Buka menu utama

Tipe tanah podsolik merah-kuning (PMK) adalah jenis tanah mineral tua dengan ciri warna kekuningan atau kemerahan. Di Indonesia, PMK banyak ditemukan di Sumatra dan Jawa Barat. Warna kuning dan merah disebabkan karena longgokan besi dan aluminum yang teroksidasi. Mineral lempung penyusunnya didominasi oleh silikat.

Batasan yang dibuat oleh USDA adalah "sekelompok tanah masam yang perkembangannya lanjut, dengan atusan (drainasi) baik, memiliki horizon organik dan organik-mineral yang tipis di atas horizon tercuci berwarna cerah di atas horizon yang lebih berlempung berwarna merah, merah kekuningan, atau kuning. Bahan induk lebih kurangnya adalah bersilikat. Horizon-horizon jeluk dalam memiliki garis-garis menjala atau bercak-bercak kasar berwarna merah, kuning, coklat, atau kelabu cerah adalah penciri tanah Podsolik Merah-Kuning apabila bahan induknya tebal."[1]

Sebagaimana tanah podsol lainnya, tanah ini dikenal bermasalah untuk digunakan dalam budidaya tanaman semusim karena kemasaman rendah sehingga fosfor, salah satu hara penting bagi tumbuhan, tidak tersedia bagi akar untuk diserap. Persoalan lainnya adalah tingginya kandungan aluminum terlarut, sehingga meracun (toksik) bagi banyak tanaman. Meskipun demikian, banyak tanaman pohon yang tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ini karena membentuk lapisan humus pada permukaannya.

RujukanSunting

  1. ^ Simonson RW. Genesis and Classification of Red-Yellow Podzolic Soils. Division of Soil Survey, Bureau of Plant Industry, Soils, and Agricultural Engineering, Agricultural Research Administration, U. S. Dept, of Agriculture.