Kabupaten Langkat

kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia

Kabupaten Langkat (Jawi: كابوڤاتين لڠكت) adalah sebuah kabupaten yang terletak di Sumatra Utara, Indonesia. Ibu kotanya berada di Stabat.[3][4] Kabupaten Langkat terdiri dari 23 Kecamatan dengan luas 6.273,29 km² dan berpenduduk sejumlah 1.041.775 jiwa (2020).[1] Nama Langkat diambil dari nama Kesultanan Langkat yang dulu pernah ada di tempat yang kini merupakan kota kecil bernama Tanjung Pura, sekitar 20 km dari Stabat. Mantan wakil presiden Adam Malik pernah menuntut ilmu di sini.

Kabupaten Langkat
Kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia
Gapura selamat datang di Kabupaten Langkat
Gapura selamat datang di Kabupaten Langkat
Lambang Kabupaten Langkat.gif
Lambang
Motto: 
Bersatu Sekata Berpadu Berjaya
Lokasi Sumatera Utara Kabupaten Langkat.svg
Kabupaten Langkat is located in Sumatra
Kabupaten Langkat
Kabupaten Langkat
Kabupaten Langkat is located in Indonesia
Kabupaten Langkat
Kabupaten Langkat
Koordinat: 3°46′N 98°13′E / 3.77°N 98.22°E / 3.77; 98.22
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Ibu kotaBinjai (1946-1999)
Stabat (1999-sekarang)
Pemerintahan
 • BupatiTerbit Rencana Perangin Angin
 • Wakil BupatiSyah Afandin
Luas
 • Total6.273,29 km2 (2,422,13 sq mi)
Populasi
 • Total1.041.775 jiwa
 • Kepadatan166/km2 (430/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 89,41%
Kristen 9,42%
- Protestan 7,36%
- Katolik 2,06%
Buddha 0,87
Hindu 0,21%
Lainnya 0,08%[1]
 • BahasaMelayu dialek Langkat, Karo Gugung, Banjar, Aceh dll
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon061 dan 0620
Kode Kemendagri12.05 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan23 kecamatan (2020)
Jumlah kelurahan37 kelurahan (2020)
Jumlah desa240 desa (2020)
DAURp. 982.658.132.000.-(2013)[2]
Situs webhttp://www.langkatkab.go.id
Kantor Bupati Langkat

GeografiSunting

Batas WilayahSunting

Kabupaten Langkat Memiliki Batas Wilayah Sebagai Berikut:

Utara Selat Malaka
Timur Kabupaten Deli Serdang
Selatan Kabupaten Karo dan Kabupaten Deli Serdang
Barat Kabupaten Aceh Tamiang (Provinsi Aceh)

SejarahSunting

Masa Pemerintahan Belanda dan JepangSunting

Pada masa Pemerintahan Belanda, Kabupaten Langkat masih berstatus keresidenan dan kesultanan (kerajaan) dengan pimpinan pemerintahan yang disebut Residen dan berkedudukan di Binjai dengan Residennya Morry Agesten. Residen mempunyai wewenang mendampingi Sultan Langkat di bidang orang-orang asing saja sedangkan bagi orang-orang asli (pribumi/ bumiputera) berada di tangan pemerintahan kesultanan Langkat.

Kesultanan Langkat berturut-turut dijabat oleh:

1. Sultan Haji Musa Almahadamsyah 1865-1892, 2. Sultan Tengku Abdul Aziz Abdul Jalik Rakhmatsyah 1893-1927 3. Sultan Mahmud 1927-1945/46

Di bawah pemerintahan Kesultanan dan Assisten Residen struktur pemerintahan disebut LUHAK dan di bawah luhak disebut Kejuruan (Raja kecil) dan Distrik, secara berjenjang disebut Penghulu Balai (Raja Kecil Karo) yang berada di desa. Pemerintahan Luhak dipimpin seorang Pangeran, Pemerintahan Kejuruan dipimpin seorang Datuk, Pemerintahan Distrik dipimpin seorang kepala Distrik, dan untuk jabatan kepala kejuruan/Datuk harus dipegang oleh penduduk asli yang pernah menjadi raja di daerahnya.

Pemerintahan Kesultanan di Langkat dibagi atas 3 (tiga) kepala Luhak, yakni: Luhak Langkat Hulu Berkedudukan di Binjai dipimpin oleh T.Pangeran Adil. Wilayah ini terdiri dari 3 Kejuruan dan 2 Distrik yaitu:

  • Kejuruan Selesai
  • Kejuruan Bahorok
  • Kejuruan Sei Bingai
  • Distrik Kwala
  • Distrik Salapian

Luhak Langkat Hilir Berkedudukan di Tanjung Pura dipimpin oleh Pangeran Tengku Jambak/ T. Pangeran Ahmad. Wilayah ini mempunyai 2 kejuruan dan 4 distrik yaitu:

  • Kejuruan Stabat
  • Kejuruan Bingei
  • Distrik Secanggang
  • Distrik Padang Tualang
  • Distrik Cempa
  • Distrik Pantai Cermin

Luhak Teluk Haru Berkedudukan di Pangkalan Berandan dipimpin oleh Pangeran Tumenggung (Tengku Djakfar). Wilayah ini terdiri dari satu kejuruan dan dua distrik.

  • Kejuruan Besitang meliputi Langkat Tamiang dan Salahaji.
  • Distrik Pulau Kampai
  • Distrik Sei Lepan

Masa KemerdekaanSunting

Awal 1942, kekuasaan pemerintah Kolonial Belanda beralih ke Pemerintahan jepang, namun sistem pemerintahan tidak mengalami perubahan, hanya sebutan Keresidenan berubah menjadi SYU, yang dipimpin oleh Syucokan. Afdeling diganti dengan Bunsyu dipimpin oleh Bunsyuco Kekuasaan Jepang ini berakhir pada saat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17-08-1945.

Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Sumatra dipimpin oleh seorang Gubernur yaitu Mr.Teuku Muhammad Hasan, sedangkan Kabupaten Langkat tetap dengan status keresidenan dengan asisten residennya atau kepala pemerintahannya dijabat oleh Tengku Amir Hamzah, yang kemudian diganti oleh Adnan Nur Lubis dengan sebutan Bupati.

Pada tahun 1947-1949, terjadi agresi militer Belanda I, dan II, dan Kabupaten Langkat terbagi dua, yaitu Pemerintahan Negara Sumatra Timur (NST) yang berkedudukan di Binjai dengan kepala Pemerintahannya Wan Umaruddin dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedudukan di Pangkalan Berandan, dipimpin oleh Tengku Ubaidulah. Berdasarkan PP No.7 Tahun 1956 secara administratif Kabupaten Langkat menjadi daerah otonom yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri dengan kepala daerahnya (Bupati) Netap Bukit.

Mengingat luas Kabupaten Langkat, maka Kabupaten Langkat dibagi menjadi 3 (tiga) kewedanan yaitu:

  • Kewedanan Langkat Hulu berkedudukan di Binjai
  • Kewedanan Langkat Hilir berkedudukan di Tanjung Pura
  • Kewedanan Teluk Haru berkedudukan di Pangkalan Berandan.

Pada tahun 1963 wilayah kewedanan dihapus sedangkan tugas-tugas administrasi pemerintahan langsung di bawah Bupati serta Assiten Wedana (Camat) sebagai perangkat akhir.

Pada tahun 1965-1966 jabatan Bupati Kdh. Tingkat II Langkat dipegang oleh seorang Caretaker (Pak Wongso) dan selanjutnya oleh Sutikno yang pada waktu itu sebagai Dan Dim 0202 Langkat. Dan secara berturut-turut jabatan Bupati Kdh. Tingkat II Langkat dijabat oleh: 1. T. Ismail Aswhin 1967 – 1974 2. HM. Iscad Idris 1974 – 1979 3. R. Mulyadi 1979 – 1984 4. H. Marzuki Erman 1984 – 1989 5. H. Zulfirman Siregar 1989 – 1994 6. Drs. H. Zulkifli Harahap 1994 – 1998 7. H. Abdul Wahab Dalimunthe, SH 3-9-1998 s/d 20-2-1999 8. H. Syamsul Arifin, SE 1999-2009 9. Ngogesa Sitepu: 2009 s/d sekarang

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Periode Wakil Bupati Keterangan
1 T Ismail Aswhin 1967 1974 1
2 M Iscad Idris 1974 1979 2
3 R Mulyadi 1979 1984 3
4 Marzuki Erman 1984 1989 4
5 Zulfirman Siregar 1989 1994 5
6 Zulkifli Harahap 1994 1998 6
7 Abdul Wahab Dalimunthe 3 September 1998 20 Februari 1999
8 Syamsul Arifin 20 Februari 1999 20 Februari 2004 7
20 Februari 2004 16 Juni 2008 8 Yunus Saragih
9 Yunus Saragih 16 Juni 2008 20 Februari 2009
10 Ngogesa Sitepu 20 Februari 2009 20 Februari 2014 9 Budiono [5]
20 Februari 2014 20 Februari 2019 10 Sulistiyanto
11   Terbit Rencana Perangin Angin 20 Februari 2019 Petahana 11 Syah Afandin [6]


Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Langkat dalam dua periode terakhir.[7][8]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 2   2
  Gerindra 5   7
  PDI-P 6   7
  Golkar 11   10
  NasDem 4   4
  PKS 3   3
  Perindo (baru) 3
  PPP 3   3
  PAN 2   4
  Hanura 3   0
  Demokrat 8   4
  PBB 3   3
Jumlah Anggota 50   50
Jumlah Partai 11   11


KecamatanSunting

PendudukSunting

Berdasarkan angka hasil Sensus Penduduk tahun 2000, penduduk Kabupaten Langkat berjumlah 902.986 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,14 persen pada periode 1990-2000 dan kepadatan penduduk sebesar 144,17 jiwa per km2. sedangkan tahun 1990 adalah sebesar 1,07 persen.

Untuk tahun 2008, berdasarkan hasil proyeksi penduduk Kabupaten Langkat bertambah menjadi 1.042.523 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,80 untuk periode 2005-2010.

Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Stabat yaitu sebanyak 83.223 jiwa sedangkan penduduk paling sedikit berada di Kecamatan Pematang Jaya sebesar 14.779 jiwa. Kecamatan Stabat merupakan kecamatan yang paling padat penduduknya dengan kepadatan 918 jiwa per km2 dan Kecamatan Batang Serangan merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk terkecil yaitu sebesar 42 jiwa per km2.

Jumlah penduduk Kabupaten Langkat per jenis kelamin lebih banyak laki-laki dibandingkan penduduk perempuan. Pada tahun 2008 jumlah penduduk laki-laki sebesar 521.484 jiwa, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 521.039 jiwa dengan rasio jenis kelamin sebesar 100,09 persen.

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2000,[9] penduduk Kabupaten Langkat mayoritas bersuku bangsa Jawa (56,87 persen), baru Melayu (14,93 persen), diikuti dengan suku Karo (10,22 persen), Batak (4,76 persen), Madina (2,54 persen), Aceh (2,29 persen), Minang (1,29 persen), Cina (0,88 persen) dan lainnya (6,3 persen). Sedangkan agama yang dianut penduduk Kabupaten Langkat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Langkat tahun 2020 mencatat bahwa mayoritas warga memeluk agama Islam yakni 89,41%, kemudian Kristen 9,42% (Protestan 7,36% dan Katolik 2,06%), Buddha 0,87%, Hindu 0,21% dan lainnya 0,08%.[1]

Suku di Kabupaten Langkat
Suku Persen
Jawa
  
56,87
Melayu
  
14,93
Karo
  
10,22
Batak
  
4,76
Lainnya
  
13,22

PariwisataSunting

Objek wisataSunting

Media massaSunting

RadioSunting

Masyarakat di Kabupaten Langkat dapat menikmati beberapa stasiun radio, terdiri dari radio lokal dan nasional (catatan: daftar di bawah ini juga dapat didengarkan di Kota Medan dan sekitarnya).

Frekuensi Signal Nama Stasiun
88.0-MHz FM FeMale Radio Masima RadioNet
88.4-MHz Pro 4 RRI Radio Republik Indonesia
88.8-MHz Pro 3 RRI
89.2-MHz Pasopati Perkasa Radio
89.6-MHz Visi FM Kardopa Group
90.4-MHz Sonora FM KG Radio Network
90.8-MHz Mix FM Kiss Network
91.6-MHz UMSU M-Radio UMSU
92.4-MHz Pro 2 RRI Radio Republik Indonesia
92.8-MHz Lite FM Kiss Network
93.2-MHz Elshinta Radio Elshinta Media
94.3-MHz Pro 1 RRI Radio Republik Indonesia
94.7-MHz Suara Medan Radio
95.1-MHz MNC Trijaya FM MNC Networks
95.5-MHz Citra Buana Radio
95.9-MHz City FM City Media Group
96.3-MHz Medan FM City Media Group
96.7-MHz RDI MNC Networks
97.5-MHz Prambors Masima RadioNet
98.3-MHz I-Radio MRA Media
99.1-MHz Most FM
99.5-MHz Kardopa Radio Kardopa Group
99.9-MHz Radio Istana MBC
100.5-MHz Mutiara FM
101.4-MHz Radio Roris Shintarahma
101.8-MHz Smart FM KG Radio Network
102.2-MHz Alnora FM
102.6-MHz Star FM Kiss Network
103.0-MHz Best FM
103.8-MHz A Radio Lumut Media
104.2-MHz Radio Maria
105.0-MHz Kiss FM Kiss Network
105.8-MHz Delta FM Masima RadioNet
106.2-MHz Kardopa Radio Kardopa Group
106.6-MHz Sonya FM Kiss Network
107.3-MHz Lips FM
107,8-MHz Jawa Radio

TelevisiSunting

Masyarakat di Kabupaten Langkat dapat menikmati beberapa stasiun televisi, terdiri dari TV lokal dan nasional (catatan: daftar di bawah ini juga dapat disaksikan di Kota Medan dan sekitarnya).

Kanal Signal Frekuensi Nama Nama Perusahaan Pemilik Status
Analog (PAL, hingga 16 Agustus 2022[10])
23 487.25 MHz UHF Indosiar PT Indosiar Medan Televisi Surya Citra Media Nasional
25 503.25 MHz MNCTV PT TPI Empat Media Nusantara Citra
27 519.25 MHz Trans TV PT Trans TV Medan Palembang Trans Media
29 535.25 MHz antv PT Cakrawala Andalas Televisi Medan dan Batam Visi Media Asia
31 551.25 MHz GTV PT GTV Empat Media Nusantara Citra
33 567.25 MHz RCTI PT RCTI Empat
35 583.25 MHz SCTV PT Surya Citra Visi Media Surya Citra Media
37 599.25 MHz tvOne PT Lativi Media Karya Medan dan Pekanbaru Visi Media Asia
39 615.25 MHz Metro TV PT Media Televisi Medan Media Group
41 631.25 MHz Trans7 PT Trans7 Medan Palembang Trans Media
43 647.25 MHz NET. PT Televisi Anak Medan Net Visi Media
45 663.25 MHz iNews PT Deli Media Televisi Media Nusantara Citra
47 679.25 MHz TVRI Nasional Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia
TVRI Sumatera Utara Pemerintah Sumatra Utara Lokal
49 695.25 MHz DAAI TV PT Daya Angkasa Andalas Indah Televisi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Lokal berjaringan
53 727.25 MHz RTV PT Cahaya Nusantara Perkasa Televisi Rajawali Corpora Nasional
55 737.25 MHz MYTV PT Waktu Mekar Sari Alam Mayapada Group Lokal berjaringan
57 759.25 MHz Berita TV PT Tayangan Berita Medan Televisi Lokal
59 775.25 MHz Kompas TV PT Kompas TV Media Informasi KG Media Nasional
61 783.25 MHz Toba TV PT Sibolga Medan Bersama CTV Network Lokal
Digital (DVB-T2)
28 530 MHz UHF TVRI Nasional Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia Nasional
TVRI Sumatera Utara Lokal
TVRI Kanal 3/TVRI World Nasional
TVRI Sport HD
Nusantara TV PT Nusantara Media Mandiri Tapanuli NT Corp
Inspira TV PT Untukmu Indonesia Medan Inspira Media
RTV PT Cahaya Nusantara Perkasa Televisi Rajawali Corpora
NET. PT Televisi Anak Medan Net Visi Media
30 546 MHz Trans TV HD PT Trans TV Medan Palembang Trans Media
Trans7 HD PT Trans7 Medan Palembang
CNN Indonesia HD
CNBC Indonesia HD
Kompas TV PT Kompas TV Media Informasi KG Media
DAAI TV PT Daya Angkasa Andalas Indah Televisi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Lokal berjaringan
34 578 MHz SCTV HD PT Surya Citra Visi Media Surya Citra Media Nasional
Indosiar HD PT Indosiar Medan Televisi
O Channel HD
Mentari TV HD
36 594 MHz MetroTV HD PT Media Televisi Medan Media Group
Magna Channel HD
BNTV HD
MYTV PT Waktu Mekar Sari Alam Mayapada Group
40 626 MHz antv PT Cakrawala Andalas Televisi Medan dan Batam Visi Media Asia
tvOne PT Lativi Media Karya Medan dan Pekanbaru
42 642 MHz RCTI HD PT RCTI Empat Media Nusantara Citra
MNCTV HD PT TPI Empat
GTV HD PT GTV Empat
iNews HD PT Deli Media Televisi

BerlanggananSunting

Surat kabarSunting

Masyarakat di Kabupaten Langkat dapat menikmati beberapa surat kabar, terdiri dari surat kabar lokal dan nasional (catatan: daftar di bawah ini juga dapat dibacakan di Kota Medan dan sekitarnya).

NasionalSunting

Nama Jenis Perusahaan Bahasa
Koran Sindo Nasional Media Nusantara Citra Indonesia
Investor Daily BeritaSatu Media Holdings
Kompas KG Media
Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Media Indonesia Media Group
Kontan KG Media
Koran Jakarta Berita Nusantara
Republika Mahaka Media
The Jakarta Post Bina Media Tenggara Inggris
Indonesia Shang Bao Bisnis Indonesia Group Mandarin
Harian Indonesia Mahaka Media
Guo Ji Ri Bao Mayapada Group

LokalSunting

  1. Analisa, terletak di Medan Barat, Medan.
  2. Hao Bao Daily, terletak di Medan Barat, Medan.
  3. Medan Pos, terletak di Medan Barat, Medan.
  4. Waspada, terletak di Medan Maimun, Medan.
  5. Mimbar Umum, terletak di Medan Denai, Medan.
  6. Sinar Indonesia Baru, terletak di Medan Maimun, Medan.

Tokoh TerkenalSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Kabupaten Langkat Dalam Angka 2020" (pdf). www.langkatkab.bps.go.id. Diakses tanggal 17 Oktober 2020. 
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Désémber 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  4. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  5. ^ "Ngogesa Sitepu/Budiono Menangkan Pilkada Langkat". Kompas.com. 24 Desember 2008. Diakses tanggal 22 Januari 2018. 
  6. ^ "Lantik Bupati Langkat dan Wakilnya, Ini Pesan Gubernur Edy Rahmayadi". iNews.ID. 2019-02-20. Diakses tanggal 2020-05-26. 
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Langkat Periode 2014-2019
  8. ^ "Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Langkat 2019-2024". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-13. Diakses tanggal 2020-05-18. 
  9. ^ https://jdihn.go.id/files/603/2019-12-12_1576123181_PERDA-No-1---2016-(RPJMD-2014---2019).pdf
  10. ^ "Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran". Kemenkominfo. Diakses tanggal 12 Mei 2021. 

Pranala luarSunting