Stasiun Gresik

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Gresik (GS)—pada masa kolonial Belanda bernama Station Grisee—adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Pekelingan, Gresik, Gresik. Stasiun yang terletak pada ketinggian +2 m ini termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya.

Stasiun Gresik
  • Singkatan: GS
  • Nomor: 4351
Stasiun Gresik 1101.JPG
Eks Stasiun Gresik
AlamatJalan K.H. Kholil 18
Pekelingan, Gresik, Gresik
Jawa Timur
Ketinggian+2 m
Letak
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Sejarah
Dibuka1 Juni 1902
DitutupOktober 1975
Nama sebelumnyaStation Grisee[2]
Layanan
-
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Dalam sejarahnya, stasiun ini merupakan pertemuan antara dua jalur kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, yaitu segmen Sumari–Gresik dan Gresik–Kandangan. Jalur yang pertama kali dibangun adalah segmen Sumari–Gresik, diresmikan pada tanggal 1 Juni 1902, sedangkan jalur yang menuju Kandangan diresmikan pada tanggal 3 Januari 1924.[3][4] Namun jalur Sumari–Gresik dibongkar oleh pekerja romusa Jepang pada tahun 1943.[5]

Dahulu stasiun ini merupakan stasiun padat penumpang yang naik maupun turun dari kereta. Namun, seiring berkembangnya Kota Gresik yang arah perkembangannya semakin menjauhi Stasiun Gresik (Kawasan Gresik Tua), akhirnya stasiun ini ditutup pada Oktober 1975 karena kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya, seperti bus, angkot, dan kendaraan pribadi.

Kini keadaan bangunan stasiun ini sangat memprihatinkan. Bangunan stasiun yang masih bergaya Tudor-NIS dengan bahan dinding kayu kini sudah banyak berlubang; jalur kereta sudah ditutup dan ditimbun ditempati rumah warga di sekitar stasiun, serta bekas jalur menuju Stasiun Indro sudah menjadi sebuah gang kecil. Namun, masih banyak bekas jalur kereta api dari Stasiun Gresik ke Stasiun Indro yang masih dapat dilihat, terutama di sisi timur Jalan Harun Tohir.

Bila dilihat dengan teliti, di depan pintu gerbang Pelabuhan Gresik terdapat bekas perlintasan kereta api yang hampir seluruhnya sudah tertutup aspal dan jembatan kecil yang masih jelas terlihat. Kini asetnya masih dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia, dan masih menyisakan bangunan yang utuh dengan kanopi (overkapping) serta handel bertipe Alkmaar buatan Belanda.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1931. hlm. 168–171, 176. 
  3. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  4. ^ Paulus, Jozlas dkk. (1921). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. M. Nijhoff. 
  5. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pasar Gresik
ke arah Sumari
Sumari–Gresik–Kandangan Gapuro
ke arah Kandangan

Koordinat: 7°09′10″S 112°39′29″E / 7.152858°S 112.658181°E / -7.152858; 112.658181