari–Gresik–Kandangan
km 204+829 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
+? Tidak beroperasi
- Watang WTG km 2+907 Tidak beroperasi
- Dahan DH km 5+688 Tidak beroperasi
- Suci SCI km 7+507 Tidak beroperasi
- Sekarwoyo SKW km 10+255 Tidak beroperasi
- Pojok PJO km 13+185 Tidak beroperasi
- Pasargresik PSG km 13+839 Tidak beroperasi
Segmen KandanganGresik
Panjang segmen 13 Km
Diresmikan pada tanggal 3 Januari 1924 Ditutup pada 1983
4351 Gresik GS km 14+879 +? Tidak beroperasi  
4358 Gapuro GPR km 16+044 Tidak beroperasi
4359 Indro IDO Sidorukun, Gresik, Gresik km 17+771 +8 m Beroperasi  
4361 Karangkering KKE km ?+??? Tidak beroperasi
4362 Kalitangi KNI km 20+266 Tidak beroperasi
4363 Rumah RMH km 21+404 Tidak beroperasi
4422 Kandangan KDA Banjarsugihan, Tandes, Surabaya km 27+504
km 220+940 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
+? Beroperasi  

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [1][2][3]


ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  3. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia