Alfabet Fonetis Internasional


Alfabet Fonetis Internasional (Inggris: International Phonetic Alphabet) atau disingkat IPA adalah sistem alfabet yang diterima dan dipakai secara luas sebagai medium rekam fonetik suara bahasa oral. Tidak seperti metode transkripsi lain yang umumnya terbatas pada rumpun bahasa tertentu, IPA mewakili keseluruhan fonem yang dengannya semua bahasa manusia dapat ditranskripsikan dalam bentuk tertulis dan dapat dimengerti dan diartikulasikan ulang. Sistem notasi ini dirancang dan dikembangkan oleh Perhimpunan Fonetis Internasional pada akhir abad ke-19 sebagai medium representasi baku penuangan bunyi bahasa ke dalam bentuk tertulis.[1] IPA adalah instrumen yang sering digunakan oleh leksikograf, pelajar dan pengajar bahasa asing, ahli bahasa, patolog yang berkenaan dengan bahasa, musikus, aktor, penerjemah, dan pencipta bahasa buatan.

Alfabet Fonetis Internasional
International Phonetic Alphabet
IPA in IPA.svg
pelafalan "IPA" dalam Received Pronounciation ditulis dengan IPA ([aɪ pʰiː eɪ])
Jenis aksara
Alfabet Featural sebagian
BahasaDigunakan untuk transkripsi fonetik dan fonemik bahasa apa pun
Periode
1888 (133 tahun yang lalu)
Silsilah
Arah penulisanKiri-ke-kanan
ISO 15924Latn, 215
Nama Unicode
Latin

Simbol IPA umumnya terdiri atas satu atau dua unsur, huruf dan diakritik yang umunya menyertai. Huruf IPA mengadopsi dan terinspirasi oleh Alfabet Latin. Diakritik dipakai untuk menjelaskan pembeda rinci antarfonem, misalnya seperti adisi bunyi sengau pada vokal, panjang bunyi, penekanan, dan nada.

Dari waktu ke waktu, terdapat perubahan set simbol pada IPA. Hingga 2005, terdapat total 107 huruf segmental, huruf untuk mewakili prosodi yang tak terhitung jumlahnya, 44 jenis diakritik, dan 4 simbol ekstraleksikal dalam set IPA.[2]

Pemetaan simbol dengan suaraSunting

Simbol-simbol IPA mengadopsi Alfabet Latin dan Alfabet Yunani, sebagian di antaranya diubah sedikit. Setiap simbol mengacu kepada suatu bunyi spesifik yang membedakan sebuah fonem di dalam sebuah bahasa dengan kata lainnya. Asas IPA adalah untuk mewakili tiap masing-masing bunyi distingtif (atau segmen) dengan satu simbol. Dengan demikian, IPA memiliki asas berikut:

  1. Umumnya tidak menggunakan simbol lebih dari satu untuk mewakili satu bunyi. Misalnya, dalam Bahasa Indonesia, bunyi yang diwakili oleh digraf ⟨ng⟩ atau ⟨kh⟩ dalam IPA dapat ditulis dengan /ŋ/ dan /x/. Multigraf dalam IPA dipakai jika bunyi yang dideskripsikan diartikulasikan bersamaan yang dinamakan afrikat.
  2. Tidak terdapat simbol yang memiliki bunyi kontekstual, seperti dalam beberapa ortografi bahasa-bahasa Eropa yang membedakan ⟨c⟩ keras (konsonan letup langit-langit belakang nirsuara) dan ⟨c⟩ lembut (yang dapat mewakili konsonan desis atau konsonan koartikulat). Dapat dilihat satu simbol dapat mewakili berbagai bunyi, IPA tidak memiliki asas demikian.
  3. IPA umumnya tidak mewakilkan simbol terpisah jika tidak terdapat bahasa yang membedakannya. Misalnya, konsonan kepak dan sentuhan adalah dua konsonan yang secara artikulatif berbeda. Namun, karena belum ada bahasa yang secara distingtif membedakan keduanya, IPA tidak menyediakan simbol yang berbeda untuk keduanya. Oleh karena itu, dapat dikatakan dalam lingkup sempit IPA dapat dikatakan alfabet fonemis dan tdak sepenuhnya fonetis. Namun, bila terdapat bunyi yang secara fonemis mirip namun tetap dibedakan dalam bahasa tersebut, diakritik akan digunakan.

Rupa simbolSunting

Rupa simbol yang dipilih secara eklektik dalam IPA didesain untuk selaras dengan rupa Alfabet Latin. Oleh karena itu, rupa karakter yang diderivasi dari huruf non-Latin dimodifikasi sedemikian rupa untuk selaras dengan yang lain. Misalnya bunyi konsonan desis langit-langit belakang bersuara diwakilkan dengan simbol gamma ⟨ɣ⟩ yang dimodifikasi dari simbol Alfabet Yunani ⟨γ⟩.

Beberapa simbol adalah turunan dari huruf yang sudah ada.

  1. Ekor yang meliuk ke kanan pada ⟨ɖ ɳ ʂ⟩, yang menandakan konsonan tarik-belakang, diderivasi dari bentuk kail pada huruf ⟨r⟩.
  2. Kail yang mengarah ke atas pada ⟨ɠ ɗ ɓ⟩ yang menandakan konsonan implosi.
  3. Beberapa konsonan sengau yang diderivasi dari simbol ⟨n⟩: ⟨n ɲ ɳ ŋ⟩ dengan ⟨ɲ⟩ and ⟨ŋ⟩ adalah ligatura gn dan ng dan ⟨ɱ⟩ adalah simbol ad hoc dari ⟨ŋ⟩.
  4. Terdapat simbol yang diderivasi dari huruf yang dibalikkan 180°, seperti 〈ɐ ɔ ə ɟ ɓ ɥ ɾ ɯ ɹ ʇ ʊ ʌ ʍ ʎ〉 yang diadopsi dari 〈a c e f ɡ h ᴊ m r t Ω v w y〉. Alasan di balik ini merujuk pada masa media cetak masih menggunakan set cap huruf untuk memotong biaya dengan membalikkan cap huruf yang sudah ada.

Rupa alfabet dan bunyiSunting

IPA, berdasar pada Alfabet Latin, sangat meminimalisasi adopsi simbol non-Latin. Kebanyakan simbol untuk konsonan mewakili nilai bunyi yang kebanyakan bahasa punya. Misalnya simbol ⟨b d f g h k l m n p s t v w z⟩ mewakili bunyi seperti dalam ortografi Bahasa Inggris; huruf vokal ⟨a e i o u⟩ mewakili bunyi vokal seperti pada ortografi Bahasa Latin. Pada ortografi Bahasa Indonesia alfabet yang memiliki bunyi selaras dengan simbol IPA misalnya ⟨a b d f g h k l m n o p r s t u w z⟩.

Set huruf yang ada kemudian dikembangkan dengan huruf kapital, diakritik, dan modifikasi lain dengan membalikkan huruf 180°. IPA juga mengadopsi beberapa Huruf Yunani seperti ⟨β γ ε ɸ χ⟩, tetapi bunyi yang diwakilkan tak tentu sama seperti pada fonologi Bahasa Yunani.

Huruf IPASunting

Simbol yang digunakan pada IPA dibagi menjadi tiga kategori: konsonan tekanan paru-paru, konsonan non-paru-paru, dan vokal.

KonsonanSunting

Konsonan tekanan paru-paruSunting

Set simbol untuk konsonan tekanan paru-paru mewakili set konsonan yang disebabkan oleh hambatan aliran udara dari paru-paru oleh glotis atau organ lain yang ada di bagian mulut. Set konsonan tekanan paru-paru mencakup sebagian besar dari keseluruhan IPA. Seluruh konsonan yang ada dalam Bahasa Indonesia termasuk dalam set ini.

Set simbol konsonan tekanan paru-paru disajikan dengan memperhatikan area artikulasi dan cara artikulasi.

VokalSunting

Huruf di kiri adalah huruf tidak bulat dan huruf di kanan adalah huruf bulat.

Vokal IPA
Depan Hampir
depan
Madya Hampir
belakang
Belakang
Tertutup
 
i • y
ɨ • ʉ
ɯ • u
ɪ • ʏ
 • ʊ
e • ø
ɘ • ɵ
ɤ • o
 • ø̞
ɤ̞ • 


ɛ • œ
ɜ • ɞ
ʌ • ɔ
a • ɶ
ä • ɒ̈
ɑ • ɒ
Hpr. tutup
1/2 tutup
Tengah
1/2 buka
Hpr. buka
Terbuka

Konsonan tekanan paru-paruSunting

Bila ada dua, konsonan yang di kiri tak bersuara dan yang di kanan bersuara, kotak yang diwarnai abu-abu dinyatakan mustahil untuk diucapkan oleh manusia.

Bantuan:IPA
Konsonan tekanan paru-paru dalam IPAgambar bagan •   suara
Penempatan → Bibir Lidah depan Lidah Belakang Laring
↓ Artikulasi Dwi
bibir
Bibir
gigi
⠀Bibir⠀
lidah
⠀Gigi⠀ Rongga
gigi
⠀Pasca⠀
Ronggi
⠀Tarikan⠀
belakang
Ronggi
lidah
Langit
langit
Langit
belakang
Tekak Katup
napas
Hulu
kerong
⠀Celah⠀
suara
Sengau m ɱ n ɳ̊ ɳ ɲ̟ ɲ̊ ɲ ŋ̊ ŋ ɴ
Letup p b t d ʈ ɖ c ɟ k ɡ q ɢ ʡ ʔ
Gesek⠀sibilan ts dz t̠ʃ d̠ʒ ʈʂ ɖʐ
Non-sibilan p̪f b̪v t̪θ d̪ð tɹ̝̊ dɹ̝ t̠ɹ̠̊˔ d̠ɹ̠˔ ɟʝ kx ɢʁ ʡʢ ʔh
Desis⠀sibilan s z ʃ ʒ ʂ ʐ ɕ ʑ
Non-sibilan ɸ β f v θ̼ ð̼ θ ð θ̱ ð̠ ɹ̠̊˔ ɹ̠˔ ɻ˔ ç ʝ x ɣ χ ʁ ʜ ʢ ħ ʕ h ɦ
Aproksiman ʋ ɹ ɻ j ɰ ʔ̞
Kepakan ⱱ̟ ɾ̼ ɾ̥ ɾ ɽ̊ ɽ ɢ̆ ʡ̆
Getar ʙ̥ ʙ r ɽ̊r̥ ɽ͡r ʀ̥ ʀ ʜ ʢ
Gesek-sisi ʈɭ̊˔ ɖɭ˔ cʎ̝̊ ɟʎ̝ kʟ̝̊ gʟ̝
Desis-sisi ɬ ɮ ɭ̊˔ ɭ˔ ʎ̝̊ ʎ̝ ʟ̝̊ ʟ̝
Hampiran-sisi l ɭ ʎ ʟ ʟ̠
Kepakan-sisi ɺ̥ ɺ ɭ̥̆ ɭ̆ ʎ̯ ʟ̆
• Konsonan dengan letak di sebelah kiri merupakan konsonan nirsuara dan sebelah kanan merupakan konsonan bersuara
• Area yang digelapkan dianggap tidak dapat diucapkan oleh manusia
• Area yang tidak memiliki simbol dikarenakan tidak adanya simbol IPA khusus untuk suara tersebut


Konsonan non paru-paruSunting

Berikut adalah konsonan yang diciptakan tanpa menggunakan gerakan paru-paru.

Sembur Hentian ʈʼ ʡʼ
Geser t̪θʼ tsʼ t̠ʃʼ ʈʂʼ kxʼ qχʼ
Desis ɸʼ θʼ ʃʼ ʂʼ ɕʼ χʼ
Geser sisi tɬʼ cʎ̝̊ʼ kʟ̝̊ʼ
Desis sisi ɬʼ
Decak
(atas: Langbel.
bawah: tekak)
Halus


k‼
q‼

Bersuara ɡʘ
ɢʘ
ɡǀ
ɢǀ
ɡǃ
ɢǃ
ɡ‼
ɢ‼
ɡǂ
ɢǂ
Sengau ŋʘ
ɴʘ
ŋǀ
ɴǀ
ŋǃ
ɴǃ
ŋ‼
ɴ‼
ŋǂ
ɴǂ
ʞ
 
Sisian halus
Sisian bersuara ɡǁ
ɢǁ
Sisian sengau ŋǁ
ɴǁ
Letup balik Bersuara ɓ ɗ ʄ ɠ ʛ
Tidak bersuara ɓ̥ ɗ̥ ᶑ̊ ʄ̊ ɠ̊ ʛ̥


Lambang lainSunting

ʍ Konsonan hampiran langit-langit belakang terbibirkan tak bersuara
w Konsonan hampiran langit-langit belakang terbibirkan bersuara
ɥ Konsonan hampiran langit-langit tengah terbibirkan
ɧ Gabungan antara ʃ danx

Konsonan Gesek atau artikulasi ganda dapat diwakilkan dengan dua simbol yang digabung dengan "tie bar" atau ligatura berikut ini:

ligatur tie bar
ʣ d͡z
ʤ d͡ʒ
 – k͡p
ʦ t͡s
ʧ t͡ʃ

ReferensiSunting

  1. ^ Handbook of the International Phonetic Association : a guide to the use of the International Phonetic Alphabet. Cambridge, U.K. New York, NY: Cambridge University Press. 1999. ISBN 978-0-521-65236-0. OCLC 40305532. 
  2. ^ "Reproduction of The International Phonetic Alphabet (Revised to 2005)". The International Phonetic Association. Juli 2012. Diarsipkan dari versi asli Parameter |archive-url= membutuhkan |url= (bantuan) tanggal Parameter |archive-url= membutuhkan |archive-date= (bantuan).