Fosforus

unsur kimia dengan lambang P dan nomor atom 15

Fosforus adalah unsur kimia dengan lambang P dan nomor atom 15. Fosforus unsur ada dalam dua bentuk utama, fosforus putih dan fosforus merah, tetapi karena sangat reaktif, fosforus tidak pernah ditemukan sebagai unsur bebas di Bumi. Ia memiliki konsentrasi di kerak Bumi sekitar satu gram per kilogram (dibandingkan dengan tembaga yang sekitar 0,06 gram). Dalam mineral, fosforus umumnya terjadi sebagai fosfat.

Fosforus,  15P
Bentuk-bentuk fosforus
Putih seperti lilin
Merah cerah
Merah tua dan ungu
Phosphorus spectrum visible.png
Garis spektrum fosforus
Sifat umum
Nama, lambangfosforus, P
Pengucapan/fosforus/[1]
Alotropputih, merah, ungu, hitam dan lainnya (lihat alotrop fosforus)
Penampilanputih, merah dan ungu tampak seperti lilin, hitam tampak seperti metalik
Kelimpahan
di kerak Bumi5,2 (silikon = 100)
Fosforus dalam tabel periodik
Hidrogen (diatomic nonmetal)
Helium (noble gas)
Litium (alkali metal)
Berilium (alkaline earth metal)
Boron (metalloid)
Karbon (polyatomic nonmetal)
Nitrogen (diatomic nonmetal)
Oksigen (diatomic nonmetal)
Fluorin (diatomic nonmetal)
Neon (noble gas)
Natrium (alkali metal)
Magnesium (alkaline earth metal)
Aluminium (post-transition metal)
Silikon (metalloid)
Fosforus (polyatomic nonmetal)
Belerang (polyatomic nonmetal)
Klorin (diatomic nonmetal)
Argon (noble gas)
Kalium (alkali metal)
Kalsium (alkaline earth metal)
Skandium (transition metal)
Titanium (transition metal)
Vanadium (transition metal)
Kromium (transition metal)
Mangan (transition metal)
Besi (transition metal)
Kobalt (transition metal)
Nikel (transition metal)
Tembaga (transition metal)
Seng (transition metal)
Galium (post-transition metal)
Germanium (metalloid)
Arsen (metalloid)
Selenium (polyatomic nonmetal)
Bromin (diatomic nonmetal)
Kripton (noble gas)
Rubidium (alkali metal)
Stronsium (alkaline earth metal)
Itrium (transition metal)
Zirkonium (transition metal)
Niobium (transition metal)
Molibdenum (transition metal)
Teknesium (transition metal)
Rutenium (transition metal)
Rodium (transition metal)
Paladium (transition metal)
Perak (transition metal)
Kadmium (transition metal)
Indium (post-transition metal)
Timah (post-transition metal)
Antimon (metalloid)
Telurium (metalloid)
Iodin (diatomic nonmetal)
Xenon (noble gas)
Sesium (alkali metal)
Barium (alkaline earth metal)
Lantanum (lanthanide)
Serium (lanthanide)
Praseodimium (lanthanide)
Neodimium (lanthanide)
Prometium (lanthanide)
Samarium (lanthanide)
Europium (lanthanide)
Gadolinium (lanthanide)
Terbium (lanthanide)
Disprosium (lanthanide)
Holmium (lanthanide)
Erbium (lanthanide)
Tulium (lanthanide)
Iterbium (lanthanide)
Lutesium (lanthanide)
Hafnium (transition metal)
Tantalum (transition metal)
Wolfram (transition metal)
Renium (transition metal)
Osmium (transition metal)
Iridium (transition metal)
Platina (transition metal)
Emas (transition metal)
Raksa (transition metal)
Talium (post-transition metal)
Timbal (post-transition metal)
Bismut (post-transition metal)
Polonium (post-transition metal)
Astatin (metalloid)
Radon (noble gas)
Fransium (alkali metal)
Radium (alkaline earth metal)
Aktinium (actinide)
Torium (actinide)
Protaktinium (actinide)
Uranium (actinide)
Neptunium (actinide)
Plutonium (actinide)
Amerisium (actinide)
Kurium (actinide)
Berkelium (actinide)
Kalifornium (actinide)
Einsteinium (actinide)
Fermium (actinide)
Mendelevium (actinide)
Nobelium (actinide)
Lawrensium (actinide)
Ruterfordium (transition metal)
Dubnium (transition metal)
Seaborgium (transition metal)
Bohrium (transition metal)
Hasium (transition metal)
Meitnerium (unknown chemical properties)
Darmstadtium (unknown chemical properties)
Roentgenium (unknown chemical properties)
Kopernisium (transition metal)
Nihonium (unknown chemical properties)
Flerovium (post-transition metal)
Moskovium (unknown chemical properties)
Livermorium (unknown chemical properties)
Tenesin (unknown chemical properties)
Oganeson (unknown chemical properties)
N

P

As
silikonfosforusbelerang
Nomor atom (Z)15
Golongangolongan 15 (pniktogen)
Periodeperiode 3
Blokblok-p
Kategori unsur  nonlogam poliatomik
Berat atom standar (Ar)
  • 30,973761998±0,000000005
  • 30,974±0,001 (diringkas)
Konfigurasi elektron[Ne] 3s2 3p3
Elektron per kelopak2, 8, 5
Sifat fisik
Fase pada STS (0 °C dan 101,325 kPa)padat
Titik leburputih: 317,3 K ​(44,15 °C, ​111,5 °F)
merah: ∼860 K (∼590 °C, ∼1090 °F)[2]
Titik didihputih: 553,7 K ​(280,5 °C, ​536,9 °F)
Titik sublimasimerah: ≈689,2–863 K ​(≈416–590 °C, ​≈780,8–1094 °F)
ungu: 893 K (620 °C, 1148 °F)
Kepadatan mendekati s.k.putih: 1,823 g/cm3
merah: ≈2,2–2,34 g/cm3
ungu: 2,36 g/cm3
hitam: 2,69 g/cm3
Kalor peleburanputih: 0,66 kJ/mol
Kalor penguapanputih: 51,9 kJ/mol
Kapasitas kalor molarputih: 23,824 J/(mol·K)
Tekanan uap (putih)
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T (K) 279 307 342 388 453 549
Tekanan uap (merah, t.d. 431 °C)
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T (K) 455 489 529 576 635 704
Sifat atom
Bilangan oksidasi−3, −2, −1, 0,[3] +1,[4] +2, +3, +4, +5 (oksida agak asam)
ElektronegativitasSkala Pauling: 2,19
Energi ionisasike-1: 1011,8 kJ/mol
ke-2: 1907 kJ/mol
ke-3: 2914,1 kJ/mol
(artikel)
Jari-jari kovalen107±3 pm
Jari-jari van der Waals180 pm
Lain-lain
Kelimpahan alamiprimordial
Struktur kristalkubus berpusat badan (bcc)
Struktur kristal Bodycentredcubic untuk fosforus
Konduktivitas termalputih: 0,236 W/(m·K)
hitam: 12,1 W/(m·K)
Arah magnetputih, merah, ungu, hitam: diamagnetik[5]
Suseptibilitas magnetik molar−20,8×10−6 cm3/mol (293 K)[6]
Modulus Bulkputih: 5 GPa
merah: 11 GPa
Nomor CAS7723-14-0 (merah)
12185-10-3 (putih)
Sejarah
PenemuanH. Brand (1669)
Diketahui sebagai unsur kimia olehA. Lavoisier[7] (1777)
Isotop fosforus yang utama
Iso­top Kelim­pahan Waktu paruh (t1/2) Mode peluruhan Pro­duk
31P 100% stabil
32P renik 14,28 hri β 32S
33P renik 25,3 hri β 33S
| referensi | di Wikidata

Fosforus unsur pertama kali diisolasi sebagai fosforus putih pada tahun 1669. Fosforus putih memancarkan cahaya redup ketika terkena oksigen – maka namanya diambil dari mitologi Yunani, Φωσφόρος (phosphoros) yang berarti 'pembawa cahaya' (Latin Lucifer), merujuk pada "Bintang Fajar", planet Venus. Istilah fosforesensi, yang berarti cahaya setelah penerangan, berasal dari sifat fosforus ini, meskipun kata tersebut telah digunakan untuk proses fisik yang berbeda yang menghasilkan cahaya. Cahaya fosforus disebabkan oleh oksidasi fosforus putih (tetapi bukan merah) — sebuah proses yang sekarang disebut kemiluminesensi. Bersama dengan nitrogen, arsen, antimon, dan bismut, fosforus diklasifikasikan sebagai pniktogen.

Fosforus adalah unsur yang penting untuk menopang kehidupan, sebagian besar melalui fosfat, senyawa yang mengandung ion fosfat, PO43−. Fosfat merupakan komponen dari DNA, RNA, ATP, dan fosfolipid, senyawa kompleks yang mendasar bagi sel. Fosforus unsur pertama kali diisolasi dari urine manusia, dan abu tulang merupakan sumber fosfat awal yang penting. Tambang fosfat mengandung fosil karena fosfat hadir dalam endapan fosil sisa-sisa hewan dan kotoran. Tingkat fosfat yang rendah merupakan batas penting untuk pertumbuhan di beberapa sistem perairan. Sebagian besar senyawa fosforus yang ditambang dikonsumsi sebagai pupuk. Fosfat diperlukan untuk menggantikan fosforus yang dikeluarkan tanaman dari tanah, dan permintaan tahunannya meningkat hampir dua kali lebih cepat dari pertumbuhan populasi manusia. Aplikasi lainnya termasuk senyawa organofosfat dalam detergen, pestisida, dan agen saraf.

SejarahSunting

Unsur ini ditemukan oleh Hannig Brand pada tahun 1669 di Hamburg,Jerman. Dia menemukan unsur ini dengan cara 'menyuling' air urin melalui proses penguapan dan setelah dia menguapkan 50 ember air urin, dia baru menemukan unsur yang dia inginkan. Namanya berasal dari bahasa Yunani yaitu Phosphoros, Φωσφόρος (tetapi phosphorus di bahasa Latin) yang berarti 'pembawa terang' karena keunikannya yaitu bercahaya dalam gelap (glow-in-the dark). dan kini hasil temuan itu telah sangat berkembang dan sangat berguna bagi umat manusia.

Sifat-sifat menonjolSunting

Secara umum fosforus membentuk padatan putih yang lengket yang memiliki bau yang tak enak tetapi ketika murni menjadi tak berwarna dan transparan. Nonlogam ini tidak larut dalam air, tetapi larut dalam karbon disulfida. Fosforus murni terbakar secara spontan di udara membentuk fosforus pentoksida.

BentukSunting

Fosforus dapat berada dalam empat bentuk atau lebih alotrop: putih (atau kuning), merah, dan hitam (atau ungu). Yang paling umum adalah fosforus merah dan putih, keduanya mengelompok dalam empat atom yang berbentuk tetrahedral. Fosforus putih terbakar ketika bersentuhan dengan udara dan dapat berubah menjadi fosforus merah ketika terkena panas atau cahaya. Fosforus putih juga dapat berada dalam keadaan alfa dan beta yang dipisahkan oleh suhu transisi -3,8 °C. Fosforus merah relatif lebih stabil dan menyublim pada 170 °C pada tekanan uap 1 atm, tetapi terbakar akibat tumbukan atau gesekan. Alotrop fosforus hitam mempunyai struktur seperti grafit – atom-atom tersusun dalam lapisan-lapisan heksagonal yang menghantarkan listrik.

ManfaatSunting

  • Mainan yang bercahaya di kegelapan
  • Sumber lampu radioaktif
  • LED warna putih
  • Cathode Ray Tubes
  • Lampu Fluorescent
  • Sabun cuci

FosforSunting

Fosforus sering juga disebut dengan fosfor. Namun fosfor merujuk kepada zat yang dapat memendarkan cahayanya karena mengalami fosforesens. Fosforus dapat mengeluarkan cahaya dalam keadaan tertentu, tetapi fenomena ini bukan fosforesens, melainkan kemiluminesens.

ReferensiSunting

  1. ^ "Hasil Pencarian". KBBI Daring. Diakses tanggal 17 Juli 2022. 
  2. ^ "Phosphorus: Chemical Element". Encyclopædia Britannica. 
  3. ^ Wang, Yuzhong; Xie, Yaoming; Wei, Pingrong; King, R. Bruce; Schaefer, Iii; Schleyer, Paul v. R.; Robinson, Gregory H. (2008). "Carbene-Stabilized Diphosphorus". Journal of the American Chemical Society. 130 (45): 14970–1. doi:10.1021/ja807828t. PMID 18937460. 
  4. ^ Ellis, Bobby D.; MacDonald, Charles L. B. (2006). "Phosphorus(I) Iodide: A Versatile Metathesis Reagent for the Synthesis of Low Oxidation State Phosphorus Compounds". Inorganic Chemistry. 45 (17): 6864–74. doi:10.1021/ic060186o. PMID 16903744. 
  5. ^ Lide, D. R., ed. (2005). "Magnetic susceptibility of the elements and inorganic compounds". CRC Handbook of Chemistry and Physics (PDF) (edisi ke-86). Boca Raton (FL): CRC Press. ISBN 0-8493-0486-5. 
  6. ^ Weast, Robert (1984). CRC, Handbook of Chemistry and Physics. Boca Raton, Florida: Chemical Rubber Company Publishing. hlm. E110. ISBN 0-8493-0464-4. 
  7. ^ cf. "Memoir on Combustion in General" Mémoires de l'Académie Royale des Sciences 1777, 592–600. from Henry Marshall Leicester and Herbert S. Klickstein, A Source Book in Chemistry 1400–1900 (New York: McGraw Hill, 1952)