Buka menu utama

Kabupaten Dharmasraya

kabupaten di Sumatera Barat

Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Pada kawasan ini dahulunya pernah menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan kerajaan Melayu. Ibu kota Kabupaten Dharmasraya adalah Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38 Tahun 2003, dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sijunjung. Kabupaten Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo.

Kabupaten Dharmasraya
كابوڤاتين ضارمسراي
Lambang Kabupaten Dharmasraya.png
Lambang Kabupaten Dharmasraya
كابوڤاتين ضارمسراي


Moto: Tau Jo Nan Ampek


Kantor Bupati Dharmasraya
Kantor Bupati Dharmasraya
Lokasi Sumatra Barat Kabupaten Dharmasraya.svg
Peta lokasi Kabupaten Dharmasraya
كابوڤاتين ضارمسراي di Sumatra Barat
Koordinat: 0°47'7" LS – 1°41'56" LS
101°9'21" BT – 101°54'27" BT
Provinsi Sumatra Barat
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003
Tanggal peresmian 7 Januari 2004
Ibu kota Pulau Punjung
Pemerintahan
-Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan
APBD
-DAU Rp. 400.374.128.000.-(2013)[1]
Luas 2.961,13 km2
Populasi
-Total {{{penduduk}}} (2015)[2]
-Kepadatan 77,44[3]
Demografi
-Kode area telepon 0754
Pembagian administratif
-Kecamatan 11
-Kelurahan 52 nagari
Simbol khas daerah
Situs web www.dharmasrayakab.go.id

Daftar isi

SejarahSunting

 
Balai nagari Silago pada tahun 1877-1879

Nama kabupaten ini diambil dari manuskrip yang terdapat pada prasasti Padang Roco[4], di mana pada prasasti itu disebutkan Dharmasraya sebagai ibu kota dari kerajaan Melayu waktu itu. Kerajaan ini muncul setelah kejatuhan kerajaan Sriwijaya pada abad 13-14, di mana daerah kekuasaan kerajaan ini merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya sebelumnya, yaitu mulai dari Semenanjung Malaya hingga Sumatra. Hal ini dapat dibuktikan dari Prasasti Grahi di Chaiya, selatan Thailand serta catatan dalam naskah Cina yang berjudul Zhufan Zhi (諸蕃志) karya Zhao Rugua tahun 1225[5].

Dan kemudian kerajaan ini menjalin hubungan dengan Kerajaan Singhasari, sebagaimana yang terpahat pada Prasasti Padang Roco[6][7]. Selain itu nama Dharmasraya juga disebutkan dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit, Nagarakretagama[8] sebagai salah satu daerah vasal. Kabupaten Dharmasraya ini merupakan salah satu dari 3 kabupaten baru hasil pemekaran kabupaten Sawahlunto/Sijunjung sebelumnya, yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, kabupaten Solok Selatan dan kabupaten Pasaman Barat di provinsi Sumatra Barat, dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.

GeografisSunting

Secara geografi Kabupaten Dharmasraya berada di ujung tenggara Provinsi Sumatra Barat, dengan topografi daerah bervariasi antara berbukit, bergelombang, dan datar dengan variasi ketinggian dari 100 m - 1.500 m di atas permukaan laut. Sebagian besar jenis tanah di Kabupaten Dharmasraya berjenis Podzolik Merah Kuning (PMK), dengan penggunaan lahan yang didominasi untuk peruntukan hutan hujan tropik seluas 133.186 Ha (44,98 %) dan lahan perkebunan seluas 118.803 Ha (40,12 %) sedangkan untuk penggunaan lain sebesar (14.90 %). Suhu udara di kabupaten ini berkisar antara 21 °C – 33 °C dengan rata-rata hari hujan 14.35 hari per bulan dan rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan[9].

Batas WilayahSunting

Batas wilayah kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut;

Utara Sijunjung
Timur Kuantan Singingi, Riau
Selatan Bungo dan Tebo, Jambi
Barat Solok dan Solok Selatan

PemerintahanSunting

Aktivitas pemerintah daerah Kabupaten Dharmasraya secara resmi setelah dilantiknya Penjabat Bupati Dharmasraya Ahmad Munawar .MM pada tanggal 10 Januari 2004 dan sejak tanggal 12 Agustus 2005 Kabupaten Dharmasraya telah memiliki bupati definitif hasil Pilkada secara langsung, yaitu H. Marlon Martua Dt. Rangkayo Mulie, S.E. dan Ir. Tugimin sebagai wakilnya. Pada pilkada 2010, terpilih pasangan H. Adi Gunawan, M.M. dan H. Syafruddin R. sebagai bupati dan wakil bupati Dharmasraya periode 2010-2015, keduanya dilantik 12 Agustus 2010. Tanggal 09 Desember 2015, digelar pilkada serentak dan terpilih Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Amrizal Dt Rajo Medan sebagai wakilnya.

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai Menjabat Selesai Menjabat Periode Ket. Wakil Bupati
*
Ahmad Munawar
10 Januari 2004
14 Mei 2004
*
  • Penjabat Bupati[10][11]
  • Meninggal dunia saat menjabat
lowong
*
Asrul Syukur
14 Mei 2004
12 Agustus 2005
*
lowong
1
Marlon Martua Situmeang
12 Agustus 2005
12 Agustus 2010
1
Tugimin
2
Adi Gunawan
12 Agustus 2010
12 Agustus 2015
2
Syafrudin R.
*
Syafrizal
12 Agustus 2015
17 Februari 2016
*
lowong
3
 
Sutan Riska Tuanku Kerajaan
17 Februari 2016
petahana
3
Amrizal Datuak Rajo Medan

Dewan PerwakilanSunting

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Dharmasraya

KecamatanSunting

PerhubunganSunting

Kabupaten ini berada di persimpangan Jalur Lintas Sumatra yang menghubungkan antara Padang, Pekanbaru, hingga Jambi.

KependudukanSunting

Jumlah penduduk Kabupaten Dharmasraya berdasarkan sensus tahun 2010 sebanyak 191.422 jiwa dengan rasio jenis kelamin 107. Sedangkan jumlah angkatan kerja 80.911 orang dengan jumlah pengangguran 5.360 orang.[17] Konsentrasi penduduk terbesar tinggal di Kecamatan Koto Baru dan Sungai Rumbai. Sepertiga penduduk kabupaten ini merupakan transmigran dari berbagai daerah di Pulau Jawa, yang semula dipindahkan untuk memanfaatkan ladang tidur yang terhampar luas di kabupaten ini sekaligus membuka lapangan kerja baru. Proses transmigrasi ini terjadi antara tahun 1976 hingga 2002, dan pusat transmigrasi berada di Kecamatan Sitiung.

Perkembangan Populasi Kabupaten Dharmasraya
Tahun Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kepadatan Penduduk
2000 144.288 jiwa 2,46% 48,73 jiwa/km²
2004 169.871 jiwa 4,24% 57,37 jiwa/km²
2008 180.915 jiwa 2,48% 61,10 jiwa/km²
2009 186.354 jiwa 2,79% 62,94 jiwa/km²
2007 191.422 jiwa 3,09% 64,64 jiwa/km²
Sumber:[18]

EkonomiSunting

Perekonomian di Kabupaten Dharmasraya sampai dengan tahun 2006 selalu menunjukkan perkembangan yang cukup berarti. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000 yang terus mengalami peningkatan. Nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya atas dasar harga berlaku pada tahun 2006 tercatat sebesar 1,513 triliun rupiah sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000 maka pada tahun 2006 tercatat sebesar 899,308 miliar rupiah.

Dengan membandingkan nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000, sampai dengan tahun 2006 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dharmasraya selalu menunjukkan kecenderungan yang selalu meningkat. Pada tahun 2006 tercatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,27% di mana pada tahun 2005 tercatat sebesar 5,46%.

Pertumbuhan ekonomi yang dicapai Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2006 relatif lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi yang dicapai pada tahun 2005, di mana pada tahun 2005 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dharmasraya hanya mengalami pertumbuhan sebesar 5,46 persen. Secara nominal, nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya menurut harga berlaku tahun 2006 tercatat sebesar 1,51 triliun rupiah, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 17,28 persen dibandingkan dengan nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya tahun 2005. Sedangkan secara riil perekonomian Kabupaten Dharmasraya yang ditunjukkan oleh nilai PDRB berdasarkan harga konstan tahun 2000 mencapai 899,31 miliar rupiah tahun 2006 yang berarti mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 6,27 persen, di mana pada tahun 2005 nilai PDRB mencapai 802,39 miliar rupiah.

PDRB atau PRB per kapita atas dasar harga berlaku adalah salah satu indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk suatu daerah.

PDRB Per kapita merupakan hasil bagi antara nilai nominal PDRB dengan jumlah Penduduk pertengahan tahun sebanyak 170.440 jiwa.

PDRB Regional Per kapita menunjukkan perkiraan rata-rata pendapatan penduduk suatu daerah yang merupakan PDRB dikurangi penyusutan dan pajak tak langsung netto, dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

Kondisi PDRB Per kapita maupun Pendapatan Regional Per kapita untuk Tahun 2006 di Kabupaten Dharmasraya mengalami peningkatan, di mana pada tahun 2006 tercatat kenaikan pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Dharmasraya mencapai 13,75 persen dengan nilai 8,9 juta rupiah per orang per tahun, terlihat lebih tinggi dari per kapita tahun 2005 yakni hanya 7,8 juta per orang per tahun.

Sedangkan PDRB Regional Per kapita juga mengalami peningkatan, di mana pada tahun 2005 tercatat sebesar 7,4 juta rupiah dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 8,4 juta rupiah atau mengalami peningkatan sebesar 13,75 persen.

Perkembangan sektor-sektor ekonomi produktif baik dalam skala besar maupun skala rumah tangga juga menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya nilai Per kapita maupun Pendapatan Regional Per kapita untuk Tahun 2006 di Kabupaten Dharmasraya. Meningkatkan daya saing usaha dengan berkembangnya usaha-usaha produktif di setiap sektor ekonomi yang didukung oleh keberadaan sarana dan parasarana penunjang juga salah satu faktor yang mampu meningkatkan pendapatan per kapita Kabupaten Dharmasraya.

Potensi DaerahSunting

Kabupaten Dharmasraya berkembang sebagai salah satu penghasil kelapa sawit atau buah pasir menurut istilah setempat. Di samping itu, kabupaten ini juga merupakan produsen berbagai jenis tanaman keras lainnya, seperti kulit manis, karet, kelapa, gambir, kopi, cokelat, cengkih, dan pinang. Lahan perkebunan di sana lebih didominasi karet dan sawit. Penghasil kelapa sawit paling banyak di kabupaten ini adalah Kecamatan Sungai Rumbai.

Selain itu terdapat potensi tambang yang hingga detik ini belum tergarap, yakni batu bara, batu kapur, pasir kuarsa, emas, lempung kuarsit, dan sebagainya. Kabupaten ini masih baru dan masih dalam tahap mengembangkan diri dengan membuka peluang investasi seluas-luasnya. Ditunjang dengan posisi strategisnya di Sumatra (dilintasi Jalur Lintas Tengah Sumatra sepanjang 100 km), maka Dharmasraya cepat menjadi kawasan yang maju dan tumbuh sebagai wilayah perdagangan dan jasa. (Sumber: Kompas dan sumber lainnya)

PariwisataSunting

Sosial BudayaSunting

Pada budaya PopulerSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Barat, 2010, 2014, dan 2015". Hak Cipta © 2018 Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Barat. 24 May 2016. Diakses tanggal 19 Juli 2018. 
  3. ^ "Distribusi Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2005-2016". BPS Sumbar. Diakses tanggal 19 Juli 2018. 
  4. ^ Muljana, Slamet, (1981), Kuntala, Sriwijaya Dan Suwarnabhumi, Jakarta: Yayasan Idayu, hlm. 223.
  5. ^ Friedrich Hirth & W. W. Rockhill, (1911), Chao Ju-kua, His Work on the Chinese and Arab Trade in the Twelfth and Thirteen centuries, entitled Chu-fan-chi, St Petersburg.
  6. ^ Slamet Muljana, (2006), Sriwijaya, Yogyakarta: LKIS.
  7. ^ R.Pitono Hardjowardojo, (1966), Adityawarman, Sebuah Studi tentang Tokoh Nasional dari Abad XIV, Bhratara, Djakarta
  8. ^ Brandes, J.L.A., (1902), Nāgarakrětāgama; Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara, Hajam Wuruk, van Madjapahit, naar het eenige daarvan bekende handschrift, aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok.
  9. ^ http://www.dharmasrayakab.go.id Iklim dan Wilayah (diakses pada 12 Juli 2010)
  10. ^ "Ahmad Munawar Bagian dari Sejarah Dharmasraya". patronnews.co.id. PATRONNEWS. 06-01-2019. Diakses tanggal 20-07-2019. 
  11. ^ Roni Budiarta (06-01-2019). "Jelang HUT Ke 14 Dharmasraya, Pemkab Anjangsana ke Makam Ahmad Munawar". covesia.com. ARCHIPELAGO. Diakses tanggal 20-07-2019. 
  12. ^ "Daerah Transmigran yang Tumbuh dan Potensial". perpustakaan.bappenas.go.id. BAPPENAS RI. 08-07-2004. Diakses tanggal 20-07-2019. 
  13. ^ "Paripurna HUT Dharmasraya ke 14 Khidmad dan Sukses - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya". Pemerintah Kabupaten Dharmasraya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Diakses tanggal 2019-07-19. 
  14. ^ "PELANTIKAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI DHARMASRAYA". Pro 1 RRI PADANG. 2010-08-13. Diakses tanggal 2019-07-19. 
  15. ^ Al Mangindo Kayo (12-08-2015). "Syafrizal Dikukuhkan jadi Pj Bupati Dharmasraya". valora.co.id. VALORA. Diakses tanggal 20-07-2019. 
  16. ^ "Pilkada Kabupaten Dharmasraya". pilkada2015.kpu.go.id. Diakses tanggal 20-07-2019. 
  17. ^ "Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Barat, 2010, 2014, dan 2015". Hak Cipta © 2018 Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Barat. 24 May 2016. Diakses tanggal 19 Juli 2018. 
  18. ^ Profil Kabupaten Dharmasraya

Pranala luarSunting