Rajawali Televisi

Jaringan televisi di Indonesia

Rajawali Televisi (disingkat RTV, digayakan sebagai rtv) adalah sebuah jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang dimiliki oleh Rajawali Corpora. Resmi mengudara pada tanggal 1 November 2009 di Jakarta dengan nama B-Channel, pada tanggal 3 Mei 2014, namanya berganti menjadi RTV.[2] Saat ini, program RTV lebih difokuskan pada acara hiburan, terutama untuk anak-anak dan keluarga.[3]

RTV
Nama sebelumnyaB-Channel (2009—2014)
JenisJaringan televisi
SloganMakin Cakep
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia
PendiriSofia Koswara
Tanggal siaran perdana20 Oktober 2008 (siaran percobaan)
Tanggal peluncuran1 November 2009 (sebagai B-Channel)
3 Mei 2014 (sebagai RTV)
Kantor pusatThamrin City, Jl. Thamrin Boulevard, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10230, Indonesia
Wilayah siaranNasional
PemilikRajawali Corpora
Anggota jaringanlihat #Jaringan siaran
Tokoh kunciArtine Savitri Utomo (Direktur Utama)
Format gambar1080i HDTV 16:9
(diturunkan menjadi 576i 16:9 untuk umpan SDTV)
Satelit
IPTV
Televisi internet
Situs webwww.rtv.co.id
RTV
PT Metropolitan Televisindo
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Indonesia
SaluranDigital: 26 UHF
Virtual: 25
BrandingRTV
SloganMakin Cakep
Pemrograman
AfiliasiRTV (stasiun induk)
Kepemilikan
Pemilik
Riwayat
Siaran perdana
20 Oktober 2008 (siaran percobaan)
1 November 2009 (sebagai B-Channel)
3 Mei 2014 (sebagai RTV)
Bekas tanda panggil
B-Channel (2009–2014)
Bekas nomor kanal
23 UHF (analog)
48 UHF (digital)
32 UHF (digital)[1]
Rajawali Televisi
Informasi teknis
Otoritas perizinan
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
ERP10 kW (digital)
Pranala
Situs webwww.rtv.co.id

Sejarah

Latar belakang

Sebelum B-Channel berdiri, yang bisa dianggap sebagai cikal-bakalnya adalah sebuah stasiun televisi lokal bernama TVN (Televisi Nusantara, awalnya sempat direncanakan bernama NTV dan GOTV)[4] yang berbasis di Lippo Cikarang, Jawa Barat (tempat produksi) dan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta (pusat operasional).[5] Sebuah sumber menyebutkan bahwa TVN dimiliki oleh Rajawali Corpora, yang mengakuisisinya di tahun 2007.[6]

TVN mulai mengudara kira-kira pada pertengahan 2008, dan bersiaran dari jam 10:00-22:00 WIB perhari dengan cakupan siaran Cikarang dan sekitarnya.[7] Acaranya direncanakan 60% pendidikan dan 40% hiburan, dengan nuansa yang kreatif.[6] Disebutkan, bahwa TVN akan segera berekspansi dengan mendirikan sejumlah stasiun televisi lokal, yaitu NTV Medan (53 UHF), NTV Balikpapan (34 UHF), TVN Yogyakarta (44 UHF), BTV/TVB Jakarta (23 UHF) ditambah rencana perluasan ke daerah lainnya seperti Cirebon, Ambon, Bali, Batam, Pekanbaru dan Lampung.[8] Jika dilihat dari jaringan B-Channel/RTV nantinya di daerah-daerah tersebut, tampaknya rencana tersebut terealisasi, namun dengan nama yang berbeda (misalnya BTV/TVB menjadi B-Channel). TVN kemudian akan menjadi pusat produksi acara-acara B-Channel dan jaringannya, sedangkan frekuensinya menjadi anggota jaringan B-Channel sebagai induk.[9]

B-Channel

RTV awalnya bersiaran sebagai stasiun televisi lokal asal Jakarta bernama B-Channel. Siaran percobaannya pertama kali dilakukan pada akhir 2007,[10] dan mulai berlangsung secara efektif sejak 20 Oktober 2008.[11] Kehadirannya kemudian diumumkan ke publik dalam sebuah diskusi pada 29 Oktober 2009, dan mulai bersiaran secara resmi pada 1 November 2009 dengan cakupan siar di Jabodetabek. Acaranya saat itu menargetkan program yang ramah keluarga, anak-anak dan berbasis edutainment, yang disuplai dari TVN. Demi menyukseskan operasionalnya, B-Channel langsung merekrut pakar pertelevisian Alex Kumara sebagai direktur teknik.[12] Waktu siarannya berlangsung dari jam 07:00-22:00 WIB dengan acara yang mayoritas merupakan program impor.[13][14][15] Dengan cepat, strategi acara tersebut relatif bisa mengerek namanya yang pada saat itu dianggap berbeda (tidak menayangkan sinetron), contohnya dalam penayangan acara American Idol, Family Ties dan The Cosby Show, ditambah serial animasi seperti Shaun The Sheep dan Timmy Time.[16]

Walaupun TVN dikabarkan dimiliki oleh Rajawali Corpora, namun di B-Channel nama yang muncul di publik adalah Sofia Koswara (seorang pengusaha mebel asal Cikarang), yang tercatat menjadi CEO-nya. Sofia menyatakan bahwa ia mendirikan B-Channel karena keprihatinannya pada tayangan di televisi saat itu yang tidak bermutu (mementingkan acara kekerasan, kebencian, dan kemarahan demi rating), sehingga ia ingin menghadirkan program yang lebih inspiratif di layar kaca.[17] Namun, tidak jelas apakah B-Channel dimiliki oleh Sofia atau Rajawali Corpora saat itu, meskipun beberapa sumber menyebutkan B-Channel juga milik Rajawali.[9][18] Yang pasti, program-program B-Channel kemudian juga disiarkan oleh sejumlah stasiun televisi lokal di berbagai daerah, seperti MNTV Surabaya, CT Channel Bandung, dan CNTV Medan. Jika ditarik ke saat masa TVN, tampaknya televisi lokal tersebut kebanyakan memang disiapkan sebagai jaringan B-Channel sejak awal (dengan kerjasama). B-Channel berhasil mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran-nya pada 4 Maret 2010, sehingga tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadinya.[11]

B-Channel memperluas siarannya ke satelit Palapa D dan beberapa televisi berlangganan pada awal 2011, serta pada bulan April di tahun yang sama mulai memproduksi programnya sendiri, seperti D'Joglo dan Sepakat Untuk Tidak Sepakat.[19] Untuk lebih meningkatkan eksposurnya, B-Channel juga melakukan beberapa kegiatan seperti menyelenggarakan nikah massal di Senayan.[20] Diperkirakan, pada tahun ini, B-Channel memiliki 500 karyawan dengan persentase program impor-lokal mencapai 60-40%.[17] Seiring waktu, B-Channel (dan induknya, TVN) kemudian juga lebih mendominasi siaran di televisi jaringannya yang ada di berbagai daerah. Bahkan, program-program lokal yang tayang di jaringannya merupakan produksi TVN.[21]

Di tahun 2012, pemerintah lewat Kepmenkominfo No. 143/KEPI M.KOMINFO/03/2012 resmi memberikan izin B-Channel sebagai televisi berjaringan nasional.[22] Status baru sebagai jaringan televisi membuat B-Channel dapat memperkuat identitasnya, yang dapat dilihat dengan diubahnya logo-logo anggota jaringannya menjadi mirip dengan induknya (berwarna biru) pada Januari 2012.[23] Sejak 1 Oktober 2012, slogannya juga berganti menjadi Inspirasi Anda. Upaya menasional semakin diperkuat pada 2013, dengan mulai berubahnya nama sejumlah televisi lokal jaringan B-Channel menjadi mirip dengan induknya (contohnya MNTV Surabaya menjadi B-Channel Surabaya),[24] sedangkan bagi daerah lain, cara seperti kerjasama (contohnya TVKU di Semarang) atau pembangunan pemancar (seperti di Sukabumi pada akhir 2013) terus dilakukan. Agar makin dikenal publik, pada tahun-tahun ini juga B-Channel mulai memperkenalkan acara-acara seperti drama Korea/Asia dan menjadi penyiar acara sepak bola Ligue 1 Prancis.[25][26] Meskipun demikian, pada saat itu acaranya tetap difokuskan pada acara hiburan, soft news dan variety show untuk keluarga.

Pada awal tahun 2014, Maria Goretti Limi menggantikan Lanny Rahardja sebagai direktur utama B-Channel setelah pindah dari antv. Di tahun tersebut, B-Channel tampak mengalami perubahan programming yang cukup signifikan, dengan mulai memperbanyak acara lokal dalam bentuk in-house, FTV, ditambah program berita hard news pada Maret 2014 dengan nama Lensa Sore (kemudian menjadi Lensa Indonesia), Ngopi (Ngobrol Pagi) dan Indonesia Menentukan, maupun infotainment bernama Xtra Seleb. Menjelang pertengahan 2014, tampak bahwa nama B-Channel akan segera digantikan dengan nama baru, yang awalnya dirahasiakan dalam promo "Menuju Grand Launching Langit Rajawali". Promosi dilakukan dengan kuis, video YouTube, dan tanda-tanda lainnya seperti laman web baru.[27][28][29][30]

Rajawali Televisi

Pada akhirnya, di tanggal 28 April 2014, nama baru dari B-Channel diungkapkan ke publik dalam sebuah konferensi pers, yaitu Rajawali Televisi (disingkat RTV). Untuk pemirsanya, nama dan logo RTV kemudian diperkenalkan pada siaran perdana Lensa Indonesia Pagi di tanggal 3 Mei 2014. Berbeda dengan B-Channel yang memfokuskan pada program impor, RTV saat itu mencanangkan akan lebih banyak menyiarkan acara lokal dan in-house yang menekankan pada perubahan dan pembaharuan serta bersifat edukatif. Sedangkan untuk target pasarnya akan memfokuskan pada perempuan dan anak (60% dari programnya),[31] karena dianggap potensial sebagai konsumen dan dalam jumlah kepemirsaan[32][33] sehingga diharapkan bisa meningkatkan penonton menjadi 2-3 kali lipat.[34]

Perubahan ini akhirnya diresmikan pada acara "Grand Launching Langit Rajawali" yang berlangsung pada 3 Mei 2014 dan dihadiri pemilik Rajawali Corpora Peter Sondakh serta beberapa pejabat seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.[35] Dalam acara yang diklaim menggunakan teknologi baru hologram dan diisi oleh para artis ini, Sondakh berharap RTV bisa menjadi agen perubahan dan menciptakan nilai positif bagi bangsa.[36] Pada saat yang sama, semua stasiun televisi anggota jaringan B-Channel juga berubah nama menjadi RTV + nama daerah (kecuali TVKU karena B-Channel tidak menguasai kepemilikannya), yang berarti menegaskan identitas RTV sebagai televisi nasional berjaringan.[37][38] Pihak RTV mengklaim dengan rebranding tersebut, mereka kini sudah berada di peringkat ke-10 (dari 11 jaringan televisi) menyaingi pemain besar yang sudah ada, dan bahkan diperkirakan pada 3-4 tahun mendatang sudah mencapai titik impas serta mulai menghasilkan keuntungan bagi pemiliknya.[39] Walaupun demikian, awalnya memang tidak mudah langkah RTV untuk bermain di industri penyiaran pada saat itu, karena rating acaranya masih banyak yang relatif rendah.[40]

Program RTV saat awal bersiaran didominasi oleh aneka drama (impor maupun lokal) dan acara anak-anak.[41] Sempat juga selama 3 hari (7-10 April 2015), RTV merelai siaran MTV pada waktu tertentu di seluruh jaringannya. Beberapa waktu kemudian, muncul acara pertama yang berhasil menaikkan pamor RTV dengan cukup baik, yaitu Olimpiade Indonesia Cerdas yang sudah diadakan beberapa kali.[42] Namun, diduga karena adanya masalah internal, RTV mengalami perubahan manajemen di bulan September 2015, dengan mundurnya Maria Goretti Limi dari posisi direktur utama. Limi kemudian digantikan sementara waktu oleh orang kepercayaan Rajawali, Satrio Tjai[43] sampai RTV mendapat penggantinya saat ini, yaitu Artine Savitri Utomo. Di tengah perubahan kepemimpinan itu, RTV mencoba bermain dengan acara olahraga, ketika pada Oktober 2015 jaringan televisi ini mendapat hak siar Piala Dunia U-17 FIFA 2015.[44]

Belakangan, sejak 2017, RTV perlahan-lahan mulai memfokuskan dirinya pada acara anak-anak, dan hal tersebut berpengaruh juga pada kegiatan yang dilakukan oleh jaringan televisi ini baik di udara maupun di luar udara (off-air). Misalnya, pada 19 Mei 2017, dalam rangka merayakan hari ulang tahun ketiganya, RTV menayangkan sebuah teater musikal bertajuk Pesta Sahabat yang saat ini telah menghasilkan sejumlah sekuel. Kemudian, pada Februari 2018, RTV meresmikan sebuah studio mini di KidZania Jakarta, dengan peralatan yang sama dengan peralatan studio televisi pada umumnya,[45][46] dan pada 3 Mei 2019, dalam rangka merayakan hari ulang tahun kelimanya, RTV menayangkan sebuah teater musikal bertajuk RTV 5 Makin Cakep: Hey Tayo yang menampilkan kolaborasi para pengisi acara Pesta Sahabat dengan tokoh-tokoh dari serial animasi Tayo the Little Bus. Pada saat yang sama, RTV juga meluncurkan maskot barunya, yaitu Rio, menggantikan maskot lamanya yaitu Mr. Ravi yang dipergunakan dari tahun 2014 hingga 2018.

Meskipun demikian, RTV juga tetap mempertahankan beberapa acara lain, seperti olahraga dan berita. Pada tanggal 9 Mei 2017, RTV mendapat hak siar untuk menyiarkan seluruh pertandingan Piala Konfederasi FIFA 2017 dan 4 pertandingan Piala Dunia U-20 FIFA 2017.[47] Kemudian, di tahun 2020, RTV kembali menyiarkan acara olahraga dengan memperoleh hak siar untuk EFL lewat kerja sama dengan pemilik lisensi Nex Parabola, Vidio dan Champions TV selama 2 musim ke depan mulai 2020–21 hingga 2021-22. RTV akan menyiarkan 110 pertandingan EFL Championship atau 3 pertandingan perminggunya baik itu siaran langsung maupun tunda.[48]

Trivia

RTV dapat dikatakan hadir menggantikan jaringan televisi yang pernah dimiliki oleh Rajawali Corpora, yaitu RCTI. Sejak Oktober 2003, RCTI secara resmi saham kepemilikannya dimiliki penuh oleh Media Nusantara Citra, sehingga Rajawali Corpora sempat tidak lagi memiliki perusahaan televisi. Kepemilikan Rajawali atas B-Channel yang kemudian berganti nama menjadi Rajawali Televisi (RTV), berarti menandakan kembalinya konglomerasi ini ke industri penyiaran.

Tercatat, selain dikuasai oleh Rajawali, sekitar 20% saham RTV juga dimiliki oleh konglomerasi lainnya, Mayapada Group. Saham tersebut diperoleh setelah akuisisi yang dilakukan pada akhir Agustus 2016.[49] Persentase saham tersebut menandakan Mayapada tidak memegang pengendalian, yang terjadi karena mereka merasa tidak memiliki pengalaman yang banyak di bidang media. Menurut pemilik Mayapada, Tahir, yang tercipta setelah akuisisi ini adalah strategic partnership antara dua konglomerasi tersebut.[50][51] Meskipun situs web Mayapada Group tidak menunjukkan kepemilikannya di RTV, namun iklan Bank Mayapada diketahui pernah muncul di jaringan televisi ini.

Identitas

Logo RTV yang saat ini digunakan, diluncurkan pada 3 Mei 2014 seiring pergantian nama dari B-Channel. Adapun arti dari logo tersebut, yaitu:

  • Warna biru dipakai untuk mewakili warna langit yang tidak memiliki batas, juga keseimbangan dan kepercayaan. Artinya RTV merupakan perusahaan yang terbuka pada tantangan, mengusung harmoni dan memiliki kepercayaan besar bahwa ia akan dapat menaungi ide-ide besar untuk disampaikan kepada pemirsanya.
  • Warna ungu adalah perlambang kemuliaan dan kesucian. Mewakili tanggung jawab perusahaan terhadap budaya dan pengetahuan selain memberikan akses terhadap hiburan.
  • Garis dan bentuk organik yang dipakai dalam logo kepala rajawali melambangkan kedinamisan perusahaan di tengah industri penyiaran yang penuh dengan kompetisi dan tantangan.
  • Mata rajawali yang fokus dan tajam mewakili konsistensi korporasi dalam membuat dan menjalankan strategi.

Secara keseluruhan, logo berbentuk kepala rajawali merupakan simbol visi perusahaan dalam membuat RTV menjadi terdepan di dalam industri pertelevisian Indonesia.[52] Sedangkan nama "Rajawali" sendiri melambangkan hewan yang kuat di udara, yaitu burung rajawali dan juga sebagai refleksi dari pemegang saham utamanya, Rajawali Corpora.[32] Nama tersebut dipilih setelah (mantan) direktur utamanya, Maria Goretti Limi melakukan konsultasi dengan agensi penjenamaan pada awal 2014. Dari usulan awal seperti Singa TV, Andromeda TV, Spekta TV, Komodo TV dan lainnya, pada akhirnya terpilihlah nama yang akan dipakai saat ini.[43]

Saat masih bernama B-Channel, logonya berbentuk huruf "B" berwarna biru (sebelumnya abu-abu). Huruf "B" tersebut dapat diartikan sebagai Best (Terbaik), Bright (Cerah), Brave (Berani), Beautiful (Indah) atau Blessing (Memberkati). Warna biru pada logo tersebut menyimbolkan kedamaian dan keberanian, sedangkan warna putih melambangkan kejujuran. Keseluruhan logo tersebut menjadi semangat bagi perusahaan dalam menyiarkan acaranya.[11] Tercatat logo tersebut sempat mengalami beberapa perubahan minor, dimana versi terakhirnya diluncurkan pada 1 Januari 2011 yang menggambarkan semangat baru dalam memberikan inspirasi bagi seluruh keluarga.

Slogan

Sebagai B-Channel

  • Inside Big City (20 Oktober 2008-31 Oktober 2009, saat siaran percobaan)
  • B Inspired! (1 November 2009-31 Desember 2010)
  • Inspirasi Keluarga Anda (1 Januari 2011-30 September 2012)
  • Inspirasi Anda (1 Oktober 2012-3 Mei 2014)

Sebagai RTV

  • Untuk Indonesia (3 Mei 2014-1 Juni 2018)
  • Makin Cakep (1 Juni 2018-sekarang)

Acara

Acara RTV pada awalnya ketika diluncurkan menargetkan target pasar dari segala usia dan bersifat umum, terutama perempuan dan ibu-ibu dari usia 5-44 tahun.[53] Walaupun demikian, RTV juga memiliki program untuk laki-laki, seperti berita dan olahraga.[32][54] Dijanjikan juga, pada saat peluncurannya, jaringan televisi ini tidak menyiarkan acara sinetron, yang sayangnya kemudian tidak terwujud dengan penayangan FTV Movinesia.[31]

Belum mendapat hasil yang memuaskan, sejak 2015 jaringan televisi ini menjajal penyiaran acara-acara K-Pop, seperti drama Korea dan Running Man, layaknya dahulu saat bernama B-Channel. Meskipun demikian, program khusus perempuan masih dipertahankan dalam Female Corner.[55] Dengan masuknya manajemen baru, sejak April 2017, RTV kemudian mengganti programming-nya dengan memfokuskan acara untuk anak-anak, berupa serial animasi maupun acara realitas anak-anak. Sebenarnya, acara ini sudah ada sejak era B-Channel, namun belum mendominasi jam tayang jaringan televisi ini pada saat itu. Acara-acara ini dikemas dalam berbagai tema, seperti Zona Ceria dan Super Girly.[56] Rupanya, strategi ini cukup sukses meningkatkan pasar jaringan televisi ini. Acara-acara seperti Tayo the Little Bus dan Robocar Poli, cukup melekat di mata penonton anak. Walaupun demikian, akibat makin maraknya siaran animasi asing tersebut, RTV pernah beberapa kali mendapat peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia akibat tidak memenuhi batas program asing di televisi maupun siaran lokal di jaringannya.[57][58]

Tidak mau menyia-nyiakan keberhasilan tersebut, RTV kemudian juga memperluas program anaknya menjadi lebih variatif. Acara berbasis tokusatsu dan anime kemudian perlahan-lahan diperkenalkan, seperti Ultraman dan Kamen Rider. Kemudian, program animasi lokal juga mulai diperkenalkan seperti Adit Sopo Jarwo. Acara-acara animasi dan anak tersebut kemudian mendominasi jam tayang jaringan televisi ini, walaupun beberapa acara non-anak masih dipertahankan. Program tersebut, seperti berita dan sinetron/drama/FTV klasik, terutama dari dalam negeri yang mulai ditayangkan sejak 2016.[59]

Penyiar

Jaringan siaran

Berikut ini adalah transmisi RTV dan stasiun afiliasinya (sejak berlakunya UU Penyiaran, stasiun TV harus membangun stasiun TV afiliasi di daerah-daerah/bersiaran secara berjaringan dengan stasiun lokal). Tercatat RTV bersiaran di 44 kota di Indonesia. Data dikutip dari data Izin Penyelenggaraan Penyiaran Kominfo.[60]

Nama Perusahaan Nama Stasiun Daerah Frekuensi Analog (PAL) Frekuensi Digital (DVB-T2) Nama Multipleksing Digital (DVB-T2)
PT Metropolitan Televisindo RTV DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi off air (23 UHF) 26 UHF RTV Jakarta
PT Nusantara Televisi RTV Cikarang off air (61 UHF)
PT Jangkar Harapan Indonesia Jaya RTV Samarinda Samarinda 23 UHF 28 UHF TVRI Gunung Lampu
PT Rajawali Televisi Bangka Belitung RTV Pangkalpinang Pangkal Pinang 48 UHF 30 UHF TVRI Gunung Mangkol
PT Langkah Laras Sejati RTV Lampung Bandar Lampung, Kota Metro 44 UHF 33 UHF TVRI Gunung Betung
PT Mahardika Maha Negeri RTV Pekanbaru Pekanbaru 48 UHF 39 UHF TVRI Pekanbaru
PT Cipta Abadi Televisindo RTV Makassar Takalar, Makassar, Maros, Sungguminasa, Pangkajene 59 UHF 34 UHF MetroTV Makassar
PT Waskita Wicaksana Visual RTV Poso Poso 22 UHF 30 UHF TVRI Poso
PT Rajawali Televisi Palu RTV Palu Palu 54 UHF 38 UHF SCTV Palu
PT Rajawali Televisi Kendari RTV Kendari Kendari 59 UHF 30 UHF TVRI Kendari
PT Cahaya Cipta Cinta RTV Manado Tondano, Manado 60 UHF 38 UHF MetroTV Manado
PT Kidung Rindu Maharaja RTV Padang Padang, Pariaman 61 UHF 30 UHF TVRI Bukit Sarai
PT Televisi Mahakarya Anak Negeri RTV Sekayu Sekayu, Banyuasin 52 UHF 31 UHF TVRI Sekayu
PT Inspirasi Anda Palembang RTV Palembang Palembang 58 UHF 29 UHF TVRI Palembang
PT Cahaya Nusantara Perkasa Televisi RTV Medan Medan 53 UHF 28 UHF TVRI Bandar Baru
PT Fajar Kebenaran Nusantara RTV Singaraja Singaraja, Kota Denpasar, Karangasem 51 UHF 36 UHF MetroTV Denpasar, Singaraja, Karangasem
PT Rajawali Televisi Bengkulu RTV Bengkulu Bengkulu 57 UHF 34 UHF TVRI Bentiring
PT Jogja Citra Nuansa Nusantara Televisi RTV Yogyakarta Yogyakarta, Bantul, Wonosari, Sleman, Wates, Klaten, Solo off air (55 UHF) 32 UHF Indosiar Yogyakarta, Indosiar Solo
PT Rajawali Televisi Jambi RTV Jambi Jambi 54 UHF 44 UHF TVRI Telanaipura, Sarolangun
PT Pesona Pribadi Unggul RTV Sumedang Sumedang 53 UHF 37 UHF TVRI Bukit Nyampai
PT Nirwana Cipta Abadi RTV Sukabumi Sukabumi 22 UHF 41 UHF RCTI Sukabumi
PT Visual Insan Persada RTV Bandung Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur off air (36 UHF) 29 UHF Indosiar Bandung
PT Kartika Pusaka Bangsa RTV Pati Pati, Rembang 57 UHF 29 UHF Indosiar Rembang
PT Matahari Harapan Anak Bangsa RTV Pontianak Pontianak 50 UHF 29 UHF TVRI Pontianak
PT Matahari Nusantara RTV Surabaya Surabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan off air (38 UHF) 29 UHF SCTV Surabaya, SCTV Lamongan, SCTV Mojokerto (segera)
PT Nusantara Damai RTV Malang Malang 24 UHF 34 UHF MetroTV Malang
PT Purwakarta Televisindo RTV Purwakarta Purwakarta 61 UHF 30 UHF TVRI Gunung Malang
PT Terangi Nusantara Televisindo RTV Cirebon Cirebon, Indramayu 40 UHF 32 UHF MetroTV Cirebon
PT Jaya Negeriku Jaya Bangsaku RTV Mataram Mataram 54 UHF 29 UHF TVRI Mataram
PT Pesona Timor Duta Bangsa RTV Kupang Kupang 44 UHF 29 UHF TVRI Oben
PT Panen Raya Indonesia Raya RTV Palangkaraya Palangkaraya 25 UHF 30 UHF TVRI Palangkaraya
PT Cipta Televisi Borneo Nusantara RTV Balikpapan Balikpapan 34 UHF 35 UHF SCTV Balikpapan
PT Cipta Lestari Televisindo RTV Banjarmasin Banjarmasin, Martapura, Marabahan 48 UHF 30 UHF TVRI Banjarmasin
PT Semilir Gita Insani RTV Gorontalo Gorontalo 48 UHF 34 UHF TVRI Gorontalo, Paguyaman
PT Panorama Nusantara RTV Ambon Ambon 44 UHF 33 UHF TVRI Bukit Greser
PT Kemilau Jayawijaya RTV Jayapura Jayapura 44 UHF 43 UHF TVRI Polimak
PT Duta Batam Televisindo RTV Batam Batam, Tanjung Balai Karimun off air (55 UHF) 48 UHF TVRI Batam
PT Rajawali Televisi Garut RTV Garut Garut, Tasikmalaya, Ciamis 36 UHF 34 UHF Indosiar Garut
PT Semuwas Citra Mandiri RTV Semarang Semarang, Ungaran, Kendal, Demak, Jepara, Kudus off air (56 UHF) 36 UHF MetroTV Semarang
PT Visi Visual Indonesia Jaya RTV Tegal Tegal, Pemalang, Pekalongan 24 UHF 33 UHF Indosiar Tegal
PT Tak Pernah Padam Harapanku RTV Purwokerto Banyumas, Purwokerto, Purbalingga, Kebumen, Cilacap, Brebes 24 UHF 28 UHF TVRI Gunung Depok, TVRI Baribis (segera)

Direksi dan komisaris

Daftar direktur utama

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Michael Sonny Suryawan 2008 2009
2 Sofia Koswara 2009 2011
3 Lanny Rahardja 2011 2014
4 Maria Goretti Limi 2014 2015
5 Satrio Tjai 2015 2016
6 Artine Savitri Utomo[59] 2016 sekarang

Direksi saat ini

Nama Jabatan
Artine Savitri Utomo Direktur Utama
Ho Kuen Wei Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional
Wandy Suhendra Direktur Keuangan
Rudy J. Rianto Direktur Pemasaran dan Penjualan
Yudho Maruto Direktur Teknis

Komisaris saat ini

Nama Jabatan
Abed Nego Presiden Komisaris
Rizki Indrakusuma Komisaris
Shirley Tan Komisaris

Penghargaan

Tahun Award Kategori Hasil
2015 Panasonic Gobel Awards 2015 Program Spesial Events (1 Jam Bersama) Nominasi
2017 Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2017 Musik Anak (Pesta Sahabat) Menang
Panasonic Gobel Awards 2017 Program Spesial Events (Pesta Sahabat) Nominasi
Panasonic Gobel Awards 2017 Lagu Tema Drama Seri (Angling Dharma) Menang
2019 Panasonic Gobel Awards 2019 Program Spesial Events (RTV 5 Makin Cakep: Hey Tayo) Nominasi

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Siaran TV Digital di Indonesia
  2. ^ B-Channel berganti menjadi RTV
  3. ^ RTV Rilis 2 Program Andalan Baru yang Ramah Anak
  4. ^ Alamat stasiun TV seluruh Indonesia
  5. ^ Indahnya Puasa (1): “Hemat Bukan Pelit”
  6. ^ a b Assalamu'alaikum penggiat TV Islam
  7. ^ Penerimaan Gambar TV di Cikarang Buram
  8. ^ Re:tv-islam Re: 2 TV Baru di Jakarta
  9. ^ a b Penjelasan tentang kaitan nama RCTI dan Rajawali Televisi..
  10. ^ Re: 2 TV Baru di Jakarta Imam Wahjono Thu, 15 Nov 2007 22:36:52 -0800
  11. ^ a b c PROFIL B-CHANNEL
  12. ^ Setahun sebelum pensiun beneran
  13. ^ Satu Lagi, Saluran TV Lokal Jakarta[pranala nonaktif permanen]
  14. ^ Anti Iklan Rokok, Televisi Lokal B-Channel Segera Hadir di Jabodetabek[pranala nonaktif permanen]
  15. ^ B Channel Mulai Mengudara 1 November 2009
  16. ^ B Channel....B Inspired
  17. ^ a b B Channel ingin sebarkan virus-virus kebaikan
  18. ^ "kalau gak salah, B channel sama dengan TV Nusantara." Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-11-30. Diakses tanggal 2021-11-30. 
  19. ^ Televisi B Channel Memproduksi Program Sendiri
  20. ^ B Channel Gelar Resepsi Massal di Senayan
  21. ^ B Channel: Memendek dan Nasional?
  22. ^ PUTUSAN Nomor 78/PUU-IX/2011 DEMI KEADILAN ..
  23. ^ Logo Baru ndtv Malang
  24. ^ mntv Surabaya Re-Brand ke B CHANNEL SURABAYA
  25. ^ B Channel Siarkan Liga Prancis
  26. ^ “Susah Move On” dari B CHANNEL
  27. ^ Apa itu Langit Rajawali B Channel?
  28. ^ Selamat Tinggal B Channel!
  29. ^ Ada apa dengan B Channel?[pranala nonaktif permanen]
  30. ^ Inkonsistensi B Channel, Pertanda Apakah? (edited 22 Juni 2016)
  31. ^ a b Manajemen RTV Janji Bebas Tayangan Sinetron[pranala nonaktif permanen]
  32. ^ a b c Peter Sondakh Ganti Nama BChannel Jadi Rajawali TV
  33. ^ Ini Dia Nama Baru Stasiun TV B Channel
  34. ^ Selamat atas Perubahan Namanya, Rajawali Televisi
  35. ^ Peresmian Rajawali Televisi Dihadiri SBY-JK[pranala nonaktif permanen]
  36. ^ Mengapa Peter S. Pilih Rajawali untuk TV Barunya?[pranala nonaktif permanen]
  37. ^ Rajawali Televisi dengan Logo Baru Segera Diluncurkan
  38. ^ RTV, Nama Baru B Channel?
  39. ^ Tak Lama Lagi, Rajawali TV Sesumbar Bakal Saingi RCTI & ANTV
  40. ^ Apa Program NET. dan RTV yang Paling Banyak Ditonton?
  41. ^ #AnalisaAlaGue : Rajawali Televisi, Go Forward!
  42. ^ Update : B Channel ke Rajawali TV? (edited 22 Juni 2016)
  43. ^ a b RTV Mencari CEO
  44. ^ "RTV Tayangkan Piala Dunia U-17 2015". JUARA.net. 1 Oktober 2015. Diakses tanggal 16 Februari 2018. 
  45. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-13. Diakses tanggal 2018-02-13. 
  46. ^ "RTV Hadirkan Establishment Baru di KidZania Jakarta". RTV. Diakses tanggal 13 Februari 2018. 
  47. ^ "Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia U-20 akan Tayang di RTV". JUARA.net. 9 Mei 2017. Diakses tanggal 9 Februari 2018. 
  48. ^ http://www.rtv.co.id/pressreleasertv.php?id=64
  49. ^ Ekspansi Bisnis Media, Dato Sri Tahir Siapkan MyTV
  50. ^ Mayapada Group Beli Sebagian Saham Rajawali Televisi
  51. ^ Mayapada Rambah Televisi
  52. ^ NO TITLE
  53. ^ TV Milik Peter Sondakh Utamakan Program Sendiri[pranala nonaktif permanen]
  54. ^ RTV Akan Sasar Penonton Wanita[pranala nonaktif permanen]
  55. ^ Begini Langkah RTV Perkuat Positioning di Program Ulang Tahun
  56. ^ Program Baru, RTV Makin Fokus di Tayangan untuk Anak
  57. ^ Evaluasi Tahunan, KPI Minta RTV Penuhi Kewajiban Siaran Program Lokal
  58. ^ Lewati Batas Maksimum Siaran Asing, KPI Tegur RTV
  59. ^ a b "Reuni Keluarga Besar PERSARI Bersama RTV". broadcastmagz. Diakses 30 Desember 2016.
  60. ^ DAFTAR IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI YANG SUDAH DITERBITKAN OLEH MENTERI KOMINFO SAMPAI DENGAN NOVEMBER 2017

Pranala luar