Rajawali Televisi

jaringan televisi di Indonesia
(Dialihkan dari RTV (Indonesia))

RTV (singkatan dari Rajawali Televisi) adalah sebuah jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang dimiliki oleh Rajawali Corpora. Stasiun televisi ini resmi mengudara pada tanggal 1 November 2009 di Jakarta dengan nama B-Channel, dan pada tanggal 3 Mei 2014, berganti nama menjadi RTV.[1] Saat ini, program RTV sendiri lebih difokuskan pada acara hiburan, terutama untuk anak-anak dan keluarga.[2]

RTV
JenisJaringan televisi
SloganMakin Cakep
Negara Indonesia
BahasaBahasa Indonesia
PendiriSofia Koswara
Tanggal siaran perdana20 Oktober 2008 (siaran percobaan)
Tanggal peluncuran1 November 2009 (sebagai B-Channel)
3 Mei 2014 (sebagai RTV)
Kantor pusatAtrium Mulia Building Lantai 8 Suite 802, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B 10–11, Kuningan, Jakarta Selatan, Indonesia
Wilayah siaranNasional
PemilikRajawali Corpora
Anggota jaringanlihat #Jangkauan siaran
Tokoh kunciArtine Savitri Utomo (Direktur Utama)
Format gambarSebagian dalam 576i SDTV 4:3 dan 1080i HDTV 16:9
(diturunkan menjadi 576i 16:9 untuk feed SDTV)
Satelit
IPTV
Televisi internet
Situs webwww.rtv.co.id
RTV
PT Metropolitan Televisindo
Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Indonesia
SaluranAnalog: 23 UHF
Digital: 48 UHF
Virtual: 32
Pemrograman
AfiliasiRTV (stasiun induk)
Kepemilikan
Pemilik
Riwayat
Siaran perdana
20 Oktober 2008 (siaran percobaan)
1 November 2009 (sebagai B-Channel)
3 Mei 2014 (sebagai RTV)
Bekas tanda panggil
B-Channel (2009–2014)
Rajawali Televisi
Informasi teknis
Otoritas perizinan
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Pranala
Situs webwww.rtv.co.id

Sejarah

Latar belakang

Sebelum B-Channel berdiri, yang bisa dianggap sebagai cikal-bakalnya adalah sebuah stasiun televisi bernama TVN (Televisi Nusantara, awalnya sempat direncanakan bernama NTV dan GOTV)[3] yang berbasis di Lippo Cikarang, Jawa Barat (tempat produksi) dan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta (kantor operasional).[4] Sebuah sumber menyebutkan bahwa TVN merupakan milik Rajawali Corpora, yang membeli stasiun televisi ini dari pemilik lamanya pada 2007.[5]

TVN mulai mengudara kira-kira pada pertengahan 2008, dan bersiaran dari jam 10:00-22:00 WIB perhari dengan cakupan siaran Cikarang dan sekitarnya.[6] Acaranya direncanakan 60% pendidikan dan 40% hiburan, dengan nuansa yang kreatif.[5] Disebutkan, bahwa TVN akan segera berekspansi dengan mendirikan sejumlah stasiun televisi lokal, yaitu NTV Medan (53 UHF), NTV Balikpapan (34 UHF), TVN Yogyakarta (44 UHF), BTV/TVB Jakarta (23 UHF) ditambah rencana perluasan ke daerah lainnya seperti Cirebon, Ambon, Bali, Pekanbaru dan Lampung.[7] Jika dilihat dari jaringan B-Channel/RTV nantinya di daerah-daerah tersebut, tampaknya rencana tersebut terealisasi, namun dengan nama yang berbeda (misalnya BTV/TVB menjadi B-Channel). TVN kemudian akan menjadi pusat produksi acara-acara B-Channel dan jaringannya, sedangkan frekuensinya menjadi anggota jaringan B-Channel sebagai induk.[8]

B-Channel

 
Logo pertama B-Channel saat siaran percobaan (20 Oktober 2008-31 Oktober 2009)
 
Logo kedua B-Channel (1 November 2009-31 Desember 2010)

RTV sendiri awalnya bersiaran sebagai stasiun televisi lokal asal Jakarta bernama B-Channel. Siaran percobaannya pertama kali dilakukan pada akhir 2007,[9] dan mulai berlangsung secara efektif sejak 20 Oktober 2008.[10] Kehadirannya kemudian diumumkan ke publik dalam sebuah diskusi pada 29 Oktober 2009, dan mulai bersiaran secara resmi pada 1 November 2009 dengan cakupan siar di Jabodetabek. Acaranya saat itu menargetkan program yang ramah keluarga, anak-anak dan berbasis edutainment, yang disuplai dari TVN. Demi menyukseskan stasiun televisi baru ini, B-Channel langsung merekrut pakar pertelevisian Alex Kumara sebagai direktur teknik.[11] ​Waktu siarannya berlangsung dari jam 07:00-22:00 WIB dengan acara yang mayoritas merupakan program impor.[12][13][14] Dengan cepat, strategi acara tersebut relatif bisa mengerek nama stasiun televisi ini yang pada saat itu dianggap berbeda (tidak menayangkan sinetron), contohnya dalam penayangan acara American Idol, Family Ties dan The Cosby Show, ditambah serial animasi seperti Shaun The Sheep dan Timmy Time.[15]

Walaupun TVN dikabarkan dimiliki oleh Rajawali Corpora, namun dalam B-Channel, nama yang muncul di publik adalah Sofia Koswara (seorang pengusaha mebel asal Cikarang), yang menjadi CEO dari stasiun televisi ini. Sofia menyatakan bahwa ia mendirikan B-Channel karena keprihatinannya akibat tayangan di televisi saat itu yang tidak bermutu (mementingkan acara kekerasan, kebencian, dan kemarahan demi rating) sehingga ia ingin menciptakan stasiun televisi baru dengan acara yang inspiratif.[16] Namun, tidak jelas apakah B-Channel dimiliki oleh Sofia atau Rajawali Corpora saat itu, meskipun beberapa sumber menyebutkan B-Channel juga milik Rajawali.[17][8] Yang pasti adalah, program-program B-Channel kemudian juga disiarkan oleh sejumlah televisi lokal di berbagai daerah, seperti MNTV Surabaya, Barelang TV Batam, CT Channel Bandung, dan CNTV Medan. Jika ditarik ke saat masa TVN, tampaknya stasiun televisi lokal tersebut kebanyakan memang disiapkan sebagai jaringan B-Channel sejak awal (dengan kerjasama). B-Channel sendiri berhasil mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran-nya pada 4 Maret 2010, sehingga tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadinya.[10]

 
Logo terakhir B-Channel (1 Januari 2011-3 Mei 2014)

B-Channel meluncurkan logo baru pada 1 Januari 2011 yang menggambarkan semangat baru dalam memberikan inspirasi bagi seluruh keluarga. Selain itu, di tahun yang sama stasiun televisi ini juga memperluas siarannya ke satelit Palapa D dan beberapa televisi berlangganan, serta pada bulan April 2011 mulai memproduksi programnya sendiri, seperti D'Joglo dan Sepakat Untuk Tidak Sepakat.[18] Untuk lebih meningkatkan eksposurnya, B-Channel juga melakukan beberapa kegiatan seperti menyelenggarakan nikah massal di Senayan.[19] ​Diperkirakan, pada tahun 2011, B-Channel memiliki 500 karyawan dengan presentase program impor-lokal mencapai 60-40%.[16] Seiring waktu, B-Channel (dan induknya, TVN) kemudian juga lebih mendominasi siaran di televisi jaringannya yang ada di berbagai daerah. Bahkan, program-program lokal yang tayang di jaringannya merupakan produksi TVN.[20]

Di tahun 2012, pemerintah lewat Kepmenkominfo No. 143/KEPI M.KOMINFO/03/2012 resmi memberikan izin B-Channel sebagai stasiun televisi berjaringan nasional.[21] Hal tersebut sepertinya memungkinkan stasiun televisi ini untuk lebih memperkuat identitasnya, dengan diubahnya logo-logo jaringannya menjadi mirip dengan B-Channel (berwarna biru) pada Januari 2012.[22] Sejak 1 Oktober 2012, slogannya juga berganti menjadi Inspirasi Anda. Upaya menasional sendiri semakin diperkuat pada 2013, dengan mulai berubahnya nama sejumlah televisi lokal jaringan B-Channel menjadi mirip dengan induknya (contohnya MNTV Surabaya menjadi B-Channel Surabaya),[23] sedangkan bagi daerah lain, cara seperti kerjasama (contohnya TVKU di Semarang) atau pembangunan pemancar (seperti di Sukabumi pada akhir 2013) terus dilakukan. Agar makin dikenal publik, pada tahun-tahun ini juga B-Channel mulai memperkenalkan acara-acara seperti drama Korea/Asia dan menjadi penyiar acara sepak bola Ligue 1 Prancis.[24][25] Meskipun demikian, pada saat itu acaranya tetap difokuskan pada acara hiburan, soft news dan variety show untuk keluarga.

Pada awal tahun 2014, Maria Goretti Limi menggantikan Lanny Rahardja sebagai direktur utama B-Channel setelah pindah dari antv. Di tahun tersebut, B-Channel tampak mengalami perubahan programming yang cukup signifikan, dengan mulai memperbanyak acara lokal dalam bentuk in-house, FTV, ditambah program berita hard news pada Maret 2014 dengan nama Lensa Sore (kemudian menjadi Lensa Indonesia), Ngopi (Ngobrol Pagi) dan Indonesia Menentukan, maupun infotainment bernama Xtra Seleb. Menjelang pertengahan 2014, tampak bahwa nama B-Channel akan segera digantikan dengan nama baru, yang awalnya dirahasiakan dalam promo "Menuju Grand Launching Langit Rajawali". Promosi dilakukan dengan kuis, video YouTube, dan tanda-tanda lainnya seperti laman web baru.[26][27][28][29]

Rajawali Televisi

Pada akhirnya, di tanggal 28 April 2014, nama baru dari B-Channel diungkapkan ke publik dalam sebuah konferensi pers, yaitu Rajawali Televisi (disingkat RTV). Nama Rajawali sendiri dipilih karena melambangkan hewan yang kuat di udara, juga sebagai refleksi dari pemegang saham utamanya, Rajawali Corpora. Nama RTV sendiri dipilih setelah Direktur Utama B-Channel, Maria Goretti melakukan konsultasi dengan pakar branding. Dari awalnya terdapat banyak usul nama baru seperti Singa TV, Andromeda TV, Spekta TV, Komodo TV dan lainnya, pada akhirnya terpilihlah nama yang akan dipakai sampai sekarang.[30] Untuk pemirsanya sendiri, nama dan logo RTV kemudian diperkenalkan pada siaran perdana Lensa Indonesia Pagi di tanggal 3 Mei 2014.

Berbeda dengan B-Channel yang memfokuskan pada program impor, RTV saat itu mencanangkan akan lebih banyak menyiarkan acara lokal dan in-house, yang menekankan pada perubahan dan pembaharuan. Target pasarnya sendiri adalah perempuan dan anak (60% dari programnya),[31] ​karena dianggap potensial sebagai konsumen dan jumlah penontonnya lebih banyak dibanding laki-laki, namun acaranya tetap bersifat edukatif.[32][33] Diharapkan, dengan perubahan ini juga terjadi penambahan pemirsa menjadi 2-3 kali lipat.[34] Perubahan ini akhirnya resmi dilangsungkan pada acara "Grand Launching Langit Rajawali" yang berlangsung pada 3 Mei 2014 dan diklaim menggunakan teknologi hologram baru. Peluncuran ini diisi oleh para artis serta dihadiri oleh pemilik Rajawali Corpora Peter Sondakh dan beberapa pejabat seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.[35] Dalam peresmian tersebut, Sondakh sendiri berharap RTV bisa menjadi agen perubahan dan menciptakan nilai positif bagi bangsa.[36]

Pada saat yang sama, semua televisi lokal jaringan B-Channel juga berubah nama menjadi RTV + nama daerah (kecuali TVKU karena B-Channel tidak menguasai kepemilikannya), menandakan RTV berubah sebagai stasiun televisi nasional.[37][38] Pihak RTV sendiri mengklaim bahwa dengan rebranding tersebut, RTV sudah berada di peringkat ke-10 (dari 11 stasiun televisi) dan siap menyaingi pemain besar yang sudah ada, seperti RCTI dan SCTV. Bahkan, diperkirakan pada 3-4 tahun mendatang RTV sudah mencapai titik impas dan mulai menghasilkan keuntungan bagi induknya, Rajawali Corpora.[39] Walaupun demikian, awalnya memang tidak mudah langkah RTV untuk bermain di industri penyiaran pada saat itu, karena rating acaranya relatif rendah.[40] Program RTV saat awal bersiaran didominasi oleh aneka drama (impor maupun lokal) dan acara anak-anak.[41] Beberapa waktu kemudian, muncul acara pertama yang berhasil menaikkan pamor RTV dengan cukup baik, yaitu Olimpiade Indonesia Cerdas yang sudah diadakan beberapa kali.[42]

Pada tanggal 7 April 2015, RTV mulai merelai siaran MTV pada waktu tertentu di seluruh jaringannya, tetapi pada tanggal 10 April 2015, RTV tidak menyiarkan siaran acara MTV lagi dikarenakan masalah teknis. Di tanggal 31 Mei 2015, RTV merayakan ulang tahun pertamanya di Surabaya yang bertajuk Setahun di Langit RTV. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga hadir dalam acara tersebut. Kemudian, pada September 2015, Maria Goretti Limi sudah tidak menjabat lagi sebagai direktur utama RTV dan digantikan oleh Satrio Tjai yang ditunjuk oleh Rajawali Corpora. Ia merupakan direktur utama sementara[30] sampai RTV mendapat penggantinya saat ini, yaitu Artine Savitri Utomo. Di tengah perubahan kepemimpinan itu, RTV mencoba bermain dengan acara olahraga, ketika pada Oktober 2015 stasiun televisi ini mendapat hak siar Piala Dunia U-17 FIFA 2015.[43]

Pada 30 Juni 2016, RTV akhirnya dapat menjangkau Semarang secara independen dengan saluran 56 UHF, sehingga sejak saat itu berpisah dengan TVKU setelah berjaringan dengannya selama 3 tahun. Dua bulan kemudian, pada Agustus 2016, perusahaan konglomerat Mayapada Group mengakuisisi sebagian saham RTV (yang tidak diketahui jumlahnya, namun signifikan). Namun, dalam akuisisi ini Mayapada tidak memegang penguasaan, karena mereka merasa tidak memiliki pengalaman yang banyak di bidang media. Bentuk kerja sama yang dilakukan hanya dalam penyertaan saham minoritas dan strategic partnership.[44][45] Hasil dari kerja sama ini adalah misalnya iklan Bank Mayapada yang pernah hadir di RTV. Jika dilihat, bentuk kerja sama ini mirip dengan Trans7, di mana ada dua pemegang saham mayoritas (Trans Media) dan minoritas (Kompas Gramedia), walaupun pemegang saham mayoritas-lah yang memiliki kendali mutlak.

Sejak 2017, RTV perlahan-lahan mulai memfokuskan dirinya pada acara anak-anak, dan hal tersebut berpengaruh juga pada kegiatan yang dilakukan oleh stasiun televisi ini baik secara on-air maupun off-air. Misalnya, pada 19 Mei 2017, dalam rangka merayakan hari ulang tahun ketiganya, RTV menayangkan sebuah teater musikal bertajuk Pesta Sahabat yang saat ini telah menghasilkan sejumlah sekuel. Kemudian, pada Februari 2018, RTV meresmikan sebuah studio mini di KidZania Jakarta, dengan peralatan yang sama dengan peralatan studio televisi pada umumnya,[46][47] dan pada 3 Mei 2019, dalam rangka merayakan hari ulang tahun kelimanya, RTV menayangkan sebuah teater musikal bertajuk RTV 5 Makin Cakep: Hey Tayo yang menampilkan kolaborasi para pengisi acara Pesta Sahabat dengan tokoh-tokoh dari serial animasi Tayo the Little Bus. Disiarkan langsung dari Taman Mini Indonesia Indah, teater musikal ini juga dimeriahkan oleh Ada Band, Marion Jola, Enda, Zara Leola, Nola, Naura, Neona, Nita Thalia dan masih banyak lagi. Pada saat yang sama, RTV juga meluncurkan maskot barunya, yaitu Rio, menggantikan maskot lamanya yaitu Mr. Ravi yang dipergunakan dari tahun 2014 hingga 2018.

Meskipun demikian, RTV juga tetap mempertahankan beberapa acara lain, seperti olahraga dan berita. Pada tanggal 9 Mei 2017, RTV mendapat hak siar untuk menyiarkan seluruh pertandingan Piala Konfederasi FIFA 2017 dan 4 pertandingan Piala Dunia U-20 FIFA 2017.[48] Kemudian, di tahun 2020, RTV kembali menyiarkan acara olahraga dengan memperoleh hak siar untuk EFL lewat kerja sama dengan pemilik lisensi Nex Parabola, Vidio dan Champions TV selama dua musim ke depan mulai 2020–21 hingga 2021-22. RTV akan menyiarkan 110 pertandingan EFL Championship atau 3 pertandingan per minggunya baik itu siaran langsung maupun tunda.[49]

Trivia

Sebenarnya RTV ini hadir menggantikan stasiun televisi yang pernah dimiliki oleh Rajawali Corpora, yaitu RCTI. Sejak Oktober 2003, RCTI secara resmi saham kepemilikannya dimiliki penuh oleh Media Nusantara Citra, sehingga Rajawali Corpora sempat tidak lagi memiliki perusahaan televisi. Kepemilikan Rajawali atas B-Channel yang kemudian berganti nama menjadi Rajawali Televisi (RTV), berarti menandakan kembalinya konglomerasi ini ke industri penyiaran.

Jangkauan siaran

Berikut ini adalah transmisi RTV dan stasiun afiliasinya (sejak berlakunya UU Penyiaran, stasiun TV harus membangun stasiun TV afiliasi di daerah-daerah/bersiaran secara berjaringan dengan stasiun lokal). Tercatat RTV bersiaran di 44 kota di Indonesia. Data dikutip dari data Izin Penyelenggaraan Penyiaran Kominfo[50]

Nama Jaringan Nama Stasiun Daerah Frekuensi Analog (PAL) Frekuensi Digital (DVB-T2)
PT Metropolitan Televisindo RTV DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi 23 UHF 48 UHF
PT Nusantara Televisi RTV Cikarang 61 UHF (Cikarang)
PT Jangkar Harapan Indonesia Jaya RTV Samarinda Samarinda 23 UHF 28 UHF
PT Rajawali Televisi Bangka Belitung RTV Pangkalpinang Pangkal Pinang 48 UHF
PT Langkah Laras Sejati RTV Lampung Bandar Lampung, Kota Metro 44 UHF
PT Mahardika Maha Negeri RTV Pekanbaru Pekanbaru 48 UHF
PT Cipta Abadi Televisindo RTV Takalar Takalar, Makassar 59 UHF 34 UHF
PT Waskita Wicaksana Visual RTV Poso Poso 22 UHF
PT Rajawali Televisi Palu RTV Palu Palu 54 UHF
PT Rajawali Televisi Kendari RTV Kendari Kendari 59 UHF
PT Cahaya Cipta Cinta RTV Manado Tondano, Manado 60 UHF
PT Kidung Rindu Maharaja RTV Padang Padang, Pariaman 61 UHF
PT Televisi Mahakarya Anak Negeri RTV Sekayu Sekayu, Banyuasin 52 UHF
PT Inspirasi Anda Palembang RTV Palembang Palembang 58 UHF 29 UHF
PT Cahaya Nusantara Perkasa Televisi RTV Medan Medan 53 UHF 28 UHF
PT Fajar Kebenaran Nusantara RTV Singaraja Singaraja, Kota Denpasar 51 UHF 36 UHF
PT Rajawali Televisi Bengkulu RTV Bengkulu Bengkulu 57 UHF
PT Jogja Citra Nuansa Nusantara Televisi RTV Yogyakarta Yogyakarta, Bantul, Wonosari, Sleman, Wates, Klaten, Solo 55 UHF 29 UHF
PT Rajawali Televisi Jambi RTV Jambi Jambi 54 UHF
PT Pesona Pribadi Unggul RTV Sumedang Sumedang 53 UHF
PT Nirwana Cipta Abadi RTV Sukabumi Sukabumi 22 UHF
PT Visual Insan Persada RTV Bandung Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur 36 UHF 39 UHF
PT Kartika Pusaka Bangsa RTV Pati Pati, Rembang 57 UHF 22 UHF
PT Matahari Harapan Anak Bangsa RTV Pontianak Pontianak 50 UHF
PT Matahari Nusantara RTV Surabaya Surabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan 38 UHF 29 UHF
PT Nusantara Damai RTV Malang Malang 24 UHF
PT Purwakarta Televisindo RTV Purwakarta Purwakarta 61 UHF
PT Terangi Nusantara Televisindo RTV Cirebon Cirebon, Indramayu 40 UHF
PT Jaya Negeriku Jaya Bangsaku RTV Mataram Mataram 54 UHF
PT Pesona Timor Duta Bangsa RTV Kupang Kupang 44 UHF
PT Panen Raya Indonesia Raya RTV Palangkaraya Palangkaraya 25 UHF
PT Cipta Televisi Borneo Nusantara RTV Balikpapan Balikpapan 34 UHF 36 UHF
PT Cipta Lestari Televisindo RTV Banjarmasin Banjarmasin, Martapura, Marabahan 48 UHF 31 UHF
PT Semilir Gita Insani RTV Gorontalo Gorontalo 48 UHF
PT Panorama Nusantara RTV Ambon Ambon 44 UHF
PT Kemilau Jayawijaya RTV Jayapura Jayapura 44 UHF
PT Duta Batam Televisindo RTV Batam Batam, Tanjung Balai Karimun 55 UHF 48 UHF
PT Rajawali Televisi Garut RTV Garut Garut, Tasikmalaya, Ciamis 36 UHF 27 UHF
PT Semuwas Citra Mandiri RTV Semarang[51] Semarang, Ungaran, Kendal, Demak, Jepara, Kudus 56 UHF 36 UHF
PT Visi Visual Indonesia Jaya RTV Tegal Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan 24 UHF 33 UHF
PT Tak Pernah Padam Harapanku RTV Purwokerto Banyumas, Purwokerto, Purbalingga, Kebumen, Cilacap 24 UHF
PT Kasuari Televisindo RTV Manokwari Manokwari 21 UHF

Slogan utama

Sebagai B-Channel

  • Inside Big City (20 Oktober 2008-31 Oktober 2009, saat siaran percobaan)
  • B Inspired! (1 November 2009-31 Desember 2010)
  • Inspirasi Keluarga Anda (1 Januari 2011-30 September 2012)
  • Inspirasi Anda (1 Oktober 2012-3 Mei 2014)

Sebagai RTV

  • Untuk Indonesia (3 Mei 2014-1 Juni 2018)
  • Makin Cakep (1 Juni 2018-sekarang)

Acara

Acara RTV sendiri pada awalnya ketika diluncurkan menargetkan target pasar dari segala usia dan bersifat umum, terutama perempuan dan ibu-ibu dari usia 5-44 tahun.[52] Walaupun demikian, RTV juga memiliki program untuk laki-laki, seperti berita dan olahraga.[53][32] Dijanjikan juga, pada saat peluncurannya, stasiun televisi ini tidak menyiarkan acara sinetron, yang sayangnya kemudian tidak terwujud dengan penayangan FTV Movinesia.[31]

Belum mendapat hasil yang memuaskan, sejak 2015 stasiun televisi ini menjajal penyiaran acara-acara K-Pop, seperti drama Korea dan Running Man, layaknya dahulu saat bernama B-Channel. Meskipun demikian, program khusus perempuan masih dipertahankan dalam Female Corner.[54] Dengan masuknya manajemen baru, sejak April 2017, RTV kemudian mengganti programming-nya dengan memfokuskan acara untuk anak-anak, berupa serial animasi maupun acara realitas anak. Sebenarnya, acara ini sudah ada sejak era B-Channel, namun belum mendominasi jam tayang stasiun televisi ini pada saat itu. Acara-acara ini dikemas dalam berbagai tema, seperti Zona Ceria dan Super Girly.[55] Rupanya, strategi ini cukup sukses meningkatkan pasar stasiun televisi ini. Acara-acara seperti Tayo the Little Bus dan Robocar Poli, cukup melekat di mata penonton anak. Walaupun demikian, akibat makin maraknya siaran animasi asing tersebut, RTV pernah beberapa kali mendapat peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia akibat tidak memenuhi batas program asing di televisi maupun siaran lokal di jaringannya.[56][57]

Tidak mau menyia-nyiakan keberhasilan tersebut, RTV kemudian juga memperluas program anaknya menjadi lebih variatif. Acara berbasis tokusatsu dan anime kemudian perlahan-lahan diperkenalkan, seperti Ultraman dan Kamen Rider. Kemudian, program animasi lokal juga mulai diperkenalkan seperti Adit Sopo Jarwo. Acara-acara animasi dan anak tersebut kemudian mendominasi jam tayang stasiun televisi ini, walaupun beberapa acara non-anak masih dipertahankan. Program tersebut, seperti berita dan sinetron/drama/FTV klasik, terutama dari dalam negeri yang mulai ditayangkan sejak 2016.[58]

Penyiar

Direksi dan komisaris

Daftar direktur utama

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Michael Sonny Suryawan 2008 2009
2 Sofia Koswara 2009 2011
3 Lanny Rahardja 2011 2014
4 Maria Goretti Limi 2014 2015
5 Satrio Tjai 2015 2016
6 Artine Savitri Utomo[58] 2016 sekarang

Direksi saat ini

Nama Jabatan
Artine Savitri Utomo Direktur Utama
Wandy Suhendra Direktur Keuangan
Yeni Priana Direktur Pemrograman
Rudy J. Rianto Direktur Pemasaran dan Penjualan
Yudho Maruto Direktur Teknis

Komisaris saat ini

Nama Jabatan
Abed Nego Presiden Komisaris
Jonathan Tahir Komisaris
Wong Budi Setiawan Komisaris
Andreas Wiryanto Komisaris

Penghargaan

Tahun Award Kategori Hasil
2015 Panasonic Gobel Awards 2015 Program Spesial Events (1 Jam Bersama) Nominasi
2017 Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2017 Musik Anak (Pesta Sahabat) Menang
Panasonic Gobel Awards 2017 Program Spesial Events (Pesta Sahabat) Nominasi
Panasonic Gobel Awards 2017 Lagu Tema Drama Seri (Angling Dharma) Menang
2019 Panasonic Gobel Awards 2019 Program Spesial Events (RTV 5 Makin Cakep: Hey Tayo) Nominasi

Lihat pula

Referensi

  1. ^ B-Channel berganti menjadi RTV
  2. ^ RTV Rilis 2 Program Andalan Baru yang Ramah Anak
  3. ^ Alamat stasiun TV seluruh Indonesia
  4. ^ Indahnya Puasa (1): “Hemat Bukan Pelit”
  5. ^ a b Assalamu'alaikum penggiat TV Islam
  6. ^ Penerimaan Gambar TV di Cikarang Buram
  7. ^ Re:tv-islam Re: 2 TV Baru di Jakarta
  8. ^ a b Penjelasan tentang kaitan nama RCTI dan Rajawali Televisi..
  9. ^ Re: 2 TV Baru di Jakarta Imam Wahjono Thu, 15 Nov 2007 22:36:52 -0800
  10. ^ a b PROFIL B-CHANNEL
  11. ^ Setahun sebelum pensiun beneran
  12. ^ Satu Lagi, Saluran TV Lokal Jakarta
  13. ^ Anti Iklan Rokok, Televisi Lokal B-Channel Segera Hadir di Jabodetabek
  14. ^ B Channel Mulai Mengudara 1 November 2009
  15. ^ B Channel....B Inspired
  16. ^ a b B Channel ingin sebarkan virus-virus kebaikan
  17. ^ kalau gak salah, B channel sama dengan TV Nusantara..
  18. ^ Televisi B Channel Memproduksi Program Sendiri
  19. ^ B Channel Gelar Resepsi Massal di Senayan
  20. ^ B Channel: Memendek dan Nasional?
  21. ^ PUTUSAN Nomor 78/PUU-IX/2011 DEMI KEADILAN ..
  22. ^ Logo Baru ndtv Malang
  23. ^ mntv Surabaya Re-Brand ke B CHANNEL SURABAYA
  24. ^ B Channel Siarkan Liga Prancis
  25. ^ “Susah Move On” dari B CHANNEL
  26. ^ Apa itu Langit Rajawali B Channel?
  27. ^ Selamat Tinggal B Channel!
  28. ^ Ada apa dengan B Channel?
  29. ^ Inkonsistensi B Channel, Pertanda Apakah? (edited 22 Juni 2016)
  30. ^ a b RTV Mencari CEO
  31. ^ a b Manajemen RTV Janji Bebas Tayangan Sinetron
  32. ^ a b Peter Sondakh Ganti Nama BChannel Jadi Rajawali TV
  33. ^ Ini Dia Nama Baru Stasiun TV B Channel
  34. ^ Selamat atas Perubahan Namanya, Rajawali Televisi
  35. ^ Peresmian Rajawali Televisi Dihadiri SBY-JK
  36. ^ Mengapa Peter S. Pilih Rajawali untuk TV Barunya?
  37. ^ Rajawali Televisi dengan Logo Baru Segera Diluncurkan
  38. ^ RTV, Nama Baru B Channel?
  39. ^ Tak Lama Lagi, Rajawali TV Sesumbar Bakal Saingi RCTI & ANTV
  40. ^ Apa Program NET. dan RTV yang Paling Banyak Ditonton?
  41. ^ #AnalisaAlaGue : Rajawali Televisi, Go Forward!
  42. ^ Update : B Channel ke Rajawali TV? (edited 22 Juni 2016)
  43. ^ "RTV Tayangkan Piala Dunia U-17 2015". JUARA.net. 1 Oktober 2015. Diakses tanggal 16 Februari 2018. 
  44. ^ Mayapada Group Beli Sebagian Saham Rajawali Televisi
  45. ^ Mayapada Rambah Televisi
  46. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-13. Diakses tanggal 2018-02-13. 
  47. ^ "RTV Hadirkan Establishment Baru di KidZania Jakarta". RTV. Diakses tanggal 13 Februari 2018. 
  48. ^ "Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia U-20 akan Tayang di RTV". JUARA.net. 9 Mei 2017. Diakses tanggal 9 Februari 2018. 
  49. ^ http://www.rtv.co.id/pressreleasertv.php?id=64
  50. ^ DAFTAR IZIN PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI YANG SUDAH DITERBITKAN OLEH MENTERI KOMINFO SAMPAI DENGAN NOVEMBER 2017
  51. ^ Mengudara mulai 1 Juli 2016 sejak pisah kerjasama dengan TVKU.
  52. ^ TV Milik Peter Sondakh Utamakan Program Sendiri
  53. ^ RTV Akan Sasar Penonton Wanita
  54. ^ Begini Langkah RTV Perkuat Positioning di Program Ulang Tahun
  55. ^ Program Baru, RTV Makin Fokus di Tayangan untuk Anak
  56. ^ Evaluasi Tahunan, KPI Minta RTV Penuhi Kewajiban Siaran Program Lokal
  57. ^ Lewati Batas Maksimum Siaran Asing, KPI Tegur RTV
  58. ^ a b "Reuni Keluarga Besar PERSARI Bersama RTV". broadcastmagz. Diakses 30 Desember 2016.

Pranala luar