Hasium

unsur kimia dengan lambang Hs dan nomor atom 108
(Dialihkan dari Hassium)

Hasium (pengucapan: /ˈhæsiəm/ atau /ˈhɑːsiəm/[14]) adalah unsur kimia sintetik dalam sistem periodik unsur yang memiliki lambang Hs dan nomor atom 108. Dari kelimabelas isotop dari hasium yang diketahui, Hs-276 memiliki waktu-paruh paling lama, yaitu 1.1 jam.

Hasium,  108Hs
Konfigurasi elektron hasium
Sifat umum
Nama, lambanghasium, Hs
Pengucapan/hasium/
Hasium dalam tabel periodik
Hidrogen Helium
Lithium Berilium Boron Karbon Nitrogen Oksigen Fluor Neon
Natrium Magnesium Aluminium Silikon Fosfor Sulfur Clor Argon
Potasium Kalsium Skandium Titanium Vanadium Chromium Mangan Besi Cobalt Nikel Tembaga Seng Gallium Germanium Arsen Selen Bromin Kripton
Rubidium Strontium Yttrium Zirconium Niobium Molybdenum Technetium Ruthenium Rhodium Palladium Silver Cadmium Indium Tin Antimony Tellurium Iodine Xenon
Caesium Barium Lanthanum Cerium Praseodymium Neodymium Promethium Samarium Europium Gadolinium Terbium Dysprosium Holmium Erbium Thulium Ytterbium Lutetium Hafnium Tantalum Tungsten Rhenium Osmium Iridium Platinum Gold Mercury (element) Thallium Lead Bismuth Polonium Astatine Radon
Francium Radium Actinium Thorium Protactinium Uranium Neptunium Plutonium Americium Curium Berkelium Californium Einsteinium Fermium Mendelevium Nobelium Lawrencium Rutherfordium Dubnium Seaborgium Bohrium Hassium Meitnerium Darmstadtium Roentgenium Copernicium Nihonium Flerovium Moscovium Livermorium Tennessine Oganesson
Os

Hs

(Uhb)
bohriumhasiummeitnerium
Nomor atom (Z)108
Golongangolongan 8
Periodeperiode 7
Blokblok-d
Kategori unsur  logam transisi
Nomor massa[269] (data tidak menentukan)[a]
Konfigurasi elektron[Rn] 5f14 6d6 7s2[3]
Elektron per kelopak2, 8, 18, 32, 32, 14, 2
Sifat fisik
Fase pada STS (0 °C dan 101,325 kPa)padat (diprediksi)[4]
Kepadatan mendekati s.k.27–29 g/cm3 (diprediksi)[5][6]
Sifat atom
Bilangan oksidasi(+2), (+3), (+4), (+6), +8[7][8][9] (tanda kurung: prediksi)
Energi ionisasike-1: 730 kJ/mol
ke-2: 1760 kJ/mol
ke-3: 2830 kJ/mol
(artikel) (diprediksi)[10]
Jari-jari atomempiris: 126 pm (diperkirakan)[11]
Jari-jari kovalen134 pm (diperkirakan)[12]
Lain-lain
Kelimpahan alamisintetis
Struktur kristalsusunan padat heksagon (hcp)
Struktur kristal Hexagonal close-packed untuk hasium

(diprediksi)[4]
Nomor CAS54037-57-9
Sejarah
Penamaandari Hassia, Latin untuk Hessen, Jerman, tempat di mana ia ditemukan[13]
PenemuanGesellschaft für Schwerionenforschung (1984)
Isotop hasium yang utama
Iso­top Kelim­pahan Waktu paruh (t1/2) Mode peluruhan Pro­duk
269Hs sintetis 16 dtk α 265Sg
270Hs sintetis 9 dtk α 266Sg
277mHs sintetis 130 dtk SF
| referensi | di Wikidata
Hasium Konfigurasi elektron

Hasium pertamakali terbentuk pada 1984 Gesellschaft für Schwerionenforschung (GSI) di Darmstadt, Jerman. Elemen ini dibentuk dengan menghantam timbal dengan besi dan isotop buatan 265 pada sebuah eksperimen yang dipimpin oleh Peter Armbruster dan Gottfried Münzenberg. Sebenarnya percobaan serupa sudah pernah dilakukan oleh JINR, Dubna, Rusia dengan menghantam radium dan kalsium, namun percobaan oleh GSI dianggap lebih dapat dipercaya.[15]

Pranala luar sunting

  1. ^ "Radioactive Elements". Commission on Isotopic Abundances and Atomic Weights. 2018. Diakses tanggal 7 Agustus 2022. 
  2. ^ Audi et al. 2017, hlm. 030001-136.
  3. ^ Hoffman 2006, hlm. 1672.
  4. ^ a b Östlin, A. (2013). "Transition metals". Electronic Structure Studies and Method Development for Complex Materials (Tesis Licentiate). pp. 15–16. https://www.diva-portal.org/smash/get/diva2:606386/FULLTEXT01.pdf. Diakses pada 7 Agustus 2022. 
  5. ^ Gyanchandani, Jyoti; Sikka, S. K. (10 Mei 2011). "Physical properties of the 6 d -series elements from density functional theory: Close similarity to lighter transition metals". Physical Review B. 83 (17): 172101. doi:10.1103/PhysRevB.83.172101. 
  6. ^ Kratz; Lieser (2013). Nuclear and Radiochemistry: Fundamentals and Applications (edisi ke-3). hlm. 631. 
  7. ^ Hoffman, Darleane C.; Lee, Diana M.; Pershina, Valeria (2006). "Transactinides and the future elements". Dalam Morss; Edelstein, Norman M.; Fuger, Jean. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements (edisi ke-3). Dordrecht, The Netherlands: Springer Science+Business Media. hlm. 1691. ISBN 978-1-4020-3555-5. 
  8. ^ Fricke, Burkhard (1975). "Superheavy elements: a prediction of their chemical and physical properties". Recent Impact of Physics on Inorganic Chemistry. Structure and Bonding. 21: 89–144. doi:10.1007/BFb0116498. ISBN 978-3-540-07109-9. Diakses tanggal 16 Juli 2022. 
  9. ^ Düllmann, C. E. (2008). Investigation of group 8 metallocenes @ TASCA (PDF). 7 Workshop on Recoil Separator for Superheavy Element Chemistry TASCA 08. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 30 April 2014. Diakses tanggal 16 Juli 2022. 
  10. ^ Hoffman, Lee & Pershina 2006, hlm. 1673.
  11. ^ Hoffman, Lee & Pershina 2006, hlm. 1691.
  12. ^ Robertson, M. (2011). "Chemical Data: Hassium". Visual Elements Periodic Table. Royal Society of Chemistry. Diakses tanggal 7 Agustus 2022. 
  13. ^ Emsley, J. (2011). Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements (edisi ke-New). Oxford University Press. hlm. 215–217. ISBN 978-0-19-960563-7. 
  14. ^ "hassium - Definitions from Dictionary.com". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-02-10. Diakses tanggal 2008-12-09. 
  15. ^ "Hassium - Element information, properties and uses | Periodic Table". www.rsc.org. Diakses tanggal 2023-09-28. 



Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tag <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan